Om I Love You

Om I Love You
Episode 26


__ADS_3

Semua teman-teman Ratu dan anak-anak yang lain riuh ramai menyaksikan pertengkaran dua saudara itu, membuat para dosen mendengar dan menghampiri mereka.


"Hentikan !" teriak Pak Candra , salah satu dosen senior di kampus , Zee menghentikan aksinya.


"Apa-apaan kalian ?"


"Ini kampus bukan ring tinju ! kenapa kalian membuat keributan ! sekarang juga kalian ke kantor Dekan !" tegas Pak Candra.


Membuat mereka terdiam dan mengikuti langkah Pak Candra untuk ke kantor Dekan.


Di kantor Dekan , mereka nampak diam mematung.


Mereka diberikan nasehat dan sedikit ceramah .


"Zee , dari yang Bapak dengar dari mahasiswa lain , katanya kau sudah menikah , Apakah itu benar ,Zee ?" tanya Dekan .


"Iya ,Pak ! berita itu benar adanya ! masa bapak tidak percaya dengan gosip itu !"Ratu yang menjawab.


"Kamu diam !" bentak Dekan kepada Ratu.


"Saya bertanya kepada Zee ! bukan kamu !" Ratu tertunduk diam.


"Iya ,Pak ! maafkan saya !" jawab Ratu.


"Iya ,Pak ! Saya memang sudah menikah !"


"Tapi Pak , bukankah di kampus ini tidak ada larangan mahasiswinya menikah ?" Zee balik bertanya.


"Iya , memang tidak ada larangan ! cuma kabar yang saya dengar , katanya kamu menikah siri karena menjadi simpanan Om-om ! dan itu merusak citra universitas ini ,Zee !" jelas Dekan.


"Ya Ampun Pak ! itu hanyalah gosip murahan ,saya memang sudah menikah,tapi saya menikah resmi kok ! dan saya juga bukan simpanan Om-om !" jelas Zee tidak mau di salahkan.


"Tapi mahasiswa dan mahasiswi lain yang mengatakan kalau kamu simpanan Om-om !"


"Ini semua gara-gara mulut embernya Ratu ,Pak !"


"Bapak tidak boleh percaya !"


"Apa ? lo jangan menyangkalnya deh ,Zee !"


"Gue paling tahu Lo ! karena kita tinggal satu atap ! jadi buat apa gue bohong !"


"Lo tuh bener-bener yah !" rasanya Zee ingin mencabik-cabik muka si Ratu.


"Cukup , kalian berdua !" bentak Dekan.


"Mulai besok ! Ratu ,Bapak sekors selama tiga hari !"


"Dan buat Zee , Bapak minta maaf !"


"Bapak tidak mau , Universitas ini rusak nama baiknya gara-gara masalah kamu !"


"Dan Bapak terpaksa akan mengeluarkan kamu dari kampus ini !" mendengar itu Ratu sangat senang, hatinya menari-nari di langit ke tujuh.


"Apa ? gak bisa gitu dong Pak ! sebelum bapak tahu kebenarannya !" protes Zee.


"Saya akan telfon suami saya datang ke sini ! dan saya yakin bapak akan percaya kalau saya tidak berbohong !" Zee mencari HP nya di tas , namun dia tidak menemukannya.


"Aduh di saat situasi genting seperti ini , HP tidak ada !" Zee mengeluarkan semua isi tasnya, mengobrak-abrik , namun tidak menemukannya.

__ADS_1


"Tuh kan ,Pak ! Zee tidak bisa membuktikan apapun !" ucap Ratu lagi , membuat Zee benar-benar geram,mata Zee menatap Ratu tajam.



Sembari Zee sedang berdebat dengan Dekan ,Ratu nampak tersenyum bahagia , telah memenangkan pertarungan sengit ini.


"Permisi ! Apakah Nona tahu di mana letak kelas Zeevanya Putri Sabila !" tanya pria tersebut ramah kepada salah satu mahasiswi yang sedang duduk.


Mahasiswi yang mendapat pertanyaan tersebut hanya terbengong , lantaran baru pertama kali di tanya sama cowok ganteng dan super cool.


"Permisi,Nona ! Apakah Anda tahu kelasnya Zee ?" Pria itu mengulang pertanyaannya lagi.


"Maksud mas nya Zee , cewek tomboi itu ! yang jago berkelahi !" jawab mahasiswi di samping perempuan itu yang masih terbengong.


"Ah ,iya betul ! Zee yang itu !" jawab Pria itu.


"Hem, ternyata istrinya sangat terkenal karena jago berkelahi !" gumam pria itu.


"Zee sedang berada di kantor Dekan ,Mas !" pria itu nampak mengerutkan keningnya.


"Tadi Zee dan Ratu bertengkar hebat ,Mas !"


"Dan mereka di panggil ke kantor Dekan ." jawabnya lagi.


"Boleh saya tahu, kemana arah kantor Dekan ?"


"Mas nya lurus saja , di situ ada belokkan ke kiri dan ruangan paling ujung , itu kantornya Mas !" jawabnya lagi .


"Terima kasih,Nona-nona !" Alan meninggalkan dua mahasiswi yang masih takjub dengan ketampanan pria yang barusan bertanya, yah dia adalah Alan.


"Eh, siapa tuh ? ganteng banget sumpah !" bisik-bisik mahasiswi.


"Cool banget !" tambahnya lagi.


Alan yang di ghibah cuek saja berjalan ke kantor Dekan.


Alan melihat kerumunan mahasiswa dan mahasiswi di depan kantor Dekan sedang menguping , seakan-akan ada tontonan menarik di sana.


Melihat Alan berjalan ke kerumunan itu, mereka heran dan terbengong-bengong termasuk Echa dan sahabatnya Ratu.


"Permisi ! Apakah benar ini kantor Dekan ?" tanya Alan kepada salah satu mahasiswa di sana.


"Iya , benar ! Anda mencari siapa ?" tanya mahasiswa tersebut.


"Saya mencari Zee ." jawabnya.


"Tapi Zee ada di dalam !" tunjuk mahasiswa itu, sayup-sayup Alan mendengar jelas perdebatan istrinya dengan Dekan.


"Pantesan mereka semua menguping , jelas sekali bicaranya dari sini !" batin Alan dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Tok...tok...tok


"Permisi ! Bapak Dekan maaf saya tidak sopan menerobos masuk ke sini !" Zee hampir tidak percaya yang menerobos masuk adalah suaminya , lebih-lebih Ratu ,Ratu terperangah tiba-tiba ada seorang cowok tampan menerobos masuk.


" Silahkan duduk !" Pak Dekan mempersilahkan Alan duduk.


"Perkenalkan !" Alan mengulurkan tangannya , dan di sambut baik oleh Dekan.


"Nama saya Alan Putra Xaquille , pemilik Perusahaan Xaquille !"

__ADS_1


"Dan Perusahaan Xaquille adalah donatur terbesar kampus ini !"


"Dan saya adalah suami dari Zevanya Putri Sabila ! atau di panggil Zee !" jelas Alan.


JEDERRRRRRR


Mahasiswa yang mendengar di luar ruangan benar-benar terkejut terutama Ratu.


"Oh ,Anda suaminya !" Dekan nampak terkejut , pasalnya kali ini dia benar-benar telah melakukan kesalahan besar.


"Maafkan saya , mungkin saya yang salah !"


"Sudahlah , tidak apa-apa ! saya hanya ingin meluruskan saja !"


"Saya menikah dengan Zee resmi ! dan Zee bukanlah istri simpanan karena sebelumnya saya masih lajang ! belum pernah menikah !" jelas Alan penuh penekanan, namun masih enak di dengar nada bicaranya.


"Maaf Pak Alan ! sekali lagi saya minta maaf !" sesal Dekan.


"Tidak apa-apa ,Pak ! manusia itu tempatnya salah ! saya juga sering melakukan kesalahan !"


"Tapi menurut saya , sebelum bapak mengambil keputusan lebih baik bapak selidiki dulu !"


"Bapak tidak bisa hanya mendengarkan dari salah satu pihak saja !"


"Iya ,Pak ! Saya janji ,saya akan mengusutnya !"


"Saya benar-benar minta maaf !"


"Zee , Bapak minta maaf , karena telah menuduh yang bukan-bukan ! semuanya gara-gara gosip yang tidak benar itu !"


"Bapak benar-benar minta maaf !" sesal Dekan.


"Tidak apa-apa ,Pak !"


"Seperti yang suami saya bilang ! manusia tempatnya salah !" jawab Zee.


"Lain kali Bapak jangan percaya sama ember bocor yah !" sambil melirik ke arah Ratu yang masih terpaku tidak percaya , kalau Om-om yang selama ini menikahi saudara tirinya adalah seorang laki-laki yang tampan dan pemilik Perusahaan Xaquille.


Setelah berjabat tangan dengan Dekan ,Alan pun keluar dari ruangan Dekan sambil menggandeng tangan Zee.


Semua mata memandang mereka , termasuk Echa.


"Zee ?" panggil Echa menghampiri Zee.


"Hai ,Ca !"


"Kenalin ,ini suami gue ! namanya Mas Alan." Alan tersenyum menganggukkan kepalanya.


"Kamu masih ingat dengan laki-laki yang pernah menolong kita dari begal !" Echa nampak terperanjat .


"Dia adalah Om nya Yuda ! sekarang sudah menjadi suami gue !" jawab Zee bangga ,Echa hanya manggut-manggut tidak percaya , pasalnya Echa juga pernah berkata buruk tentang suami Zee.


"Ha...ha...ha !" Zee tertawa geli melihat reaksi Echa sahabatnya.


"Ya udah dulu ya ,Ca ! gue mau pulang , kepala gue pusing habis berdebat sama Pak Dekan !" jawab Zee santai.


"Bye....bye ,Echa !" Echa masih terpaku di tempatnya berdiri , sampai Zee dan suaminya hilang dari pandangan barulah Echa sadar.


to be continued......

__ADS_1


__ADS_2