
Di dalam mobil Zee tersenyum terus , mengingat wajah Echa yang pucat karena menahan malu sudah mengatai suaminya.
Alan yang melihat istrinya senyum-senyum sendiri pun terheran.
"Ada apa sih ,Mih ?" tanya Alan.
"Gak ,inget Echa aja !"
"Oya ,Pih ! Papih ko bisa ke kampus Zee ?"
"Yah , bisalah !" jawab suaminya santai.
"Ish ,Papih ini ! maksud Zee , kenapa Papih balik lagi ke kampus ?"
"Karena Papih ingin mengembalikan HP kamu yang terjatuh di bawah jok mobil Papih !" jawab Alan.
"Pantesan tadi Zee cari-cari di tas gak ketemu , ternyata jatuh !"
"Ha..ha..ha !"
"Makasih ya ,Pih !"
"Kalau Papih tidak datang,dan tidak menjelaskan kepada Dekan pasti Zee jadi di keluarin dari kampus !"
Alan menepikan mobilnya dan menatap tajam ke arah Zee.
"Iya ,Mih ! sama-sama !"
"Inilah waktunya mereka tahu , bahwa kita memang sudah menikah !"
"Kita tidak perlu menutupinya lagi !" jawab Alan.
"Iya ,Pih ! Mamih tahu ! Mamih juga sudah siap memberitahukan kepada semua orang , bahwa kita suami istri !" jawaban Zee membuat Alan senang.
"Apakah Mamih juga siap menjadi istri seutuhnya ?" mata Alan menatap manik istrinya menginginkan kepastian.
"Iya ,Pih !"
"Zee siap !"
"Zee akan belajar menjadi istri yang baik , dan menjadi istri seutuhnya buat Papih !" jawaban Zee tegas tidak di buat-buat.
"Sekarang, Apakah Papih boleh meminta hak Papih sebagai suami ?"
"He'em !" di jawab anggukan oleh Zee dengan malu-malu.
Alan begitu senang mendengar ucapan istrinya ,Alan mencium kening istrinya dengan sayang.
Alan mengemudikan kembali mobilnya , dan melanjutkan perjalanannya.
Ingin rasanya cepat-cepat sampai rumah.
Kabar Ratu di skors gara-gara sudah menjahili Zee, terdengar sampai telinga kedua orang tuanya.
Mama sangat marah ,dan tidak menyangka anak kandungnya sendiri bisa berbuat demikian.
"Mama tidak menyangka ,kamu setega itu kepada saudara kamu sendiri !" omel mama.
"Zee bukan saudara Ratu ,ma !"
"Kami tidak memiliki hubungan darah !" jawab Ratu.
PLAKKKK
"Tutup mulut kamu !" mama kalap dan menampar pipi Ratu, membuat papa terhenyak dengan tindakan mama.
"Kenapa kamu bisa berbicara seperti itu ?"
"Selama ini Papahnya Zee , sudah menganggap kamu seperti putri kandungnya sendiri ! dia memberikan tempat dan kehormatan untuk kita ! kenapa kamu bisa berpikiran sepicik itu ,Ratu ?"
"Dia membesarkan kamu dengan penuh kasih sayang , menyekolahkan kamu di Universitas yang sama dengan Zee ,Papah tidak pernah membedakan mu dengan Zee !"
"Bagaimana kamu bisa berbicara seperti itu ,hah ?"
"Hiks...hiks...hiks !" mama menangis .
"Tapi Mama yang selalu membedakannya !"
"Mama lebih sayang Zee dari pada anak kandung Mama sendiri !" mendengar itu Mama tambah kalap.
"Mah , sudah !" papah menghentikan aksi mama yang akan memukul wajah Ratu lagi.
"Biarin,Pah !"
__ADS_1
"Anak ini benar-benar kurang ajar !"
"Mama gagal menjadi seorang ibu karena ulahnya !"
"Sekarang dari pada Mama harus melihat kamu seperti ini, lebih baik kamu pergi saja dari sini !" Mama menarik tangan Ratu supaya keluar dari rumah.
"Enggak ma ! Ratu gak mau ! Ratu mau tetap di sini !"
"Hiks...hiks ..hiks !"
"Pergi kamu !" mama mengusir Ratu , saat sampai pintu keseimbangan Ratu goyah ,dan Ratu jatuh pingsan.
"Ratu ? Ratu ? Ada apa dengan mu ?"
"Bangun !" panggil Mama.
"Ratu pingsan,Ma !"
"Ayo kita bawa masuk !" papah membopong tubuh Ratu ke kamarnya.
"Cepat ,Ma ! panggil Dokter Rudy !" perintah papa panik.
Mama menelfon Dokter Rudy untuk segera datang ke rumah , tidak menunggu lama Dokter pun datang.
Ratu di periksa oleh Dokter, sedangkan Papa dan Mama menunggu di luar.
Setelah pemeriksaan , Dokter keluar.
"Bagaimana keadaan anak saya,Dok ?" tanya papa.
"Kapan terakhir putri Bapak dan Ibu menstruasi ?" tanya Dokter Rudy.
"Saya kurang tahu,Dok !" jawab papa.
"Sepertinya sudah tiga Minggu ini ,Ratu tidak menstruasi !" jawab mama.
"Karena biasanya jika Ratu menstruasi ribetnya minta ampun ! mama juga akan kena imbasnya !" jawab mama yakin.
"Memang ada apa ,Dok ?" tanya mama penasaran.
"Kalau dari yang saya lihat , kondisi seperti ini sepertinya putri ibu sedang hamil !"
"Saya yakin itu !" jawab Dokter Rudy.
"Apaaaaa?" mama tidak percaya.
"Anak saya belum menikah ! mana mungkin Ratu hamil !" Mama belum percaya.
"Maaf ya ,ibu ! tapi untuk lebih jelasnya ibu bisa periksakan kondisi putri ibu ke Dokter Obgyn !"
"Saya pulang dulu,mari !"
"Terima kasih,Dok !" papa mengantarkan Dokter sampai depan pintu.
"Ini tidak mungkin kan ,Pa !"
"Ratu belum menikah , mana mungkin dia hamil !"
Hiks ...hiks ...hiks
"Tenang,Ma ! tunggu Ratu siuman dulu ! baru kita tanyakan !"
Beberapa jam kemudian Ratu sadar dari pingsannya ,mama memberikan air minum untuk putrinya.
"Bagaimana keadaan kamu ?" tanya mama.
"Baik ,Ma !"
"Maafkan Ratu ,Ma !" Ratu mencium tangan mama , namun mama menepisnya.
"Sekarang katakan dengan jujur pada mama ! Siapa yang menghamili mu ?" mama menatap tajam ke arah Ratu.
"Apa ??"
"Mama bicara apa ? Ratu ga ngerti,Ma ?"
"Jangan berpura-pura lagi ,Ratu ?"
"Apa perlu mama bawa kamu ke Dokter kandungan ?"
"Hiks...hiks...hiks ! maafkan Ratu ,Ma !" Ratu menangis menyesali perbuatannya.
"Ratu memang sudah menyerahkan mahkota Ratu kepada seseorang !"
__ADS_1
"Apa ????"
PLAKKKK
"Auw !" Ratu meringis kesakitan.
"Sudah,Ma !" papa menghentikan mama yang semakin kesal dengan jawaban Ratu.
"Anak ini benar-benar keterlaluan !" murka mama.
"Kau benar-benar tidak tahu malu !" geram mama.
"Tapi Ratu tidak tahu akan menjadi seperti ini,Ma !"
"Ratu tidak tahu , kalau Ratu akan hamil !"
"Ratu hanya melakukannya sekali !"
"Hiks....hiks ...hiks !"
"Siapa laki-laki itu ?" tanya mama.
"Katakan !" bentak mama.
"Itu .....! Yuda ,ma !" Ratu tergagap dengan jawabannya.
JEDERRRR
Seperti di sambar petir di siang bolong , kaki mama terasa lemas dan lunglai.
Mama tidak percaya ,Ratu juga berhubungan dengan laki-laki yang bernama Yuda.
"Maksud mu ,Yuda mantannya Zee !"
"Iya ,ma !"
"Hiks...hiks...hiks !" mama menjambak rambutnya sendiri karena frustasi.
"Bagaimana bisa ,Ratu ?"
"Bagaimana ?"
"Hiks...hiks ..hiks !"
"Tenang,Ma !"
"Kita dengarkan dulu penjelasan Ratu !" ucap papa bijaksana.
Ratu pun menjelaskan awal kejadiannya , sampai ia melakukan hubungan terlarang itu dengan Yuda .
Dan demi ambisinya memiliki Yuda ,dia tega menggagalkan pernikahan Zee dan Yuda , dengan mengirimkan surat kaleng bertuliskan nama Yuda.
Papa hampir tidak percaya dengan apa yang telah di lakukan Ratu , terutama mama.
Tidak hentinya mama memukuli tubuh Ratu , jika tidak di hentikan oleh papa , mungkin Ratu akan mati.
Papa menggandeng tangan mama supaya keluar dari kamar Ratu, dan membiarkan Ratu untuk memikirkan kesalahannya.
"Dosa apa yang telah kulakukan sehingga memiliki anak seperti dia !"
"Hiks...hiks...hiks !" mama merutuki nasibnya.
"Sudah,Ma ! nasi sudah menjadi bubur !"
"Sekarang Zee sudah menjadi istri Alan."
"Papa yakin Zee bahagia dengan Alan !"
"Sekarang yang harus kita lakukan , kita harus mendatangi rumah Yuda dan meminta pertanggung jawaban Yuda ! kalau memang Ratu hamil !"
"Jadi menurut papa , kita harus memeriksakan Ratu dulu ke Dokter kandungan ?"
"Iya ,Ma ! kita harus memastikannya dulu ! agar kita tidak salah langkah lagi !" jawab papa.
to be continued.....
****************************************************
Note.
Kasih Like , Favorit , dukungannya dan rate bintang lima .
Terimakasih yang sudah banyak mendukung karya Author....
__ADS_1
Semoga menjadi motivasi Author lebih berkarya lagi.....💪💪💪💪
I Love You dari Author.....💕💕💕💕💕💕💕💕