
Setelah makan malam ,Zee mencuci piring-piring kotor bekas ia dan suaminya makan .
Zee juga merapikan meja makan dan dapur ,bekas suaminya masak .
Zee memang tidak pandai memasak , akan tetapi masalah beres-beres dan membersihkan rumah Zee masih bisa melakukannya.
"Udah beres semua,Mih ? perlu bantuan ?" tanya suaminya.
"Gak usah ,Pih ,nih sedikit lagi kok !"
"Selesai juga !" setelah membersihkan meja,Zee ikut duduk di samping suaminya yang sedang menonton televisi.
"Capek ?" tanya Alan sambil memijit kaki Zee.
"Gak !"
"Maaf ya ,Pih ! Mamih gak bisa masak,jadi Papih deh yang harus bersusah payah memasak !" sesal Zee.
"Gak apa-apa ,Mih ! seiring berjalannya waktu, pelan-pelan Mamih juga pasti akan bisa memasak !"
"Dulu di Jerman Papih juga belum pandai memasak !"
"Di sana Papih tidak ada saudara ataupun kerabat ,maka dari itu Papih harus mandiri !"
"Papih belajar memasak dari kawan yang sama-sama berasal dari Indonesia ."
"Dari situlah Papih harus belajar dan menekuninya, agar setiap perut kita lapar , kita tidak harus ke Restoran !"
"Ah ,Papih ! bikin Mamih jadi malu !"
"Kenapa harus malu ,Mih ?"
"Yang penting , kita mau berusaha dan terus belajar !" suaminya memberikan semangat untuk istrinya.
"Baik , nanti Mamih pasti akan belajar !"
"Mamih akan belajar ke mama Sarah atau Mamah Nola !" Zee bersemangat.
"Good , gitu dong ! itu baru istri Papih !" Alan mengacak rambut istrinya gemas.
"Ih ,Papih rambut Mamih jadi berantakan !" cemberut
Zee.
"Ha...ha...ha !" Alan tertawa senang melihat istrinya cemberut seperti itu.
Alan menatap intens manik istrinya , semakin dekat dan tambah mendekat ,mencium bibir warna pink itu , tidak ada penolakan dari Zee.
Zee menikmati ciuman suaminya , hingga Alan lebih memperdalam ciumannya, membuat jantung Zee berdegup lebih kencang dari biasanya.
Tangan nakal suaminya juga ikut bergerilya menjamah benda kenyal milik Zee , sangat berisi dan kencang pikir Alan.
"Apakah aku boleh meminta hak ku, Sayang ?" tanya suaminya meminta izin.
"He'em !" Zee mengiyakan, karena mungkin ini adalah saat yang tepat memberikan hak suaminya , bagaimanapun Zee tidak mau berdosa tidak memberikan hak tersebut.
Alan pun mematikan televisi dan membopong tubuh istrinya ke kamar.
Dengan sangat hati-hati ,Alan meletakkan tubuh istrinya di tempat tidur.
Ia kembali menciumi bibir istrinya, hingga ********** dengan rakus.
"Zee ,Aku mencintaimu !" ucap suaminya , membuat muka Zee memerah bak udang rebus.
"Zee juga mencintai,Papih !"
"Zee sangat nyaman berada di dekat Papih !" ucap Zee, membuat hati Alan berbunga-bunga.
__ADS_1
Alan kembali mencium bibir pink istrinya, tapi kali ini lebih buas.
Menciumi leher jenjang istrinya ,hingga Zee kegelian .
Alan meninggalkan jejak di leher jenjang itu.
Tangan nakal suaminya membuka satu persatu piyama tidur Zee, hingga nampak jelas gundukan kenyal itu.
Alan memainkan benda kenyal tersebut, membuat Zee ke enakan dan kegelian.
Entah kapan suaminya sudah melepas semua pakaiannya sendiri, sekarang giliran Zee .
Sekali tarikan semua penutup yang melekat di tubuh Zee terlepas.
Sekarang mereka dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun, Zee sangat malu dan berusaha menutupi tubuhnya dengan bantal.
Namun di cegah oleh suaminya, dengan sangat lembut suaminya menciumi kembali bibir seksi itu sampai turun ke bawah , hingga seluruh tubuh istrinya tidak luput dari ciuman Alan.
"Kau sudah siap ?" tanya Alan tidak sabar menerobos benteng Zee.
"Mamih takut,Pih ! pasti sakit !" ucap Zee .
"Papih akan pelan-pelan,Mih !"
"Sakitnya kayak digigit semut kok !" ucap suaminya, berusaha meyakinkan istrinya.
"Baiklah !" jawab Zee dengan malu-malu.
Alan berusaha membobol benteng yang masih sempit itu, sangat susah hingga satu hentakan namun sangat pelan , benteng itu sudah ambrol.
"Auwww,Sakiiiiit !" ucap isterinya.
"Papih akan pelan-pelan, Sayang !"
Melihat istrinya tidak kesakitan lagi ,Alan meneruskan aksinya.
Hingga mencapai puncaknya , mereka sama-sama ambruk.
Merasa lelah dan letih , keringat mereka bercampur menjadi satu.
Alan mencium kening istrinya, mengucapkan terima kasih karena sudah menjaga mahkotanya dengan baik.
Hingga akhirnya mereka tertidur karena kelelahan dalam selimut yang sama.
Keesokan paginya , Alan terbangun terlebih dahulu.
Ia mandi dan bersih-bersih, karena akan melaksanakan sholat subuh.
Selesai mandi Alan membangunkan istrinya , agar bisa sholat subuh berjamaah.
Zee pun beranjak dari tempat tidurnya , dengan melilitkan selimut di tubuhnya,ia pergi ke kamar mandi.
Ada rasa perih menyeruak di bagian intinya, hingga Zee berjalan tertatih-tatih.
Melihat itu ,Alan langsung membopong tubuh Zee ke kamar mandi.
"Turunkan Mamih,Pih !" Alan pun menurunkan tubuh istrinya.
"Kata Papih seperti di gigit semut saja , ternyata ini seperti digigit harimau !" kesal Zee sambil memperagakan gaya harimau mengaum , membuat Alan tertawa geli.
"Ha...ha...ha ! tapi Mamih menikmatinya kan ?" goda Alan.
"Iya sih,Pih ! sakit-sakit enak ,Pih !" jawab Zee asal.
"Ha...ha...ha !" Alan tidak bisa menahan tawanya lagi, menurutnya Zee adalah tipe wanita yang blak-blakan dan apa adanya, membuat Alan jatuh cinta.
"Cepetan mandi dan bersih-bersih !"
__ADS_1
"Aku tunggu ! kita sholat berjamaah !"
"Okey ,Pih !"
Selesai mandi , Zee memakai daster selutut , nampak cantik dan lebih segar.
Zee memakai mukenanya ,dan mereka melangsungkan sholat berjamaah bersama di rumah.
Selesai sholat , tidak lupa mereka berdoa dan diakhiri dengan istrinya mencium punggung tangan suaminya juga sebaliknya sang suami mencium kening istrinya.
Zee membersihkan tempat tidur bekas pertempuran dirinya dengan suaminya tadi malam ,ada bekas noda merah di sana.
Zee hendak mencucinya , namun dihalangi oleh Alan.
"Biar nanti aku bawa ke laundry saja !" ucap suaminya.
"Ish ,Papih ini ! ini ada noda darah ,Pih !"
"Malu kan sampai orang laundry tahu !" sungut Zee.
"Ya , sudah biar Papih yang mencucinya !" ucap Alan.
"Gak usah ,Pih ! ini kan tugas istri !"
"Biar mamih saja yang mencuci , Papih duduk manis saja di sana !" Zee menunjuk sofa di kamarnya,Alan pun menurut.
Zee mencuci noda darah tersebut sampai bersih , dan memberikan pengharum pakaian.
Selesai mencuci ,Zee menjemurnya di belakang rumah dengan dibantu oleh suaminya.
"Masih sakit,Mi ?" tanya suaminya tiba-tiba.
"Apanya ?" tanya Zee.
"Itunya lah !" Alan melirik ke arah bagian inti istrinya.
"Ih,Papih mesum !" Zee mengerucutkan bibirnya.
"Ha ..ha...ha !" tawa Alan.
"Jangan tertawa,Pih !"
"Ini semua gara-gara Papih ,main seruduk aja ! punya Zee jadi sakit dan perih !" kesal Zee.
"Maafin Papih ya ,Mih ! Mamih jadi kesakitan begini !" sesal suaminya.
"Gak apa-apa,Pih ! yang penting sekarang Mamih sudah berhasil menjadi istri Papih seutuhnya !" jawab Zee.
Alan menarik pinggang istrinya sehingga terjatuh tepat dipangkuannya.
"Apakah Mamih tidak menyesal ?" tanya Alan sambil memainkan ujung rambut Zee.
"Ya gak lah ! Mamih yakin Papih akan menjadi suami dan imam yang baik buat Mamih !" ucap Zee.
"Terima kasih, Sayang !"
"Terima kasih juga karena Mamih sudah menjaga mahkota Mamih dengan baik ! Papih bahagia sekali !"
"Iya ,Pih !"
"Harusnya Mamih yang berterima kasih sama Papih ! mau menerima Mamih apa adanya ! Zee banyak kekurangannya ,Pih !" hati Zee begitu bahagia, karena seperti inilah rasanya memberikan mahkota kepada laki-laki yang sudah halal.
"Sakit-sakit tapi enak gitu !" batin Zee.
"Gue harus ucapin terimakasih sama Echa , berkat kata-kata Echa ,gue bisa mempertahankan mahkota gue untuk suami gue !"batin Zee sambil senyum-senyum sendiri.
to be continued.....
__ADS_1