
Alan menatap tajam mata istrinya,dan menyerahkan botol kecil itu ,Zee nampak terkejut.
"Mamih bisa jelaskan,Pih !" ucap Zee tergagap.
"Kenapa Mamih melakukannya?"
"Apakah Mamih tidak mau mengandung benih Papih ?"
"Apakah di mata Mamih,Papih suami yang buruk ?" cerca Alan tanpa memberikan kesempatan istrinya untuk menjawab.
"Bukan , begitu Pih !"
"Mamih hanya belum siap mempunyai anak !" jawab Zee.
"Tapi Papih ingin segera punya anak ,Mih !"
"Mamih tahu kan ? kalau usia Papih sudah tidak muda lagi !"
"Semua teman-teman Papih , sudah memiliki anak! bahkan lebih dari satu ! sedangkan Papih ,di usia sudah matang seperti ini satu pun belum !" kesal Alan.
"Tapi jika Mamih belum siap ! sudahlah terserah Mamih saja !" Alan pun masuk ke kamar mandi,dan memakai baju.
Setelah selesai memakai baju,tanpa berpamitan Alan keluar dari kamar pergi entah kemana.
Zee nampak panik dan merasa bersalah , berkali-kali Zee menghubungi suaminya , namun tidak di angkat.
Sudah satu jam lebih suaminya keluar , namun belum kembali juga.
Sekarang yang bisa Zee lakukan adalah mondar-mandir di belakang pintu menunggu suaminya kembali.
Perutnya sangat lapar , namun tidak di pedulikannya.
Zee masih berusaha menghubungi suaminya , masih belum di angkat.
"Bodohnya gue !" Zee merutuki kebodohannya.
"Papih pasti marah !"
"Ternyata Papih kalau sedang marah , sangat menakutkan !"
"Bahkan dia tidak peduli, kalau gue lapar tingkat tinggi !" Zee memegangi perutnya.
CEKREEK....
Suara pintu terbuka , kepala suaminya menyembul dari balik pintu.
Suaminya membawa dua kantong kresek berisi banyak makanan.
Zee mendekat ke arah suaminya.
"Pih ? Papih masih marah ?" tanya Zee sambil menggoyangkan lengan suaminya., namun Alan hanya mendiamkannya saja.
"Pih , ngomong dong ! jangan diem terus !"
"Makanlah !"
"Katamu ,Kau sangat lapar !" ucap suaminya.
"Fix , suaminya marah !" batin Zee, karena suaminya hanya memanggil kamu .
"Pih , Mamih tidak mau makan !"
"Sebelum Papih maafin Mamih !"ujar Zee , namun suaminya masih cuek.
"Okey ! Mamih akan membuang semua pil KB ini !"
"Lihat !" Zee membuang pilnya ke tempat sampah.
"Percuma,Mih ! kalau cuma ucapan saja ! tidak di lakukan dengan hati !" ketus suaminya lagi sambil memandangi laut lepas , tentu saja masih dengan mode ngambek.
"Astaga , ternyata membujuk suami yang sedang ngambek susahnya minta ampun !"
"Gue harus gimana,yah ?"
"Gak lucu kan acara honey moon gagal gara-gara suami ngambek !" batin Zee.
__ADS_1
Zee pun membuka Mbah Google mencari informasi mengatasi suami ngambek .
Di sana tertulis beberapa cara mengatasi suami yang sedang marah.
Mata Zee tertuju pada sebuah artikel yang sangat menarik.
"Mengatasi suami yang marah ?" Zee membaca dengan seksama.
Di artikel tersebut mengatakan , untuk mengatasi suami yang ngambek atau marah sama istri,sang istri harus mengajaknya bercinta dan bila perlu sang istri menggodanya terlebih dahulu ,over agresif juga boleh , seperti harimau betina yang mengaum mencari perhatian.
Sambil membaca artikel,Zee manggut-manggut sendiri seakan mengerti dengan penjelasan artikel tersebut.
Zee langsung mempraktekkannya , mengganti bajunya dengan baju yang menurutnya sangat seksi.
Keluar dari kamar mandi,Zee mendekati suaminya yang sibuk dengan ponselnya.
"Pih ?"
"Apakah Papih masih marah ?" tanya Zee , sambil mengelus-elus dagu suaminya, beralih ke bagian dada yang terekspos , sengaja tidak Alan kancing bagian atasnya.
"Pih , Mamih kan sudah minta maaf !"
"Masa Papih tega mendiamkan Mamih seperti itu !"
"Mamih bersedia mengandung anak Papih !"
"Berapa pun anak yang Papih minta pasti Mamih kasih ?" ujar istrinya , membuat Alan menahan tawanya.
"Jangan marah lagi dong ,Pih !" Zee menggesek-gesekkan gunung Mahameru nya ke lengan suaminya , tentu saja suaminya panas dingin.
"Ayo,Pih kita cetak anak !" Alan melirik ke arah Zee dengan tatapan memangsa.
"Tadi ngomong apa ?"
"Coba ulangi sekali lagi !"pinta suaminya.
"Mamih minta maaf !" ujar Zee.
"Bukan , bukan yang itu !"
"Yang mana ,Pih ?" tanya Zee bingung.
"Oh , itu ! Mamih bersedia mengandung anak Papih !"
"Berapa pun Papih minta,akan Mamih kasih !" polos Zee.
"Benarkah ?"
"Mamih ngomong dari hati kan ?"
"Iya ,Pih !" lirih Zee.
"Bagaimana kalau Papih minta anak tujuh ? Apakah Mamih akan memberikannya ?"
"Itu gak gampang lho,Mih ?"
"Berarti satu tahun sekali Mamih harus melahirkan baby !" canda suaminya.
"What ?"
"Ih,Papih ! masa setiap tahun harus melahirkan ?"
"Memangnya Mamih sapi ,Pih ?" sungut Zee.
"Ha...ha...ha !" Alan tertawa.
"Papi sudah gak marah ?" tanya Zee senang.
"Papih mana mungkin bisa marah, kalau pakaian Mamih menggoda Papih ?"
"Mamih ingat kalimat terakhir Mamih ?" tanya Alan lagi.
"Kalimat yang mana ,Pih ?"
"Cetak anak !" ucap Alan , membuat Zee mati kutu.
"Astaga ! harusnya gue gak ngomong gitu ! gue berasa kayak wanita murahan saja !"
__ADS_1
"Tapi tidak apalah ! yang penting Papih gak marah lagi !"
"Murahan dikit di depan suami gak apa-apa kali yah ! kan termasuk ibadah !" batin Zee.
"Ayo cetak anak !" ajak Zee tanpa malu-malu , tentu saja suaminya menatap istrinya dengan intens , seperti singa yang mau menerkam.
Zee tidak bisa berlari atau menghindar , karena suaminya sudah sangat kelaparan ingin memangsa dirinya.
Dan sore itu terjadilah kegiatan panas, yang seharusnya terjadi antara suami dan istri.
Selesai melakukan aktivitas panasnya di sore hari , Zee merasakan perutnya sangat lapar.
"Pih , Mamih sangat lapar ?" rengek Zee.
"Maaf ,Mih ! Papih lupa !"
"He....He....He.. !" Alan membersihkan tubuhnya , dan mengganti pakaiannya.
"Mih , mandilah dulu !" Alan membopong tubuh istrinya yang masih terkulai lemas ke kamar mandi.
Setelah Zee mandi dan bersih-bersih , Zee memakai pakaian dress selutut bunga-bunga.
Berdandan sekedarnya saja, namun masih terlihat sangat cantik dan menarik.
"Mih , duduklah !" suaminya sudah menyiapkan makanan dan minuman di balkon kamar tidurnya sambil memandang lautan lepas.
"Wow, indah sekali Pih !"
"Mamih baru menyadari melihat matahari terbenam sangatlah indah !"
Alan memeluk tubuh istrinya , dan merapatkan duduknya.
"Sekarang,Ayo kita makan !"
"Aaaaaaaaa !" Alan menyuapi istrinya dengan telaten.
"Biar Mamih saja ,Pih !"
"Jangan membantah ! biarkan suamimu ini melayani mu seperti Ratu !" ucap suaminya, membuat Zee sangat bahagia.
"Terimakasih,Pih ! sudah memaafkan Mamih !"
"Mamih minta maaf yah ,Pih ! kalau Mamih melakukan kesalahan !"
"Papih juga minta maaf,Mih !"
"Papih sudah mendiamkan Mamih !"
"Papih salah !" Alan mencium kening istrinya dengan mesra.
Hati Alan berbunga-bunga , melihat sikap istrinya yang sangat menggemaskan .
Tidak terasa makanan yang mereka nikmati tandas tanpa sisa.
Di malam hari,Alan mengajak istrinya berjalan-jalan di sekitar pantai, Pantai terlihat ramai karena banyak pasangan yang sengaja datang menikmati keindahan pantai di malam hari.
Pantainya sangatlah indah , meskipun di saat langit gelap.
Lampu berkelap-kelip menambah suasana semakin hangat,.
Mereka duduk di pinggiran pantai sambil menikmati jagung bakar .
Sekali-kali mendengar alunan musik dan nyanyian dari para pengamen , kemungkinan salah satu warga sekitar.
Selesai berjalan-jalan tubuh istrinya terasa lelah , Zee meminta pulang dan beristirahat.
Melihat istrinya kelelahan,Alan menggendong tubuh istrinya sampai Villa.
Tidak menunggu lama, dengkuran halus istrinya terdengar.
Zzzzzzzzz.....
Alan membenarkan posisi tidur Zee dan mengecup bibir seksi Zee .
"Selamat malam, Sayang !"
"Selamat tidur , istri cantik ku !"
__ADS_1
Alan pun ikut tertidur di samping istrinya sambil memeluk tubuh Zee dari belakang.
to be continued......