Om I Love You

Om I Love You
Episode 84


__ADS_3

Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu, dan bulan berganti bulan. Hari ini rencananya Papa Aghar dan Mama Nola akan mengunjungi Ratu di Bogor. Sudah satu bulan lamanya mereka belum mengunjungi putri mereka. Dan usia kandungan Ratu juga menginjak usia empat bulan. Rencananya Papa dan Mama akan membuat acara syukuran keluarga di Villa saja. Hanya anggota keluarga yang akan diundang. Papa dan Mama juga memberitahukan perihal acara tersebut ke keluarga Yuda, namun mereka belum bisa pulang ke Indonesia, karena Yuda sedang menjalani berbagai tes untuk penyembuhannya. Dengan berat hati, Astrid memohon maaf atas ketidak hadiran keluarganya nanti. Papa dan Mama memakluminya, karena jarak antara Indonesia dan Amerika juga memakan waktu yang cukup lama, Papa dan Mama pun tidak memaksa.


Mobil Papa melaju dengan kecepatan sedang menuju Bogor, Mama sudah menyiapkan baju untuk mereka tinggal selama di Bogor. Mama juga sudah menyiapkan orang untuk mengatur acara empat bulanan yang akan diselenggarakan di Villa. Rencananya mereka akan menyusul ke Bogor, sebelum acara di laksanakan.


Sekitar satu setengah jam perjalanan, mereka sampai di Villa.


Papa dan Mama disambut hangat oleh Bibi Hamidah, Ratu dan Elmar. Elmar membantu membawakan barang-barang milik Papa dan Mama. Ratu menghambur ke pelukan Papa dan Mamanya.


"Pa, Ma, Ratu kangen sekali," ucapnya sambil terisak.


"Papa dan Mama juga, Sayang!" ucap Mama memeluk putrinya dengan sayang.


"Bagaimana keadaanmu? Kamu sehat kan?" tanya Mama Nola.


"Alhamdulillah sehat, Mah," jawab Ratu.


"Bagaimana keadaan calon cucu papa?" tanya Papa Aghar.


"Alhamdulillah sehat juga, Pa," jawab Ratu.


"Ayo, Pa, Ma, kita masuk!" ajak Ratu kepada keduanya orang tuanya.


Ratu menggandeng tangan Papa dan Mamanya masuk ke dalam Villa. Dia menceritakan banyak hal yang dilaluinya selama tinggal di Villa. Dia juga belajar banyak hal disini. Papa dan Mama mendengarkannya dengan antusias. Mama melihat banyak yang berubah dari Ratu. Dia lebih dewasa dan lebih ikhlas menjalani semuanya, Mama bisa melihat itu. Mama juga sangat bahagia mendengar Ratu bercerita tentang Zee dan suaminya. Ratu bercerita banyak, tentang masalah Zee dan suaminya yang sempat bertengkar gara-gara Tante Marsha, yang tidak Papa dan Mama ketahui. Papa dan Mama nampak khawatir, namun setelah mendapatkan penjelasan dari Ratu, mereka lebih tenang dan tersenyum bahagia.


"Oya, Sayang! Papa sudah mengurus surat perceraianmu dengan Yuda!" ucap Papa.


"Dan ini surat perceraian kamu sudah keluar!" ucap papanya menyerahkan surat perceraian itu dari pengadilan.

__ADS_1


"Terima kasih, Pah! Papah sudah bekerja keras untuk Ratu selama ini!" ujarnya.


"Iya, Sayang! Sekarang kamu bisa melanjutkan hidupmu! Kamu bebas melakukan apapun yang kamu suka!" ujar Papa.


"Iya, Pah! Sekarang Ratu ingin fokus dengan anak yang berada di dalam kandungan Ratu! Ratu akan membesarkannya, walaupun tanpa kehadiran seorang ayah!" ucap Ratu.


"Jangan begitu, Nak! Bagiamana pun Yuda pasti juga menginginkan dekat dengan anaknya, namun sekarang Yuda sedang berobat di luar negeri! Dia ingin memiliki sedikit harapan untuk sembuh, walaupun nanti keadaannya tidak akan sama seperti semula!" ujar Mama.


"Iya, Mah," jawab Ratu.


"Sekarang yang terpenting kamu harus hidup bahagia! Kamu tidak boleh bersedih lagi! Kamu dan bayi kamu harus sehat sampai persalinan nanti!" nasehat Mama.


"Iya, Ma! Pesan Papa dan Mama akan terus Ratu ingat!" jawab Ratu.


"Oya, Nak! Sebentar lagi acara empat bulanan kamu! Rencananya Papa dan Mama akan membuat acara syukuran empat bulanan di Villa! Apakah kamu setuju?" tanya Mama.


"Harus dong, Sayang! Justru ini sangat penting! Kita akan mengundang keluarga, warga sekitar dan Pak Ustadz saja! Setelah itu kita saling berbagi dengan warga sekitar! Sehingga mereka akan berdoa buat kamu dan jabang bayi yang ada di perutmu! Semakin banyak kita memberi, semakin banyak pula do'a yang kamu dapatkan!" nasehat Mama.


"Terima kasih, Pa, Ma! Papa dan Mama sudah mau memikirkan masalah ini! Semuanya Ratu serahkan kepada Papa dan Mama! Enaknya bagaimana, Ratu akan setuju! Sekali lagi, Ratu ucapkan Terimakasih ya, Pa, Ma!" seloroh Ratu, sambil memeluk Mamanya.


"Iya, Sayang," jawab Mama, "Mama juga mengundang Zee dan suaminya, serta keluarga Alan juga akan datang kesini".


"Benarkah?"


"Oya, Ma, bukankah Zee bulan depan juga akan memasuki usia empat bulan, Ma?" tanya Ratu, karena memang usia kandungan mereka tidak terlalu jauh.


"Iya, Sayang, mungkin Mama mertua Zee yang akan menyiapkan segalanya! Karena kamu kan tahu! Mama mertuanya Zee sangat baik sama Zee! Pastilah Mama mertuanya akan menyiapkan semuanya untuk menantu kesayangannya!"

__ADS_1


"Mungkin Papa dan Mama akan membantu sedikit, iya kan, Pah?" tanya Mama kepada Papa.


"Iya, Ma! Kemarin Zee sendiri yang mengatakan bahwa acara empat bulanan akan diadakan dirumah mertuanya! Karena Mama mertuanya yang meminta sendiri! Mereka berdua pun tidak bisa menolak keinginan Mamanya," jelas Papa, membuat Ratu manggut-manggut tanda mengerti.


"Oya, Sayang, nih Mama beliin baju-baju hamil untuk kamu! Mama juga membelikannya juga untuk Zee! Zee sangat menyukainya! Bahannya adem dan sangat halus! Kamu pasti suka," kata Mama sambil memberikan beberapa paper bag kepada putrinya.


"Terima kasih banyak, Ma! Ratu sangat terharu dengan perhatian Papa dan Mama!" ucapnya.


"Mama juga membeli susu, vitamin dan madu khusus ibu hamil," ucap Mama lagi.


"Saat Elmar pergi ke Jakarta, Elmar juga membelikan baju hamil dan susu hamil untuk Ratu, Ma!" ucap Ratu.


"Elmar, " kata Papa bingung.


"Iya, sekarang Elmar dan Om Alan sedang menjalani kerja sama! Jadi Elmar sering bolak-balik ke Jakarta!" jelas Ratu.


"Oh, ya! Bagus kalau begitu, kenapa nggak mampir ke rumah papa?" tanya Papa.


"Nggak tahu, Pah! Mungkin nggak enak saja, Pah!" jawab Ratu.


"Lain kali bilang ke Elmar! Kalau ke Jakarta, mampir ke rumah papa! Mungkin saja Mama kamu mau nitip sesuatu buatmu!" ucap Papa.


"Iya, Sayang! Benar kata Papa kamu!" timpal Mama.


"Iya, Ma, nanti Ratu sampaikan! Mungkin sekarang, dia di perkebunan!" jawab Ratu.


Hari ini Mama Nola sengaja memasak sendiri di dapur dengan dibantu oleh Bibi Hamidah. Bibi Hamidah yang ke pasar, Mama Nola yang mengolah sendiri masakannya. Mama sengaja mengolah bahan makanan sendiri, karena Mama ingin memasak makanan kesukaan putrinya. Kali ini Mama memasak tumis lidah sapi, opor ayam dan perkedel. Semua menu yang Mama masak, adalah makanan kesukaan Ratu. Semua masakan yang Mama olah sudah matang dan siap disajikan di meja makan. Bibi Hamidah membantu Mama menata makanannya di meja makan. Setelah itu, Mama menyuruh Papa dan Ratu menikmati makan siangnya di meja makan. Mama juga mengajak Bibi Hamidah untuk makan bersama, namun bibi menolaknya dengan halus. Ia pun kembali ke rumahnya dengan membawa makanan, yang sudah Mama bungkus untuk Bibi Hamidah.

__ADS_1


to be continued....


__ADS_2