Om I Love You

Om I Love You
Episode 50


__ADS_3

Melihat suaminya masih agak lemas, Zee jadi tidak tega. Akhirnya Zee mengambil alih tugas menyetir mobil suaminya. Sebenarnya sudah lama sekali Zee tidak menyetir, itu dikarenakan Zee pernah mengalami kecelakaan di jalan raya saat masih SMA. Selama satu bulan Zee dirawat di RS, untungnya tidak cedera parah.


Zee yang selalu ugal-ugalan, membuat Papa dan Mama tidak memperbolehkan Zee menyetir sendiri. Akhirnya mobil milik Zee, Papa jual. Sampai sekarang Zee belum berani menyetir kembali.


"Mamih yakin mau menyetir sendiri?" tanya suaminya cemas.


"Gimana lagi, Pih? Mamih gak tega ngelihat kondisi Papih yang kayak gini, masa harus nyetir mobil," gerutunya. "Bismillah aja yah, Pih, Mamih yakin bisa kok," ucapnya. Zee mengambil nafas dalam dan mengeluarkannya, Zee mulai menyetir pelan.


Di dalam hatinya terus berdo'a, semoga lancar sampai tujuan. Zee mulai menambah kecepatan lajunya, hingga mulai terbiasa Zee menambah kecepatannya, mobil melesat dengan sempurna.


Dalam waktu dua setengah jam Zee mengendarai mobil suaminya,Alan sampai membulatkan matanya dengan sempurna.


Di sepanjang perjalanan, Alan terus mengomel-ngomel. Namun tidak di gubris oleh istrinya, sampai di rumah Alan hanya cemberut.


"Maaf yah, Pih! Habisnya Mamih pengen cepat-cepat sampai rumah, Mamih ingin cepat-cepat memberikan kabar gembira kehamilan ini sama Papa dan Mama, juga sekaligus sama Papa Harun dan Mama Sarah," terang istrinya , membuat muka suaminya kembali ceria.


"Baiklah, kali ini Papih maafin, tapi jika Mamih mengulanginya lagi, Papih pastikan sampai kelahiran, Mamih tidak boleh keluar rumah, dan Mamih hanya boleh bepergian sama Papih seorang," ucap Alan mengancam.


"Ish, Papih benar-benar sadis amat sih!" Zee melenggang masuk kedalam rumah, langsung ke kamar mandi untuk bersih-bersih.


Alan memberikan pesan kepada kedua orang tuanya, bahwa ia dan istrinya sekarang sudah sampai di rumah.


Mama Sarah sangat senang , karena anak dan menantunya sudah kembali.


Dret ..... dret ...... dret.


"Assalamualaikum, Mah?" sapa Alan.


"Walaikumsalam, Lan! Bagaimana kabar kamu, Lan?" tanya Mama.


"Alhamdulillah sehat, Ma! Zee juga sehat!"


"Ada apa, Ma?"


"Begini Lan, dua hari lagi adalah ulang tahun Papah, Rencananya Mama akan bikin acara syukuran di rumah, khusus untuk keluarga saja! Kamu dan Zee datang yah, Lan?"


"Baiklah,Mah ! Alan dan Zee pasti datang !"


"Oya ,Mah ! Alan punya kabar gembira !"


"Apa itu Lan ?" tanya Mama penasaran.


"Mama akan punya cucu dari Alan ,Ma !" jawab Alan.


"Apa ? cucu ? maksud kamu Zee hamil ?" tanya Mama penasaran.


"Iya ,Ma !"


"Alhamdulillah akhirnya ! ternyata tanduk anakku berfungsi juga !"


"Ha.....ha......ha !" senang Mama.


"Ih,Mama apaan sih ?"


"Mama gak jelas !" cemberut Alan.


"Pokoknya Mama juga akan membuat syukuran buat kehamilan Zee !"ucap Mama.


"Mamah gabungin saja dengan ulang tahun Papah !" saran Alan.


"Ide kamu bagus juga ,Nak !"


"Okey....Okey ! pokoknya nanti Mamah urus dengan baik !"


"Sudah dulu yah,Ma !"


"Alan capek banget mau istirahat !"


"Okey ,Nak !"


"Wassalamu'alaikum ,Ma !"


Tut .... Tut......Tut


"Siapa Pih ?" tanya Zee yang baru keluar dari kamar mandi dengan rambutnya yang basah.

__ADS_1


Alan mendekati istrinya, membantu mengeringkan rambut istrinya dengan handuk kemudian ia keringkan lagi dengan hairdryer.


"Terima kasih,Pih ! pertanyaan Mamih kok belum di jawab,Pih ?" tanya istrinya.


"Oh, itu ! tadi Mamah yang telfon ! kata Mama ,Mama akan ngadain acara syukuran ulang tahun Papah ! khusus keluarga yang diundang ! Papa dan Mama kamu juga diundang !"


"Papa Harun Ulang tahun ?"


"Wah , kita nanti kasih kado apa yah ,Pih ?" tanya Zee nampak berfikir.


"Kita pikirkan nanti ,Mih !"


"Sekarang Papih mau mandi dan bersih-bersih ! badan Papih sudah lengket dan gerah banget !"


"Ya sudah sana mandi ! Bau !" canda Zee.


"Masa sih ?" Alan menciumi badan dan ketiaknya sendiri.


"Hem, Mamih bohong ya ! gak bau kok ! nih cium !"


"Iya ,iya masih wangi !"


"Katanya gerah ? sana mandi ?" suruh Zee.


"Okey ,Papih mandi !" Alan menyambar handuk , dan bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan bersih-bersih.


Zee sudah duduk manis sambil bermain ponselnya, banyak sekali notifikasi pesan dan panggilan yang masuk.


Termasuk sebuah nomor baru tanpa identitas , puluhan panggilan di kontak panggilan tidak terjawab.


"Nomor siapa yah ?"


"Apa ini nomer Echa ? Apakah Echa ganti nomer ?" Zee nampak berpikir.


"Ah , bodoh amat !"


"Mih ?" panggil suaminya keluar dari kamar mandi.


"Iya ,Pih ?"


"Boleh !"


"Bentar Mamih siap-siap dulu !" Zee menyambar tas selempang kesayangannya.


"Ayok,Pih !"


Mobil mereka melaju ke Supermarket terdekat.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, mobil sudah terparkir di depan Supermarket.


Alan dan istrinya turun , masuk ke Supermarket.


Mengambil trolly besar , suaminya yang mendorong.


"Kita akan membeli apa ,Pih ?" tanya Zee.


"Susu hamil buat kamu , Sayang !" ucap Alan.


"Oh !"


Suaminya membeli sepuluh kardus susu hamil dengan bermacam-macam rasa .


Ada rasa coklat, vanilla, original dan strawberry.


"Pih ,Papih mau jualan ?"


"Kenapa banyak sekali ,Pih ?" tanya Zee heran.


"Buat stok ,Mih ! jadi kita tidak bolak-balik ke Supermarket !"


"Ish ,Papih ini ada-ada saja !"


"Papih , kita beli buah-buahan yuk ?Buah-buahan di kulkas hampir habis !"


"Itu disana ,Mih !" mereka menuju tempat buah-buahan , Zee membeli banyak buah-buahan.

__ADS_1


Ada apel, mangga, pepaya, strawberry ,anggur , jeruk dan lain-lain.


Zee juga mengambil beberapa cemilan dan minuman jus.


Selesai berbelanja dan membayar belanjanya ,Zee dan suaminya langsung pulang.


Sampai di rumah ,Zee merebahkan tubuhnya di sofa.


"Capek juga ya ,Pih ?"


"He'em !" Alan mendekat ke arah istrinya .


"Biar Papih pijat !" Alan meletakkan kaki istrinya di pangkuannya,dan mulai memijat kaki istrinya.


"Gimana?enak pijatan Papih ?"


"Enak ,Pih !"


"Terima kasih,Pih !"


"I Love You ,Pih !" ucap Zee manja , membuat suaminya tersenyum bahagia.


"Pih ?"


"Besok kita cari kado buat Papah ya?"


"Boleh ! sepulang Mamih kuliah , kita cari kado buat Papah !"


"Kira-kira kado apa ya ,Pih ?"


"Apa yah ?" Alan nampak berfikir.


"Mobil ?"


"Papah sudah punya banyak mobil ,Mih ! yang lain saja , yang lebih bermanfaat !"


"Apa yah ?"


"Sepatu ?"


"Banyak juga ,Mih ! koleksi sepatu Papa hampir satu ruangan penuh !"


"Yang lain saja !"


"Terus apa dong ,Pih ?"manyun Zee.


"Kamu jangan terlalu memikirkan, Sayang ! ingat kandungan Mamih !"


"Apapun yang anak-anaknya berikan,Papih pasti senang !"ucap Alan.


"Benarkah ? lalu yang cocok apa dong ?"


"Ehm,Arloji ,bagus tidak ?" tanya Zee.


"Bagus juga kok !"


"Besok kita cari sama-sama yah ,Mih !"


"Pulang kuliah kita cari hadiah buat Papa !"


"Baiklah !"ucap Zee dengan senyum yang mengembang.


"Papih akan membereskan barang belanjaan dulu !"


"Biar Mamih bantu,Pih !" tawar Zee.


"Gak usah,Mih !"


"Mamih duduk manis saja ! biar Papih yang membereskan semuanya !"


"Kamu sekarang sedang hamil, Sayang ! tidak boleh terlalu capek !" nasehat Alan.


Selesai Alan membereskan barang belanjaan,ia memesan makan malam lewat aplikasi ojek online.


Hari ini terlalu capek untuk memasak, jadi Alan putuskan membeli makanan saja.

__ADS_1


to be continued.......


__ADS_2