
Papa Roger sangat marah , emosinya tidak bisa dibendung lagi.
"Dasar kau menantu bre********sek !"
"Berani-beraninya kau menyiksa anakku !"
"Aku benar-benar tidak terima !" kalap Papa.
"Sudah Pah ! sudah ! ini Rumah Sakit !" larang Mama Nola , saat Papa hendak menghajar wajah Yuda.
"Papah ?"
"Hiks......hiks .......hiks !" Ratu menangis sedih , inilah yang ditakutkan Ratu selama ini.
Papa tirinya tidak terima, jika salah satu anggota keluarganya di injak-injak.
"Aku tidak terima ,kau perlakukan putri ku seperti itu !"
"Kau ini sudah cacat tapi masih belagu juga !"
"Sekarang kau sudah tidak bisa apa-apa ! harusnya kau sadar itu ! kau malah menyiksa Ratu !"
"Aku sangat menyayangi kedua putriku ! mereka adalah harta tak ternilai yang aku miliki !"
"Jika salah satu diantara mereka terluka ,maka akulah yang pertama membuat perhitungan dengan kalian semua !" marah Papa Roger dengan matanya yang merah.
"Pah , sudah !"
"Tolong sebaiknya kalian pergi dulu dari sini !"
"Biarkan suami saya tenang dulu !" Mama Nola menyuruh keluarga Nalendra untuk pergi dari Rumah Sakit , mereka pun pulang kerumah dengan hati yang jengkel atas penghinaan yang diberikan keluarga Aghar, Aditama juga sangat marah dengan putranya.
Semua rencana Aditama hancur berantakan gara-gara Yuda.
1 Minggu berlalu
Selama satu Minggu Ratu di rawat di Rumah Sakit , dan hari ini adalah kepulangannya ke rumah.
Namun Ratu tidak pulang ke rumah keluarga Nalendra , ia ingin pulang ke rumah Papa dan Mamanya.
Mobil Papa sampai di halaman rumah , Ratu sangat merindukan rumah ini.
Rumah dimana ia tumbuh bersama dengan Zee .
Hatinya sangat tenang dan damai , semua yang Zee katakan sangat mengena dihatinya.
"Kau benar Zee ! tempat ternyaman dan teraman adalah keluarga sendiri !" batin Ratu.
Ratu manaiki tangga , melangkah ke lantai dua letak kamarnya.
Ratu masuk ke kamarnya untuk beristirahat ,di antar oleh Mama.
"Ma ?" panggil Ratu.
"Ratu ingin ke Bogor ! Ratu ingin tinggal di Villa ,di Bogor !" jawabnya ,Mama nampak mengernyitkan alisnya.
"Untuk apa Sayang ?" tanya Mama penasaran.
"Ratu ingin menenangkan diri ,Ma !"pinta Ratu.
"Ratu ingin hidup tenang disana selama Ratu hamil !"
"Mama bisa mengantarkan Ratu kesana kan ,Ma !"
"Eh, itu.......!"
"Nanti Mama coba bicarakan dengan Papa mu !"
"Baiklah !" Mama keluar dari kamar Ratu.
Mama menghampiri suaminya ,dan menceritakan keinginan Ratu yang ingin tinggal di Bogor.
"Gimana ,Pah ?"
"Kalau itu memang membuat Ratu lebih tenang dan bisa melupakan kepa*******t itu ! yah gak apa-apa ,Mah !" ucap Papa.
__ADS_1
"Papa yakin ?"
"Iyalah,Ma !"
"Kapan Ratu ingin kesana ?" tanya Papa.
"Besok gimana,Pah ?"
"Baiklah , kita akan kesana besok !"
"Kirimkan pesan kepada Zee , bahwa besok kita akan ke Bogor ! barangkali saja Zee mau ikut !" ucap Papanya.
"Baik ,Pah !"
Rumah Zee
Keadaan suaminya semakin membaik , mereka memutuskan untuk kembali ke rumah.
Sudah seminggu lamanya , Zee dan suaminya tinggal di rumah Papa Harun dan Mama Sarah.
"Ah, kangennya dengan rumah kita !" ucap Zee sambil merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya.
Alan yang melihat tingkah lucu istrinya hanya tersenyum saja.
"Pih,sini ?"
"Apakah Papih tidak kangen sama kasur kita ?" ucapnya lagi.
"Kenapa kangen sama kasur ?"
"Yang harus Papih kengeni itu ya , Mamih dan baby kita !" ucap Alan sambil mengelus-elus perut datar istrinya.
"Ah ,Papih bisa saja !" ucap Zee.
"Mih ?" panggil Alan tepat ditelinga Zee.
"Kan semenjak Papih mual-mual ,Papih gak minta jatah sama Mamih ! malam ini Papih minta jatah dong,Mih ?" ucap Alan tanpa malu, tentu saja membuat pipi Zee memerah bagaikan udang rebus.
"Ish ,Papih !"
"Iya gak apa-apa kan ?"
"Kan kita sudah halal !"
"Tapi Mamih malu Pih !"
"Malu sama siapa ?"
"Lagian dirumah ini cuma kita berdua saja yang tinggal !" Alan mendekat ke arah istrinya., menciumi bibir istrinya dengan lembut.
"Mmmmmppphhhhh !" ciuman suaminya membuat Zee kehabisan nafas.
"Uhuk..... uhuk......uhuk !"
"Ish ,Papih ini !" cebik Zee.
"Ha....ha.....ha !" Alan tertawa melihat istrinya cemberut.
Dengan sangat pelan dan lembut Alan menurunkan resleting baju Zee , menampakkan dua bukit kembar yang sangat menggoda.
Turun ke bawah melepaskan rok panjang istrinya.
Tidak mau ketinggalan,Alan pun melepaskan pakaiannya juga.
Menindih tubuh istrinya dan menciumi kembali tubuh putih dan mulus itu.
Dengan sekali tarik br4 dan cel4n4nya terlepas, sekarang mereka sama-sama dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.
Tidak menunggu waktu yang lama , tanduk milik Alan sudah bersarang di goa istimewa milik istrinya.
"Ahhhhhhhh !" Zee meracau tidak jelas , menikmati permainan suaminya.
Hingga titik ******* mereka sama-sama ambruk , Alan pindah tidur di samping istrinya karena tidak mau menyakiti baby di kandungan Zee.
Alan mencium kening istrinya dengan sayang,dan mencium perut istrinya berkali-kali.
__ADS_1
"Baik-baik di sana ya ,Baby !"
"Muuuuuuuuaaaaaaaccccchhhhhh !"
Mereka pun tertidur sampai pagi di selimut yang sama , masih dengan tubuh yang polos.
Keesokan paginya , seperti biasa setelah mandi junub dan sholat subuh Alan akan mengawali aktivitasnya, berlari memutari taman atau kompleks perumahan.
Namun ada yang berbeda kali ini , karena Alan tidak berlari bersama istrinya melainkan sendiri.
Karena istrinya sedang hamil muda ,Alan memang melarang istrinya untuk lari pagi atau mengerjakan pekerjaan yang berat.
Sekarang Alan lebih protektif terhadap Zee , itu Alan lakukan agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kepada istrinya.
Zee pun menuruti semua perkataan suaminya.
Dari pada Zee bingung harus ngapain, lebih baik Zee melakukan senam yoga di dekat kolam renang.
Zee sedang melakukan meditasi ,duduk dengan tegak dan menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan-lahan.
Berulang-ulang Zee lakukan , agar tubuhnya rileks dan tidak stress.
Saat sedang menarik nafasnya , tiba-tiba ada tangan melingkar di perut ramping Zee.
"Sayang , sedang apa ?" ternyata suara suaminya.
"Mamih sedang meditasi ! Papih jangan mengganggu !" ucap Istrinya , membuat Alan ingin semakin ingin menjahili istrinya.
Tangan nakal suaminya merambat masuk melalui celah baju bagian punggung , naik ke atas merayap kebagian tengkuk istrinya dan mencium tengkuk itu.
"Geli ,Pih !"
"Papih ,Mamih lagi konsentrasi !"
"Sana Papih mandi dulu !" kesal Zee , membuat suaminya ingin tambah menjahili istrinya.
Tangan nakal suaminya sudah melepas pengait br4 Zee ,dan tangannya meraih buah pepaya yang menggantung sangat indah.
Meremasnya dengan lembut, membuat Zee kehilangan konsentrasinya.
"Ish ,Papih ini ! benar-benar jahil !" cemberut Zee.
"Hi......hi.......hi !"
"Habisnya posisi seperti itu sangat menggoda !" jawab Alan.
"Nih,Papih beli bubur ayam !"
"Sarapan yuk ?" ajak suaminya.
"Ya Ampun,Pih !"
"Papih mandi dulu sana ?"
"Tubuh Papih lengket dan bau keringat ! nanti gatal-gatal,Pih !"
"Sebelum sholat subuh Papih sudah mandi ! tapi karena habis joging,Papih mau mandi lagi ah !"
"Mamih belum mandi kan ?" Zee menggeleng.
"Kalau begitu ayo mandi bersama !" ajak suaminya ,Zee membelalakkan matanya.
"Ayo dong Mih, kita main-main air yuk di kamar mandi ! nanti gunung Mahamerunya Mamih , Papih gosokin deh ?" pinta Alan tanpa rasa malu.
"Astaga,Papih ! kenapa bicaranya memalukan sekali ! bagaimana kalau ada orang mendengar ?" Zee tambah cemberut malu.
"Ayo dong,Mih ?" Zee benar-benar dibuat pusing oleh kelakuan suaminya, kali ini suaminya benar-benar merengek minta mandi bareng.
( tentu para Readers bisa menghalu sendiri apa yang terjadi jika suami istri mandi bersama ðŸ¤ðŸ¤ðŸ˜†ðŸ˜†)
"Apakah ini juga termasuk keinginan jabang bayi yah ? bapaknya yang sedang ngidam !" batin Zee.
Wkwkwkwkwkwkwkwk......
to be continued..............
__ADS_1