Om I Love You

Om I Love You
Episode 11


__ADS_3

Di meja makan


Seperti biasanya, keluarga Aghar akan melakukan aktivitasnya dengan di dahului pertengkaran kecil anak gadis mereka.


Setelah sang papa menengahi barulah mereka terdiam, duduk tenang menikmati sarapan mereka dalam diam.


"Pa, Apakah besok kita akan menghadiri acara pernikahan teman papa?" tanya mama sambil menyendokkan nasi ke piring suaminya.


"Iya, Ma! besok kita sekeluarga di undang ke sana!" jawab papa.


"Kalian semua akan ikut kan?" tanya papa.


"Kemana, Pa?" tanya Zee.


"Ke Bandung! anak teman papa menikah! kita sekeluarga diundang!" jawab papanya.


"Zee gak ikut deh, Pa!"


"Zee sedang mengejar membuat skripsi! lusa harus dikumpulkan, Pa!"


"Oh! Kalau Ratu?" tanya papa.


"Ehm, Ratu ikut papa dan mama aja deh! Ratu paling males kalo harus berdua sama manusia jadi-jadian!" sindir Ratu.


"Siapa manusia jadi-jadian?" tatap tajam Zee.


"Jelas kamu!"


"Kamu kan manusia jadi-jadian! bentuknya wanita, tenaga kaya laki!" tambah Ratu.


"Ratu! jaga ucapan kamu!" mama menatap tajam Ratu.


"Ya, sudah kalau Zee ga ikut mama dan papa!"


"Besok kita berangkat agak pagian, jadi Zee gak apa-apa kan di rumah sendiri?"


"Iya, Ma! mama tenang saja! Zee akan di rumah jadi anak yang manis!" jawab Zee.


"Gula kaleeeeeee!" cibir Ratu .


"Rese!" ucap Zee mengepalkan tangannya.


"Papa! lihat tuh manusia jadi-jadian!" Ratu sembunyi di belakang papa.


"Zee?" papa menatap tajam ke arah Zee.


"Dasar pengadu!" cibir Zee.


"Kalian ini sudah dewasa, tapi masih seperti anak kecil saja!"


"Apa kalian tidak capek, setiap hari harus bertengkar?"


"Mama ingin sekali, di rumah ini ada ketenangan!" kesal mama .


"Maafin Zee, Ma! sudah buat mama sedih! tapi Zee janji, Zee akan mengontrol emosi Zee!"


"Ratu juga minta maaf, Ma! Ratu selama ini bikin Mama pusing!" sesal Ratu.


"Dari dulu kamu memang bikin pusing!" Zee berlalu sambil mencium punggung tangan papa dan mama.


"Apaaaa?" Ratu melirik tajam.


"Bye, Pa, Ma!" Zee lari keluar rumah, takut si Ratu melotot.


KANTIN


"Hei, Ca!" sapa Zee sambil melempar tas kesayangannya.


BRUKK....


"Eh,sial!"


"Asem kamu, Zee! ngagetin saja!" kesal Echa yang sedang menikmati soto ayamnya Bang Bewok.

__ADS_1


"Ha....ha...ha!" Zee tertawa terbahak-bahak.


"Ih, kamu jahat banget, ngatain aku sial!" manyun Zee.


"Abisnya aku kesal sama kamu! kamu teman gak ada akhlak!" kesal Echa.


"Ha...ha....ha!"


"Oya, Ca! besok nginep di rumahku yah?"


"Soalnya keluargaku ada acara ke Bandung!"


"Itu berarti aku bakal kesepian di rumah!"


"Sorry Zee! sore ini aku mau balik ke rumah orang tua! aku ada acara keluarga, Zee!"


"Sorry banget!"


"Yah, aku sendirian dong di rumah!" sedih Zee.


"Iya, maaf ya Zee!" sesal Echa.


"Iya sudah gak apa-apa!"


"Aku sudah selesai! Ayo, masuk! nanti kita terlambat!"


"Okey, Beb!"


Setelah kepergian mereka, seseorang nampak mengembangkan senyum devilnya. Dia adalah Melly, sedari tadi duduk membelakangi keduanya, menguping pembicaraan mereka berdua.


Tiga jam mata pelajaran mereka lalui dengan rasa bosan dan jenuh, karena kali ini yang mengajar Pak Togar, dimana Pak Togar sedang menjelaskan tentang ilmu bisnisnya dengan logat Melayu yang sangat kental.


Membuat kepala mereka semakin pusing tujuh keliling. Selesai sudah kelas mereka, akhirnya mereka bisa bernafas lega.


"Uh, senangnya!" Echa kelihatan sangat senang.


"Oya, Zee kamu ingat gak? om-om yang kemarin nolongin kita?"


"Ingat! kenapa memang?" tanya Zee.


"Mana ku tahu!" jawab Zee.


"Ah, Zee! harusnya sebelum kita pergi, kita bertanya dulu siapa namanya, rumahnya di mana? bila perlu kita minta nomor HP nya?" cerca Echa.


"Astaga! untuk apa aku melakukan itu?"


"Tapi Zee, om itu tampan banget! sekilas mirip siapa yah?" Echa nampak berfikir.


"Ish, kamu ini! masa kamu suka om-om! kamu masih normal kan, Ca?"


"Normal lah! dia itu disebut pria dewasa! pria matang!"


"Urusan ranjang pasti paling...!" belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Zee langsung melengos pergi.


"Yuda?" panggil Melly.


"Ada apa?" ketus Yuda.


"Jangan gitu dong! aku minta maaf!"


"Kali ini aku ada kabar penting buat kamu!"


"Kabar apapun aku gak tertarik!"


"Apakah kamu yakin! Ini soal Zee lho!" Melly mendekati Yuda dan berbisik ke telinganya.


"Ada apa dengan Zee?"


"Kamu jangan macam-macam ya?"


"Ish, kau ini terlalu curiga! Aku cuma ingin ngasih tahu, kalau besok semua keluarga Zee keluar kota, dan Zee sendirian di rumah!"


"Ini adalah kesempatanmu, Yud! Untuk memperbaiki hubunganmu dengan Zee yang sempat renggang?"

__ADS_1


"Ck, tumben baik dan perduli!"


"Angin apa yang membuatmu berubah?" tanya Yuda curiga.


"Please, Yud! jangan negatif thinking terus sama aku!"


"Aku berusaha menyatukan kamu dengan Zee! karena aku sayang sama kamu, Yud?"


"Aku ingin kamu bahagia!"


"Oke! kali ini aku percaya!"


"Awas kalau kamu bohong!"


Yuda pergi meninggalkan Melly yang masih berdiri di area parkir.


Yuda melihat kekasihnya berjalan ke arah parkiran,Yuda mengejar langkah Zee.


"Yang?" panggilnya.


"Yuda?" Zee nampak terkejut melihat Yuda , yang menghalangi jalannya.


"Yang, Maaf! Aku baru kasih kabar!"


"Aku sibuk, Yang?" jawabnya.


"Sibuk dengan cewek-cewek kamu!" hardik Zee.


"Sayang, jangan bilang seperti itu dong!"


"Cewek aku cuma kamu, Yang!"


"Gak ada cewek lain!" bohong Yuda.


"Huft !" Zee menghela nafas panjang.


"Sampai kapan sih kamu berbohong?" Zee menatap tajam ke arah Yuda, hingga tanpa sengaja matanya melirik ke arah leher kekasihnya.


Banyak sekali tanda merah di sana, Zee sangat lelah dengan semua kebohongan Yuda.


"Lalu ini apa?" Zee menunjuk tanda merah tersebut.


"Dan ini? ini ? Apa arti semua ini?" Zee mencoba untuk membuka kancing baju paling atas milik Yuda .


"Aku sudah capek kamu bohongi terus, Yud! Aku lelah! aku pikir setelah kejadian itu, kamu akan menyadari semua kesalahan kamu!"


"Kamu semakin susah di mengerti!"


"Mulai sekarang, Aku mohon! Jangan temui aku lagi! Kita putus! Kita sudah tidak memiliki hubungan apapun!" Zee berlari meninggalkan Yuda yang masih terpaku di sana.


"Zee tunggu!" Yuda mengejar Zee sampai arah gerbang kampus.


"Zee, dengarkan aku dulu!"


"Aku gak mau putus sama kamu! Aku masih sangat mencintai kamu!"


"Kamu salah paham, Zee!"


"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan!"


"Cukup, Yud! aku lelah! Aku capek! Aku sudah tidak mau melanjutkan hubungan ini!"


"Kamu paham kan?" Zee berlari memberhentikan taksi dan menaikinya tanpa mempedulikan panggilan Yuda.


"Zeeeeeeee!"


"Kamu akan menyesal karena telah memutuskanku!" Yuda menjambak rambutnya sendiri karena frustasi.


"Brengsek!"


"Sial! Sial! Sial" sumpah serapah Yuda .


Dari kejauhan Ratu begitu senang melihat hubungan saudara tirinya kandas di tengah jalan.

__ADS_1


to be continued......


__ADS_2