Om I Love You

Om I Love You
Episode 124


__ADS_3

Keesokan paginya


Setelah sholat subuh, Elmar mendekati istrinya ingin bercumbu mesra dengan sang istri. Tapi, Ratu nampak cemberut. Sepertinya dia sedang marah kepadanya.


"Sayang? Apakah kau sedang marah padaku?" tanya Elmar. Namun, Ratu hanya diam saja.


"Apakah karena kejadian semalam yang membuatmu marah?" tanyanya lagi.


"Mas pikir saja sendiri! Kenapa malah bertanya!" sungutnya sangat jengkel. Ternyata benar, karena gara-gara kejadian semalam istrinya ngambek.


"Mas minta maaf ya , Sayang! Mas ketiduran di kamar mandi," ujarnya.


"Ketiduran kok di kamar mandi? Seperti tidak ada tempat lain saja," sungutnya lagi.


"Habis bagaimana lagi, Mas capek banget, Sayang!" jawabnya.


"Mas tahu nggak? Aku tuh nungguin di atas kasur, Aku sengaja pakai pakaian yang tipis seperti saringan tahu! Sampai-sampai aku masuk angin gara-gara nungguin Mas," kesal Ratu.


"Iya, nanti aku kerokin, Sayang!" jawab Elmar. "Mas, minta maaf ya, Sayang!" ucap Elmar memeluk istrinya dari belakang. Elmar menyandarkan dagunya di bahu Ratu, dan membisikkan kata-kata mesra kepada istrinya, membuat Ratu luluh dan tidak marah lagi.


"Sekarang, Mas boleh melakukannya kan?" tanya Elmar, dijawab anggukan oleh istrinya.


Elmar mencium tengkuk istrinya, sangat wangi. Kemudian merambat ke telinga sang istri, membuat Ratu kegelian. Kemudian beralih ke bibir sang istri, membuat sensasi berbeda bagi mereka berdua. Tidak mau menunggu lama, Elmar membopong tubuh istrinya ke kasur. Elmar menindih tubuh Ratu dan mencium bibir istrinya dengan ganas. Tidak mau terlalu lama, Elmar langsung melucuti seluruh pakaiannya dan pakaian istrinya. Baru akan menyatukan diri, terdengar baby Arsy menangis kencang.


"Oek ... Oek ..... Oek." tangisnya.


"Mas? Arsy bangun!" ucap Ratu mendorong tubuh Elmar diatasnya. Ratu langsung memakai bajunya, dan memberikan ASI untuk putranya.


"Hah, gagal lagi!" ujar Elmar mengacak rambutnya sendiri. "Padahal sudah berdiri kokoh seperti Monas! Malah gagal," cebiknya. Sambil menyusui anaknya, Ratu tersenyum geli melihat wajah suaminya yang ditekuk kusut seperti baju belum diseterika.


"Baby Arsy, cepat dong bobo! Gantian sama ayah! Ayah kan juga mau!" tutur Elmar.


"Ish, Mas ini! Tidak sabaran!" ucap Ratu.


"Mau bagaimana lagi, Sayang? Tadi tuh lagi enak-enaknya," ujarnya.


"Ish, dasar mesum!" cibir Ratu memberengut kesal. Menunggu baby Arsy terlalu lama, akhirnya Elmar ikut tertidur di samping istrinya.


Tok ... Tok .... Tok

__ADS_1


"Nak, sudah pagi! Cepatlah bangun! Kami semua sudah menunggu kalian di meja makan," ucap Mama. Ratu mengerjapkan matanya, ternyata dia juga ikut tertidur sambil menyusui bayinya. Ratu berusaha melepaskan putingnya dari mulut baby Arsy yang sedari tadi belum mau terlepas. Ternyata berhasil, dia pun langsung bergegas mandi dan bersih-bersih. Selesai mandi, dia membangunkan suaminya yang masih tertidur lelap.


"Sayang, Bangun! Ini sudah pagi menjelang siang," ucap istrinya sambil mengecup sayang pipi suaminya.


"Heum," Elmar menggeliatkan tubuhnya. Dia mengerjapkan matanya ternyata Ratu sudah cantik dan wangi.


"Kamu sudah mandi, Sayang?" tanya Elmar.


"Sudah!" jawabnya.


"Kenapa tidak menungguku? Kita kan bisa mandi bersama?" tanyanya lagi.


"Bukan waktunya untuk berfikiran mesum! Lihat sekarang sudah jam berapa? Kita ditunggu oleh Papa, Mama, dan Ibu di meja makan," ujarnya panjang lebar.


"Ah, benar juga sudah siang!" cakapnya sambil menoleh ke arah jendela.


"Iya, sudah aku mandi dulu! Tapi, nanti malam jadi ya, Sayang?" tanyanya.


"Iya, nanti malem," jawab Ratu.


"Yes!" Elmar pun langsung menyambar handuk di depan kamar mandi.


Selesai mandi, Ratu membopong tubuh Arsy ke kamarnya, karena semua peralatan dan baju masih di atas tempat tidurnya. Arsy sangat tenang saat Ratu mengolesi minyak telon dan bedak, kemudian barulah Ratu memakaikan baju ke tubuh mungil Arsy. Baby Arsy sudah terlihat sangat tampan dan wangi. Elmar yang baru saja keluar dari kamar mandi, langsung mencium baby Arsy dengan sayang.


"Wah, sudah wangi! Sudah tampan juga," puji Elmar kepada baby Arsy.


"Iya dong ayah! Kan sudah mandi," jawab Ratu menirukan suara anak kecil.


"Aku lapar, Sayang! Ayo kita sarapan!" ajak Elmar kepada istrinya, "Sebentar aku pakai baju dulu," imbuhnya.


"Iya, Mas! Aku juga sangat lapar!" jawab Ratu.


Ternyata Papa, Mama dan Ibu mertuanya sudah di meja makan. Mereka sedang menikmati sarapan paginya bersama.


"Wah, cucu Oma sudah mandi," ucap Oma Nola kepada baby Arsy, dan mengambil Arsy dari gendongan putrinya.


"Ratu, Elmar, kalian sarapan dulu! Biar Arsy Mama yang gendong! Lagipula Mama juga sudah selesai sarapan," tutur Mama.


"Wah, terimakasih banyak, Ma!" ucap Ratu.

__ADS_1


Sambil menunggu ayah dan bundanya sarapan, Mama Nola mengajak Arsy menghirup udara segar di depan rumah. Udaranya sangat sejuk dan bersih, karena perumahan ini terletak jauh dari polusi jalan raya. Mama menjemur Arsy di taman karena sinar matahari mengandung vitamin D, dan vitamin D sangat bagus untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi. Sekitar sepuluh sampai lima belas menit, Mama menjemur Arsy.


"Sudah selesai, Mah?" tanya Ratu kepada mamahnya.


"Iya, Sayang! Ini baru saja selesai," ujarnya. Mama memberikan Arsy kepada Ratu, sepertinya Arsy sudah mulai meminta haknya sebagai bayi, Arsy langsung menangis meminta susu.


"Mungkin dia lapar, Sayang!" ucap Mama.


"Iya, Sayang! Cup ... Cup .... Cup! Pasti kamu lapar, Sayang!" ujar Ratu kepada Arsy.


Ratu pun membawa baby Arsy masuk ke dalam, untuk menyusuinya. Seharian penuh Arsy tidak mau melepaskan ****** susu bundanya, sepertinya dia tahu kalau ayah tirinya saat ini sangat menginginkannya. Apalagi kalau buah melon itu sudah terlepas dari bungkusnya, Elmar tidak berhenti untuk menatapnya. Ratu tahu bahwa suaminya sedang menunggunya, dia hanya terkekeh geli melihat tingkah lucu sang suami.


Kediaman keluarga Xaquille


Papa Harun dan Mama Sarah akhirnya pulang juga. Mereka membawa banyak oleh-oleh untuk cucunya dan untuk Zee. Zee sangat bahagia dengan kepulangan kedua mertuanya. Rumah sebesar ini tanpa mereka terasa sangat sepi. Zee sangat merindukan momen-momen yang sangat menyenangkan dengan mama mertuanya.


"Zee?" teriak Mama ketika baru sampai rumah, tentu saja itu membuat Papa Harun dan Alan pusing, melihat tingkah absurd Mertua dan menantunya.


"Mama?" jawab Zee, tidak kalah melengking suaranya di setiap penjuru rumah. Mereka berpelukan, seakan-akan lama sekali tidak bertemu. Padahal kepergian Papa dan Mama hanya tiga Minggu saja.


"Zee kangen banget, Ma!" ucap Zee.


"Mama juga, Sayang!" jawab mertuanya.


"Ish, drama!" cibir Alan, membuat Papa terkekeh.


"Biarin," jawab keduanya.


"Sayang, Mama membelikan oleh-oleh buat kamu dan cucu Oma!" ucap Mama mertuanya. Mendengar kata oleh-oleh, tentu saja matanya langsung berbinar. Ternyata Mama membelikan banyak baju dan mainan untuk Aisha.


"Wah, ini bagus banget, Ma!" ujar Zee.


"Terima kasih banyak, Ma!" ucapnya sambil memeluk Mama Sarah.


"Mama juga membelikan oleh-oleh istimewa khusus buat kamu dari Amerika," ucap Mama sambil menyerahkan paper bag besar.


"Oleh-oleh apa, Ma?" tanya Zee penasaran.


"Buka saja!" perintah Mama, Zee pun membuka oleh-oleh yang dibawa Mama mertuanya.

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2