Om I Love You

Om I Love You
Episode 15


__ADS_3

Selesai acara ijab qobul, mereka duduk di kursi pengantin. Semua orang memberikan selamat kepada kedua pengantin. Terakhir pengantin sungkem kepada kedua orang tua masing-masing.


Pertama sungkem kepada orang tua mempelai wanita, Alan dan Zee mencium punggung tangan papa dan mama. Mama sangat terharu, karena anak gadisnya sekarang di miliki seseorang. Mama mencium Zee dengan sayang.


"Jangan menangis di hari bahagia ini!"


"Mama selalu mendoakan kau akan lebih bahagia dengan Alan!" do'a mama.


"Makasih, Ma!" jawab Zee.


Alan juga mencium punggung tangan mertuanya, meskipun tadi Alan sempat tidak suka dengan sikap papa Zee, namun dia mengerti kalau papa Zee berbuat demikian karena sangat menyayangi putrinya.


Bergantian mereka melakukan sungkeman kepada orang tua mempelai pria. Mama Alan memeluk Zee dengan sayang .


"Masih ingat,Tante?" Zee nampak berpikir.


Bugh....Bugh ...Bugh


Mama memperagakan ilmu silat ala Berry Prima, Zee teringat dengan seorang wanita yang hampir di jambret dan Zee menolongnya.


"Tante Sarah?" teriak Zee, membuat semua mata tertuju kepada keduanya, termasuk Alan dan papa terkejut karena teriakan keduanya.


Mereka berpelukan hangat, seolah-olah mereka kenal sangat lama.


"Ha... ha... ha, " mereka tertawa gembira.


"Bagaimana kabar, Tante?" tanya Zee.


"Ish, jangan panggil, Tante! Sekarang panggil mama, seperti Alan juga!" sambil melirik ke arah Alan.


"Sekarang kamu ini mantu mama!" jawab mama Sarah.


Zee menoleh ke arah Alan, baru dia menyadari kalau sekarang laki-laki yang bersanding dengan dengannya adalah putra dari mama Sarah, pria yang sangatlah tampan dan kelihatan berkharisma, namun tunggu-tunggu??


"Bukankah itu Om yang pernah menyelamatkannya dari para penjambret?"


"Dan ternyata dia adalah Omnya Yuda! Dan berarti juga mama Sarah adalah Omanya Yuda!Astaga! Apakah ini suatu kebetulan?" batin Zee, banyak sekali pertanyaan yang muncul di otaknya.


Setelah itu Astrid dan suaminya mendekati kedua pengantin itu, memberikan ucapan selamat untuk keduanya.


Rasa bersalah menyelimuti hati Astrid, berkali-kali Astrid meminta maaf kepada Zee sambil memeluknya.


"Sekarang kau menjadi adikku! Maaf, ini semua kesalahan putraku! kalian yang harus menderita!" sedih Astrid.

__ADS_1


Zee sendiri bingung harus bilang apa, antara sedih dan senang, Zee berada di tengahnya.


"Sudahlah, Kak! semua yang terjadi jangan di sesali! ini sudah jalan Allah! kita harus ikhlas menjalaninya!" ucap Alan bijaksana.


Zee merasa kagum dengan sikap Alan, yang begitu tenang dan berpikiran dewasa.


Akhirnya acara berjalan dengan sangat lancar, semua tamu undangan sudah pulang dan kembali ke rumah masing-masing. Di susul keluarga Xaquille juga ikut pulang, mama Sarah memeluk menantunya dengan sayang.


"Mama tunggu di rumah bersama Alan! Mama bahagia, kamu menjadi menantu mama!"


"Mama selalu do'a kan untuk kebahagiaan kalian!" ucap Mama Sarah.


"Terima kasih, Ma!" Zee memeluk mama mertuanya .


Mereka semua pun pergi meninggalkan kediaman Aghar. Zee menoleh ke arah suaminya, ada rasa malu dan canggung.


Untuk mengatasi rasa canggung itu, Zee memilih langsung pergi ke kamarnya. Zee melepas semua aksesoris dan baju pengantinnya, di ganti dengan tank top dan celana pendek saja. Ia rebahan sambil memainkan HP nya. Seharian ini ia tidak mengaktifkan HP nya, banyak sekali pesan masuk terutama pesan dari Echa sahabatnya.


Sedangkan Alan di ruang tamu, sedang asyik mengobrol dengan papa mertuanya.


"Alan, papa minta maaf! harus melibatkan mu dalam masalah ini!" tutur papa.


"Tidak apa-apa, Pa! Semuanya sudah takdir!" jawab Alan.


"Terimalah putri ku apa adanya! Dia memang anak yang manja dan jauh dari kriteriamu! Tapi, saya yakin dengan bimbingan dan arahan mu, Zee akan menjadi istri yang baik!" ucap papa.


"Amin!" di jawab oleh papa.


Sekarang papa bisa tenang, Zee berada di tangan yang tepat. Papa juga melihat dan yakin, Alan yang sudah dewasa dan matang bisa membimbing putrinya dengan baik.


"Istirahatlah, Nak! Kamu pasti capek! Kamar Zee di lantai atas, paling ujung!" ucap mama menyuruh menantunya beristirahat.


"Baiklah, Ma!" ucap Alan, dia yang memang badannya merasa lelah dan capek pun memutuskan untuk beristirahat. Dia berpamitan kepada kedua mertuanya untuk beristirahat.


Alan menuju kamar Zee, kamar paling ujung, pintunya berwenang orange, bertuliskan 'Zevanya'.


CEKREEK


Alan masuk dan di suguhi dengan pemandangan Zee yang sedang rebahan hanya menggunakan tank top dan celana pendek saja. Tentu saja membuat Alan menelan salivanya sendiri.


"Hei, kenapa Om masuk ke kamar Zee?" Zee nampak terkejut dan menutupi dadanya yang terekspos.


"Aku kan suamimu! Apa kau lupa itu?" jawab Alan.

__ADS_1


"Sekarang aku akan mandi, Apakah ada pakaian ganti buat ku?" tanya Alan.


"OMG, benar juga! Sebentar, sepertinya papa punya baju baru!"Zee langsung keluar dan meminta baju baru kepada papanya.


Setelah mendapatkan apa yang di inginkan , Zee kembali ke kamarnya dan menyerahkan baju ganti untuk suaminya.


Alan masuk ke kamar mandi dan bersih-bersih, sedangkan Zee kembali memainkan HP nya .


CEKREEK


Zee melihat suaminya keluar dari kamar mandi, hanya melilitkan handuk di pinggangnya.


Mata Zee hampir keluar, melihat tubuh sixpack suaminya.


"Apakah kau sudah sholat isya?" tanya Alan kepada istrinya, membuat Zee tersadar dari lamunan nakalnya.


"Belum! Zee masih capek, Om! Sebentar lagi Zee mandi dan sholat!" Zee menampilkan senyum termanisnya.


"Sholat itu kewajiban, kita tidak boleh meninggalkannya! walau dengan alasan apapun!" terang Alan.


"Okey, Om! Zee akan mandi terus sholat!Astaga, ternyata bawelnya melebihi mama!" batin Zee.


"Tidak baik mengumpat suami!" ucap Alan tiba-tiba, membuat mata Zee membulat sempurna.


"Astaga! Apa dia memiliki ilmu telepati? bisa tahu isi hati seseorang!" batinnya, Zee pun segera untuk mandi dan bersih-bersih.


Selesai mandi, Zee masih melihat suaminya duduk sambil berdoa. Zee mengambil mukenanya dan memulai untuk sholat. Selesai sholat Zee berdo'a, dan menoleh ke arah suaminya yang masih menunggu dirinya.


"Zee?" panggilnya, membuat jantung Zee berdegup sangat kencang. Zee menoleh ke sumber suara.


"Sekarang aku adalah suamimu! Aku tahu, pernikahan kita adalah suatu kesalahan! tidak pernah kita harapkan! Akan tetapi pernikahan adalah ikatan!" ucap Alan penuh penekanan.


"Pernikahan adalah suatu ikatan suci yang disepakati oleh dua insan manusia untuk hidup bersama saling menyayangi dan mencintai dalam menjalani bahtera rumah tangga!"


"Pasangan suami istri juga menginginkan kehidupan rumah tangganya selalu di berkahi oleh Allah dan di jauhkan dari segala masalah!"


"Sedangkan ikatan itu sendiri bukan hanya mengikat antara suami dan istri saja, akan tetapi juga mengikat dua keluarga yang tidak saling mengenal, yang akhirnya menjadi saling mengenal!"


"Karena itu Zee, Aku akan menganggap pernikahan ini pernikahan pertama dan terakhirku!" jelas Alan panjang lebar.


"Aku akan berusaha menyayangimu, aku juga akan berusaha mencintaimu, aku akan berusaha menerima masa lalu mu, aku juga berusaha menerima kelebihan dan segala kekurangan mu, aku juga akan berusaha menjadi suami yang baik buat mu!"


"Dan pertanyaan ku adalah Apakah kau bersedia melakukan hal yang sama, Zee?" tegas Alan.

__ADS_1


Zee benar-benar di buat mati kutu oleh pertanyaan Alan, ia tidak tahu harus menjawab apa. Namun saat ia mengingat nasehat papa dan mamanya sebelum acara ijab qobul, ia pun memantapkan hati untuk menerima pernikahan ini dengan hati yang ikhlas.


to be continued.....


__ADS_2