
Jakarta
Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan ,Alan dan Zee akhirnya sampai juga di rumah.
Zee langsung merebahkan tubuhnya di kasurnya yang empuk sambil memainkan ponselnya.
Berkirim kabar kepada keluarga dan sahabat tercinta, bahwa dirinya sudah kembali ke Jakarta.
Sedangkan suaminya setelah mandi dan bersih-bersih , bersiap-siap akan pergi lagi.
"Pih ,mau kemana ?" tanya Zee heran, suaminya sudah rapih dan wangi.
"Papih ada urusan sebentar ! Mamih gak apa-apa kan Papih tinggal ?" tanya Alan.
"Iya , tapi Papih mau kemana ?"
"Apakah Papih ada urusan dengan Papa ?" tanya Zee heran.
"Iya ,Mih !"
"Cuma sebentar saja kok !"
"Oh !"
"Ko ga ngajak Mamih ,Pih ?" tanya Zee curiga.
"Ehm, itu ! Ada urusan perkerjaan sama Papa !" alasan suaminya.
"Oh , begitu ! Baiklah ! pulangnya jangan kemalaman,Pih !"
"Baik,Mamih sayang !" jawab Alan sambil mencium kening istrinya dan berpamitan.
"Tunggu,Pih !"Zee mengejar suaminya sampai ke garasi , sambil menyerahkan paper bag.
"Mamih nitip ini dong Pih ,buat Papa dan Mama !" Zee menyerahkan paper bag berisi oleh-oleh yang Zee beli di Bali.
"Okey ! Papih berangkat dulu yah ! Papih usahakan secepatnya pulang !"
"He'em !" diangguki Zee sambil mencium punggung tangan suaminya.
Mobil suaminya sudah tidak terlihat dari pandangan Zee , Zee pun masuk dan kembali merebahkan tubuhnya di kasur.
Rasa capek dan letih masih menggelayut , membuat Zee enggan untuk beraktivitas.
Alan melajukan kendaraannya ke rumah kakaknya , sebelumnya ia sudah mengabarkan kepada keluarga mertuanya agar menyusul ke rumah kakaknya.
Di depan gerbang mereka bertemu , Alan mempersilahkan kedua mertuanya dan Ratu masuk.
"Assalamualaikum ?"
"Walaikumsalam !" jawab semua serempak.
Alan masuk ke rumah bersama kedua mertuanya dan Ratu.
Semua yang berkumpul di ruang tamu nampak terkejut, pasalnya Alan tidak datang sendiri.
Terutama Yuda , bukan kepalang terkejutnya Yuda melihat kedatangan Ratu bersama kedua orang tuanya.
"Yuda ?" panggil Om Alan.
"Bagaimana kabarmu ,Yud ?" tanya Om Alan.
"Alhamdulillah sehat ,Om ! seperti yang Om lihat sekarang ini !" jawab Yuda .
"Baguslah , kalau kamu sudah sehat ! Om sangat senang mendengarnya !"
"Om , minta maaf karena baru ke sini ! tidak ada yang ngabarin Om , kalau kamu kecelakaan ! terutama Mama kamu !" Alan melirik kearah kakaknya.
"Bukannya kakak tidak mau memberitahu,Lan ! Kakak juga butuh waktu untuk memberitahukan kondisi Yuda kepada keluarga besar !" jawan Astrid.
"Baiklah kalau memang demikian , Om senang bisa bertemu kamu lagi ,Yud !"
"Terima kasih ,Om ! atas simpati Om !"
"Oya , Silahkan duduk Pa ,Ma !" Alan mempersilahkan kedua mertuanya duduk.
Papa dan Mama Alan juga mempersilahkan besannya duduk, Astrid dan suaminya masih diam terpaku karena merasa bingung.
"Ada apa ini ?" tanya Aditama selaku kepala keluarga di rumahnya sendiri.
__ADS_1
"Begini Kak ! kedatangan mereka kemari , mereka ingin meminta pertanggungjawaban Yuda terhadap putri mereka,Ratu !" Alan mencoba menjelaskan.
"Pertanggungjawaban apa maksud kamu ,Lan ?" tanya Astrid dan suaminya masih bingung.
"Yuda jelaskan ke Papa dan Mama kamu , tentang hubungan kamu dengan Ratu ?" perintah Alan kepada keponakannya.
"Hubungan apa ,Om ?"
"Yuda gak ada hubungan apapun dengan Ratu !" bingung Yuda.
"Jika memang kamu gak memiliki hubungan apapun dengan Ratu ! kenapa Ratu bisa sampai hamil anak kamu ?" tanya Alan tegas.
"Apa ? anak ?" Astrid dan suaminya terkejut.
"Maksud kamu apa sih ,Lan ?" tanya Astrid lagi.
"Kak, biarkan Ratu menjawab semuanya !"
"Ratu, jelaskan semuanya !"
Ratu yang sedari tadi menunduk, mencoba menegakkan kepalanya membuka pembicaraan.
"Jangan takut,Nak !" Mama menggenggam tangan Ratu.
"Yuda ,gue hamil anak lo !" ucap Ratu membuat Papa dan Mama Yuda terkejut bukan kepalang.
Opa dan Oma nya yang sudah mendengar kabar itu duluan , nampak hanya terdiam saja.
"Cih ! Lo pikir gue percaya , Kalau itu anak gue !" jawab Yuda merendahkan Ratu.
"Gue sudah tahu rencana licik lo ,Ratu !"
"Gue di jebak lo biar pernikahan gue gagalkan sama Zee ? Dan Lo berhasil ! Selamat yah !"
"Tapi kali ini ,gue gak akan biarin Lo merusak hubungan gue sama Zee !" Alan nampak terkejut dengan penuturan Yuda.
"Gua gak tahu maksud di balik ini semua ! tapi gue yakin , lo sengaja menjebak gue !" ucap Yuda dengan menatap tajam ke arah Ratu .
"Tapi Yuda , ini memang anak lo !"
"Gue hanya melakukannya sama lo saja !"
"Gue berani bersumpah !"
"Nak , jawab dengan jujur !"
"Kamu jangan jadi anak pengecut !"
"Berani berbuat , harus berani bertanggung jawab !" tegas Aditama.
"Tapi Pah ! Yuda yakin dia melakukannya bukan hanya dengan Yuda !" jawab Yuda.
"Kau pikir anak ku adalah wanita murahan !" marah Papa Aghar.
"Sehingga dengan mudahnya kau merendahkan keluarga Aghar !" Papa Aghar tidak terima Yuda merendahkan putrinya.
"Sejak awal aku memang tidak respek dengan mu !"
"Aku heran kenapa kedua anak ku bisa jatuh cinta kepada pria brengsek seperti dirimu !" tatap Papa Aghar dengan sorot mata tajam.
"Tenang ,Pah ! kita bicarakan baik-baik !" Mama menenangkan Papa.
"Yuda , jangan menjadi pengecut kamu !" ucap Aditama.
"Kamu harus menikahi Ratu !"
"Papah gak mau tahu dan gak mau dengar ! kamu harus bertanggung jawab dengan semua ini !"
"Saya bersumpah Om , Tante !"
"Anak yang saya kandung adalah anaknya Yuda !"
"Kalau kalian tidak percaya, kalian bisa cek DNA di Rumah Sakit !" ucap Ratu meyakinkan orang tua Yuda.
"Aditama , Astrid ! kalian sudah mendengarkan bahwa anak yang di kandung Ratu adalah anak Yuda !"
"Sebagai orang tua kalian harus bijak mengambil keputusan !"
"Bagaimanapun juga Yuda harus menikahi Ratu ! Apakah kalian mau , anak yang di kandung Ratu lahir tanpa sosok seorang ayah ?" tutur Papa Harun.
__ADS_1
"Huft !" Aditama menghela nafas panjang.
"Baiklah kalau seperti itu ! sebagai orang tua ,saya sendiri yang akan menggelar pernikahan putra tunggal saya dengan Ratu !" ucap Aditama tegas.
"Dan kamu Yuda ,Papa putuskan ! kamu harus menikahi Ratu secepatnya !"
"Tapi Pa ! Yuda tidak cinta dengan Ratu !"
"Ratu menjebak Yuda ,Pa !"
"Yuda hanya akan menikahi Zee !"membuat semua yang mendengarkan membulatkan matanya.
"Tutup mulut kamu ,Yuda !" bentak Aditama.
"Berhentilah menjadi pengecut !"
"Dan berhentilah kamu berharap kepada Zee !"
"Karena kini Zee sudah bahagia dengan orang lain !" tegas Aditama.
"Apa maksud Papa ?" sebelum Aditama menjelaskan semuanya , Papa Harun memotongnya.
"Baiklah semuanya sudah di putuskan , bahwa Yuda akan menikahi Ratu !"
"Dan Ratu apakah kamu bersedia menikah dengan Yuda ? menerima kondisi Yuda yang sekarang ?" tanya Papa Harun.
"Iya ,saya bersedia !" lirih Ratu merasa senang.
Semua telah diputuskan dengan bijaksana oleh semua anggota keluarga.
Mereka menentukan hari dan acara pernikahan untuk Ratu dan Yuda.
Mama Nola dan Astrid nampak akrab mengobrol kan masalah pernikahan.
Sedangkan Yuda hanya menatap tajam tidak suka ke arah Ratu.
Dret ...Dret....Dret
Ponsel Alan berkali-kali bergetar , Alan melihat nama kontak di situ ternyata istrinya yang menelfon.
Alan segera menjauh dari keramaian, untuk menerima panggilan dari istrinya.
"Assalamualaikum ,Pih ?"
"Papih di mana ? kenapa lama sekali ? katanya sebentar ! kok lama ,Pih !" cerca Zee dengan deretan pertanyaan.
"Walaikum salam ,Mih !"
"Biarkan Papih menjawab salam Mamih dulu ! baru Mamih bertanya macam-macam !" ujar Alan.
"He....He....He ! habisnya Papih lama banget ! katanya sebentar !" rajuk istrinya.
"Iya ,Maaf Mih ! Papih ada urusan penting !"
"Tapi ini sudah kelar kok ! nih Papih mau pulang !" jawab Alan.
"Om ,di panggil Oma ?"suara Yuda dengan menggerakkan kursi rodanya dari arah belakang memanggil Alan , masih bisa di dengar oleh Zee.
"Okey , nanti Om ke sana !" jawabnya.
"Suara siapa itu,Pih ?"
"Apakah itu suara Yuda ? apakah Yuda sudah kembali ,Pih ?"
"Jawab dong ,Pih ?" Alan sampai bingung harus menjawab apa.
"Itu , teman Papih !" jawab Alan asal.
"Jangan bohong,Pih !"
"Mamih yakin itu suara Yuda !"
"Sudah Papih bilang , itu suara teman Papih !" suara Alan agak meninggi , entah kenapa dirinya merasa tidak senang mendengar istrinya menyebut nama pria lain.
"Tunggu Papih pulang , sebentar lagi Papih pulang !" jawabnya.
Tut....Tut....Tut....
"Ish ,Papih ! kenapa dia marah ? Mamih kan cuma bertanya !" sewot Zee.
__ADS_1
"Kesel banget gue !"
to be continued.......