
Setelah selesai makan malam,Zee membantu Mama membereskan meja makan, tentu dengan di bantu ART Mama.
Zee lihat suaminya sedang ngobrol serius dengan Papa, entah apa yang di obrolkan keduanya.
"Pah , Apakah sudah ada kabar dari Kak Astrid tentang Yuda ?" tanya Alan tiba-tiba.
"Belum ,Nak !"
"Astrid belum memberikan kabar apapun !"
"Ada apa ,Lan ?" tanya Papa.
"Pah ,Yuda sudah menghamili seorang wanita !" cerita Alan.
"Apa ?" Papa terkejut.
"Dan lebih parahnya , wanita yang dihamili Yuda adalah saudara tiri Zee !"
"Bagaimana bisa ?" Papa bingung, Alan pun menceritakan kejadiannya dari awal sampai akhir.
Membuat Papa Harun tidak percaya dengan apa yang di lakukan cucu kesayangannya.
"Alan mohon ! jangan ceritakan masalah ini dulu sama Zee !"
"Zee belum tahu ?" tanya Papa.
"Belum ,Pah !"
"Alan tidak tahu reaksi Zee , setelah mengetahui ini semua !"
"Alan takut,Pah ! perasaan Zee akan berubah ke Alan !"
"Alan menyadari ! pernikahan Alan dengan Zee adalah suatu kesalahan semata !"
"Tetapi seiring berjalannya waktu , perasaan ini tumbuh dengan sendirinya ! Alan sangat mencintai Zee ,Pah !" sedih Alan.
"Nak , percayalah ! kalian di pertemukan oleh takdir !"
"Apakah kau tidak menyadarinya ?"
"Sesuatu yang sudah di gariskan dan di tetapkan oleh yang Maha Kuasa , tidak akan bisa di rubah oleh kekuatan apapun ! sekalipun itu manusia !"
"Sampai menangis darah pun , kalau ketetapan Alloh mutlak , tidak akan merubah apapun !"
"Kamu harus percaya dan ingat ,Nak !"
"Alloh itu Maha membolak-balikkan hati manusia !" nasehat Papa sangat bijaksana , membuat Alan terkesiap.
"Astaghfirullah ! Kenapa Alan bisa meragukan takdir Alloh ?"
"Harusnya Alan mempercayainya !"
"Papa benar ! ketetapan Alloh tidak ada yang bisa merubahnya !"
"Pertemuan Alan dan Zee sudah menjadi salah satu tanda bahwa Zee adalah jodoh Alan !"
"Sekarang kami di ikat oleh tali suci pernikahan ! itu tandanya, semuanya adalah takdir ! benar kan ,Pah ?" Papa manggut-manggut , putranya paham maksud dari perkataan Papahnya.
Lumayan lama mereka mengobrol, sehingga tidak merasakan ada sepasang mata dan telinga mendengar pembicaraan mereka.
Kediaman Nalendra
Sudah sekitar tiga Minggu lebih atau setara dengan usia pernikahan Alan dan Zee , Yuda di rawat di Rumah Sakit ini.
Hari ini Yuda sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah.
Setelah membayar semua biaya administrasi Rumah Sakit , Papa dan Mamanya membawa Yuda pulang ke rumah.
__ADS_1
Yuda duduk di kursi roda di dorong oleh Papanya masuk ke dalam rumah.
Para pelayan menyambut kedatangan majikannya dengan menundukkan kepalanya, tanda hormat mereka.
Aditama mendorong kursi roda putranya, masuk ke kamar Yuda.
Sekarang ada sedikit perubahan untuk kamar putranya.
Aditama sengaja memindahkan kamar putranya ke lantai satu rumah ini, sekaligus dengan barang-barang kesayangan Yuda.
Aditama dan Astrid membantu Yuda untuk beralih ke tempat tidur.
"Ma, bisakah sekarang Yuda menghubungi Zee ?" tanya Yuda.
"Jangan sekarang ya , Sayang !"
"Kamu baru pulang dari Rumah Sakit ! kamu harus banyak-banyak istirahat !" ucap Astrid kepada anaknya.
"Tapi ,Ma ! Yuda benar-benar merindukan Zee !"
"Iya , Sayang ! mama mengerti !"
"Tapi Mama mohon,kamu istirahat dulu sekarang !"
"Kamu baru pulang dari Rumah Sakit !"
"Dan ini masih jam kuliah ! pasti Zee juga sedang kuliah !" jawab Mama , supaya Yuda menurut kali ini.
"Baiklah !" Yuda menurut.
"Sekarang, Istirahatlah !"
"Mama akan memasakkan makanan kesukaan mu !"
"Mama yakin , pasti kamu kangen kan dengan masakan Mama ?"
"Yuda kangen sekali !"
"Baiklah, sekarang kamu istirahat dulu !" ucap Mama sambil menyelimuti putra kesayangannya.
Papa dan Mama pun keluar dari kamar Yuda , dengan hati-hati Astrid menutup pintu kamar putranya.
"Mah ,Papa harus kembali ke kantor !"
"Satu Minggu menemani Yuda di Rumah Sakit , pekerjaan Papa jadi terbengkalai !" pamit Papa.
"Baiklah,Pa !"
"Tapi nanti siang,Papa makan di rumah kan ?" tanya Astrid.
"Sepertinya gak deh ,Mah !"
"Papa makan di luar saja ! pekerjaan Papa sangat banyak,Ma !" jawab Aditama.
"Baiklah, tapi ingat ya Pah ! jangan telat makan !" pesan Mama.
"Iya , Sayang !" setelah mencium istri tercintanya , Aditama meninggalkan rumah menaiki mobilnya menuju kantor.
Hari ini Astrid sibuk dengan dapurnya , ia ingin memasak makanan kesukaan putranya.
Sudah terlalu lama,ia tidak pernah memasak.
Sibuk dengan butiknya , Astrid jadi jarang memasak.
Terakhir kali ia memasak , saat Yuda masih SMA.
Itupun saat Astrid menjadi ibu rumah tangga biasa.
__ADS_1
Sekarang ia memiliki butik yang cukup ternama di kota Jakarta.
Karena kesibukannya itu,Yuda sekarang jarang mendapatkan perhatian orang tua.
Yuda di tinggal sendiri di rumah sehingga merasa kesepian.
Hingga akhirnya ia salah dalam pergaulan.
Bersama teman-temannya ia belajar mengenai ****, sampai terjun sendiri ingin mencoba sesuatu yang menurutnya hal baru dalam hidupnya.
Sekali mencoba ,Yuda merasa ketagihan dan mencobanya lagi.
Menginjak ke perguruan tinggi , hormon seksualitasnya semakin tinggi, membuat ia harus mendapatkan keinginannya untuk melepaskan hasrat seksualnya.
Hingga suatu hari ia meminta kepada kedua orangtuanya , agar di belikan sebuah Apartemen.
Di situlah seorang Yuda menjadi pecandu **** atau sering kita sebut hiperseks.
Di Apartemen itulah , Yuda sering melakukan hubungan terlarang dengan kekasihnya atau pun wanita yang sengaja ia bayar untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.
Sering sekali ia bergonta-ganti pasangan , namun untuk masalah kesehatan dalam berhubungan intim ia prioritaskan nomor satu.
Sampai Yuda di pertemukan dengan seorang Zee , yang saat itu sebagai adik kelasnya.
Zee adalah wanita satu-satunya yang diperlakukan istimewa oleh Yuda .
Kebaikan Yuda dan perhatian-perhatiannya membuat seorang Zee luluh , sejak saat itulah yuda berkomitmen ingin berubah.
Hampir satu tahun lamanya mereka berpacaran tanpa melakukan apa-apa membuat seorang Yuda bosan.
Komitmen Yuda yang ingin berubah demi kekasihnya harus ia singkirkan, kenyataan bahwa dirinya butuh pelepasan hormon seksualnya.
Zee yang berkali-kali menolak untuk melakukan hubungan terlarang itu , membuat Yuda harus berselingkuh dengan wanita lain.
Sikap keras kepala Zee membuat Yuda merasa di rendahkan, sehingga Yuda nekat memp*********sa kekasihnya.
Kini penyesalan tinggallah penyesalan , Yuda harus di hadapkan dengan kenyataan pahit , kenyataan bahwa ia lumpuh secara permanen.
Yuda menyesali perbuatannya , mungkin ini adalah sebuah karma.
Ia ingin meminta maaf kepada kekasih hatinya.
Yuda berusaha menggapai apa saja , untuk mengambil kursi rodanya.
Setelah Yuda berhasil duduk di kursi rodanya, Ia berjalan keluar mencari telepon untuk menghubungi Zee.
Di ruang keluarga Yuda melihat Mamanya sedang mengobrol dengan Bi Ijah , pembantu di rumahnya .
Bi Ijah sudah seperti keluarga bagi Astrid, keluh kesahnya ia utarakan ke Bi Ijah.
"Bagaimana saya menyampaikan kepada Yuda , akibat kecelakaan itu ,Yuda mengalami gangguan seksualitas ?"
"Maksud Nyonya ?" Bi Ijah tidak mengerti.
"Iya ,Bi ! sebagai seorang laki-laki ,Yuda mengalami Impoten permanen !" jawab Astrid malu-malu.
"Itu di sebut dengan Disfungsi ereksi ,Bi !"
"Jadi tidak akan ada penerus keluarga Nalendra ,Bi !"
"Siapa yang mau menikah dengan pria Impoten ?"
"Hiks....hiks....hiks !" tangis Astrid.
PRANGGGGGGG....
Suara benda jatuh.......
__ADS_1
To be continued.........