Om I Love You

Om I Love You
Episode 51


__ADS_3

Keesokan Paginya


Astrid dan Aditama pulang ke rumah setelah menghadiri acara pembukaan Perusahaan cabang di luar Kota, betapa terkejutnya Astrid melihat menantunya sedang mengerjakan pekerjaan Bi Ijah.


"Ratu,Apa yang kamu lakukan ?"


"Kenapa kamu bersih-bersih ? di sini kan sudah ada Bi Ijah ?" Astrid melihat Ratu mengepel lantai.


"Mama !" Ratu tersenyum simpul.


"Gak apa-apa kok ,Ma !"


"Dari pada Ratu bengong di rumah ! lebih baik Ratu bantu-bantu Bi Ijah !" jawab Ratu.


"Sudah hentikan !"


"Tapi kamu bukan pembantu di rumah ini ,Ratu !"


"Kamu ini menantu di rumah ini ! kamu juga sedang mengandung, Sayang !"


"Sudah hentikan pekerjaan berat ini !" Mama membantu Ratu berdiri.


Dari arah belakang ,tiba-tiba Yuda datang dengan memutar kursi rodanya.


"Yuda , sudah bilang Ma ! kalau pekerjaan Bi Ijah berat ! tapi Ratu tidak mau mendengarkan kata-kata Yuda ! Yuda bisa apa ?" sandiwara Yuda.


"Benarkah itu Ratu ?" tanya Papa.


"Harusnya kamu menuruti semua perkataan suami kamu !"


"Sekarang kamu itu sudah menjadi seorang istri ! harus dengerin kata-kata suami !" tegas Aditama.


Ratu melirik ke arah Yuda , namun Yuda memberikan kode kepada Ratu agar tidak mengatakan apa-apa kepada kedua orang tuanya.


"Iya ,Pa ! maafin Ratu !" Ratu hanya menunduk takut dengan ancaman Yuda.


"Sudah ! Sudah ! sekarang kamu istirahat !" Astrid menyuruh menantunya untuk istirahat.


"Iya ,Ma !" Ratu berlalu ke kamarnya.


"Papa juga akan istirahat ! badan Papa capek banget,Ma !"


"Ya sudah ! Papa istirahat saja !"


"Mama mau mengecek keadaan Ratu !"


"Baiklah,Ma !" Papa pun meninggalkan Astrid yang sedang berdiri di ruang tengah.


Astrid sempat curiga dengan penuturan Yuda , pasalnya Astrid lihat Ratu nampak ketakutan saat menatap manik putranya.


Tok ..tok ...tok


"Mama masuk ya ?" Astrid membuka pintu kamar putranya , di kamar ada Yuda yang sedang duduk di kursi rodanya.


Sedangkan Ratu baru keluar dari kamar mandi, matanya sembab , seperti baru saja menangis , menurut pikiran Astrid.


"Kamu kenapa, Sayang ?" tanya Astrid.


"Eh,,,,Ratu gak apa-apa kok ,Ma ?" jawab Ratu tergagap.


"Kenapa mata kamu sembab ?"


"Apakah kamu habis menangis ?" tanya Mama heran.


"Ti......ti......tidak kok ,Ma !"


"Mata Ratu perih kena sabun ! tadi Ratu mencuci tangan,eh ,sabunnya kena mata !" jawab Ratu.


"Maaf yah,Ma ! Ratu sudah bohong !"batin Ratu.


"Oh, kirain Mama ,Yuda sudah menyakiti kamu !"


"Awas saja kalau anak itu menyakiti kamu !"ancam Mama kepada Yuda.


Astrid tahu betul sifat putranya ,jika dia sudah tidak suka dengan seseorang maka putranya tidak segan-segan akan menyakiti orang tersebut.

__ADS_1


Apalagi melihat tatapan putranya kepada Ratu , tatapan tidak suka dan kebencian.


Astrid bisa mengerti dan memahami situasinya , karena bagaimanapun Ratu lah yang membuat Yuda jadi seperti ini.


Akan tetapi sekarang Ratu sedang mengandung anak Yuda , itu berarti Ratu sedang mengandung calon cucunya.


Ting tong......


Suara bel pintu , berbunyi.


Pertanda ada seseorang yang bertamu ke rumah ini.


Bi Ijah membukakan pintu , ternyata orang tua Ratu yang datang berkunjung.


"Assalamualaikum ?"


"Walaikumsalam !" jawab Bi Ijah.


"Bapak dan ibu mencari siapa ?" tanya Bi Ijah belum tahu itu adalah orang tua Nyonya muda rumah ini.


"Kami orang tua Ratu !" jawab Papa.


"Oh , Bapak dan ibu orang tua dari Nyonya muda !"


"Silahkan masuk !" Bi Ijah mempersilahkan orang tua majikannya duduk di ruang tamu.


"Silahkan duduk Bapak dan Ibu !"


"Saya panggilkan Nyonya dulu !"


Bi Ijah masuk memberitahukan kedatangan tamu kepada Astrid dan Ratu.


Ratu sangat senang karena yang datang adalah kedua orang tuanya.


Ratu keluar dengan mendorong kursi roda suaminya,di susul oleh Mama Astrid berjalan di belakangnya.


"Papa ?"


"Mama ?" panggil Ratu.


Mama langsung memeluk putri kandungnya dengan sayang.


"Mama kangen banget,Nak ?" Mama memeluk Ratu dengan erat .


"Kamu sehat, Sayang ?"


"Kenapa kamu kelihatan pucat ?" tanya Mama.


"Masa sih,Ma ?" Ratu melirik ke arah suaminya, kemudian beralih ke arah mertuanya.


Tidak mungkin Ratu jujur di hadapan mereka.


"Mungkin karena Ratu muntah-muntah terus,Ma !"


"Makanya muka Ratu pucat !"


"Aduh , Sayang !"


"Kasihan sekali kamu ,Nak !"


"Memang beginilah rasanya orang hamil !" jawab Mama.


"Dulu waktu Mama hamil kamu saja begitu !"


"Selama 4 bulan ,Mama muntah-muntah terus !" cerewet Mama Nola.


"Iya ,Bu Nola ! dulu pun saya begitu saat hamil Yuda !"


"Malah justru lebih parah ! gak mau makan selama 4 bulan !" cerita Astrid.


"Tapi kamu sehat kan , Sayang ?" tanya Mama Nola.


"Iya ,Ma ! Mama tenang saja !"


"Ratu sehat kok, orang-orang di rumah ini menjaga Ratu dengan sangat baik ,Ma !"

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau begitu !"


"Mama jadi tenang , Sayang !"


"Mama mu ini terlalu khawatir,Ratu ?" ucap Papa.


"Iya jelas dong,Pah !"


"Karena Ratu kan baru pertama kali berumah tangga ! Mama cuma takut,Ratu tidak terbiasa dengan tugasnya sebagai istri ,Pa !"


"Ah, ibu Nola bisa saja ! Ratu anak yang sangat baik kok !"


"Saya yakin,dia bisa menjadi istri yang baik untuk Yuda !" jawab Astrid.


"Oya, Ibu Astrid ini saya bawakan buah tangan untuk sekeluarga ! mohon di terima ya ,Bu !" Mama Nola memberikan oleh-oleh untuk keluarga Nalendra.


"Jadi merepotkan ini ,Bu !"


"Padahal kalau Bapak dan ibu datang kesini saja, saya sudah sangat senang !"


"Tidak usah membawa apa-apa !"


"Ha....ha.....ha !" tawa semuanya.


"Ngomong-ngomong ,Pak Aditama dimana yah ?" tanya Papa Roger.


"Oh , suami saya baru saja istirahat !"


"Karena kami baru saja pulang dari luar kota!"


"Kalau Bapak ada perlu,biar saya bangunkan beliau !"


"Tidak, tidak usah Bu !"


"Kasihan juga kalau harus di ganggu ! beliau pasti sangat lelah !"


"Terima kasih atas pengertian Bapak !"


"Yuda ? bagaimana kabarmu ?" tanya Papa , melirik ke arah Yuda.


"Baik ,Pa !" jawab Yuda singkat.


Cukup lama Papa dan Mama berkunjung ke rumah Keluarga Nalendra.


Setelah rasa kangen Mama terobati dengan bertemu dengan putri kandungnya , akhirnya Mama memutuskan untuk pulang.


Mereka berpamitan dengan keluarga Nalendra,Ratu mengantarkan kedua orang tuanya sampai depan pintu.


Sampai mobil yang ditumpangi Papa dan Mama menghilang dari pandangan mata ,Ratu pun masuk ke dalam rumah.


"Sayang, sekarang kamu harus banyak istirahat ?"


"Tidak boleh capek-capek !"


"Kamu harus menjaga kandungan mu dengan baik !"


"Ingat nasehat Papa dan Mama kamu kan ?"


"Iya ,Ma !"


"Terima kasih banyak,Ma !"


"Mama mau menyayangi Ratu seperti anak kandung Mama sendiri !"


"Tentu saja, Sayang !"


"Kamu juga kan anak Mama !"


"Tentu saja Mama menyayangi kamu seperti Mama menyayangi Yuda !"


"Kamu harus jaga cucu Mama dengan baik ya , Sayang ?"


"Iya ,Ma !" ucap Ratu sambil mengusap-usap perutnya.


Ratu bisa bernafas dengan lega, pasalnya masih ada Mama yang menyayangi dirinya di rumah ini.

__ADS_1


Meskipun suaminya tidak bisa berlaku selayaknya seorang suami , akan tetapi mertuanya bisa sangat menyayangi Ratu seperti anak kandungnya sendiri.


to be continued......


__ADS_2