
Seorang wanita cantik, berkulit putih , rambut pirang panjang ,dan tubuh tinggi semampai.
Keluar dari Bandara Soekarno-Hatta dengan dua bodyguard di samping kanan kirinya,di belakangnya masih ada asisten pribadinya membawa koper besar , milik sang wanita.
"Betty , kita langsung ke hotel !" ucapnya kepada asisten pribadinya.
"Baik ,Nona !" jawab Betty.
Mobil yang menjemput mereka sudah tiba ,dan melaju kencang membelah kota Jakarta yang padat kendaraan.
Hingga mereka tiba di sebuah hotel berbintang yang sangat mewah khusus untuk wisatawan asing dari luar negeri.
Wanita tersebut disambut hangat oleh pihak agensi top model dan pemilik hotel mewah tersebut.
"Nona Marsha ?" sapa Hendrawan , seorang kepala agensi top model.
"Selamat datang di Indonesia !" Hendra mencium pipi kiri dan kanan Marsha.
Wanita itu adalah Marsha , seorang model cantik yang memiliki darah keturunan Indonesia dan Jerman.
Menjadi seorang model di Jerman , karena memang ia tinggal di Jerman.
Marsha Zein adalah adik kandung Anna Zein , ibu kandung Zee.
"Thank you, Mr. Hendrawan !" mereka memasuki hotel elit itu.
"Bagaimana perjalanannya ?"
"Apakah lancar ?"
"very smooth !" jawab Marsha.
"Kami dari agensi WYMM sudah mempersiapkan kamar nomer satu di hotel ini !"
"Silahkan Nona Marsha istirahat terlebih dahulu !"
"Baiklah , terima kasih !"
"I'm really tired !"
"Baiklah, silahkan istirahat !"
"Nanti saya akan kembali lagi !" mereka berpisah , karena Marsha butuh istirahat sebentar.
Marsha di antarkan oleh petugas hotel menuju kamar VVIP di hotel tersebut.
Sebelah kamar Marsha adalah kamar asistennya.
Sejenak Marsha merebahkan tubuhnya di kasur yang sangat empuk.
Matanya menerawang jauh , senyum-senyum sendiri sambil melamun kan sesuatu.
"Mas Alan ! Aku merindukanmu !"
"Aku sangat merindukanmu !"
"Apakah kau juga merindukan ku ?"Marsha berdialog dengan dirinya sendiri , hingga lama-kelamaan ia merasakan sangat mengantuk, Marsha pun tertidur sudah berada di alam mimpi.
Pukul 12.00 malam
Sudah larut malam,Alan belum bisa memejamkan matanya.
Alan terus saja memikirkan istrinya , biasanya kalau mau tidur ada yang menemaninya tidur,ia akan memeluk tubuh istrinya dan mencium rambut istrinya yang wangi.
Sekarang Alan tidur sendiri , hanya bisa memeluk bantal guling disampingnya.
"Huft ,aku tidak bisa tidur !"
"Biasanya ada Mamih ! Aku benar-benar merindukannya !"
"Mamih sedang apa yah ?" Alan berdialog sendiri.
"Apa aku video call saja ?" Alan pun memutuskan untuk membuat panggilan Video dengan istrinya.
Dret....dret.....dret
Ternyata istrinya sama belum bisa memejamkan matanya.
"Assalamualaikum ?"
"Walaikumsalam !" jawab Zee sambil tiduran.
"Pih , lagi ngapain ?"
"Mamih kangen ! Mamih gak bisa tidur,Pih !" Alan tersenyum, ternyata bukan hanya dirinya yang tidak bisa tidur.
Alan juga masih tetap terjaga , karena terus memikirkan istrinya.
"Sama ,Mih !"
"Papih juga belum bisa memejamkan mata !"
__ADS_1
"Papih juga kangen banget sama Mamih !"
"Pih ?"
"Papih besok kerja gak ?" tanya Zee.
"Iya dong Mih ! Papih besok kerja kok !"
"Papih harus rajin bekerja ! kan untuk Mamih juga uangnya !"
"Kita harus rajin menabung juga , Sayang !"
"Buat masa depan kita dan anak-anak kita kelak !"
"Iya ,Pih !"
"Oya ,Pih ! rencananya kamar di sebelah kita , akan Mamih jadikan kamar untuk baby kita ! Mamih akan suruh orang membuat pintu penghubung dengan kamar tidur kita !"
"Menurut Papih , Bagaimana ?"
"Papih setuju-setuju saja !"
"Yang penting Mamih senang dan baby-nya nyaman !"
"Apa perlu kita membeli rumah yang lebih besar lagi ,Mih ?"
"Buat apa Pih ?"
"Rumah kita juga sudah cukup besar ! dan sangat nyaman lingkungannya !"
"Mamih sudah sangat cocok dengan rumah kita yang sekarang !"
"Oh, begitu !"
"Kalau kita ingin rumah lebih besar, kenapa tidak tinggal saja dengan Mama ? disana rumahnya juga sangat besar !"
"Ehm, Baiklah kalau kemauan Mamih begitu !"
"Hoam !" Zee menguap , tandanya istrinya sudah mulai mengantuk.
"Ngantuk yah ?"
"Ya sudah ,sana tidur !"
"Jangan lupa sholat isya ya ?"
"Mamih sudah sholat isya,Pih !"
"Papih jangan kesiangan besok ?"
"I love you,Pih !"
"I Love you too,my wife !"
"Muuuuuuuuaaaaaaaccccchhhhhh !"
Tut....Tut......Tut.......
Panggilan pun terputus, setelah menelfon istrinya barulah Alan bisa memejamkan matanya.
Keesokan paginya
Alan sudah siap dengan pakaian kerjanya , sekarang ia akan berangkat tanpa sarapan terlebih dahulu.
Hari ini ia memilih sarapan di kantornya , karena di rumah tidak ada yang menemaninya sarapan , hingga Alan malas untuk mengisi perutnya.
Ting.....
Satu notifikasi masuk ke ponselnya , pesan dari Zee.
Ternyata Zee mengingatkan suaminya untuk sarapan , ternyata Zee masih sangat perhatian kepada dirinya.
Alan tersenyum senang , mendapatkan perhatian kecil dari istrinya.
Dret.....Dret......Dret
"Assalamualaikum,Pih ?" sapa istrinya di pagi hari, saat Alan berjalan menuju ke kantor.
"Walaikumsalam ,Mih !"
"Papih sudah sarapan ?" tanya Zee agak cemas.
"Belum ,Mih !"
"Nih Papih baru sampai di kantor !" ucap Alan masuk ke kantornya.
"Jadi Papih gak sarapan dulu pas mau ke kantor ?"
"Gak ,Mih ! malas !" jawabnya santai.
"Kok malas ?" cerewet Zee.
__ADS_1
"Habisnya gak ada yang menemani sarapan !"
"Biasanya kan Mamih yang menemani ! sekarang Papih sendirian !" cemberut Alan.
"Jangan gitu dong ,Pih !"
"Mamih jadi gak tenang nih ?" Alan tersenyum senang , karena Zee sangat mengkhawatirkannya.
"Jangan khawatir,Mih !"
"Tadi Papih sudah pesan bubur ayam sama OB ! sebentar lagi pasti diantar ! nanti Papih sarapan !" jawab suaminya membuat hati Zee tenang .
"Ya sudah kalau begitu !"
"Sudah dulu ya ,Pih ! Mamih juga mau sarapan !"
"I Love you,Pih !"
"I Love you, Sayang !"
Setelah sarapan Alan langsung pergi keluar kantor, karena hari ini ia ada jadwal meeting dengan Perusahaan lain di sebuah cafe.
Mobil melaju meninggalkan Perusahaan menuju sebuah Cafe yang ditunjuk untuk pertemuan Meeting.
Sebelum pertemuan dengan agensi top model ,Marsha menyempatkan diri datang ke Perusahaan tempat Alan bekerja.
Ia masih hafal betul nama Perusahaan besar milik Alan.
Walaupun tidak tahu tempatnya,ia sempat bertanya kepada sopir alamat Perusahaan tempat Alan bekerja.
Dan untungnya Pak Sopir tahu alamat Perusahaan milik keluarga Xaquille.
Siapa sih yang gak tahu Perusahaan Xaquille ?
Marsha melangkahkan kakinya masuk ke Perusahaan.
Ia bertanya kepada bagian resepsionis , bahwa ia ingin bertemu dengan CEO Perusahaan ini.
Namun sangat disayangkan, bahwa Ceo-nya ada pertemuan penting di luar.
Hingga terpaksa Marsha harus kembali dengan tangan kosong.
Akhirnya mobil yang ditumpangi Marsha , langsung menuju kantor agensi top model.
Di sana Marsha disambut dengan hormat oleh karyawan di sana.
Karena memang Marsha adalah model Internasional ,dan namanya sudah tidak asing lagi bagi para model junior.
Di sana Marsha sebagai tamu ,dan memberikan pengarahan dan bimbingan kepada model-model junior.
Setelah membagikan sedikit pengalamannya , Marsha juga ada jadwal penting wawancara di sebuah stasiun televisi swasta.
Di sana Marsha juga disambut baik oleh orang-orang studio.
Di depan kamera Marsha diwawancarai sebagai narasumber .
Sebagai model profesional ,ia sudah biasa berhadapan dengan kamera, tidak ada rasa grogi ataupun canggung.
Semua pertanyaan dari pewawancara di jawabnya dengan sangat baik.
Hingga yang mendengarkan merasa kagum , dan memberikan tepuk tangan sebagai bentuk kekagumannya.
Selesai wawancara ,ia juga teringat kalau dirinya memiliki keponakan, putri dari kakak kandungnya.
Ia juga sangat merindukan keponakannya tersebut.
Mobil Marsha berjalan menuju rumah Zee, rumah keluarga Aghar.
Tidak membutuhkan waktu yang lama , mobil Marsha sudah sampai di pekarangan rumah dengan gaya modern tersebut.
Rumah yang cukup besar, yang dulu pernah ditinggali oleh kakak kandungnya.
Rumah yang dulu juga, pernah menjadi tempatnya bernaung, saat ia bersekolah di Indonesia.
Tok.....tok.....tok...
Lama Marsha menunggu.
Tok....tok.....tok
Hingga mengetuknya kembali.
CEKREEK....
"Mas Roger ?" kebetulan Papa Roger yang membuka.
"Masih mengingat ku ?"
"Kau ?" Papa Roger tampak mengingat-ingat gadis cantik dengan rambut pirang yang sekarang berdiri di depan pintu rumahnya.
to be continued...................
__ADS_1