Om I Love You

Om I Love You
Episode 114


__ADS_3

Zee mengerjapkan matanya, kepalanya terasa sangat pusing. Mungkin efek dari obat bius yang semalam membuatnya tidak sadarkan diri.


"Tunggu, Tunggu! Ini dimana?" batin Zee. Zee mengamati tempat sekelilingnya, Zee disekap disebuah gudang tua yang sangat luas. Dia merasakan sakit dipergelangan tangannya. Dia baru menyadari kalau dirinya terikat di kursi dengan kedua tangannya diikat kebelakang kursi tersebut.


"Siapa sih yang melakukan ini?" batin Zee.


"Woi lepaskan! Siapa kalian? Jangan hanya berani menyerang wanita ya?" teriak Zee.


Dua orang penjaga dengan wajah sangar masuk ke gudang tersebut, satunya membawa pisau dan yang satunya lagi membawa rantai besi. Zee bergidik ngeri melihatnya. Seketika dia teringat dengan filmnya Jacky Chan, artis kungfu favoritnya, dua penjahat dengan memegang senjata dibabat habis oleh aksi menegangkan dari Jacky Chan.


"OMG, Apakah aku sedang diculik?" batinnya.


"Ish, harusnya aku diculik saat tidak dalam keadaan hamil! Pasti mereka habis di tanganku!"


"Seharusnya aku bisa menjadi wonder woman satu hari, tidak perlu aku casting film untuk terkenal!"


"Haaaah," teriak Zee membuat kedua penjahat itu kebingungan.


"Heh, Lo kenapa?" tanya salah satu pria bertubuh besar dengan luka codet dipipi sebelah kirinya.


"Lo yang kenapa? Apa kesalahan saya? Kenapa kalian menculik saya? Kau mau uang? Mau berlian? Atau kau mau mobil? Katakan saja kepada suamiku! Kalian tidak perlu menangkap dan mengikat gadis cantik seperti saya! Nanti kalian akan kena karmanya!" ujarnya panjang lebar, membuat kedua penjahat itu tertawa- terbahak-bahak.


"Ish, mereka pikir aku topeng monyet?" kesal Zee karena ditertawakan.


"Kau sandera kami," jawab salah satu penjahat itu.


"Sandera? Siapa yang menyuruhmu?" bentak Zee.


"Aku." tiba-tiba Silvi, Josh dan Xavier masuk. Zee mengenal Silvi, namun dia tidak mengenali laki-laki tua disebelah Silvi, dan yang satunya lagi, sepertinya dia pernah bertemu, namun Zee lupa-lupa ingat.


"Apa kabar, Zee?" tanya Silvi.


"Oh, ternyata kau si wanita gila! Kau yang merencanakan ini semua! Dasar kau wanita gila! Tega-teganya kau menculik wanita hamil seperti diriku," marah Zee.


"Ha ... ha ... ha." tawa Silvi menggelar.


"Iya, ini aku! Tapi aku tidak gila," marah Silvi mencengkeram kuat rahang Zee.


"Kenapa kau menculik ku? Apa kesalahan ku?" tanya Zee.


"Kesalahan mu adalah karena kau sudah bermain-main denganku! Dan kau sudah membuatku marah!" teriaknya.


"Kau membuat wajah cantikku babak belur dan aku terpaksa harus mengeluarkan uang banyak untuk perawatan kecantikan! Kau mengerti tidak?" bentak Silvi.


"Oh, wajah jelekmu itu butuh perawatan," cebik Zee, membuat Josh tertawa terbahak-bahak, sedangkan Silvi benar-benar sangat marah.


"Diam kau, Josh! Kenapa kau malah tertawa?" kesal Silvi.


"Ya ampun, Sayang! Jangan marah-marah! Apa yang dikatakan wanita itu memang benar?"


"Ha .... ha .... ha." tawa Josh lagi merasa sangat lucu.


"Tuh, kan bener! Pacarmu saja mengakui bahwa wajahmu memang jelek," cibir Zee, membuat Josh menghentikan tawanya, sedangkan raut muka Silvi sudah sangat menyeramkan. Silvi mendekat ke arah Zee dan hendak menamparnya namun ditahan oleh Josh.


"Kenapa?" marah Silvi kepada Josh.

__ADS_1


"Bukankah targetmu keluarga Xaquille! Kenapa harus menyakiti wanita hamil?" tanya Josh.


"Bukan urusanmu! Aku sangat membenci wanita ini," ucapnya.


"Tapi kau tidak bisa menyakitinya! Karena dia sedang hamil besar! Bagaimana kalau sesuatu terjadi kepadanya dan bayinya?" tanya Josh lagi.


"Biarkan saja mereka mati!" ketus Silvi.


"Kalau begitu aku angkat tangan! Aku tidak akan membantumu!" ucap Josh.


"Oh, aku ingat kau!" ucap Zee tiba-tiba membuat mereka berdua beralih pandangannya ke arah Zee.


"Kau pria gila di supermarket," ujarnya.


"Ish, melakukan perbuatan jahat kok dibantu! Sepertinya kalian memang sama-sama cocok," cibir Zee, mereka saling berpandangan.


"Sama-sama gila dan tidak waras," ejek Zee, membuat Silvi bertambah marah dan hendak mencekik leher Zee.


"Cukup Silvi," bentak Xavier kepada Silvi.


"Jaga kelakuan kamu!" bentak Xavier lagi.


"Target kita bukan wanita hamil ini, akan tetapi seluruh keluarga Xaquille!" tegas Xavier.


"Apakah dia yang bernama Xavier? Jika dia Xavier berarti dia adalah ayahnya Silvi," batin Zee.


"Iya, Yah." jawab Silvi.


"Ayo kita pergi!" ajak Xavier kepada putrinya. Sedangkan Josh masih berada di tempat Zee disekap.


"Hus ... hus!" panggil Zee kepada Josh, Josh menoleh ke arah Zee.


"Aku lapar!" ketus Zee.


"Hah?" Josh melongo.


"Aku lapar! Apakah kau tidak mendengar?" ketus Zee lagi.


"Lapar?" Josh bingung.


"Aku sedang hamil! Tentu saja aku harus makan! Apakah kau tidak melihat aku berbadan dua?" tanya Zee.


"Siapa suruh menculik ku?" sungut Zee.


"Lalu kau mau makan apa?" tanya Josh.


"Makan apa yah enaknya?" tanya Zee berfikir.


"Aku ingin makan siomay Bandung," jawabnya santai.


"Baiklah," jawab Josh.


"Tapi, aku inginnya yang di Bandung asli," ucap Zee penuh penekanan.


"Astaga! Aku tidak mau! Jakarta ke Bandung lumayan jauh, masa aku harus membelinya ke Bandung?" sungut Josh.

__ADS_1


"Hiks ... hiks ... hiks." tiba-tiba Zee menangis membuat Josh kelimpungan, Zee semakin keras menangis.


"Kalau ada suamiku pasti dia akan menuruti semuanya! Dia akan membelikan apa yang aku mau dan apa yang aku butuhkan! Jika anakku terlahir sampai ileran! Kau yang akan bertanggung jawab." marah Zee.


"Astaga! Dia merepotkan sekali!" jawab Josh.


"Ah, Baiklah! Aku akan membelikannya untukmu! Sudah jangan menangis lagi! Tangisanmu membuat telinga ku sakit," ucap Josh.


"Apakah ada yang lain yang kau inginkan?" tanya Josh.


"Apakah boleh?" Zee balik bertanya.


"Tentu, kau mau apa?"


"Aku mau soto Lamongan, ketoprak, martabak dan sate." ujarnya.


"Hah? Banyak sekali? Aku menyesal sudah menawarinya," kesal Josh.


"Baiklah aku akan mencarikannya untukmu!" jawab Josh.


"Rasain aku kerjain," batin Zee tersenyum devil.


Josh keluar dari ruangan Zee disekap dan memerintahkan anak buahnya mencari pesanan Zee. Salah satu anak buahnya sampai bersungut-sungut karena keinginan tak lazim dari sanderanya. Dari film yang ditontonnya, biasanya sandera itu menderita. Justru kebalikannya, bos-nya justru memperlakukan sandera cantik itu seperti Ratu saja. Namun pada akhirnya, anak buahnya melakukan juga tugas-tugas yang diberikan oleh big bos-nya.


Zee dihadapkan dengan banyak makanan didepannya. Zee begitu bahagia dengan makanan-makanan didepannya.


"Makanlah?" ucap Josh.


"Bagaimana aku akan makan jika tanganku terikat seperti ini?" tanya Zee.


"Ehm, baiklah! Tapi kau harus berjanji, jangan kabur!" ucap Josh.


"Ish, bagaimana aku akan kabur? Aku sedang hamil! Beban ku sangat berat! Tidak mungkin juga aku kabur, sedangkan orang-orang mu banyak di luar sana!" jawabnya santai.


"Baiklah! Aku akan melepaskan ikatan mu! Dan awas jika kau kabur!" ancam Josh.


Zee menikmati makanannya, semua yang tersaji di depannya dilahap habis. Josh sampai menelan salivanya sendiri, dia merasa aneh dan heran melihat seorang wanita dengan segala tingkah absurdnya.


"Hah, wanita yang unik dan cantik." gumam Josh sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


to be continued.....


*****************************************


Capcuss mampir juga di novel lain aku, yang ceritanya juga nggak kalah seru.....🤣🤣



Note.


Amelia adalah wanita yang sangat cantik, sudah memiliki tunangan dan berencana akan menikah. Namun sebelum acara pernikahan terjadi, dia mengalami sebuah insiden yang membekas dalam hidupnya. Apa yang terjadi jika calon suaminya tahu bahwa wanita yang di nikahinya tidak suci lagi? Bagaimana sikap Amelia ketika dipertemukan kembali dengan laki-laki yang sudah merenggut kesuciannya?



Note.

__ADS_1


Halwa Callista memiliki saudara kembar bernama Salwa Callista, mereka berpisah saat masih bayi, karena perceraian kedua orangtuanya. Mereka dipertemukan dalam keadaan yang berbeda, dimana Salwa terbaring koma di RS. Dia terpaksa harus menyembunyikan identitasnya, untuk mengungkapkan sebuah misteri terselubung. Siapakah yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut?


Selamat membaca......💕💕💕💕💕


__ADS_2