
Echa terlahir dari anak keluarga yang sederhana, ekonominya di bilang pas-pasan.
Namun karena Echa memiliki otak yang lumayan cerdas, dia mendapatkan beasiswa di Universitas yang sama dengan Zee, Universitas yang terkenal di Kota J.
Di Kota J, dia menyewa rumah yang dibilang sangat sederhana, tetapi sangat nyaman dan bersih untuk dihuni.
Echa anak yang mandiri, di sela waktunya dia bekerja paruh waktu guna membayar uang sewa rumah.
Bremmmmm..
"Ca, parkir di sini saja!" kata Zee menunjuk tempat parkir yang kosong, setelah memarkirkan motor matiknya, mereka berjalan menuju kelas, yang kebetulan mereka mengambil jurusan yang sama. Mereka mengikuti pelajaran Pak Ridwan selama dua jam, mereka duduk manis mendengarkan ceramah dosen killer tersebut.
"Ah, akhirnya selesai juga!" ucap Zee.
"Iya, aku tuh kalo pelajaran Pak Ridwan agak merinding-merinding gimana gitu!" ucap Echa .
"Merinding ngeliat kumisnya Pak Ridwan?" goda Zee.
"Ga tahan, gimana? Ha....ha...ha!" tawa mereka terbahak-bahak.
"Apa sih yang membuatmu begitu menyukai dosen super killer itu?" tanya Zee heran.
"Apa yah?" Echa nampak sedang berfikir.
"Bukan hanya tampan! Pak Ridwan juga terlihat sangat dewasa! aku kira dia sangat cocok menjadi imam untuku!" puji Echa.
"Tapi Pak Ridwan sudah mempunyai tunangan, sebentar lagi mereka menikah!" sedih Echa.
"Ups, Sayang! Jangan sedih dong! kamu tenang saja,Beb! jodoh ga akan kemana!" hibur Zee.
"Semangat!" Zee memberi semangat sahabatnya.
"Semangat!" jawab Echa.
"Ayo, pulang!"
"Ayo,Beb!"
Rumah Angga
Hari sudah siang, sinar matahari sudah menampakkan seluruh sinarnya ke permukaan bumi. Suara ketukan di depan pintu, nyaring terdengar membuat dua insan manusia merasa terganggu dalam tidurnya.
Tok....tok....tok
"Siapa sih ganggu banget?" kesal Yuda, dengan malas Yuda turun dari tempat tidurnya, dia baru menyadari kalau tubuhnya polos. Segera dia memakai pakaiannya, dan membuka pintu itu.
"Angga! Ada apa,Bro?" tanya Yuda malas.
"Woi, bangun! Sudah siang kampret!"
"Cepat pulang sana! orang tuaku sedang dalam perjalanan pulang!" ucap Angga.
"Oke, aku ganti baju dulu!" ucap Yuda.
"Siapa itu, Yud?" tanya Angga.
"Siapa sih?" tanya Yuda masih tidak menyadari.
"Itu!" ucap Angga menunjuk arah kasur.
__ADS_1
Yuda sangat terkejut, pasalnya ada seorang wanita sedang tidur di sana.
"Oke, aku mau siap-siap dulu!" ucap Yuda sambil menutup pintu kamar.
"Woi, teman ga ada akhlak!" ucap Angga meninggalkan kamar sambil bersungut-sungut.
Yuda menarik selimut yang menutupi tubuh seorang wanita, dia nampak terkejut, ternyata wanita itu adalah Melly.
"Kenapa ada Melly ?"batinnya.
Yuda menarik kaki Melly dengan kasar.
"Hey, bangun! bangun!"
"Apa yang kau lakukan disini?"
Melly nampak mengerjapkan matanya .
"Ada apa sih?" suara khas orang bangun tidur.
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Yuda penuh selidik.
"Kan kamu yang menarik tanganku kesini! kamu merayuku dan membujukku!" bohong Melly.
"Kamu pikir aku akan percaya dengan omong kosong mu!" marah Yuda.
"Ayolalah, Yud! lupain Zee! jadikan aku kekasihmu! aku janji akan memberikanmu apapun yang kau inginkan!" rayu Melly.
"Ck, wanita menjijikkan!" ejek Yuda, berlalu ke kamar mandi membersihkan tubuhnya dari pertempurannya dengan Melly.
Yuda bergegas meninggalkan rumah Angga, melajukan motornya pergi meninggalkan rumah Angga.
"Dasar laki-laki tidak punya perasaan!" kesal Melly.
Angga mengamati raut wajah Melly yang kesal kepada sahabatnya, dia tersenyum sinis.
"Lupain dia! dia tidak mencintai kamu! buat apa kamu selalu mengharapkannya?" tanya Angga.
"Aku menyayanginya,Ga!"
"Tolong bantu aku mendapatkan Yuda!" mohon Melly.
"Kamu harus sadar,Mel! Yuda hanya menganggap kamu seperti mainannya saja! lupakan Yuda!"
"Aku gak bisa,Ga!"
"Hiks...hiks!"
"Please, tolongin aku! buat mendapatkan cinta Yuda!" pintanya.
"Itu sangat susah, Mel!"
"Yuda itu kelasnya tinggi! kamu hanyalah boneka baginya! jadi jangan berharap lebih!"
"Kamu lihat Zee! dia sangat cantik! memiliki segala-galanya! sedangkan kamu?" ucap Angga, meremehkan Melly.
Melly adalah seorang mahasiswi yang sama-sama belajar di kampus, namun keluarga Melly bukanlah keluarga yang kaya, dia mendapatkan barang-barang branded dari hasil menjajakan diri, dia dikenal dengan sebutan ayam kampus. Menjajakan dirinya kepada Om-om hidung belang. Pergaulannya yang bebas, membuat dirinya dikenal di kampus. Termasuk Yuda, dia akan memakai Melly jika dibutuhkan.
Dret.... Dret.... Dret
__ADS_1
Yuda berusaha menghubungi nomor Zee, namun tidak di hiraukan oleh Zee.
Zee merasa untuk saat ini belum ingin di ganggu.
"Sial! Angkat dong, Yang?" umpat Yuda.
"Aku benar-benar bodoh! tak seharusnya aku melakukan itu kepada,Zee! Zee pasti marah banget!" ucap Yuda merutuki kebodohannya sendiri.
Yuda melajukan motornya menuju rumah Zee.
Sekitar 20 menit, Yuda sampai di depan rumah Zee, Yuda di sambut ramah oleh security.
"Siang, Pak!" sapa Yuda.
"Oh, mas Yuda!"
"Mau ketemu sama, Non Zee?" tanya security.
"Iya nih ,Pak! Zee nya ada?" tanya Yuda.
"Ada! Silahkan masuk saja ke dalam!" security mempersilahkan Yuda masuk.
Tok...tok ..tok
Yuda mengetuk rumah Zee ,dan di buka oleh salah satu pelayan rumah itu.
"Oh,ada mas Yuda! pasti mau ketemu non Zee!" tanya pelayan itu.
"Iya nih ,Bi! Zee nya ada?"tanya Yuda.
"Ada! tunggu sebentar ya, bibi panggilkan non Zee nya!" ucap pelayan mempersilahkan Yuda duduk, Yuda yang di kenal akrab oleh keluarga Zee serta para pelayan di rumah itu, membuat Yuda di hormati di rumah itu.
"Permisi,Non! di bawah ada mas Yuda!" ucap pelayan.
"Sebenarnya aku malas bertemu dengannya, tapi, jika aku tidak menemuinya, Yuda tidak mau pulang!" Zee berdialog dengan dirinya sendiri.
"Non, Jangan melamun!"
"Itu ada mas Yuda!"
"Oke , suruh tunggu sebentar!" pelayan menyampaikan pesan kepada Yuda.
Tidak menunggu lama ,Zee turun ke lantai bawah.
Zee melihat ada Yuda duduk di ruang tamu.
"Ngapain lo ke sini?" tanya Zee ketus.
"Yang, jangan galak-galak dong!"
"Kedatangan aku ke sini, ingin minta maaf! Maafkan aku,Yang!"
"Aku mabuk, sehingga aku ngelakuin itu dalam keadaan gak sadar,Yang! Aku menyesal, aku minta maaf ,Yang!" jelas Yuda panjang lebar.
"Udah deh ,Yud! Aku gak mau dengar alasan kamu!"
"Aku merasa kamu tidak serius denganku,Yud!"
"Kamu hanya ingin bermain-main saja denganku! kalau kamu memang hanya ingin bermain-main, lebih baik kamu cari wanita lain! jangan jadikan aku sebagai salah satu koleksimu! aku wanita baik-baik,Yud!" marah Zee.
__ADS_1
"Okey! Okey! Aku minta maaf! Aku salah! Aku akan melakukan apapun, asal kamu maafin aku!"
to be continued....