
Dret....... Dret.........Dret.....
Aditama menelfon putranya , hatinya sangat geram dan dongkol.
Berkali-kali ditelfon , namun tidak diangkatnya.
Akhirnya Aditama memutuskan untuk pulang ke rumah.
Sedangkan Astrid menemani Ratu di Rumah Sakit.
Mobil Aditama menyusuri jalan berkelok , membelah keramaian jalan raya dengan kecepatan tinggi.
Hatinya terasa jengkel dan dongkol mengingat sikap putranya.
Dalam waktu 30 menit, Aditama sudah sampai di depan rumahnya.
Ia segera turun dari mobil ,masuk ke rumah untuk menemui Yuda.
Terlihat Yuda baru bangun tidur , duduk di kursi rodanya sambil melamun .
"Yuda ?" suara bariton Aditama memanggil Yuda.
"Papa !"
"Apakah kamu tahu kalau Ratu di Rumah Sakit ?"
"Tidak ! memang dia kenapa ?" tanya Yuda cuek.
"Bisa-bisanya yah kau tidak perduli dengan keadaan istri mu ?"
"Harusnya kau ini cemas dengan keadaan mereka ! Ratu itu sedang mengandung anakmu ,Yud !"
"Kau sebenarnya paham tidak sih ?" kesal Aditama.
"Yuda paham kok ,Pa !"
"Tapi sayangnya Yuda gak ada rasa sama Ratu ! bagi Yuda ,Ratu hanyalah sampah !"
"Papa gak habis pikir ya ! bagaimana kamu bisa berfikiran seperti itu ?"
"Harusnya kamu bersyukur ada perempuan yang mau menikah dengan pemuda cacat seperti kamu !"
"Lihatlah sekarang keadaan kamu ini !"
"Kamu bukan hanya cacat fisik ! bahkan kamu sudah tidak bisa memproduksi lagi ! ibarat mesin yang sudah tidak berfungsi sama sekali,kamu hanyalah sampah dan rongsokan dan kamu tahu apa artinya ?"
"Berhenti sudah keturunan Nalendra ! dan ini semua gara-gara kamu !" marah Aditama.
"Papa kok tega banget ngomong kayak gitu !"
"Papa ngomong kayak gini biar kamu sadar,Nak !"
"Hanya anak di kandungan Ratu , harapan Papa satu-satunya !"
"Dia adalah pewaris Nalendra satu-satunya !"
"Lalu Yuda harus gimana ,Pah ?"
"Kamu harus bisa bersikap baik kepada Ratu !"
"Bagaimanapun Ratu adalah istri kamu ! dan anak yang ada di dalam kandungan istrimu adalah anakmu ! dia adalah satu-satunya pewaris Nalendra !"
"Jangan karena ego kamu ,kamu bisa kehilangan segala-galanya !" hardik Aditama.
Berita Ratu di Rumah Sakit, sudah terdengar oleh keluarga Aghar.
Mama Nola langsung memberitahukan kabar ini kepada Zee .
Papa dan Mama langsung pergi menuju Rumah Sakit.
Sampai di Rumah Sakit , Papa dan Mama langsung pergi menuju kamar rawat Ratu.
Di sana sudah ada Astrid yang menemaninya.
__ADS_1
"Ratu ?" panggil Mama Nola.
"Ibu Nola ,Pak Aghar ! Ratu belum sadar !"
"Kata Dokter fisiknya masih lemah !" ucap Astrid.
Setelah mengetahui kondisi Ratu yang lemah , Astrid pun memberikan kabar kepada keluarga Ratu.
Tidak menunggu terlalu lama,Papa dan Mama Ratu datang menjenguk, merasa khawatir dengan kondisi Ratu.
"Bu Astrid ! bagaimana ini bisa terjadi ?"
"Bagaimana Ratu bisa sampai tenggelam ?"
"Tenang Mah ? jangan panik begitu ?" ucap Papa.
Belum sempat menjelaskan Ratu sudah keburu sadar dari pingsannya.
"Ratu ?" panggil Mama Nola.
"Ma ? Pa ?" kepala Ratu terasa sangat pusing ,ia mengaduh kesakitan.
Papa Aghar pun segera memanggil Dokter ke ruangan.
Dokter memeriksa kondisi Ratu , tensinya memang sangat rendah.
Itulah yang membuat kepala Ratu pusing, ditambah karena benturan di kepalanya.
"Bagaimana keadaan ibu ?"
"Masih sakit ?" tanya Dokter.
"Kepala saya masih sakit dan juga pusing sekali , Dok ?" ucap Ratu .
"Kalau begitu akan saya berikan obat pereda nyeri lewat infus yah ?" ucap Dokter.
"Anak saya sedang hamil,Dok ! Apakah nantinya aman buat Baby nya ?" tanya Mama Nola cemas.
"Aman kok Bu !" jawab Dokter.
Setelah merasa tidak pusing , seperti biasa Ratu sudah bisa diajak mengobrol.
Alan dan Zee datang menjenguk ,Zee yang mendapat kabar dari Mama Nola , langsung meluncur ke Rumah Sakit bersama suaminya.
"Ratu ?" Zee dan suaminya masuk ke ruangan rawat Ratu.
Mama Nola mengajak ngobrol Astrid di luar , karena di ruangan itu memang tidak boleh terlalu banyak orang yang menjenguk.
Jadi sekarang giliran Zee dan suaminya yang menjenguk.
"Bagaimana keadaan kamu ?" cemas Zee.
Ratu masih tetap diam , namun matanya terlihat sangat sedih ,Zee bisa merasakan itu.
"Alhamdulillah ,aku masih diberikan kesempatan kedua oleh Allah !"
"Sekarang lihatlah,aku masih baik-baik saja !"
Zee memeluk Ratu dan membisikkan sesuatu.
"Meskipun bibir tidak mengucapkan , namun mata tidak bisa berbohong !"
"Papa ,Mama dan aku akan selalu ada bersamamu ! jadi janganlah takut !" Zee melepaskan pelukannya dan tersenyum manis.
"Terima kasih,Zee ! sudah mau menjengukku !" ucapnya.
"Mih, sebaiknya kita pulang ! biarkan Ratu beristirahat !" ucap Alan kepada Zee.
"Baiklah Pih !" Zee dan suaminya berpamitan kepada Ratu ,juga Papa dan Mamanya yang kebetulan sedang ngobrol dengan Astrid di depan ruangan rawat Ratu.
Sepulangnya Zee dari Rumah Sakit ,Yuda datang bersama Papanya.
Aditama mendorong kursi roda Yuda , memasuki ruangan Ratu , semuanya berkumpul di sana.
__ADS_1
Ratu yang melihat kedatangan suaminya merasa enggan dan malas.
"Ratu , bagaimana keadaan mu ?" tanya Yuda tiba-tiba membuat dirinya sangat muak.
"Aku baik !" ketus Ratu.
"Papa ,Mama ! Papa Adi dan Mama Astrid !" Ratu mulai angkat bicara.
"Karena semuanya sudah berkumpul di sini !"
"Ratu ingin menyampaikan sesuatu !" Ratu menjeda kalimatnya.
"Setelah Ratu melahirkan , Ratu ingin bercerai dengan Yuda !"
JEDERR.....
Kata-kata Ratu bagaikan palu Godam bagi semua keluarga, terutama Yuda.
"Apa maksudmu ,Nak ?" tanya Mama Astrid.
"Kamu jangan main-main dengan kata-kata kamu !"
"Kata-kata adalah do'a,Nak !"
"Lagipula pernikahan kalian juga baru seumur jagung ! bagaimana mungkin kalian berpisah ?"
"Ratu minta maaf ,Ma !"
"Ratu tidak kuat harus menjalani rumah tangga tanpa cinta ini !"
"Ratu , sebenarnya ada apa ?" bingung Mama Nola.
"Ma ?"
"Ratu minta maaf ! tapi keputusan Ratu sudah bulat ! Ratu ingin pisah !"
"Aku tahu , aku salah !"
"Harusnya aku bisa menghargai kamu sebagai istri !"
"Aku minta maaf ,Ratu !" ucap Yuda.
"Sudah terlambat !" ketus Ratu lagi.
"Jika kamu tidak menginginkan aku dan anak ini ! buat apa kita bertahan dalam rumah tangga yang penuh dengan kebohongan ini !"
"Aku sudah berusaha menjadi istri yang baik buat kamu,Yud !"
"Tapi apa yang aku dapatkan ? aku dan anakku hampir celaka gara-gara kamu !"
"Aku sudah capek ! Aku sudah lelah ,Yud !"
"Aku dan anakku juga berhak hidup bahagia !"
"Hiks......hiks.......hiks !"tangis Ratu.
"Ada apa sebenarnya ini ?" tanya Papa Roger.
"Pak Roger ! kami selaku orang tua Yuda , ingin meminta maaf !" ucap Aditama.
"Ratu sampai masuk ke Rumah Sakit sebenarnya gara-gara ulah Yuda !"
"Kami benar-benar menyesal !" Aditama menunduk malu.
"Apa ?"
"Ratu ceritakan kepada Papa ! Apa yang dilakukan ke********rat ini sama kamu ,Nak ?"
tanya Papa kepada Ratu ,Ratu pun menceritakan segala-galanya kepada semua orang yang di sana.
Raut muka Yuda menunjukkan raut wajah orang yang ketakutan dan bersalah, ditambah lagi Ratu menceritakan tentang Yuda yang sudah tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami kepada istrinya yaitu memberikan nafkah batin.
Yuda hanya menunduk malu dan bersalah.
__ADS_1
Papa Roger sangat marah , emosinya tidak bisa dibendung lagi.
to be continued.......