Om I Love You

Om I Love You
Episode 122


__ADS_3

Keesokkan paginya


Kabar mengenai baby Aisha yang sedang dirawat di Rumah Sakit sudah sampai di telinga orang tua Zee. Mereka langsung datang ke Rumah Sakit untuk menjenguk baby Aisha.


"Assalamualaikum!"


"Zee?" panggil Mama Nola saat membuka pintu kamar rawat baby Aisha, Ia juga sangat khawatir mendengar kabar tersebut.


"Mama," jawabnya.


"Alan memberi kabar bahwa Aisha masuk ke Rumah Sakit! Kok bisa sih, Sayang?" tanya Mama Nola.


"Iya, Ma! Kata Dokter, Aisha terinfeksi pernafasannya! Sudah dua hari ini Aisha tidak mau menyusu pada Zee dan dia menangis terus! Mas Alan dan Zee sangat khawatir, terpaksa kami membawanya ke Rumah Sakit," jelasnya.


"Apakah Papa Harun dan Mama Sarah tahu?" tanya Papa Roger.


"Sudah, Pah! Papa dan Mama juga sangat khawatir, dan mereka berencana akan pulang ke Indonesia! Tapi, Alan melarang, kasihan juga kalau mereka langsung di suruh pulang! Padahal jarak Amerika ke Indonesia juga membutuhkan waktu yang lumayan lama! Biarlah mereka di sana dulu melepas rindu dengan Kak Astrid dan Yuda," terang Alan.


"Iya, benar juga yang kamu katakan, Lan! Kasihan orang tuamu jika harus bolak-balik," cakap papa.


"Iya, Pah!" jawabnya.


"Apakah kamu menginginkan sesuatu, Sayang?" tanya Mama.


"Nggak kok, Mah! Di Rumah Sakit ini sudah tersedia semuanya! Zee tidak kekurangan apapun," jawab Zee.


"Lalu, Bagaimana kata Dokter?" tanya Mama.


"Begitulah, Ma! Aisha masih belum mau menyusu! Kata Dokter mungkin tunggu satu Minggu atau dua Minggu lagi," jelas Zee.


"Kasihan sekali kamu, Sayang! Padahal kamu masih sangat kecil, kenapa harus sakit?" ujar Mama, sambil menggendong Aisha.


"Do'akan ya, Ma! Biar Aisha cepat sembuh!" pinta Zee.


"Tentu saja, Sayang! Papa dan Mama selalu mendoakan kesehatan dan kebahagiaan anak-anak Papa dan Mama!" ucap Mama.

__ADS_1


"Oya, Ma! Bagiamana kabar baby Arsy?" tanya Zee kepada Mama. Baby Arsy adalah nama anak Ratu. Wajahnya begitu mirip dengan Yuda, tampan dan memiliki lesung pipi, yang membuatnya semakin manis.


"Alhamdulillah baik, Sayang! Jika mereka berdua besar bersama, pasti sangat seru," ujar Mama begitu bahagia.


"Ehm, Bagaimana dengan acara pernikahan Elmar dan Ratu?" tanya Zee lagi.


"Ehm, sebenarnya Papa dan Mama sudah menyiapkan semuanya untuk mereka dari awal! Dari gedung, pesta, catering dan baju! Sekarang yang perlu mereka pikirkan adalah persiapan hati," ucap Papa sambil tertawa bahagia.


"Ish, Papamu selalu suka bercanda! Dia selalu mengerjai Elmar," cibir Mama.


"Itu semua kan juga demi Ratu! Papa juga tidak mau Ratu mengulangi kesalahannya kembali! Memilih laki-laki yang salah," ucap Papa. Zee bisa melihat reaksi suaminya, bagaimanapun yang dibicarakan Papa adalah keponakan suaminya.


"Pih, Mamih lapar! Bisa tidak Papih membelikan makanan di kantin?" pinta Zee sengaja mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah, Papih akan ke kantin," ucap suaminya, setelah berpamitan Alan pergi ke kantin untuk membeli makanan.


"Katanya tidak menginginkan apa-apa," ujar Mama Nola.


"Tiba-tiba lapar, Mah," kata Zee tersenyum simpul.


Lumayan lama Zee menunggu suaminya kembali dari kantin. Sampai Papa dan Mama pulang pun suaminya belum juga kembali.


Saat hendak mendial nomor suaminya, tiba-tiba pintu kamar di buka, ternyata yang datang suaminya.


"Papih, dari mana? Kok lama sekali?" tanya Zee kepada suaminya.


"Papih tadi minum kopi dulu, Mih! Papih ngantuk banget," ujarnya.


"Oh," ujar Zee ber'oh ria.


"Oya, ini makanan buat Mamih!" ucapnya sambil menyerahkan paper bag berisi makanan.


"Terima kasih, Pih!" ucapnya. Zee menikmati makanan yang dibeli suaminya, sekali-kali dia menyuapi suaminya. Zee bisa melihat suaminya kelelahan, karena seharian ini suaminya belum juga beristirahat. Setelah makan, Zee menyuruh suaminya untuk beristirahat di sofa.


Satu Minggu kemudian, baby Aisha sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter. Zee begitu bahagia karena putri cantiknya sudah sehat dan mau menyusu. Aisha sudah mau menyusu banyak, bahkan seharian ini Aisha tidak mau berhenti menyusu. Bukannya Zee tidak mau menyusui putrinya, tapi, ****** susunya sampai lencet gara-gara sang baby tidak berhenti menyusu.

__ADS_1


Mobil Alan sudah sampai di halaman rumah, semua orang menyambut kedatangan mereka dengan suka cita, termasuk orang tua Zee. Mereka dengan setia, menemani Zee dan Aisha selama Papa Harun dan Mama Sarah masih berada di Amerika. Mama Nola langsung menyerobot Aisha dari gendongan Zee. Dia sangat bahagia memiliki dua orang cucu, cucu dari Ratu dan Zee. Zee mengajak Mama ke kamar agar bisa mengobrol banyak hal. Sedangkan suaminya sedang berbincang-bincang dengan papa mertuanya di ruang keluarga sambil menikmati kopi.


"Lan, sepertinya Papa sudah tua! Sudah waktunya Papa beristirahat di rumah dan bermain dengan cucu! Apakah kamu mau mengurus Perusahaan, Papa?" pintanya.


"Kok Alan, Pah?" tanya Alan.


"Papa percaya kamu bisa mengelolanya dengan baik, Lan! Jika Papa serahkan Perusahaan kepada Zee dan Ratu, mereka jelas tidak akan mau! Hanya kamu orang yang tepat, yang bisa mengelolanya!" tutur Papa.


"Bagaimana ya, Pah? Akan Alan bicarakan dulu dengan Zee, Pah!" ucapnya.


"Baiklah kalau begitu! Kau coba bicarakan saja dengan Zee!" tutur Papa.


"Baik, Pah! Nanti Alan bicarakan dengan Zee, Pah!" ujarnya.


Hari ini Papa dan Mama menginap di rumah Zee, Mama belum tega meninggalkan Zee kerepotan sendiri di rumah mewah ini. Walaupun banyak para pelayan dan baby sister juga, tapi Mama masih belum tega meninggalkan Zee kerepotan sendiri mengurus baby Aisha.


Sedangkan di rumah Papa Roger, Ratu dibantu ibu Hamidah mengurus baby Arsy, sedangkan Elmar sendiri harus kembali ke Bogor karena ada sedikit urusan. Ibu Hamidah juga sudah menganggap anak Ratu seperti cucunya sendiri.


"Cup ... Cup, Sayang! Tambah gemesin banget sih, Sayang! Pipinya tambah gembul saja," ucap Ibu Hamidah, sambil mengganti popok baby Arsy.


"Ibu, sudah malam sebaiknya ibu istirahat saja," ucap Ratu kepada calon mertuanya.


"Nggak apa-apa, Nak! Ibu tahu pasti kamu capek mengurus baby Arsy sendiri! Ibu juga sangat menyayangi baby Arsy yang sangat menggemaskan ini!" ujarnya.


"Terima kasih ya, Bu! Sudah menganggap Arsy seperti cucu ibu sendiri!" kata Ratu.


"Iya, dia memang cucu ibu kok! Sebentar lagi kalian berdua kan akan menikah!" ucap Ibu Hamidah. "Ibu selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian," ucapnya.


"Terima kasih banyak ya, Bu! Sudah mau merestui hubungan kami berdua," ucap Ratu.


"Justru ibu yang berterima kasih, karena kamu mau menerima anak ibu yang hanya anak dari seorang pelayan!" jawab Ibu Hamidah.


"Ibu, jangan merendah seperti itu!" ucap Ratu. "Ratu tidak sebaik yang ibu kira! Dulu, Ratu sangat jahat, Bu! Tapi, setelah Ratu belajar dari pengalaman, Ratu sadar bahwa masih banyak orang yang peduli dan mencintai Ratu! Jadi untuk apa mengejar sesuatu yang tidak pasti!" jelasnya. "Ratu baru menyadari bahwa ada seseorang yang begitu peduli dan menyayangi Ratu! Kenapa harus kita sia-siakan?" ucap Ratu.


"Sayang! Ibu selalu berdoa buat kamu dan Elmar! Semoga acara pernikahan kalian lancar dan tidak ada halangan apapun," ucap Ibu Hamidah. " Dan kedepannya kalian bisa hidup dengan bahagia! Menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah!" tutur ibu.

__ADS_1


"Amin," jawab Ratu.


to be continued.......


__ADS_2