
Dret.... Dret.... Dret
Yuda berusaha menghubungi nomor Zee, namun tidak di hiraukan oleh Zee.
Zee merasa untuk saat ini belum ingin di ganggu.
"Sial! Angkat dong, Yang?" umpat Yuda.
"Aku benar-benar bodoh! tak seharusnya aku melakukan itu kepada,Zee! Zee pasti marah banget!" ucap Yuda merutuki kebodohannya sendiri.
Yuda melajukan motornya menuju rumah Zee.
Sekitar 20 menit, Yuda sampai di depan rumah Zee, Yuda di sambut ramah oleh security.
"Siang, Pak!" sapa Yuda.
"Oh, mas Yuda!"
"Mau ketemu sama, Non Zee?" tanya security.
"Iya nih ,Pak! Zee nya ada?" tanya Yuda.
"Ada! Silahkan masuk saja ke dalam!" security mempersilahkan Yuda masuk.
Tok...tok ..tok
Yuda mengetuk rumah Zee ,dan di buka oleh salah satu pelayan rumah itu.
"Oh,ada mas Yuda! pasti mau ketemu non Zee!" tanya pelayan itu.
"Iya nih ,Bi! Zee nya ada?"tanya Yuda.
"Ada! tunggu sebentar ya, bibi panggilkan non Zee nya!" ucap pelayan mempersilahkan Yuda duduk, Yuda yang di kenal akrab oleh keluarga Zee serta para pelayan di rumah itu, membuat Yuda di hormati di rumah itu.
"Permisi, Non! di bawah ada mas Yuda!" ucap pelayan.
"Sebenarnya aku malas bertemu dengannya, tapi, jika aku tidak menemuinya, Yuda tidak mau pulang!" Zee berdialog dengan dirinya sendiri.
"Non, Jangan melamun! Itu ada mas Yuda!"
"Oke, suruh menunggu sebentar!" pelayan menyampaikan pesan kepada Yuda.
__ADS_1
Tidak menunggu lama ,Zee turun ke lantai bawah.
Zee melihat ada Yuda duduk di ruang tamu.
"Ngapain kamu ke sini?" tanya Zee ketus.
"Yang, jangan galak-galak dong!"
"Kedatangan aku ke sini, ingin minta maaf! Maafkan aku,Yang!"
"Aku mabuk, sehingga aku ngelakuin itu dalam keadaan gak sadar, Yang! Aku menyesal, aku minta maaf, Yang!" jelas Yuda panjang lebar.
"Cukup, Yud! Aku gak mau dengar alasan kamu!"
"Aku merasa kamu tidak serius denganku,Yud!"
"Kamu hanya ingin bermain-main saja denganku! kalau kamu memang hanya ingin bermain-main, lebih baik kamu cari wanita lain! jangan jadikan aku sebagai salah satu koleksimu! aku wanita baik-baik, Yud!" marah Zee.
"Okey! Okey! Aku minta maaf! Aku salah! Aku akan melakukan apapun, asal kamu maafin aku!"
"Oke, kali ini aku maafin kamu! tapi lain kali kamu melakukan itu lagi, aku benar-benar tidak akan memaafkanmu lagi! dan lebih baik kita putus!" tegas Zee.
"Oke, Oke! Aku setuju, Yang!" Yuda nampak sumringah.
Yuda adalah putra dari pasangan Aditama Nalendra dan Astrid Xaquille. Salah satu pengusaha yang cukup terkenal di kalangan pembisnis. Karena kesibukan kedua orang tua, membuat Yuda salah dalam pergaulan.Yuda mengenal pergaulan bebas di usia remajanya hingga sekarang.
Kesalahannya dalam bergaul, membuat dia menjadi seorang laki-laki hiperseks. Banyak sekali wanita yang sudah ia pakai untuk memuaskan kebutuhan biologisnya. Bahkan dia berani membayar mahal seorang wanita untuk memuaskan hasrat seksualnya.
***JERMAN****
Di belahan negara yang lain, seorang pria dan wanita sedang duduk mengobrol.
"Sayang, ikutlah pulang ke Indonesia? Aku akan memperkenalkanmu dengan kedua orang tuaku!" ucapnya.
"Bukannya aku tidak mau, Sayang !"
"Aku masih memiliki kontrak kerja dua tahun lagi! Sebagai seorang model, aku harus profesional dalam bekerja!" jawabnya.
"Sayang, tolong mengertilah!"
"Tapi kau tahu,Sa! Umur ku sudah tidak muda lagi! Aku sudah matang untuk berumah tangga! Keluarga ku di Indonesia, mendesak ku untuk segera menikah! jika dalam tahun ini, aku masih belum menemukan tambatan hati, terpaksa merekalah yang akan mencarikan jodoh buatku!"
__ADS_1
"Semua teman-temanku sudah berkeluarga dan memiliki anak!" jelasnya panjang lebar.
"Sayang, jika memang kamu tidak sabar menungguku dua tahun lagi! aku akan mengizinkanmu untuk mencari yang lain! Aku ikhlas, Sayang!" jawabnya.
"Huft!" Alan menghela nafas panjang, dia merasa dalam hubungan ini hanya dia yang mencintainya saja.
"Baiklah kalau itu keputusanmu! Aku akan menghargainya!"
"Semoga pada saat kontrak kerja mu selesai, aku belum di miliki seseorang!"
"Terima kasih atas pengertiannya! Aku akan berusaha menjaga hatiku untukmu, Sayang!" Marsha menggenggam tangan kekasihnya dengan erat , diangguki oleh Alan.
Dia adalah Alan Putra Xaquille. Putra dari pasangan Harun Xaquille dan Sarah Xaquille.
Sedang menjalani bisnisnya sendiri di Jerman , sudah lima tahun lamanya Alan tinggal di Jerman. Papa dan mamanya meminta Alan untuk kembali ke Indonesia, karena sudah waktunya Alan mengambil alih Perusahaan papanya di Indonesia.
Kakaknya, Astrid Xaquille menolak untuk menjalankan Perusahaan papanya karena dia sudah memiliki usaha butik sendiri, butik yang sangat besar di Kota Jakarta.
Sedangkan suaminya, Aditama Nalendra seorang Pengusaha juga di bidang jasa transportasi, Perusahaannya tidak sebesar keluarga Xaquille, namun masih banyak peminatnya, apalagi transportasi sangatlah penting di kalangan masyarakat sekitar.
Alan menjalin hubungan dengan seorang model cantik, yang bekerja di salah satu agensi Jerman, Marsha namanya.
Berpawakan tinggi, langsing, kulitnya putih dan tentu saja cantik. Alan sangat beruntung bertemu dengan Marsha. Bukan hanya cantik,ia juga sangat pintar memasak. Jika ada waktu,dia akan datang ke Apartemen Alan untuk memasakkan makanan kesukaan Alan. Alan yang selalu di manjakan lidahnya dengan masakan buatan Marsha , membuat seorang Alan sangat mencintainya.
Namun karena pekerjaan Marsha yang tidak bisa di tangguhkan, membuat mereka harus berpisah. Alan harus pergi meninggalkan Jerman untuk pulang ke Indonesia.
Alan juga sudah mengajak kekasihnya untuk pulang bersamanya, namun Marsha menolak.
Sekarang Alan sedang dalam keadaan dilema , dimana dia harus membuang jauh perasaan cintanya. Alan yang memiliki pola pikir yang matang, memilih untuk menuruti keinginan kedua orang tuanya.
Tiket pesawat sudah ia kantongi, hari ini ia berencana untuk kembali ke Indonesia. Dengan langkah tergesa-gesa, ia berlari kecil melewati kerumunan orang menuju pesawat tujuan Indonesia.
Karena pertemuan dengan kekasihnya yang agak lama, membuat waktunya mepet ke Bandara.
"Ah, pas sekali waktunya!" Alan bernafas lega.
Seorang pramugari memberikan arahan, bahwa para penumpang harus menggunakan pengamannya. Pramugari juga memberikan informasi-informasi penting di dalam pesawat. Sekitar 16 jam perjalanan pesawat dari Jerman ke Indonesia.
Sementara menunggu waktu sampai ke Indonesia, Alan sedang memikirkan rencana selanjutnya apabila sudah berada di Indonesia.
Lama berfikir membuat matanya sangat berat , dan tanpa terasa matanya sudah menutup,ia tertidur di dalam pesawat, berada di alam mimpi bersama kekasihnya.
__ADS_1
to be continued.....