Om I Love You

Om I Love You
Episode 32


__ADS_3

Rumah Sakit


Mendengar kabar dari Rumah Sakit tentang putranya, Astrid dan suaminya langsung mendatangi rumah sakit tersebut. Astrid menanyakan kamar rawat putranya kepada bagian informasi. Ternyata putranya di rawat di kamar kelas satu, Rumah Sakit tersebut.


Tok .... Tok .... Tok


Astrid mengetuk sebuah kamar dan masuk ke dalam. Di sana ada seorang Dokter yang sedang memeriksakan kondisi pasien.


"Selamat pagi, Dok!" sapa Astrid dan suaminya.


"Pagi !" jawab Dokter.


"Mama, Papa !" panggil Yuda.


"Apakah Anda keluarga pasien ?" tanya Dokter.


"Iya , Dokter, mereka Papa dan Mama saya !" jawab Yuda.


"Silahkan !" Dokter mempersilahkan keluarga pasien mendekat.


"Yuda, kemana saja kamu selama ini, Nak ?"


"Papa dan mama sangat mengkhawatirkan kamu !" cemas Mama.


"Yuda kecelakaan, Ma, di saat Yuda akan datang ke hari pernikahan, Yuda mengalami kecelakaan !" jawab Yuda. "Tapi syukurlah, Yuda masih hidup sampai sekarang!"


"Sekarang keadaan kamu bagaimana?" tanya papa.


"Beginilah, Pah!" jawabnya lesu.


"Dokter, Bagaimana keadaan putra saya? Apakah ada yang serius, Dok ?" tanya Papa.


Dokter menoleh ke arah orang tua pasien, dia ingin menyampaikan sesuatu yang penting mengenai anak mereka.


"Mari ikut keruangan saya !" ujarnya.


"Biar Papa saja, Mah!" ucap Papa , "Mama temani Yuda," suruh Papa.


"Baiklah ,Pa !"


Papa mengikuti langkah Dokter, sedangkan Mama menemani putranya.


Aditama di persilahkan duduk di kursi, Dokter memberikan laporan kesehatan Yuda. Namun Papa Yuda tidak mengerti .


" Begini,Pak ! Menurut analisa Dokter , kecelakaan yang terjadi pada saudara Yuda menyebabkan benturan hebat di bagian tulang belakangnya , benturan tersebut mengakibatkan kerusakan pada sarafnya, sehingga dengan berat hati kami sampaikan, saudara Yuda mengalami kelumpuhan permanen !"


"Apa ??" papa sangat terkejut.


"Dan kabar terburuknya , saudara Yuda akan mengalami gangguan seksualitas !" jelas Dokter.


"Maksudnya, Dok ?" Papa masih belum paham.


"Kerusakan saraf pada kasus saudara Yuda, berhubungan dengan disfungsi ereksi, dan itu berhubungan baik dengan impoten !"


"Apa ?" Papa sangat syok mendengar penjelasan Dokter, bagaimana tidak Putra satu-satunya tidak akan memiliki keturunan seumur hidupnya. Dan itu berarti keturunan Nalendra akan berhenti.


"Apakah bisa di sembuhkan, Dok?"


Sayangnya Dokter menggeleng , itu pertanda buruk bagi masa depan putranya.


Papa keluar dari ruangan Dokter dengan lemas tidak bersemangat.


Sampai di ruangan putranya , Papa berusaha untuk menyembunyikan semuanya.


"Bagaimana hasilnya,Pah ?" tanya Mama.


"Ehm , itu, Baik kok, mama jangan khawatir !" bohong Papa.


"Syukurlah kalau begitu !" jawab Mama.


"Oya, Ma , Bagaimana kabar Zee ?" tanya Yuda tiba-tiba. "Pasti Zee marah, karena Yuda tidak datang ke acara pernikahan!" sedih Yuda.


"Yuda ingin cepat pulang, Mah! Yuda ingin bertemu, Zee, dan meminta maaf kepadanya!" ujarnya.


"Sudah ya, Sayang, Kamu pikirkan kondisi kamu dulu !" jawab mama.


"Tapi Ma ,Yuda ingin memberi kabar kepada Zee bahwa Yuda sedang di rawat di RS ini, Yuda pinjam HP mama yah? HP Yuda rusak, Mah!" terangnya.

__ADS_1


"Mama lupa tidak membawa HP, jadi nanti saja kita menghubungi Zee !" bohong Mama lagi.


"Ya sudah kalau begitu !"


"Kamu harus sembuh dulu, baru mikirin Zee !" nasehat Mama.


"Okey, Ma, Yuda pasti sembuh kok!" jawab Yuda.


"Zee, kamu lagi ngapain? Aku rindu kamu,Zee !" batin Yuda.


Setelah makan siang dan meminum obatnya Yuda tertidur pulas, mungkin itu efek dari obat yang di minum Yuda.


Mama melihat Papa sedang melamun sendiri di depan kamar Yuda.


Mama menghampiri suaminya.


"Ada apa,Pa ?" tanya Astrid kepada suaminya.


"Huft !" Papa menghela nafasnya kasar.


"Yuda ,Ma ?"


"Yuda kenapa ?" cemas Mama.


Aditama pun memberikan hasil laporan kesehatan Yuda kepada istrinya.


Istrinya tidak mengerti , karena sebagian yang tertulis menggunakan bahasa medis.


"Apa maksudnya,Pa ?"


Aditama pun menjelaskan semuanya , tidak ada yang di tutupi dari istrinya.


Astrid begitu syok mendengarkan penjelasan suaminya.


Rasanya begitu menyakitkan , takdir buruk telah menimpa putranya.


"Hiks ...hiks ...hiks !" tangis Astrid.


"Bagaimana ini,Pah ?"


"Jika Yuda tahu pasti dia akan sangat terpukul !"


"Apa yang harus kita lakukan,Pah ?" tanya Mama.


"Tenanglah,Ma !"


"Semuanya akan baik-baik saja !" Aditama menenangkan hati istrinya.


Pukul 17.00


Yuda mengerjapkan matanya , mencari sosok orang tuanya, namun ia tidak menemukannya.


Yuda berusaha untuk turun dari tempat tidurnya, namun dia tidak merasakan apa-apa pada kakinya.


Kakinya seperti mati rasa , Yuda mencoba untuk memukul-mukul pelan kakinya, namun masih sama.


"Ma ?"


"Pa?" panggil Yuda merasakan kecemasan yang dalam.


"Ma ?"


"Pa ?"


"Yuda ,kamu bangun,Nak ?" tanya mama yang baru keluar dari kamar mandi.


"Ma ? Apa yang terjadi dengan kaki Yuda ?"


"Yuda tidak merasakan apapun !"


"Ma ? katakan !Apa yang terjadi ,ma ?" Yuda terus memukul-mukul kakinya.


"Tenanglah,Nak !"


"Kamu akan baik-baik saja !"


"Bagaimana bisa baik-baik ,Ma !"

__ADS_1


"Yuda tidak merasakan apapun !" Yuda hendak turun , namun di tahan Astrid supaya tidak turun dari tempat tidurnya,Yuda merasa ada yang aneh dengan kakinya.


Dia pun memaksakan dirinya untuk turun, namun yang terjadi dia jatuh ke lantai.


"Aaaaaaaa .....!" Mama menjerit.


"Kakiku ! Ada apa dengan kaki ku ?"


"Hiks....hiks....hiks !"


"Mama? Ada apa dengan kaki ku ?" Yuda berteriak histeris.


"Hiks....hiks ...hiks."


"Tenang,Nak ! kamu harus tenang !"


"Dokter tolong ! suster tolong !" mama memanggil siapa saja yang bisa membantunya.


Aditama yang baru saja dari kantin, mendengar teriakkan istrinya langsung berlari menuju ruangan putranya di rawat.


"Mah ? kenapa Yuda ?" Papa membantu menaikkan Yuda ke tempat tidurnya, datang Dokter dan suster juga ikut membantu.


Dokter menyuntikkan obat penenang, agar pasien lebih rileks dan tenang.


Perlahan Yuda tertidur dan nafasnya lebih teratur .


Zzzzzzzzzzzz....


Yuda sudah terlelap dalam mimpinya.


Papa berusaha menenangkan Mama yang terus menangis memikirkan nasib putranya.


"Bagaimana ini,Pah ?" cemas Mama.


"Kita harus tenang,Ma !"


"Pelan-pelan kita beritahukan kepada Yuda , mengenai kondisinya !" jawab Papa.


"Apakah kita beritahu kondisi Yuda kepada Papa dan Mama ?"


"Nanti saja, tunggu keadaan Yuda agak lebih tenang ! baru kita beritahu kabar ini kepada Papa dan Mama !"


to be continued.........


****************************************************


Note.


Ayo pembaca setia ku , jangan lupa kasih Like , favorit ,rate bintang lima dan vote nya.


Selalu dukung karya aku untuk memotivasiku agar lebih bersemangat lagi membuat karya-karya yang bagus.


Untuk visualnya, mohon maaf kalau kurang cocok 🙏🙏🙏 Readers bisa menghalu sendiri , menurut visual yang Readers inginkan.


Foto-foto di novel ini hanyalah sebagai pemanis saja.


Please, dukung karya ini !!


Kasih Like , favorit,rate bintang lima.dan votenya.


Salam manis dari Author tercinta ♥️♥️♥️♥️💕💕💕💕😘😘😘😘😘😘😘


Emuuuuuuuach......


By Cahyaning Fitri


Mampir juga di karya aku yang lain , dengan


Judul : "Ketulusan Cinta Dara "


Nama Pena : Cahyaning Fitri


Kasih Like and Favorit juga buat karya aku ini.


Semoga para Readers suka dan terus mendukung .....


Suka baca ,baca ,baca ,baca , baca ,baca ,baca dan yang paling penting Like.👍👍👍🙏🙏

__ADS_1



__ADS_2