Om I Love You

Om I Love You
Episode 19


__ADS_3

"Apa?" mata Zee membulat sempurna.


"Siapa bilang? Zee bersumpah ya, Om, untuk yang satu itu Zee gak pernah kasih! memang sih Yuda sering cium Zee dan meremas gunung Mahamerunya Zee, sampai-sampai memberi tato di gunung Mahamerunya Zee! Zee gak sampai melewati batas sampai melakukan hubungan itu!" jujur Zee, membuat mood suaminya berantakan.


Tiba-tiba sang suami menghentikan aksi nakalnya, dia memilih pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih dengan muka yang masam.


"Kenapa dia?"


"Ups! Apakah dia marah saat aku menceritakan semuanya?"


"Aduh Zee kau ini bodoh sekali!"


"Masa kamu menceritakan aib sendiri, di depan suami!" Zee merutuki kebodohannya sendiri.


Zee mondar-mandir di depan kamar mandi, menunggu suaminya dan ingin meminta maaf.


CEKREEK....


"Om?" panggil Zee, namun Alan diam saja tidak mengindahkan panggilan Zee.


"Om, Zee minta maaf! Bukan maksud Zee untuk ..... ?" belum sempat ngomong, Alan malah keluar kamar meninggalkan Zee sendirian tanpa memperdulikannya.


"Ya Ampun! Kalau sedang marah menakutkan!"


"Semua ini gara-gara mulut ini!"ucap Zee memukul-mukul pelan mulutnya sendiri.


"Aduh kamu kalau punya mulut tuh di filter! jangan sampai bocor, lihat kan hasilnya!" Zee menyalahkan mulutnya sendiri.


"Sebaiknya gue mandi dulu! biar wangi! syukur-syukur mencium aroma gue yang wangi, singa jantan meleleh!"


"Ha.... Ha....Ha," tawa Zee.



Selesai mandi Zee memakai baju warna putih dengan rambut yang di gerai indah. Sedikit memoles wajahnya dengan bedak dan lipstik warna merah membuat bibirnya semakin seksi.


Zee teringat pesan mama, membuat suami senang adalah suatu bentuk ibadah. Kali ini Zee akan membuat suaminya senang dan tidak cemberut lagi. Dari dalam kamar Zee sudah mencium aroma masakan yang sangat lezat. Zee keluar kamar dan menghampiri suaminya yang sedang masak.


"Om, sedang apa? Zee bantuin yah?" tawar Zee.


"Kamu duduk saja! Sebentar lagi masakan selesai!" ucap suaminya dingin.


"Ayolah,Om, biar Zee bantuin!" paksa Zee.


"Okey, kamu iris bawang Bombaynya! Aku akan masak nasi goreng seafood!" ucapnya.


"Duh, iris bawang? Gimana yah caranya?" batin Zee.


"Rebus air saja Zee belum pernah! Apalagi iris bawang!" Zee hanya menatap bawang yang ada didepannya.


"Kenapa cuma di lihatin? Bawang kalau cuma di lihatin nggak akan terpotong?" ketus suaminya.


"Ish, Om ini jahat banget!" Zee mengerucutkan bibirnya, Alan menahan senyumnya.


Zee mencoba untuk memotong bawang, pertama ia pegang pisaunya, tempelkan ke bawang dan iris-iris namun Zee mengalami kesulitan.


Lalu dengan tangan Zee bejek-bejek tuh bawang sampai gepeng, membuat semua bawang Bombay remuk dan sebagian gepeng.


"Ya Ampun! Kau memotong bawang atau sedang bergulat sih?" tanya Alan.


"Habisnya susah, Om !" jawab Zee santai.


Alan hanya geleng-geleng kepala saja, dia pun mengajari istrinya menggunakan pisau yang benar dan membantu istrinya memotong bawang tersebut.


"Yeah! Aku berhasil!" senang Zee.


"Wah Om hebat, terima kasih, Om!" Zee memeluk suaminya karena senang bisa memotong bawang dengan benar.


Zee coba sekali lagi, namun pisau tajamnya sedikit melukai jari manisnya.


"Auw!" pekik Zee kesakitan.

__ADS_1


"Kan sudah ku bilang hati-hati! kenapa kau ceroboh sekali!" Alan menyesap jari yang mengeluarkan darah.


"Sakit, Om!" setelah darahnya tidak keluar lagi, barulah Alan memberikan obat dan plester.


"Bagaimana? masih sakit?" tanya Alan cemas.


"Tidak!"


"Terima kasih, Om!" Zee mencium pipi suaminya, membuat hati Alan agak mencair.


"Ayo kita makan malam! Masakannya sudah siap!" ajak Alan menyuruh istri kecilnya duduk berhadapan dengan dirinya.


"Wow, Om hebat banget! Zee aja nggak bisa masak! Zee jadi malu!" ucap Zee.


"Aku sudah terbiasa mandiri, urusan perut juga sendiri!" ucap Alan santai.


"Emang Om tinggal di mana?"


"Jerman," jawab Alan.


"Sudah lama?"


"Hampir 5 tahun!"


"Wah, lama juga yah?"


"Kenapa Om kembali ke Indonesia?"


"Mama yang menyuruh! Dan alasan utamanya adalah menggantikan papa sebagai CEO!" jawabnya santai.


"Oh, begitu!" Zee mengerti dan manggut-manggut.


"Di Jerman, Apakah Om sudah punya pacar?" tanya Zee tiba-tiba, membuat Alan menghentikan makannya.


"Sudah!" jawabnya singkat.


"Apakah sudah putus?" tanya Zee lagi.


"Kenapa?"


"Dia memilih karirnya dari pada aku!" ucapnya.


DEGH...


Entah kenapa tiba-tiba hati Zee seperti di cubit.


"Oh!" jawab Zee, tidak mau bertanya lagi.


"Kenapa kau tidak menanyakan, aku masih mencintainya atau tidak?" ucap Alan tiba-tiba.


"Huft!" Zee membuang nafas panjang.


"Buat apa? Zee sudah tahu jawabannya! Om pasti akan mengatakan bahwa Om masih mencintainya," jawab Zee penuh penekanan.


"Awalnya memang susah melupakannya, tapi setelah bertemu denganmu, entah kenapa dengan mudahnya aku bisa melupakannya!" jawaban suaminya membuat Zee terharu.


"Benarkah?"


"Hati adek meleleh, Om!" Zee sangat senang.


"He'em!"


"Kalau begitu Zee janji akan menjadi istri yang baik untuk suami!" janji Zee.


"Apa kamu yakin?" goda Alan.


"Tentu!"


"Termasuk yang itu?" Alan menatap nakal ke arah aset pribadi Zee.


"Iya, aku akan memberikannya!" mantap Zee , membuat hati Alan berbunga-bunga.

__ADS_1


"Yes, akhirnya dia luluh juga!" batin Alan.


"Oya, mulai besok kamu bisa kembali kuliah!" ucap suaminya.


"Kuliah? Emang Zee boleh kuliah lagi, Om?"


"Tentu! Aku tidak akan menghambat pendidikan mu! Bagiku pendidikan itu penting!" tegas Alan.


"Asyik! Akhirnya Zee akan kuliah lagi!" senang Zee.


"Tapi ada syaratnya!" ucap suaminya, membuat Zee mengerutkan keningnya.


"Syarat! Syarat apa sih? Kok pakai syarat segala!" manyun Zee.


"Jaga pandangan mu dari laki-laki, dan jangan terlalu akrab dengan teman laki-laki mu!"


"Karena kau sudah menikah! Ingatlah itu!" nasehat Alan.


"Baiklah! Zee mengerti!" jawab Zee.


"Bagus! Jadilah istri yang penurut!" Alan mengacak-acak rambut istrinya.


"Jangan dong Om, kecantikan Zee nanti jadi berkurang!" Zee mengerucutkan bibirnya.


Selesai makan Zee membantu suaminya mencuci piring kotor. Setelah semuanya selesai, Alan mengajak istrinya ke supermarket depan untuk membeli keperluan rumah tangga.


Karena sedikit stok bahan makanan yang Alan punya di kulkas.



"Om mau kemana?" tanya Zee .


"Aku mau ke Supermarket depan! Kau mau ikut?" ajak suaminya.


"Boleh! Dari pada Zee di rumah gak ngapa-ngapain," Zee bergegas mengambil tas selempang kesayangannya.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju Supermarket ujung jalan Raya.


Mereka turun dari mobil, masuk ke dalam .


Alan mendorong trolly besar ke arah bagian bumbu dapur. Setelah Alan mengambil bumbu-bumbu untuk memasak, Alan dan istrinya menuju bagian buah dan sayur.


Banyak mata melihat ke arah mereka, karena keakraban keduanya.


"Zee, ambil buah itu?" tunjuk suaminya.


"Ini Sayang!" jawab Zee, melihat banyak wanita yang terpesona dengan ketampanan suaminya, terutama para gadis centil yang sedari tadi ngelihatin suaminya. Zee mengambil banyak buah ada apel, pisang, alpukat, jeruk dan anggur. Setelah selesai mengambil buah, dengan sengaja Zee menggandeng mesra tangan suaminya, berjalan di depan mereka yang tidak berhenti bergosip.


Alan yang mencium gelagat kecemburuan Zee, merasa senang dan tenang saja. Zee memutari bagian minuman dan cemilan, banyak yang Zee ambil.


Di tinggal sebentar saja, sudah ada satu cewek mendekati suaminya, mencoba menarik perhatian suaminya. Si cewek dengan sengaja, menjatuhkan dirinya di dekat Alan,dan mengaduh kesakitan.


"Aduh kaki ku!" refleks Alan membantu cewek itu.


"Nona tidak apa-apa!" tanya Alan merasa tidak tega.


"Tolong, kaki ku sakit!" saat Alan hendak membantunya berdiri, tiba-tiba Zee datang dan menggantikan suaminya.


"Biar aku saja!" tentu saja membuat sang cewek bermuka masam. Dengan terpaksa si cewek berdiri di bantu Zee.


"Lain kali kalau mau cari perhatian ke suami orang lebih kreatif!" sindir Zee, membuat si cewek mati kutu karena ketahuan berbohong.


"Sudah, Sayang! Ayo kita pergi!" ajak Alan yang melihat raut muka Zee, raut muka galak.Takutnya si cewek kena bogeman mautnya Zee, bisa jadi masalah.😆😆😆😆


"Jangan pegang-pegang!" Zee menepis tangan suaminya.


"Om, sengaja kan mencari kesempatan!" bisik Zee takut di dengar pengunjung lain.


"Tidak, niatku memang ingin membantu saja!"


"Apakah kau cemburu?" goda Alan.

__ADS_1


to be continued......


__ADS_2