
"Bye.....bye........bye !"
Zee pun meninggalkan Echa mencari sosok Ratu.
Mengingat ancaman Yuda ,Zee jadi kepikiran.
Semalaman Zee tidak bisa tidur memikirkan nasib Ratu.
Zee ke kelasnya Ratu ,Zee lihat Ratu sedang ngobrol dengan teman-temannya.
"Ratu ?" panggil Zee , membuat semua orang menoleh ke arah Zee , termasuk Ratu dan teman-temannya.
"Gue mau ngobrol penting !" Zee menarik tangan Ratu ,Ratu tidak menolak.
Membuat teman-teman Ratu melongo tidak percaya , karena sejatinya mereka tidak pernah bertegur sapa ataupun sekedar memanggil nama.
"Ada apa ,Zee ?" tanya Ratu , setelah Zee membawa Ratu ke tempat yang agak sepi.
Zee mengamati seluruh tubuh Ratu , tidak ada luka , namun mukanya masih pucat.
"Lo gak apa-apa kan ?" tanya Zee membuat Ratu heran.
"Gue gak apa-apa !"
"Emang ada apa ,Zee ?"
"Yuda gak nyakitin Lo kan ?" pertanyaan Zee membuat Ratu bingung harus menjawab apa.
"Eh,gak kok !"
"Yuda sangat baik sama gue ! terutama sama anak yang gue kandung !" jawab Ratu.
"Ah, syukurlah !" Zee bernafas lega , ternyata ancaman Yuda hanya gertakan saja.
"Maafin gue ,Zee ! gue terpaksa berbohong ! padahal baru saja tadi pagi ,Yuda mukulin gue dengan sabuknya ! tadi malam saja gue harus tidur di kamar mandi !"
"Jika gue cerita sama Lo ,gue takut Lo cerita ke Mama ! gue malu Zee ! gue juga takut Mama kepikiran ! biarlah gue tanggung sendiri akibatnya !" batin Ratu ingin menangis dan menceritakan semuanya kepada Zee , namun ia tidak berani.
"Ya sudah kalau begitu !"
"Gue bisa tenang sekarang !"
"Please kalau ada apa-apa ! Lo jangan sungkan-sungkan meminta bantuan ke gue !" Zee menggenggam tangan Ratu.
"Maafin semua kesalahan gue ,Zee !" Ratu memeluk saudara tirinya.
"Lo ngomong apa sih ?"
"Gue udah maafin semua kesalahan ,Lo !"
"Gue juga mau minta maaf ,gue juga egois !"
"Kita kan saudara ! jadi kita harus saling menyayangi dan mengasihi !"
"Sekarang gue sudah bahagia dan Lo juga harus bahagia !" Zee menatap manik Ratu.
"Iya ,Zee ! gue akan berusaha bahagia !"
"Gue ucapin selamat atas kehamilan Lo ,yah ?"
"Di rumah Oma Sarah ,gue gak sempat ngucapin !"
"He'em !" Zee kembali memeluk Ratu.
"Ya udah gue harus balik !"
"Suami gue lagi sakit ! gue harus balik cepat !"
"Oya udah , hati-hati ya Zee !"
"Bye....bye......bye !"
Zee meninggalkan Ratu dan menjalankan mobilnya menuju rumahnya.
__ADS_1
Mobil terparkir tepat di depan rumah,Zee mengambil baju ganti miliknya dan baju suaminya.
Tidak banyak baju suaminya yang ia bawa , karena di rumah Mama juga masih banyak baju milik suaminya.
Setelah mengemasnya di koper kecil ,Zee mengunci kembali rumahnya.
Zee meninggalkan rumahnya , menuju rumah Mama Sarah.
Kediaman Nalendra
Ratu turun dari taksi yang ditumpanginya dan membayar ongkos taksi.
Ratu masuk ke dalam rumah, sudah ada Yuda menunggu.
Ratu menyapa Yuda ,dan hendak mencium punggung tangan suaminya.
Namun ditepis kasar oleh Yuda .
"Enyah ,kau !"
"Setelah berganti baju, cepatlah bantu Bi Ijah membersihkan kolam renang !" perintah Yuda.
"Tapi ,Yud !"
"Aku capek banget, baru pulang kuliah !"
"Biarkan aku istirahat dulu !"
"Enak saja !"
"Kau pikir ini hotel !"
"Semua biaya kuliah dan hidup mu ! sudah ditanggung oleh keluarga Nalendra ! jadi sudah semestinya kamu membayar dengan tenaga mu !" cerca Yuda.
"Baiklah !"
"Nanti aku kerjakan !" Ratu masuk ke kamar , mengganti bajunya dengan baju santai.
Memulai mengerjakan tugas yang diberikan oleh Yuda.
Ia pun meminta Bi Ijah untuk membantunya.
Bi Ijah membantu Ratu membersihkan kolam renang , mengambil dedaunan kering yang jatuh ke kolam renang.
Yuda melihat Bi Ijah membantu isterinya , dengan berteriak Yuda memanggil Bi Ijah.
Bi Ijah pun merasa ketakutan karena di ancam oleh Tuan mudanya.
Ratu rasanya sudah sangat lelah , badannya terlalu capek , apalagi sepulang kuliah perutnya belum diisi apa-apa.
Kepalanya terasa pusing , pandangannya mulai kabur .
Dan........
BURRR......
Suara seseorang terjebur ke kolam renang .
Bi Ijah yang hendak membersihkan kaca jendela , melihat Nyonya mudanya terjebur berteriak histeris meminta bantuan.
"Tolong ? Tolong ?" teriak Bi Ijah.
"Ya Allah ,Non ! Bibi harus bagaimana ?"
"Tolong! Tolong ! Tolong !" Bi Ijah terus berteriak.
Para pengawal yang mendengar teriakkan Bi Ijah , berlarian menolong istri majikannya.
Tubuh Ratu sudah bisa diangkat , namun kondisinya sangat lemah.
Bi Ijah yang merasa khawatir , berlarian mengetuk kamar Yuda.
Namun tidak ada sahutan dari dalam , lumayan lama Bi Ijah berdiri di depan pintu kamar.
__ADS_1
Akhirnya Bi Ijah memutuskan untuk membawa Nyonya mudanya ke Rumah Sakit.
Astrid dan Aditama yang baru mendengar berita bahwa menantunya di bawa ke rumah sakit , langsung terburu-buru menuju ke Rumah Sakit.
Di sana sudah ada Bi Ijah yang menunggu ,Ratu terbaring lemah dengan selang infus menancap di pergelangan tangannya.
"Bi , dimana Yuda ?" tanya Astrid cemas.
"Tuan muda masih di rumah, Nyonya !"
"Bibi panggil-panggil tidak dengar , Nyonya !" jawab Bi Ijah.
"Tuh anak benar-benar !" kesal Astrid.
"Bagaimana ceritanya ,Bi ? Ratu bisa terjebur di kolam renang ?"
Bi Ijah pun menceritakan semuanya , dari awal sampai akhir , tidak ada yang ditutupi Bi Ijah.
Astrid dan Aditama yang mendengar penuturan Bi Ijah , sangat geram dengan tindakan putra semata wayangnya.
"Selamat siang ,Bapak ,Ibu ?" Dokter masuk menyapa keluarga pasien.
"Apakah Bapak dan Ibu keluarga pasien ?" tanya Dokter.
"Iya ,Dok ! Bagaimana keadaan menantuku ?" tanya Aditama.
"Alhamdulillah bayi di dalam kandungannya sangat kuat , sehingga tidak terjadi apa-apa !"
"Namun fisik ibunya yang lemah ! mungkin karena terlalu capek , lelah dan banyak pikiran !"
"Tubuh ibunya juga kekurangan banyak cairan dan nutrisi ! Apakah selama ini pola makan ibunya tidak diperhatikan ?" tanya Dokter Erlan.
Astrid benar-benar tercengang dengan penuturan Dokter, pasalnya saat ia akan pergi bekerja ia selalu memberikan pesan kepada Bi Ijah untuk lebih memperhatikan makanan menantunya.
Astrid memandang Bi Ijah agar berkata jujur.
"Tuan muda tidak memperbolehkan Nyonya untuk makan di meja makan , Nyonya !"
"Akhirnya Nyonya makan di dapur seadanya !"
"Dan dengan lauk seadanya !"
"Tuan muda juga sangat kasar !"
"Pernah Nyonya dikurung di kamar mandi karena nekat ingin pulang ke rumah !"
"Kenapa Bibi tidak pernah cerita ?" tanya Astrid.
"Bibi takut, Nyonya !"
"Hiks.....hiks......hiks !"
Bi Ijah merasa takut , karena Tuan mudanya pasti akan marah.
Bi Ijah menceritakan semuanya kepada Astrid dan Aditama , perlakuan Yuda selama ini kalau tidak ada orang tuanya.
"Ya Allah.,Apa yang telah Yuda lakukan ?"
"Ini adalah kesalahan besar ,Pah ?"
"Yuda sudah menyia-nyiakan Ratu selama ini !"
"Jadi selama ini dia berbohong kepada kita,Pah !"
"Hah !" Aditama membuang nafasnya kasar.
"Ini tidak bisa kita biarkan !"
"Papa akan menelfon anak itu !"
Dret....... Dret.........Dret.....
Aditama menelfon putranya , hatinya sangat geram dan dongkol.
__ADS_1
to be continued........