Om I Love You

Om I Love You
Episode 80


__ADS_3

Keesokan paginya


Alan membawa Elmar ke Perusahaan miliknya, guna membicarakan masalah kerjasama yang akan dilakukan oleh kedua belah pihak. Elmar sangat kagum menginjakkan kakinya ke Perusahaan milik Om Alan. Perusahaan yang sangat besar dan tinggi, menjulang ke langit dengan banyak lantai, dengan papan bertuliskan 'XA Group'. Alan membawa Elmar masuk ke kantornya, dengan menggunakan lift khusus CEO. Tidak sampai disitu kekaguman Elmar. Elmar dibuat terkagum lagi setelah memasuki kantor Alan, yang super luas dan super mewah.


"Silahkan duduk!" perintah Alan, mempersilahkan Elmar untuk duduk di sofa yang bahannya sangat lembut dan empuk.


"Terima kasih, Om," ucapnya.


Alan menelfon sekertarisnya untuk membuatkan dua cangkir kopi dan surat perjanjian kontrak yang akan mereka tanda tangani. Tidak menunggu lama sekertaris Alan datang dengan membawa dua cangkir kopi dan beberapa lembar berkas yang akan ditandatangani.


Mereka banyak mengobrol mengenai kerjasama tersebut, dengan diakhiri jabat tangan kedua belah pihak, pertanda mereka setuju dengan persyaratan-persyaratan yang diajukan kedua belah pihak. Selesai menandatangani surat perjanjian kerjasama tersebut, Elmar memohon diri untuk berkeliling kota Jakarta. Alan menawarkan diri untuk menemaninya, namun Elmar menolak karena tidak mau terlalu merepotkan Om Alan.


Elmar adalah sahabat Zee sewaktu kecil, usia mereka terpaut dua tahun, Elmar lebih tua dari usia Zee, ayah dan ibunya sudah lama mengabdi kepada keluarga Eghar. Saat Elmar duduk di bangku menengah atas, ayahnya meninggal. Terpaksa ibunya yang membiayai sekolah Elmar sampai ke Perguruan tinggi. Elmar kuliah di Bogor, dengan mengambil jurusan Teknologi Industri Pertanian. Dari situlah Elmar menerapkan pendidikan yang diperolehnya, untuk kemajuan masyarakat desanya.


Saat Elmar masih kecil, sebagian besar masyarakat desa nya menanam jagung dan kopi dilahan perkebunan mereka. Namun harga kopi dan jagung yang menurun drastis, membuat para petani rugi besar saat panen menjelang. Akhirnya mereka membiarkan lahannya kosong begitu saja, mereka memilih mencari pekerjaan di ibukota guna melanjutkan hidup mereka. Namun ada juga sebagian yang masih bertahan hidup di desanya.


Elmar yang baru menyelesaikan pendidikannya, sangat miris melihat banyak warga memilih untuk merantau. Dengan tekad dan niat yang bulat, Elmar ingin menjadikan tempat kelahirannya sebagai ladang mencari rezeki khusus untuk warganya sendiri.


Elmar pun mengumpulkan warga untuk memberikan motivasi dan arahan supaya lahan perkebunan mereka berfungsi seperti sediakala. Elmar pun mencari tahu informasi dari berbagai sumber, tanaman apa yang cocok ditanam di lahan tempat kelahirannya. Dan kebetulan salah satu teman Elmar, menyarankan untuk menanam bunga Krisan. Selain cocok ditanam di lahan dengan hawa yang sejuk, bunga Krisan juga termasuk bunga subtropis sehingga lebih ideal di tanam di dataran tinggi yang memiliki suhu 21-25° C.


Bunga Krisan merupakan bunga yang sangat indah yang saat ini sedang digemari semua orang. Keindahan bunga Krisan ini yang menjadi daya tarik tersendiri sebagai hiasan rumah maupun kado untuk wisuda atau sebagai rangkaian bunga. Selain itu, bunga Krisan juga memiliki nilai plus yang sedikit orang tahu. Yaitu sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Dan ada juga yang dikonsumsi sebagai teh herbal yang diolah untuk suplemen. Bahkan ada juga yang dikonsumsi sebagai sayuran dan aneka hidangan yang menyehatkan.


Hal ini yang melatarbelakangi, Elmar untuk membudidayakan tanaman Krisan ini didesanya. Banyak orang berbondong-bondong datang ke desanya, hanya untuk membeli atau sekedar menikmati keindahan bunga Krisan. Banyak juga yang menjadi pelanggan tetap datang dari berbagai kota.


Hari ini Elmar berkeliling Jakarta dengan meminjam salah satu kendaraan Om Alan. Berhenti di sebuah toko perhiasan, ia turun dan masuk ke toko tersebut.


"Silahkan, Tuan, apakah ada yang bisa kami bantu?" sapa pelayan ramah.


"Saya ingin melihat-lihat terlebih dahulu, Apakah boleh?" tanya Elmar.

__ADS_1


"Oh, Silahkan," ucap pelayan tersebut. Elmar melihat-lihat cincin yang sangat indah. Cincin dengan bermata berlian putih.


"Bisakah saya melihat cincin itu?" tunjuk Elmar.


"Oh, Silahkan," jawabnya, sambil menyerahkan cincin tersebut.


"Berapa harganya?" tanya Elmar. Pelayan menyebutkan harga yang sangat fantastik untuk satu buah cincin. Elmar sangat menyukai cincin tersebut pun membayarnya dan menyimpannya. Dia juga berbelanja beberapa baju hamil, susu dan vitamin.


Selesai berbelanja, Elmar memutuskan untuk kembali ke rumah Om Alan. Jam ditangannya juga sudah menunjukkan pukul 5 sore.


Mobil berjalan dengan kecepatan sedang, sampai didepan rumah Om Alan, ia turun dengan membawa banyak belanjaan. Elmar turun dari mobil dan ternyata mobil Om Alan yang biasa dipakai sudah diparkir di garasi rumah, tandanya Om Alan sudah sampai di rumah. Elmar mengetuk pintu dan memberi salam kepada orang rumah, akan tetapi tidak ada satupun yang menyahut, ia pun masuk.


"Hem, sepertinya mereka berdua sedang ada dikamar," batinnya, karena Elmar mendengar Zee terkekeh, Elmar pun langsung menuju kamar tamu, untuk mandi dan bersih-bersih.


"Papih, berhenti!" teriak Zee, suaminya terus mengerjai tubuh istrinya. Alan terus menggelitik tubuh Zee, sampai Zee tertawa kegelian akibat sensasi yang diberikan suaminya.


"Ayo, kita mandi bareng, Sayang!" ucap Alan.


"Ah, tidak mau! Kalau mandi bareng Papih, itu pasti akan sangat lama," manyun Zee.


"Iya, nggak apa-apa! Papih kan juga ingin menengok baby kita!" jawab Alan sekenanya.


"Ish, papih sangat memalukan! Kenapa sih akhir-akhir ini Papih selalu berpikir kotor?" dengus Zee.


"Kan sama istri sendiri! Emang boleh Papih berbicara memalukan dengan wanita lain?" goda suaminya.


"Ish, Papih! Awas saja kalau Papih melakukan itu!" ucap Zee sambil menggenggam tangannya.


"Ha ... ha .... ha."

__ADS_1


"Papih nggak berani, Sayang!" ujar Alan, sambil membopong tubuh istrinya memasuki kamar mandi. Seperti biasa mereka akan melakukan ritual suami istri di kamar mandi. Sampai satu jam lamanya kegiatan mandi itu dilakukan, hingga mereka keluar dari kamar mandi sudah dalam keadaan suci, karena mereka akan melakukan ibadah shalat Maghrib.


Alan sudah tampan memakai baju Koko dan pecinya. Dia juga mengajak Elmar untuk sholat berjamaah di masjid. Sedangkan istrinya melaksanakan ibadah sholat Maghrib di rumah.


Selesai sholat, Zee menyiapkan makan malam untuk mereka. Zee sengaja memesan makanan online, karena memang dia tidak pandai memasak. Makanan sudah datang dan Zee langsung menatanya di meja makan.


Beberapa menit kemudian suaminya dan Elmar pulang, Zee menyuruh suaminya dan Elmar untuk berganti baju, karena tidak mungkin makan malam dengan memakai baju Koko.


Setelah mereka berganti baju, mereka semuanya duduk di meja makan untuk menikmati makanan yang dipesan Zee.


"Wah, sepertinya enak, Sayang!" kata Alan.


"Duduklah, Pih!"


"Tadi, Mamih pesan lewat aplikasi," ucapnya.


"Oh, begitu, Papih kira Mamih yang memasak semua," ujarnya.


"Ish, Papih mengejek ya?" Zee memberengut sebal.


"Ha ...ha .... ha."


"Nggak, Sayang!"


"Elmar, silahkan nikmati makan malamnya! Semoga kamu suka," ucap Alan kepada Elmar.


"Terima kasih banyak, Om, Zee!" ucap Elmar dijawab anggukan oleh keduanya. Mereka semua menikmati makan malamnya dalam diam, hanya suara garpu dan sendok yang berbunyi.


to be continued.....

__ADS_1


__ADS_2