
Selesai acara resepsi ,Ratu mendorong kursi roda suaminya masuk ke kamar pengantin.
Ia yakin pasti suaminya lelah dan letih.
"Apakah kamu mau mengganti bajumu ,Yud ?" tanya Ratu masih canggung.
"Iya ,Aku mau mengganti bajuku !" dengan di bantu Ratu ,Yuda sudah memakai piyama tidurnya.
Ratu juga membantu suaminya rebahan di tempat tidur,Yuda tidak menolak, karena ini masih dirumah mertuanya.
"Besok , kita langsung kembali ke rumah ku ! karena aku tidak betah tinggal di rumah mu !" ucapnya masih ketus.
"Ehm, Baiklah !" Ratu pun pergi ke kamar mandi untuk mandi dan bersih-bersih.
Keluar dari kamar mandi,Ratu sudah melihat suaminya tertidur pulas.
Karena tubuhnya sudah terlalu capek ,Ratu pun menyusul tidur di samping suaminya.
Mentari bersinar terang, cahayanya masuk melalui celah-celah korden kamar , membuat silau mata insan manusia yang masih bergelung di bawah selimut yang tebal.
Ratu menggeliatkan tubuhnya , meraba-raba samping tempat tidurnya.
Suaminya sudah tidak berada di sampingnya.
Ratu mencari sosok suaminya, ternyata suaminya baru saja keluar dari kamar mandi dengan kursi rodanya , terlihat sudah nampak rapi.
"Cepatlah bangun dan bersiap-siap !"
"Hari ini kita pulang ke rumah Orang tuaku !" ketus Yuda.
"Lho , kenapa cepat banget,Yud ?"
"Kita sarapan dulu ! baru kita pergi !" jawabnya.
"Aku mau sekarang !" bentaknya.
"Jika kau mau tetap disini , Silahkan ! Aku tidak peduli !"
"Baiklah , Baiklah !"
"Aku akan bersiap-siap !" Ratu beranjak dari tempat tidurnya, segera menuju kamar mandi untuk bersih-bersih.
Dalam waktu kurang dari 20 menit,Ratu sudah siap.
Ratu membantu Yuda mendorong kursi rodanya untuk berpamitan ke Papa dan Mama.
Kebetulan Papa dan Mama sedang sarapan di meja makan.
"Eh, kalian sudah bangun !"
"Ayo sarapan bareng !" ajak Mama.
"Maaf Pa ,Ma ! Yuda akan mengajak Ratu pulang ke rumah Yuda hari ini !"
"Lho kok cepat banget ?" tanya Mama.
"Setidaknya kalian sarapan dulu !" ucap Papa.
"Terima kasih banyak,Pa !"
"Tapi taksi yang sudah saya pesan sudah menunggu di luar !" jawab Yuda , membuat Papa Roger agak geram.
"Baiklah kalau begitu !"
__ADS_1
"Kalian boleh pergi ! tapi ingat Yuda ! kau harus memperlakukan putriku dengan baik ! jangan sekali-kali kau menyakitinya !" ancam Papa.
Mereka pun berpamitan kepada Papa dan Mama, Ratu membantu suaminya memasuki taksi online.
Setelah semua barang-barang sudah masuk ke bagasi ,taksi pun melaju meninggalkan kediaman keluarga Aghar.
Tidak ada percakapan diantara mereka, hanya saling diam dan saling membisu saja.
Sampai di depan rumah keluarga Nalendra , Yuda masih cuek dan ketus kepada Ratu.
Bahkan saat Ratu akan membantunya turun dari taksi , tangan Ratu di tepis kasar oleh Yuda.
"Minggir kau perempuan ja******Ng !"
"Jangan pernah mencoba menyentuh ku !" bentak Yuda , sungguh sangat melukai hati Ratu.
Dengan ditolong bodyguard di rumah itu,Yuda turun dari taksi.
Bodyguard juga yang mendorong kursi roda Yuda masuk ke dalam rumah, disusul Ratu dibelakangnya.
"Kok pulang hari ini ?" tanya Mama Astrid heran.
"Yuda gak betah di sana !"
"Mah , tolong siapkan sarapan ku !" kursi roda berhenti tepat di meja makan.
Mamah dan Papah saling menatap.
"Yuda kamu kan sudah punya istri ,jadi biarkan istri mu menyiapkan segala keperluan mu ! termasuk sarapan mu !" ujar Papahnya.
"Ratu , siapkan sarapan suami mu ,Nak !" perintah Mama Astrid.
"Baik ,Ma !" Ratu pun menyendokkan nasi goreng untuk suaminya.
Yuda menikmati nasi gorengnya, tanpa sedikitpun berkata-kata.
Sampai Papa dan Mama berpamitan kepada pasangan pengantin baru itu untuk bekerja, barulah Yuda mengeluarkan suaranya.
"Cih !" Yuda mengeluarkan semua nasi goreng yang berada di mulutnya.
"Bibi ,Bibi ?"panggil Yuda ke asisten rumah tangga.
"Iya ,Den !" jawab Bi Ijah.
"Ambilkan sarapan buatku ! aku tidak sudi , semua kebutuhan ku , ja*******ng ini yang mengurus !" ucap Yuda menatap tajam ke arah Ratu , membuat Ratu menundukkan kepalanya.
Bi Ijah pun mengambilkan sarapan untuk tuan mudanya, saat Ratu hendak mengambil nasi goreng untuk dirinya sendiri,Yuda pun menyuruh istrinya untuk makan di dapur bersama para pelayan.
"Aku tidak sudi harus satu meja dengan mu !" ucap Yuda ketus , membuat dalam diam Ratu menangis meratapi nasibnya sendiri.
"Kenapa Yuda tega bersikap seperti itu ? padahal aku sedang hamil anaknya !"
Hiks.....hiks.....hiks
Ratu memakan sarapannya sambil menangis.
Tidak sampai disitu, Yuda melarang istrinya tidur di tempat tidur miliknya.
Yuda menyuruh istrinya tidur di kasur lantai, sedangkan dirinya tidur di kasur empuk miliknya.
Ratu yang sekarang sudah sah menjadi istri Yuda , merasa dia harus menuruti semua keinginan suaminya.
Kampus
__ADS_1
Sepulang kuliah seperti biasa Zee menunggu suaminya menjemput.
Zee dan Echa sedang duduk-duduk di taman kampus sambil makan cilok kesukaan mereka.
"Zee ,gue denger kabar kalau Ratu menikah dengan Yuda ! Apakah itu bener Zee ?" tanya Echa yang sedang kesusahan mengunyah ciloknya.
"Iya ! itu benar !" jawab Zee santai.
"Lo kok gak marah,Zee ?" tanya Echa lagi.
"Buat apa ? toh gue sudah bahagia dengan kehidupan gue sekarang !" jawab Zee lagi.
"Ceritanya bagaimana sih ,Zee ? bisa sampai Ratu menikah dengan Yuda ?" kepo Echa.
Zee pun menceritakan kejadian awalnya sampai akhir.
Kenapa Zee harus menikah dengan suaminya ?Zee tidak menutupi itu karena Echa adalah sahabat terbaiknya,Zee percaya dengan Echa.
Menurut Zee ,Zee sangat beruntung dinikahi oleh suaminya, bukan hanya dewasa pemikirannya pun sudah sangat matang, membuat Zee sangat nyaman dan bahagia bersama suaminya.
"Oh, begitu !" Echa manggut-manggut mendengar penjelasan Zee.
"Tapi ????" Zee nampak berfikir.
"Tapi kenapa Zee ?" tanya Echa masih sibuk dengan ciloknya.
"Gue takut ! kalau Yuda tidak bisa mencintai Ratu !" jawabnya.
"Dari sorotan mata Yuda ke Ratu , nampak Yuda sangat membenci Ratu !" jawab Zee lagi.
"Sudahlah, Jangan mencampuri urusan mereka !" jawab Echa.
"Lagian lo sudah menjadi milik Om Alan yang lebih dari segala-galanya !"
"Tumben otak lo waras ,Ca ?"
"Biasanya lo rada korsleting !" ejek Zee.
"Ha....ha....ha !"
"Sialan Lo !" cemberut Echa masih dengan mengunyah cilok alot itu.
"Ini cilok buatnya dari apaan sih ? dikunyah susah amat !" kesal Echa.
"Kayaknya dari ban motornya Pak Mad tuh !" ledek Zee sambil tertawa geli.
"Ha.....ha.....ha !" tawa mereka bersama-sama.
Suaminya sudah menunggu di area parkir ,Zee berpamitan kepada sahabat somplaknya itu.
"Dah ,Echa !"
"Gue pulang dulu yah ?"
"Suami gue sudah nunggu di area parkir !" Zee melambaikan tangannya ke Echa , buru-buru menghampiri suaminya yang sedang menunggu di parkiran.
"Tungguin gue dong ,Zee !"
"Ikh, dasar teman gak punya akhlak !"
"Main tinggal gitu aja !" sewot Echa.
"Dasar cilok sialan , gara-gara lo gigi gue sakit semua !" Echa membuang ciloknya Pak Mad ke tempat sampah, sambil berlalu ke area parkir.
__ADS_1
to be continued......