
Kediaman Nalendra
***Flash Back***
Masih dengan sedikit kesadaran , Yuda sudah berada di kamar hotel.
Matanya mengamati sekeliling ruangan berhenti pada sosok wanita yang baru saja keluar dari kamar mandi,dia adalah Ratu.
Ratu mendekat ke arah Yuda, membantunya melepaskan sepatu dan kaos kakinya.
Yuda tidak menolak, tiba-tiba perutnya merasa mual yang teramat sangat.
Hingga dia mengeluarkan semua isi perutnya ke sprei dan mengenai baju Ratu.
Ratu yang merasa jijik , melepaskan pakaian atasnya, hingga tubuh bagian atasnya terekspos dengan bungkusan bra saja.
Ratu sedikit mencuci bekas muntahan Yuda , dan mengeringkannya.
Melihat penampilan Ratu yang begitu menggoda, membuat Yuda panas dingin,ia menelan ludahnya sendiri.
"Kenapa lo menatap gue kayak gitu ?" ketus Ratu.
Yuda menatap Ratu dengan intens, seperti singa kelaparan yang ingin menerkam mangsanya,Yuda tersenyum menyeringai.
"Lo ingin goda gue ?" tanya Yuda , sambil tangannya nakal menggerayangi tubuh Ratu.
"Jangan macam-macam ! gue bukan Zee !" gagap Ratu sambil menepis tangan nakal Yuda.
"Ha....ha....ha !"
"Gue tahu, dari dulu lo suka sama gue ! buktinya lo rela membawa gue kesini !"
"Jangan munafik !" ucap Yuda masih dengan setengah kesadarannya.
"Cih,gue hanya mau melihat Zee menderita !"
"Lo cantik juga kalau dilihat-lihat dari dekat !" Yuda menatap Ratu dengan tatapan memangsa, mengungkung tubuhnya.
"Lepasin gue ,Yud ?" Yuda mencium bibir warna pink itu, tidak ada penolakan.
Yuda menambah ciumannya, sekarang berganti ********** dengan rakus.
Membuat Ratu kehabisan nafas dan terbatuk-batuk.
"Sialan Lo ,Yud !"
"Uhuk.... uhuk..... uhuk !" namun Yuda masih tersenyum nakal.
Tidak menunggu lama Yuda menarik tangan Ratu ,ia rebahkan di kasur dan menindihnya.
Ratu yang merasa takut , meronta-ronta dan mendorong tubuh kekar Yuda.
Namun tenaga Yuda yang lebih kuat dari dirinya, membuat ia kalah dan menyerah.
Ciuman bertubi-tubi Yuda darat kan di tubuh mulus dan putih Ratu, hingga banyak ruam merah di sana.
Ratu yang sudah terbakar oleh birahi tidak menolak sentuhan dan ciuman-ciuman panas itu.
Hingga dengan kesadaran penuh Ratu menyerahkan mahkotanya kepada Yuda.
Pertempuran-pertempuran panas terjadi di kamar hotel itu, hanya suara-suara ******* kenikmatan yang terdengar.
Keringat bercucuran membasahi sprei, tertinggal jejak peluh bercampur darah keperawanan Ratu.
Hingga pagi hari mereka melakukan aktivitas panasnya di kamar hotel.
***Flash On***
Yuda merutuki kebodohannya sendiri.
Ia menjambak rambutnya karena frustasi.
"Bodohnya gue !"
"Bagaimana gue bisa tergoda dengan perempuan seperti Ratu ?" sesal Yuda.
"Pah , sekarang bagaimana ini ?" tanya Astrid saat di kamarnya.
"Apakah tidak akan jadi masalah kalau keluarga Aghar tahu putra kita impoten ?"
"Sementara kita diam dulu ,Mah !"
"Tunggu mereka menikah ! Papa hanya peduli dengan anak yang dikandung Ratu ! dia adalah pewaris kita !"
"Hanya bayi itu pewaris kita satu-satunya !"
"Lalu setelah mereka menikah ,jika Ratu tahu bagaimana?" cemas Astrid.
"Biarkan Ratu tahu ! toh lambat laun dia juga akan tahu ,Mah !"
__ADS_1
"Kita jalani saja seperti air mengalir ! jalani sesuai alurnya !" jawab Aditama.
"Baiklah !"
Kediaman Alan
Alan pulang dan memarkirkan mobilnya di garasi.
Menutup kembali pintu gerbang, dan masuk ke dalam rumah.
Tidak perlu mengetuk pintu , karena Alan membawa kunci cadangannya sendiri.
Alan membuka pintu kamar , terlihat istrinya sudah tertidur dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya.
Jika Zee bersikap demikian,ia yakin bahwa istrinya sedang marah.
Alan mengganti bajunya dengan piyama tidur, naik ke tempat tidur dan memeluk tubuh istrinya.
Karena tubuh merasa lelah dan letih , ia memilih langsung tidur dengan memeluk tubuh istrinya.
Zee menggeliat dari tidurnya ,ia bangkit namun perutnya terasa berat.
Ternyata tangan kekar suaminya , memeluknya dengan erat.
Dengan hati-hati Zee menyingkirkan tangan suaminya.
Zee beranjak dari tempat tidur,ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Ia sholat dua rakaat ,di akhiri dengan do'a.
Zee menoleh ke arah tempat tidur , sudah tidak ada suaminya di sana.
Mungkin sedang wudhu ,pikir Zee.
Alan keluar dari kamar mandi, memakai sarung dan kopiahnya.
Terlihat sangat tampan,Zee bergumam.
Alan melaksanakan kewajibannya sebagai muslim.
Selesai sholat ,Alan nampak mencari sosok istrinya.
Di kamar tidak ada , di kamar mandi pun kosong.
Alan turun ke lantai bawah , Alan lihat istrinya sedang beres-beres rumah.
"Mih ?" panggil Alan sambil memeluk pinggang Zee,Zee masih terdiam.
"Papih gak sengaja bentak Mamih !" sesal suaminya.
"Mih ? jawab dong, jangan diem aja !"
"Lalu Mamih harus ngomong apa ?" jawab Zee singkat.
"Mamih maafin Papih kan ?" tanya Alan lagi.
"Okey , Mamih maafin ! tapi katakan sama Mamih ! Papih tadi malam kemana saja ?"tanya Zee.
"Jujur Pih ! Mamih gak suka di bohongi !" ucap Zee penuh penekanan.
"Okey , nanti sore kita ke rumah Papa Roger !"
"Nanti Papih jelaskan di sana !"
"Kok ke rumah Papa ? emang ada apa di rumah Papa ?" tanya Zee.
"Sudahlah,Mi ! pokoknya nanti sore Mamih akan tahu semuanya !"
"Sekarang Papih mau masak nasi goreng seafood buat sarapan !"
"Mamih mau bantu ?"
"Ehm , baiklah!" setelah menyelesaikan pekerjaan rumahnya ,Zee membantu suaminya membuat nasi goreng.
Suaminya sangat cekatan membuat nasi goreng seafood , dari meracik bumbu sampai menumis bumbu hingga harum.
Lalu memasukkan dua jenis seafood seperti udang dan cumi-cumi, lalu di tambahkan potongan sosis ,bakso ikan dan terakhir telur ayam.
Aromanya menggugah selera,Alan letakkan nasi goreng seafood nya di satu piring besar dengan sedikit hiasan sayur,timun, tomat dan nugget ayam.
"Kok cuma satu piring,Pih ?"
"Buat Mamih mana ?" tanya Zee.
"Kita makan sama-sama, Sayang !"
"Biar mesra !"
"Ayo cicipi ! enak atau gak?"
__ADS_1
"Hem , menggugah selera banget,Pih !" Zee mencium aroma yang sangat sedap dari masakan suaminya .
"Ayo , kita makan ! biar Papih suapi !"
"Ish,Papih ! Papih pikir Mamih anak TK ! di suapin segala !" cibir istrinya.
"Yah ,gak apa-apa Mih ! menyenangkan hati istri termasuk pahala ,Mih !" jawab Alan.
"Ah ,Papih ! Mamih jadi malu ! Masa seorang istri kalah dengan suami !"
"Nanti pelan-pelan Mamih juga bisa memasak !"
"Yang penting Mamih mau belajar memasak saja Papih sudah senang !"
Selesai sarapan dan mandi mereka bersiap-siap untuk melakukan aktivitasnya seperti biasa.
Alan pergi ke kantor dan Zee pergi ke kampus.
Alan mengantarkan istrinya sampai depan gerbang kampus.
Tidak lupa Zee mencium punggung tangan suaminya , dan di balas Alan mencium kening istrinya.
Zee melangkahkan kakinya di kampus, dengan menenteng paper bag untuk di berikan kepada sahabatnya.
Zee lihat Echa sedang sibuk , sampai tidak menyadari kedatangan sahabatnya.
"Echa ?" tariak Zee tepat ditelinga Echa.
"Eh, monyong lo..... monyong..... monyong !"
"Sialan lo ,Zee ! ngagetin gue saja !" kesal Echa .
"Ha....ha.....ha !" tawa Zee.
"Ck,malah tertawa !" cibir Echa.
"Nih,gue bawain oleh-oleh dari Bali !" Zee menyerahkan paper bag untuk Echa.
"Wah, asyik ! dapet rejeki nomplok!" senang Echa.
"Lo lagi sibuk apa sih ?" tanya Zee.
"Nih ,gue lagi ngerjain tugas dari dosen killer !"
"Kalau gak selesai hari ini , katanya nilai gue mau di kurangi ! rese banget kan tuh Dosen!"
"Ha....ha....ha !"
"Sabar,Ca !"
Sekitar dua jam mereka mengikuti mata kuliah sampai selesai, merasa lapar mereka memutuskan ke kantin .
Echa memesan dua mangkok bakso , mereka menikmati makanannya dengan sangat lahap.
"Zee , gimana ? enak gak ?" tanya Echa di tengah makannya.
"Baksonya enak !" jawab Zee santai.
"Bukan! maksud gue bulan madunya ?"
"He....He....He ."
Zee membulatkan matanya sempurna.
"Lo mau tahu ?" goda Zee.
"He'eh ! gimana enak gak ?" Echa penasaran.
"Lo yakin mau tahu ?" goda Zee lagi.
"Iya ,Zee ! cerita dong gimana rasanya ?"
"Ayo dong Zee !"
"Ehm,mau tahu aja !"
"Ha.....ha.....ha !" bikin Echa memberengut sebal.
"Ih,Zee pelit amat sih ! kasih tahu gue dong !"
"Sorry ya,Ca ! nanti lo jadi kepengen ngerasain kalau gue ceritain !"
"Ha....ha....ha !" tawa Zee.
"Uh , dasar Zee pelit !" kesal Echa.
Hari ini suaminya tidak bisa menjemput karena ada meeting mendadak, terpaksa Zee ikut nebeng motor Echa , walaupun beda arah.
He....He....He.....
__ADS_1
to be continued.....