Om I Love You

Om I Love You
Episode 121


__ADS_3

Silvi merasa sangat marah, karena dia telah ditipu mentah-mentah oleh Alan dan keluarganya. Bukan untung yang didapat malah justru kemalangan yang dia dapatkan. Dia harus mendekam di penjara yang kotor dan dingin.


"Pak Polisi, Lepaskan saya! Saya tidak bersalah! Sayalah korbannya! Mereka menjebak saya, Pak! Lepaskan saya dari sini!" teriaknya, membuat para tahanan wanita lain merasa terganggu.


"Hei, lu bisa diem nggak? Berisik tahu?" bentak salah satu tahanan yang terlebih dulu menempati sel itu.


"Suka-suka aku dong! Mulut-mulut aku sendiri!" jawabnya membuat tahanan wanita itu sangat jengkel.


Disinilah Silvi ditahan atas perbuatannya kepada keluarga Xaquille. Bukan hanya kasus penculikan yang menjeratnya, akan tetapi juga pemerasan dan percobaan pembunuhan. Ayahnya Xavier juga kembali masuk ke dalam penjara, namun dia berada di penjara khusus untuk para pria.


Dipenjara tempat Silvi di tempati oleh lima orang tahanan, termasuk Silvi. Ke empat tahanan itu bertubuh gemuk dan besar. Lelah berteriak-teriak, Silvi duduk di atas tikar dan mengambil nafas. Ternyata berteriak-teriak seperti tadi, menguras tenaga yang lumayan banyak. Tiba-tiba saja, salah satu tahanan bertubuh gemuk datang menghampirinya. Dia mengusir Silvi, agar tidak menduduki tempat kekuasaannya. Namun Silvi enggan untuk berdiri, dia masih bersikeras duduk di tempat tersebut. Tahanan wanita bertubuh gemuk itu marah, dia pun menghajar Silvi dengan brutal. Adu jotos dan adu Jambak pun terjadi sangat riuh, kedua tahanan yang lain bertepuk tangan melihat dan menyaksikan kejadian tersebut, seakan-akan mereka tontonan yang sangat menarik.


Dua polisi wanita datang melerai mereka, mereka membersihkan toilet sebagai hukuman karena sudah membuat keonaran.


"Ini semua gara-gara kau!" ketus Lena, nama tahanan wanita bertubuh gemuk itu.


"Kenapa harus aku yang bersalah? Semua itu gara-gara kamu juga! Coba saja kalau kamu tidak menyerang ku terlebih dahulu! Pasti kita tidak akan disuruh bersih-bersih," jawabnya.


"Berani kau menyalahkan ku!" bentaknya.


"Aku tidak takut! Dan aku tidak pernah takut," jawab Silvi menatap tajam ke arah Lena.


Lena pun kembali memukuli Silvi di kamar mandi. Dijambak, di jotos dan dihantam bagian perutnya, Silvi yang merasakan kesakitan akhirnya jatuh pingsan tidak sadarkan diri. Dua polisi membawa Silvi ke klinik penjara, di sana dia mendapatkan perawatan medis. Karena sebagian mukanya sudah babak belur akibat aksi brutal Lena. Lena pun dibawa ke ruangan isolasi, agar dia mengintrospeksi dirinya sendiri.


Dokter memeriksa keadaan Silvi yang penuh dengan luka memar. Setelah memberikan obat dan salep, dua polisi membawanya kembali ke sel. Silvi berbaring di tikar, tubuhnya merasakan rasa sakit dan nyeri yang luar biasa.


"Hiks ... Hiks ... Hiks."

__ADS_1


"Ayah? Silvi mau pulang," ucapnya terisak.


Di lain sisi, Zee merasa kerepotan mengurus baby Aisha sendiri. Karena baby Aisha sedari malam menangis terus, dia juga tidak mau disusui oleh Mamihnya.


"Sayang, sebaiknya kita bawa saja ke Rumah Sakit," tutur Alan.


"Kenapa dengan Aisha, Pih?" tanya Zee sangat cemas.


"Papih juga tidak tahu! Mama Sarah dan Papa sedang mengunjungi Yuda di Amerika! Sepertinya kita harus membawa baby Aisha ke Rumah Sakit, Mih," ucap Alan.


"Benar, Bu! Sebaiknya dedek bayinya di bawa saja ke Rumah Sakit," tutur baby sister yang membantu merawat Aisha.


"Baiklah, Mamih bersiap-siap dulu! Kita ke Rumah Sakit, Pih!" ujar Zee.


Zee mengganti bajunya, dan sedikit berdandan. Tidak lupa mengambil tas selempang kesayangannya. Mobil Alan melaju dengan kecepatan sedang menuju Rumah Sakit ibu dan anak. Di sepanjang perjalanan, baby Aisha terus menangis, Zee sampai panik menghadapinya.


Sampai di Rumah Sakit, Alan dan istrinya mengambil nomor antrian. Tidak menunggu lama, nama Zee dipanggil. Karena sebelumnya Alan sudah mendaftar lewat telepon. Mereka masuk ke ruangan Dokter khusus anak. Di sana baby Aisha di periksa oleh Dokter dengan seksama.


"Setelah saya periksa, baby Aisha mengalami infeksi pernafasan, Ibu, Bapak," jelas Dokter. "Saya sarankan lebih baik baby Aisha rawat inap di Rumah Sakit, ya, Bu, Pak!" tutur Dokter.


"Infeksi pernafasan, Dok? Apakah berbahaya, Dok?" tanya Zee sangat cemas.


"Kalau dibiarkan saja tentu sangat berbahaya, Bu! Untunglah Ibu dan Bapak langsung membawanya ke sini! Jadi, baby Aisha harus mendapatkan perawatan yang intensif dari Rumah Sakit!" tuturnya lagi.


"Bagaimana bisa anak sekecil ini mengalami infeksi pernafasan, Dok?" tanya Alan kepada Dokter.


"Jangan khawatir, Pak! Kondisi ini sangat umum terjadi pada bayi yang baru lahir, penyebabnya adalah virus atau bakteri! Namun jika tidak cepat ditangani juga akan menjadi masalah yang sangat serius untuk baby tersebut!" jawabnya. "Perlu Bapak dan Ibu ketahui bahwa gaya pernafasan perut baby berbeda dengan orang dewasa, ya, Pak, Bu! Rata-rata kenaikan jantung bayi seratus tiga puluh denyut per menit! Sel darah merah pada bayi bertambah dan kemudian berkurang! Oleh karena itu, tubuh muda rentan dengan hipotermia! Maka sangat penting untuk menghangatkan tubuh bayi, Bu, Pak!" jelas Dokter.

__ADS_1


"Lalu kami harus bagaimana, Dok?" tanya Zee.


"Sementara, baby Aisha dirawat inap terlebih dahulu, ya? Supaya mendapatkan perawatan yang intensif dari para medis," tutur Dokter.


"Baiklah, Dok! Tolong lakukan yang terbaik untuk anak saya!" ucap Alan kepada Dokter.


"Bapak mendaftar kamar rawat untuk baby Aisha terlebih dahulu! Kami akan langsung menindaklanjutinya!" jelas Dokter.


Alan langsung mendaftar kamar VIP untuk baby Aisha. Baby Aisha harus dipasang selang infus dipergelangan tangannya, karena sampai saat ini sang baby masih belum mau menyusu.


"Bagaimana ini, Pih? Aisha tidak mau menyusu! Mamih sangat khawatir, Pih!" tanya Zee sangat cemas.


"Sabar ya, Sayang! Aisha masih sakit, jika sudah sehat, dia pasti akan menyusu kembali," jawab suaminya berusaha menenangkan hati Zee. "Kita berdo'a ya, Sayang! Semoga Aisha cepat sembuh!" ujarnya.


"Iya, Pih!" jawab istrinya. Zee menyandarkan kepalanya di bahu suaminya, tanpa terasa dia sudah terlelap ke alam mimpi.


Alan yang melihat istrinya kelelahan mengurus baby Aisha merasa tidak tega, dia membenarkan posisi tidur istrinya, agar lebih nyaman. Tidak terasa Zee terpejam selama dua jam lamanya. Zee terbangun dan mengerjapkan matanya, suaminya sudah tidak ada disampingnya. Zee mencari keberadaan suaminya, ternyata Alan baru saja keluar dari kamar mandi.


"Sayang, sudah bangun?" tanya suaminya.


"Pih, Apakah Aisha bangun?" tanya Zee.


"Tidak, Sayang! Sedari tadi Aisha masih tertidur! Ada apa?" tanya Alan.


"Tidak apa-apa, Pih! Mamih mau mandi, terus sholat Ashar! Tapi, Mamih tidak membawa baju ganti, Pih!" ucap Zee.


"Kamu tenang saja, Sayang! Tadi, Papih sudah menghubungi baby sister untuk membawakan beberapa baju ganti Mamih!" jawabnya. "Tunggu sebentar lagi! Dia masih dalam perjalanan," imbuhnya lagi.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, baby sister datang dengan membawa baju ganti nyonya nya. Zee langsung mandi dan bersih-bersih, badannya terasa lengket dan gerah.


to be continued.....


__ADS_2