
"Duduklah, Sayang !"
"Ada hal penting yang ingin disampaikan Yuda !" jelas Astrid.
"Hal penting apa ?" batin Ratu , sontak Ratu sangat terkejut.
"Duduklah dulu !" Zee menarik tangan Ratu agar duduk terlebih dahulu.
Karena sepertinya serius , Elmar memilih pergi dari tempat itu.
Sedangkan Bi Hamidah sudah membuatkan tamunya minuman dan cemilan.
"Ada apa ,Ma ?" tanya Ratu tidak sabar.
"Yuda katakan apa yang ingin kau bicarakan dengan Ratu ?" ucap Astrid kepada putranya.
"Ratu ,aku ingin meminta maaf atas perlakuanku selama ini !"
"Aku tahu ,aku salah !"
"Tapi kau tahu betul apa alasanku bertindak demikian !"
"Namun aku menyadari, semua yang ku lakukan salah !"
"Aku benar-benar meminta maaf !"
"Aku hanya ingin membujukmu , agar kau kembali kepada ku ! dan terus menjadi istri ku ! Apakah kau tidak kasihan dengan nasib anak kita nantinya ?"
"Karena akan kehilangan kasih sayang seorang ayah ?"
Ratu nampak bingung harus menjawab apa , ia melirik ke arah semua orang yang hadir di sana,Ratu juga melirik ke arah Zee , namun Zee memberikan genggaman tangannya, agar Ratu tidak salah dalam mengambil keputusan.
"Nak , pikirkanlah nasib anak kalian nantinya !"
"Bagaimanapun anak itu butuh sosok seorang ayah !" ucap Astrid.
"Benar Ratu ! beri Yuda kesempatan kedua!" ucap Aditama.
"Ratu ?"
"Bukannya kami ingin menekanmu , bicaralah sesuai dengan hati mu ! sesuai keinginanmu ! Insyaallah kami akan menerima semua keputusanmu !" ucap Alan bijaksana.
Huft.....
Ratu menghela nafasnya panjang.
"Sebelumnya Ratu ingin meminta maaf, kalau keputusan Ratu nantinya akan membuat Papa dan Mama kecewa !"
"Ratu sangat menghargai permintaan maaf Yuda ! tapi ......?" Ratu menjeda kalimatnya.
"Ratu sudah tidak bisa kembali sama Yuda ,Ma !" jawab Ratu , membuat Papa dan Mama terkejut.
"Tapi,Nak ?" Astrid belum bisa menerima kemauan Ratu, namun Alan memberikan kode untuk tetap tenang.
"Ratu tahu Ma ! anak ini butuh sosok seorang ayah ! Ratu tidak akan melarang,jika Yuda ingin menengok anaknya !"
"Tapi jika Mama dan Papa menyuruh Ratu balikan sama Yuda ! Ratu mohon maaf sebesar-besarnya, karena Ratu tidak bisa !" ucap Ratu sambil menunduk.
"Ratu ,aku berjanji ! Aku akan belajar mencintai kamu !" ucap Yuda.
"Buat apa ?" tanya Ratu mengangkat kepalanya kembali.
"Itu semua sudah terlambat !"
"Bahkan jika aku terus sama kamu,kita tidak akan pernah bisa bahagia !"
"Maaf ,aku seorang wanita normal ,Yud !"
"Ratu , mohon ! kalian semuanya harus bisa memahami dan mengerti !"
"Papa ? Mama ?"
"Kalianlah yang paling tahu kenapa Ratu bisa mengambil keputusan sebesar ini !"
__ADS_1
"Aku yakin Mama sebagai perempuan dan sekaligus ibu , pasti memahaminya !"
"Jadi keputusan Ratu sudah bulat ,Ratu akan berpisah dengan Yuda !"
"Setelah anak ini lahir, Ratu akan mengurus semua surat perceraiannya !" lirih Ratu.
"Sekarang sudah jelas !"
"Dan Alan harap Kak Astrid dan Kak Aditama bisa menerima keputusan Ratu !"
"Ratu juga mengatakan,ia tidak akan melarang Yuda untuk bertemu dengan anaknya nanti !"
"Dan Yuda ,kamu harus ikhlas menerima keputusan Ratu juga !"
"Om harap kamu harus bisa belajar dari semua kejadian ini !" terang Alan panjang lebar.
Lama mereka bercakap-cakap , mereka pun bisa menerima keputusan Ratu.
Astrid dan suaminya juga Yuda memutuskan untuk pulang hari itu juga.
Bibi Hamidah sudah menawarkan untuk menginap satu hari di Villa , namun mereka menolak.
Sedangkan Alan dan istrinya sedang sibuk berdebat,Zee merengek ingin tinggal di Villa , namun Alan tidak memperbolehkannya.
"Pih ?"
"Satu Minggu saja !"
"Mamih masih kangen sama Villa ini !" rajuk Zee.
"Mamih kangen sama Villa apa sama bocah tengil itu ?" Alan mengerucutkan bibirnya.
"Siapa ?"
"Bocah tengil ?"
"Maksud Papih Elmar ?"
"Ha.....ha.....ha !" tawa Zee.
"Benarkan Mamih ada hubungan sama bocah tengil itu ?" cemberut Alan.
"Ya Ampun Papih ! Elmar itu sahabat Mamih waktu kecil !"
"Ya gak mungkinlah Mamih suka sama tuh anak !"
"Nih ya Pih , sebelum Ratu kenal sama Elmar ! Mamih sudah kenal Elmar lebih dahulu !"
"Dulu waktu Mama Anna meninggal ,Papa sering ngajak Mamih ke sini !"
"Menginap di Villa ini !"
"Dan Mamih mengenal Elmar ! kami langsung akrab ! sering main bareng ! belajar bareng ! bahkan dulu kami tidur bareng !" terang Zee jujur.
"Apa tidur bareng ?" Alan membulatkan matanya sempurna.
"Ih,Papih jangan berfikir negatif dulu ! itu waktu masih kecil,Pih !"
"Saat Mamih mau masuk Sekolah Dasar , baru Papa Roger membawa Mamih ke Jakarta ! setelah itu Mamih dan Elmar jarang bertemu !"
"Paling kami bertemu saat Mamih berlibur ke sini saja !"
"Setelah Papa menikah dengan Mama Nola , barulah kami berlibur sekeluarga !"
"Ah, rasanya Mamih benar-benar rindu masa-masa seperti itu !" kenang Zee.
"Tapi gak rindu sama bocah tengil itu kan ?"
"Ya gak lah ,Pih !"
"Tapi Mamih suka kalau Papih cemburu ! itu tandanya Papih benar-benar cinta sama Mamih !"
"Ha.....ha.....ha !" Zee terkekeh .
__ADS_1
"Ish , Mamih !"
"Ya udah deh kalau Mamih masih ingin tetap di sini ! tapi jangan lama-lama ya ,Mih !"
"Ehm, satu Minggu !" tawar Zee.
"Gak ,dua hari saja !" jawab suaminya.
"Lima hari !" tawar Zee lagi.
"Tiga hari ,gak boleh menawar lagi ! kalau masih menawar ,gak usah sama sekali !" ucap suaminya.'
"Ish ,Papih ! jahat banget !" manyun Zee.
"Ah, lebih baik! dari pada tidak sama sekali !" batin Zee.
"Oke , deal ! Mamih setuju !" Zee pun menjabat tangan suaminya tanda setuju , bahwa Zee akan menginap di Villa selama tiga hari.
Suaminya dan rombongan keluarga Nalendra berpamitan, mobil mereka meninggalkan Villa .
Setelah mobil mereka tidak nampak ,Zee dan Ratu memutuskan untuk masuk ke dalam Villa.
"Zee ?" panggil Ratu.
"Iya !"
"Terima kasih ya !" Ratu memeluk tubuh Zee.
"Berkat semangat yang Lo berikan ! gue bisa jujur dan terbuka dengan perasaan gue sendiri !"
"Rasanya beban berat ini , sedikit demi sedikit berkurang !"
"Itulah namanya saudara !" jawab Zee enteng.
"Zee ! maafin kesalahan gue selama ini !"
"Selama ini gue selalu bertindak jahat !"
"Sudahlah ! itu hanya cerita masa lalu !"
"Meskipun kita bukanlah saudara sedarah ! tapi ikatan persaudaraan ini terjalin karena hubungan antara Papa dan Mama kita !"
"Lupakanlah rasa iri dan kebencian , karena sesungguhnya itu semua akan menghancurkan diri kita sendiri ! Cobalah kita berdamai dengan keadaan ! Insyaallah kita akan bahagia !"
"Itu kata-kata suami gue !"
"Ha.....ha.....ha !" tawa Zee terbahak-bahak , sampai Ratu juga ikut tertawa bahagia.
"Hei , semua !" suara El , tiba-tiba datang.
"Elmar !"
"Bisa gak kalau datang itu pakai salam !" ketus Zee.
"Ish , kalau sama Lo gak usah pakai salam segala ! kalau sama Ratu , okelah !"
"Minggir-minggir !"tiba-tiba saja si Elmar ikut nimbrung duduk di tengah-tengah gadis-gadis cantik.
"Auw ,Lo apaan sih ? sakit tahu ?" Zee ngedumel.
"Yeah,makanya minggir dong ?"
"Dasar Elmar jelek !"
"Enak aja ! sekarang gue udah gak jelek ! buktinya Ratu senyum-senyum gitu mengagumi ketampanan Elmar !" Ratu yang gak tahu apa-apa ,cuma membuang mukanya malas.
"Tampan ?"
"Ha....ha.....ha ! Lo aja yang merasa gitu !"
"Kita gak tuh !" Zee dan Ratu pun beranjak dari tempat duduknya pergi ke kamar masing-masing.
"Ko gue ditinggalin sih ?" manyun Elmar.
__ADS_1
to be continued..........