
Perusahaan Xaquille
Alan mendapatkan informasi dari sekertaris sekaligus merangkap asistennya bahwa hasil rapat dengan relasi bisnis ,Alan harus ke Bandung untuk menandatangani kontrak kerjasama dengan Perusahaan tersebut.
Pertemuan yang diadakan di hotel XXX adalah pertemuan yang sangat penting untuk kemajuan Perusahaannya.
Alan bergegas pulang ke rumah, menjemput istrinya dari kampus dan berkemas-kemas ke Bandung.
Karena besok adalah week end ,kali ini ia berencana ingin mengajak istrinya untuk mengikuti perjalanan bisnisnya ke Bandung.
Alan sudah menunggu di depan kampus, sambil mendial nomor istrinya ,Alan mengirimkan pesan bahwa dirinya sudah menunggu di depan pintu masuk kampus.
Zee menghampiri mobil suaminya sambil berlari-lari kecil, mengetuk kaca jendela suaminya.
"Pih , tumben ? jemput Mamih cepat banget !" ucap Zee.
"Besok kan week end,Mamih libur ! Papih ingin mengajak Mamih ke Bandung !" ujar Alan.
"Cepat, Naiklah !" suruh Alan.
"Bandung ?"
"Untuk apa ,Pih ?" tanya Zee masuk ke mobil suaminya.
"Papih ada sedikit pekerjaan di sana !"
"Mamih mau kan menemani Papih selama di Bandung ? sambil kita jalan-jalan di sana,Mih?"
"Yah mau dong ,Pih ?"
"Memang kita berangkat kapan ,Pih ?" tanya Zee.
"Sekarang !"
"Supaya dua malam kita di sana , kita bisa menikmati keindahan kota Bandung !" ujar Alan lagi.
"Oh, begitu !"
Mobil Alan pun sampai di depan rumah, Zee memasuki rumah dan mempersiapkan satu koper kecil untuk membawa bajunya dan baju suaminya.
Tidak terlalu banyak yang Zee bawa , karena mereka akan berada di sana selama dua hari saja.
Zee lihat suaminya sudah mandi dan sudah siap ,Zee pun juga mandi dan bersih-bersih.
Semuanya sudah siap , koper sudah dinaikkan di bagasi mobil.
Selesai sholat ashar mereka berangkat.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju Bandung.
"Pih , nanti kita menginap di mana ?" tanya Zee.
"Nanti kita cari hotel saja ,Mih !" jawab Alan.
Selama 3 jam perjalanan dari kota Jakarta ke Bandung ,Zee tidak berhenti membeo.
Ada saja yang ia ceritakan , membuat Alan terhibur dengan ocehan istrinya.
Lelah bercerita ini dan itu , Alan tengok istrinya sudah terlelap tidur sambil mulutnya menganga, membuat Alan tersenyum geli.
Alan merasa lelah mengendarai mobilnya ,ia menghentikan mobilnya di sebuah cafe untuk membeli kopi.
__ADS_1
Alan pesan dua Coffe latte dan brownies keju untuk istrinya.
Zee terbangun dari tidurnya, ia mencari keberadaan suaminya.
Perutnya terasa lapar dan juga haus .
"Papih kemana sih ?" tanya Zee sambil celingukan.
Tidak jauh dari mobil Zee yang terparkir ,Zee melihat seorang wanita paruh baya penjual makanan keliling sedang dipalak oleh dua orang preman.
Sang wanita tidak mau menyerahkan hasil penjualannya, karena uangnya akan ia putar kembali untuk berdagang besok.
Wanita paruh baya itu memohon sambil menangis , namun sang preman tidak memperdulikannya.
Saat sang ibu berlutut memohon untuk dikembalikan dompetnya yang berisi uang.
"Tolong kembalikan uang saya !"
"Itu untuk modal besok pagi !"
"Hiks....hiks ...hiks !" tangis wanita itu.
"Sudah ikhlaskan saja ! ibu bisa cari lagi !"
"Ha.....ha....ha !" tawanya membuat Zee geram.
Sudah lama Zee tidak menghajar orang, tangannya sudah gatal ingin meminta mangsa.
Zee turun dari mobil dan menghampiri mereka.
"Dasar tidak punya adab ! tega-teganya kalian permainkan orang tua !" teriak Zee membuat dua orang preman itu menoleh ke sumber suara.
"Sini biar akang temani !" ucap salah seorang preman, yang mendekat ke arah Zee hendak berlaku kurang ajar.
Dengan sigap dan gesit Zee memelintir tangan preman itu,ia tendang bagian inti laki-laki membuat sang preman meringis kesakitan.
"Breng********k !" ucapnya sambil memegang benda keramat miliknya.
Satu preman lagi menelan ludahnya sendiri, ikut merasakan kesakitan yang dialami temannya.
"Rasakan itu !" jawab Zee, preman yang satu merasa tidak terima ,dia pun hendak akan memberikan satu bogeman kepada Zee, namun sudah ditangkis oleh Alan.
"Berani kau memukul istri ku ! Aku habisi kau !" Alan menghajar preman itu sampai babak belur.
Merasa ketakutan, kedua preman itu lari terbirit-birit.
Zee menyerahkan dompet ibu itu, sebelum menyerahkannya Zee menambahkan beberapa lembar uang seratus ribuan ke dompet ibu itu.
"Ibu ,ini dompetnya ?"
"Matur nuhun,Neng geulis !"
"Semoga Neng selalu bahagia ! rezekinya gampang ! panjang umur ! tambah cantik ! dan mendapatkan jodoh yang terbaik dan ganteng !" do'a ibu itu , membuat Alan mengernyitkan alisnya.
"Terima kasih !" ucap Zee sambil tersenyum , pasalnya saat menoleh ke arah suaminya , suaminya sedang cemberut saat si ibu mendo'akan dirinya segera mendapatkan jodoh yang terbaik dan ganteng.
"Saya sudah bersuami,Bu !"
"Itu suami saya !" tunjuk Zee kepada suaminya.
"He....He.....He ! maaf !"
__ADS_1
"Saya kira Neng masih gadis ! habisnya masih muda banget !"
"Maaf ya ,Den !"
"Ehm, Baiklah Bu ! Saya permisi dulu ! saya dan suami akan melanjutkan perjalanan kami lagi !"
Zee menggandeng tangan suaminya menuju mobil, sampai di mobil Zee lihat suaminya masih cemberut.
"Papih kemana sih ? Mamih cariin !"
"Tadi Papih beli ini buat Mamih !" Alan menyerahkan kopi dan cemilan untuk istrinya.
"Wow ,enak nih !" Zee meminum kopinya dan memakan brownies keju kesukaan Zee.
"Pih ? jangan cemberut terus dong ! nanti gantengnya hilang !" ledek Zee.
"Habisnya , Papih kesal ! masa ibu itu do'akan Mamih mendapat jodoh yang baik dan ganteng ! padahal Papih kurang apa coba ?"
"Sudah ganteng,kaya,baik dan perhatian sama istri lagi !"
"Gimana kalau do'a tuh ibu dikabulkan sama Alloh ?" manyun Alan.
"Ha....ha....ha !" tawa Zee terbahak-bahak.
"Ya Ampun,Pih ! jangan ditanggapi omongan ibu itu !"
"Awalnya si ibu juga gak tahu ,Pih !"
"Sudah yah , jangan manyun lagi !" Zee mencium bibir suaminya agar mau tersenyum lagi, namun suaminya mengambil kesempatan dengan ******* habis bibir rasa cherry itu.
"Ish ,Papih ini mengambil kesempatan !" bibir Zee jadi bengkak akibat ciuman panas suaminya.
"Ha....ha....ha !" Alan kembali tertawa.
Alan kembali melanjutkan perjalanannya , masih satu jam lagi mereka sampai di Bandung.
Tepat didepan Restaurant , mereka istirahat sejenak untuk mengisi perutnya.
Alan memesan makanan dan minuman ,guna pengganjal perut.
Zee makan dengan sangat lahap, akibat dari perkelahian tadi membuat tenaga Zee habis terkuras.
Biasanya Zee lebih kuat dari biasanya, entah akhir-akhir ini dirinya cepat lelah dan letih.
"Apakah ada yang salah dengan tubuh ku ?" gumam Zee, sambil memegang kepalanya.
"Tidak panas !" Alan yang melihat tingkah aneh istrinya ,jadi penasaran dengan apa yang dilakukan istrinya.
"Ada apa,Mih ?" tanya Alan.
"Tidak ada apa-apa,Pih !"
"Mamih lapar sekali,Pih ! gara-gara dua preman itu , tenaga Mamih terkuras habis !" jawab Zee .
"Mih , lain kali berhentilah berkelahi ! Papih sangat khawatir sama Mamih !" ucap Alan.
"Yah gimana lagi,Pih ! Mamih gak tega mereka berlaku kasar kepada orang tua !"
"Jadi mereka harus diberi pelajaran !" jawab Zee santai, membuat suaminya geleng-geleng kepala namun sangat bangga dengan sikap istrinya yang suka menolong.
to be continued.....
__ADS_1