Om I Love You

Om I Love You
Episode 21


__ADS_3

Kediaman Aghar


Ratu memasuki rumah dengan rasa takut, ia mencoba berjalan pelan tanpa mengeluarkan suara. Saat hendak naik ke lantai dua kamarnya, mama melihat Ratu yang baru pulang .


"Ratu." panggil mama.


"Dari mana saja kamu?" tanya mama. "tiga hari gak pulang !"


"Ratu kan sudah mengirim pesan ke mama, kalau Ratu mengikuti kegiatan KKN !" jawabnya.


"Kamu sedang nggak bohong kan?" tatap mama penuh selidik.


"Nggak, Ma! Kalau mama gak percaya nih biar Ratu telpon Dewi, nanti mama ngomong sendiri sama Dewi!"


Lalu Ratu menelfon nomer Dewi, sebelumnya Dewi sudah di beritahu kalau mamanya pasti akan mencari informasi mengenai ketidak pulangannya.


Dret...Dret...Dret


"Hallo, Wi, ini Ratu, ini mamaku pengen tahu selama 3 hari kita kemana saja?" tanya Ratu sambil menyerahkan HP nya ke mama.


"Hallo, Wi! Ini Tante Nola," ucap mama. "Mamanya Ratu! Apa benar selama 3 hari kalian ada kegiatan KKN mahasiswa?"tanya mama belum percaya.


"Iya, Tan!" ucap Dewi." Selama 3 hari, Ratu sama Dewi kok, Tan!" jawab Dewi.


"Oh ya sudah kalau begitu! Terima kasih ya ,Wi! Maaf kalo mengganggu aktivitas Dewi!"


"Nggak kok, Tan! Sama sekali gak mengganggu!"


"Dah dulu ya, Tan!"


Tuuuuuuuuuut ...


"Tuh kan, Ratu nggak bohong! Mama nggak percaya sih!" ucap Ratu.


"Mama gak mau ya, kalau kamu sampai berbohong, mama belum percaya sepenuhnya dengan kamu!" ucap mama.


"Lalu mama percaya sama siapa? Sama Zee?" ketus Ratu.


"Lihat sekarang anak kesayangan mama membuat semua keluarga kecewa! Dia jadi gagal menikah kan? Sekarang siapa yang akan bertanggung-jawab?"


"Kelihatannya sih pendiem, ternyata di belakang menjijikkan, amit-amit!" ejeknya.


"Ratu jaga ucapan kamu! Zee saudara kamu!" bela mama.


"Benarkan, Ma?"


"Zee itu sudah menikah, Ratu!"ucap mama, membuat Ratu terhenyak.


"Apa? Mama pasti bercanda kan?"


"Yuda tidak datang ke acara pernikahan, Bagaimana Zee bisa menikah?" tanya Ratu.


"Zee menikah bukan dengan Yuda, tapi dengan Om nya !" jawab mama.


"Hah, Apa?" Ratu sangat terkejut, tapi itu adalah kabar yang menggembirakan baginya.


"Heh, pasti Om Yuda itu gendut, pendek dan botak! Kasihan kamu, ternyata selera kamu Om-om tua yang jelek." Senyum sinis Ratu dalam hati.

__ADS_1


"Kamu kenapa? Kenapa senyum-senyum sendiri? Jangan katakan kamu tahu sesuatu, kenapa Yuda membatalkan pernikahannya?" tanya mama membuat Ratu gugup.


"Itu ... itu, Ma! Ratu gak tahu di mana Yuda? Ratu cuma mendengar dari temen-temen!" bohong Ratu.


"Awas jika kamu ada hubungannya dengan semua ini!" ancam mama.


"Ah, sudah, ah! Ratu capek, pengin istirahat!"


"Ratu ke kamar dulu ya, Ma." Ratu meninggalkan mama, dan memilih menghindar dari pertanyaan-pertanyaan mama yang membuatnya terpojok.


"Huft!" Ratu menjatuhkan tubuhnya ke kasur yang empuk sambil menghela nafas panjang.


"Ha .... ha ... ha." tawa Ratu.


"Zee ..... Zee, kasihan kamu, kamu harus menikah dengan Omnya Yuda! Laki-laki tua,. jelek dan gendut!"


"Aku benar-benar puas, satu-persatu akan menjadi milikku!"


"Eh, ngomong-ngomong di mana Yuda? Bukankah dia kembali duluan? Lalu kemana perginya laki-laki itu?" Ratu berdialog dengan dirinya sendiri.


"Aku harus mencarinya, dan akan meminta pertanggungjawaban darinya, dengan begitu Yuda akan menjadi milikku selamanya!"


"Ha ... ha ... ha!" senang Ratu.


"Tidak sia-sia aku mengorbankan mahkotaku! yang penting aku bisa bersama Yuda!" bangga Ratu.


"Uh, gerah banget, lebih baik aku mandi dan bersih-bersih!" Ratu menyambar handuk dan pergi ke kamar mandi.


Pukul 05.00


Zee menggeliatkan tubuhnya, meraba-raba samping tempat tidurnya tidak menemukan keberadaan suaminya.


"Kemana perginya Om Alan sepagi ini?" Zee melangkahkan kakinya mencari sosok suaminya di kamar mandi, namun kosong.


Zee keluar ternyata, suaminya sedang mengaji dengan khusyuk di ruang tengah. Hati Zee merasa tersentuh mendengar alunan ayat demi ayat keluar dari mulut suaminya, karena tidak mau mengganggu suaminya, Zee memilih kembali ke kamar. Zee membersihkan wajah dan menggosok giginya, kemudian ia mengambil wudhu untuk sholat subuh. Zee menggelar sejadahnya di kamar, karena ia ingin sholat di kamar saja .


Selesai sholat Zee melipat mukenanya, dia melihat suaminya mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana training.


"Om mau kemana?" tanya Zee.


"Om mau joging, kamu mau ikut?" ajak Alan.


"Gak, ah! Zee mau bobo syantik lagi!" jawabnya, bersiap-siap dengan selimut tebalnya.


"Gak baik loh cewek habis sholat terus bobo lagi,kata orang tua rejekinya nanti di patuk ayam!" cakap suaminya.


"What?"


"Duh, Om tapi Zee masih mengantuk!" sela Zee.


"Kamu mau gak punya rejeki sempit dan sedikit?" sindir suaminya.


"Ih, Om nakut-nakutin saja!" kesal Zee.


"Oke .... oke, nih Zee mau ganti baju dulu, nggak sabaran amat sih?" Zee mengerucutkan bibirnya, membuat Alan benar-benar gemas.


Dengan kaos panjang hitam dan celana training hitam, di padukan dengan sepatu olahraga warna pink dan putih membuat Zee semakin cantik.

__ADS_1


"Ayo!" ajak suaminya.


"Di depan sana ada taman, kita lari sampai sana!"


Zee mengikuti langkah suaminya, Zee berlari persis di samping suaminya, Alan pun mengimbangi langkah kaki Zee. Sepanjang kompleks perumahan, banyak mata memandang ke arah mereka. Alan dan Zee menyapa tetangga dengan sangat ramah, walaupun mereka belum sempat berkenalan.


Sekitar jarak 100 meter, Zee merasa kelelahan, mungkin sudah lama dia tidak berolahraga.


Zee duduk di tepi jalan sambil melipat kedua kakinya.



"Ayo lari lagi!" ajak suaminya.


"Zee capek, Om!" jawab Zee sambil ngos-ngosan.


"Ayolah!"


"Tuh tamannya hampir kelihatan!"


"Tapi Zee capek!" jawab Zee kesal pada suaminya.


"Hem, Cemen! berkelahi saja jago, masa lari sampai sana saja sudah K.O!" ucap suaminya mengejek.


"Apa Om bilang? Enak saja!" Zee tidak terima.


"Nih, ya lari ku pasti lebih cepat dari Om, Ayok, kita berlomba!' tantang Zee.


"Siapa yang duluan ke taman harus menuruti semua perkataan pemenang! Bagaimana?"


"Okey, aku setuju! Siapa takut!"


"Ayo kita mulai!"


"Satu .. Dua ... Ti ...!" pada hitungan ke tiga, dengan sengaja Zee menyepak kaki Alan hingga jatuh.


BUGHHHHHH...


"Auw .. !" pekik Alan.


"Dadah, Om! Zee lari duluan!" dengan tenaga super Zee langsung berlari ke arah taman.


"Uh, dasar Zee curang! Tidak akan aku biarkan!" dengan ancang-ancang yang pasti Alan berlari sekencang mungkin, membuat Zee tersalip.


Alan yang memang seorang pelari saat SMA dulu, menyalip seorang Zee bukanlah perkara yang sulit. Alan sampai di taman duluan, Zee hampir tidak percaya suaminya begitu cepat berlari, padahal tadi ia sempat berbuat curang.


"Kau kalah!" ucap Alan sambil ngos-ngosan.


"Ah, Om curang!" elak Zee.


"Curang dari mananya? Jelas-jelas kau yang curang!" hardik Alan masih ngos-ngosan.


"Itu .. tadi .. itu ... !" Zee bingung harus menjawab apa.


"Tepati janjimu! Katanya siapa yang menang harus menuruti semua perkataan pemenang! kau masih ingatkan!" ucap Alan sambil mengedipkan satu matanya.


"Iya .. Iya, memang Zee harus melakukan apa?" tanya Zee.

__ADS_1


to be continued....


__ADS_2