
Satu Minggu di Singapura adalah waktu yang lumayan lama untuk liburan. Mereka semua sudah berkeliling ke Singapura. Mereka juga berburu banyak oleh-oleh di negara tersebut. Pekerjaan Alan juga sudah beres di sini. Seperti pepatah bilang 'Sekali mendayung tiga pulau terlampaui." Sekalian kerja, sekalian membuat keluarga bahagia, menurut pemikiran bapak dua anak ini.
"Ha .... Ha .... Ha." Alan tertawa sendiri. Zee yang baru keluar dari kamar mandi melihat suaminya tertawa sendiri jadi heran.
"Kenapa, Pih?" tanya Zee.
"Nggak, Mih. Nggak ada apa-apa," ucapnya. "Jangan sampai Zee tahu," batinnya.
Mereka sudah mengemas semua barang-barang yang hendak dibawa pulang. Yang tadinya mereka cuma membawa dua koper besar, sekarang pulang membawa lima koper besar. Pesawat yang mereka tumpangi sudah mendarat di Bandara. Mereka berempat sudah dijemput oleh orang suruhan Alan untuk membawa barang-barang.
Mobil melaju meninggalkan Bandara. Sampai di rumah, mereka disambut oleh Opa dan Omanya. Oma Sarah sangat senang melihat kepulangan cucu-cucunya. Aisha membelikan banyak oleh-oleh untuk Oma dan Opanya. Sejak kecil Aisha memang sangat dekat dengan Oma Sarah. Pulang dari liburan pun langsung nempel dengan sang Oma. Badan Aisha nampak sangat lelah. Dia pun meminta izin untuk langsung beristirahat di kamarnya.
Keesokkan paginya
Kepulangan Aisha dari Singapore, menjadi buah bibir teman-temannya. Ada yang memuji ada pula yang mencibir. Namun Aisha hanya cuek saja tidak mempedulikan mereka. Aisha membagi-bagikan sedikit oleh-oleh untuk mereka. Termasuk James juga mendapatkan oleh-oleh dari Aisha.
"Nih, buat kamu," ucap Aisha memberikan paper bag kecil untuk James. Namun, James menolaknya. Dia justru memilih pergi dari kelasnya.
"Ish, dia itu kenapa sih? Sombong banget!" cibir Aisha.
"Woi, kenapa?" tanya Clara.
"Itu pria kulkas dikasih oleh-oleh malah nolak!" ujarnya.
"Ehm, ya sudah kalau nggak mau! Lebih baik buat gue," ucap Clara.
"Nih, buat Lo semua," ujarnya.
__ADS_1
Jam pelajaran sekolah telah usai, hari ini Aisha memilih naik ojek online menuju rumahnya. Karena kakinya masih terlalu capek berjalan dengan menggunakan sepatu roda.
Ditengah perjalanan dia melihat James sedang membonceng sebuah motor. Melihat seragamnya sepertinya mereka adalah anak-anak dari Sekolah Garuda. Namun yang membuatnya heran, perilaku James sungguh berbeda di luar sana. Dia lebih liar dan nakal.
Rasa penasarannya membuat dirinya ingin mengikutinya. Dia pun menyuruh sopir Ojol untuk membuntuti motor-motor yang berjalan di depannya. Mereka semua berhenti di sebuah gudang tua, sepertinya markas mereka. Mereka semua masuk, dan diantara mereka juga ada perempuannya. Zee mengintip dari jendela, dia merasa penasaran dengan apa yang dilakukan James dan teman-temannya di dalam sana.
Dia begitu terkejut dengan apa yang dilakukan anak-anak itu. Mereka semuanya sedang pesta narkoba. Dan James juga melakukan hal yang sama dengan mereka. Aisha merasa merinding, dia pun memutuskan untuk meninggalkan tempat kotor dan terlarang tersebut.
Saat hendak pulang, tiba-tiba tempat itu disergap oleh para polisi, mereka semua yang ada di dalam kalang kabut berlarian. Ada yang tertangkap, ada juga yang berhasil lolos dari kejaran polisi. Aisha yang ketakutan juga ikut berlari sekencang mungkin. Menghindari kejaran para polisi.
Ada seseorang yang memanggilnya, sepertinya pelariannya diketahui oleh polisi. Ia pun berlari masuk ke gang-gang, dan tiba-tiba saja ada tangan yang menariknya untuk masuk ke sebuah lorong gelap. Dia membekap mulut Aisha agar tidak bersuara.
"Diam, jangan bersuara kalau tidak mau tertangkap polisi," ucapnya tepat di telinga Aisha. Aisha pun berusaha untuk tidak bersuara. Polisi yang sedang mencari keberadaan mereka tidak berhasil menemukan. Akhirnya mereka kembali ke tempat tadi. Barulah mereka berdua keluar dari tempat persembunyian.
Tiba-tiba saja tubuh James ambruk. Pria yang tadi menarik dan membekapnya adalah James. Sekarang James sedang terkapar, mulutnya mengeluarkan busa putih. Sepertinya dia overdosis mengonsumsi pil setan itu. Seketika Aisha begitu ketakutan. Dia pun memesan taksi online untuk menjemputnya ke alamat dimana dia berada.
Aisha menghela nafasnya berat. Dia tidak percaya dengan apa yang dialaminya hari ini. Sekarang dia harus berurusan dengan polisi dan James, seorang pemakai obat-obatan.
Dia tidak mungkin pulang dan menceritakan semua ini kepada keluarganya. Karena itu akan membuat dia dalam masalah besar. Apalagi kalau Mamihnya sampai tahu, pastilah dirinya akan kena omel sepanjang masa dan sepanjang sejarah. Terpaksa dia harus berbohong dengan mengatakan bahwa dirinya menginap di rumah Clara karena ada tugas kelompok.
Satu malam dia harus menginap di Rumah Sakit, menunggu James sadar. Untunglah nyawa James bisa di selamatkan. Aisha bisa bernafas lega. Aisha pun menghubungi sahabatnya untuk datang ke Rumah Sakit dan menyuruh Clara membawa satu stel baju untuk ia pinjam. Clara yang penasaran, akhirnya datang juga ke Rumah Sakit. Clara bertanya banyak perihal kejadian yang menimpa James. Aisha pun menceritakan awalnya hingga James bisa masuk ke Rumah Sakit ini.
"Lo sudah telpon ortunya?" tanya Clara.
"Sudah, tapi mereka sedang di luar negeri," ucapnya. "Gue harus gimana dong?"
"Gue nggak mungkin menceritakan semua ini ke Ortu gue," jelasnya.
__ADS_1
"Iya, terpaksa Lo nunggu James sampai siuman," jawab Clara.
"Oke lah kalau begitu. Tolong kalau Mamih gue telpon, bilang kalau gue nginep di rumah lo," tuturnya.
"Oke, sip," jawab Clara.
Keesokan paginya, dia melihat James siuman. Dia meminta minum kepada Aisha. Kemudian Aisha membantu James untuk mengambilkan minum.
"Syukurlah kau sudah siuman," ucap Aisha. "Kau over dosis, Apakah orang tuamu harus aku beritahu?" tanya Aisha.
"Tidak, aku mohon," pintanya.
"Baiklah, tapi, masalah yang kau hadapi sangatlah serius," ucap Aisha.
"Mereka orang tua angkatku, jadi, tidak sepatutnya aku merepotkan mereka terus," jelasnya.
"Orang tua angkat?" tanya Aisha bingung.
"Iya, aku hanyalah anak panti asuhan yang diadopsi keluarga kaya," jelasnya. "Aku pikir dengan aku diadopsi, aku akan bahagia. Ternyata tidak, mereka terus saja mengekang ku. Tidak boleh ini, tidak boleh itu. Aku hanya boleh diam dirumah, tanpa melakukan apapun. Aku bosan, aku kesepian. Mereka menuntut ku melakukan apapun yang mereka inginkan. Aku sangat frustasi, dan terpaksa aku menggunakan obat-obatan terlarang itu untuk melupakan masalah ku," jelasnya panjang lebar. "Maaf, aku jadi curhat kepadamu!"
"Tidak apa-apa," jawab Aisha tersenyum simpul. Sekarang dia mengerti dibalik sifat dinginnya, ternyata dia sangat kesepian dan merasa terkekang.
to be continued......
**************************************
Yuk, mampir di ceritaku yang lain, berjudul "Hidden Rich Twins"
__ADS_1