Om I Love You

Om I Love You
Episode 95


__ADS_3

Hari ini Elmar menemani Ratu untuk memeriksakan kandungan ke bidan terdekat. Usia kandungan Ratu sudah memasuki usia enam bulan, dimana pada usia ini bayi sangat aktif dan banyak bergerak. Membuat berkali-kali Ratu mengalami kram perut yang luar biasa. Mobil yang Elmar kendarai sudah sampai di halaman rumah Ibu Bidan, Elmar membantu Ratu turun dari mobil.


Tok ... tok .... tok


Seorang bidan Desa membuka pintu, dan mempersilahkan tamunya untuk duduk.


Ratu di suruh Bu bidan untuk berbaring di tempat tidur, sedangkan Elmar menunggu di ruang tamu. Bu bidan mulai memeriksa tensi sang ibu, takutnya sang ibu mengalami tensi tinggi. Ternyata tensi yang tinggi, sangat berbahaya bagi wanita hamil. Dan syukurlah, tensi Ratu normal.


"Bagus, semuanya normal! Dan bayinya sangat sehat," jelas bidan.


Bidan mengoleskan gel diperut Ratu, terdengar suara detak jantung sang bayi. Detaknya terdengar jelas, membuat Ratu sangat bahagia.


"Bagaimana saya bisa melihat jenis kelamin bayinya, Bu bidan?" tanya Ratu penasaran.


"Oh, kalau ibu mau melihat jenis kelamin bayi! Ibu bisa datang ke Rumah Sakit untuk USG," jelas bidan.


"Apakah disini tidak bisa, Bu bidan?" tanya Ratu lagi.


"Tidak bisa, Bu! Kami tidak memiliki peralatannya!" terang bidan.


"Oh, begitu,"


"Saya berikan vitamin, ya, Bu! Supaya dedek bayinya sehat dan kuat," kata Bu bidan.


"Baiklah, Bu bidan, terima kasih banyak," ucap Ratu.


"Sama-sama, Bu!" kata Bu bidan. Kemudian Ratu diantar keluar ruangan oleh Bu bidan.


"Semoga anak Bapak dan Ibu sehat-sehat sampai kelahiran nanti," ucap bidan, membuat Elmar dan Ratu saling berpandangan. Elmar tersenyum senang, sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Sepulang dari rumah bidan, mereka pun pulang. Sebelum pulang, Ratu menyuruh Elmar untuk memberhentikan mobilnya terlebih dahulu di Supermarket terdekat. Ratu berbelanja kebutuhan pokok dan kebutuhannya sendiri. Lumayan banyak barang-barang yang dibeli oleh Ratu. Saat akan membayarkan barang-barang belanjaannya di kasir, Elmar sudah membayarkannya terlebih dahulu. Ratu sempat menolak, namun Elmar terus memaksa, membuat aksi saling dorong terjadi dimeja kasir. Tentu saja sang kasir kesal, harus menunggu keduanya selesai berdebat.


Sepulang dari Supermarket, mereka langsung kembali ke Villa. Kedekatan Elmar dan Ratu mendapatkan perbincangan dari banyak orang. Apalagi terdengar bahwa Ratu adalah seorang janda muda, menjadi topik yang sangat empuk diperbincangkan. Ratu merasa risih dengan tatapan mata para ibu-ibu, ia pun langsung masuk ke dalam Villa.


"Sudah! Jangan dipikirkan! Sifat ibu-ibu memang seperti itu, sangat suka dengan gosip dan gunjingan," jelas Elmar.

__ADS_1


"Terima kasih, El! Selama ini, kau selalu ada untukku," ucap Ratu.


"Tentu saja, karena aku ingin melihatmu bahagia," ujarnya.


"Kenapa kamu selalu baik padaku?" tanya Ratu tiba-tiba.


"Karena, sejak dulu aku selalu menyukai mu!" lirihnya.


"Tapi, aku bukan wanita yang sempurna, El," cakapnya.


"Tidak ada orang yang sempurna, Ratu! Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan dan memiliki masa lalu! Tapi, aku sendiri tidak pernah mempersoalkannya!" jelas Elmar.


"Kenapa?" tanya Ratu lagi tidak mengerti.


"Ah, susah dijelaskan!" jawabnya.


"Huft," Elmar menghela nafasnya panjang.


"Aku mencintaimu, Apakah kau akan menerimaku?" tanya Elmar tiba-tiba, membuat Ratu terkejut dengan pertanyaan Elmar.


"Ya, sudah, kalau kau tidak mau, aku tidak akan memaksa!" ucap Elmar.


"Aku juga mencintaimu, El," lirihnya sambil menundukkan kepalanya, namun perkataan Ratu masih bisa terdengar di telinga Elmar. Elmar menoleh ke arah Ratu, ia hampir tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ratu. Dia menatap tajam ke arah Ratu dan memegang bahunya.


"Ayo, katakan lagi! Aku tidak dengar!" tanyanya.


"Iya, El, Aku juga mencintaimu! Hanya saja aku takut! Aku terlalu takut, kau akan menolak ku," ujarnya.


"Aku seorang janda! Aku juga sedang hamil! Sedangkan kau!" Ratu menatap penuh arti ke arah Elmar.


"Apakah karena aku seorang yang lajang?" tanyanya, dijawab anggukan kepala oleh Ratu.


"Memang apa bedanya? Banyak laki-laki lajang menikahi seorang janda," jawabnya.


"Tapi?" Nampak ada kekhawatiran mendalam dibenak Ratu.

__ADS_1


"Jika kau mencintaiku, marilah kita berjuang bersama! Untuk menjalaninya!" yakin Elmar, akhirnya Ratu pun menganggukkan kepalanya tanda setuju, bahwa dia juga akan berjuang untuk memperjuangkannya.


Elmar memberikan kabar gembira ini kepada ibunya, namun ibunya menolak dengan tegas. Rasanya tidak mungkin, bahwa seorang anak pelayan mana mungkin bisa bersanding dengan anak majikannya. Berkali-kali ibunya menyuruh Elmar untuk menyadari kesalahannya. Namun Elmar terus meyakinkan ibunya, dia yakin bahwa dirinya diterima sebagai menantu keluarga Aghar.


"Terserah kau saja, Nak!" kesal ibunya.


"Jika terjadi apa-apa, jangan pernah menyalahkan ibumu!" ketus ibunya.


"Baiklah, Bu! Yang penting ibu do'akan Elmar saja! Semoga Tuan Roger dan Nyonya Nola bisa menerima Elmar sebagai menantunya," yakin Elmar.


"Iya, ibu akan selalu mendoakan kamu, Nak!"


"Ibu hanya takut, Tuan Roger tidak setuju! Mereka itu orang kaya, Nak! Sedangkan kita apa?"


"Keluarga mereka sudah terlalu baik dengan keluarga kita, jangan karena masalah kamu! Ibu dan keluarga Aghar jadi bermusuhan," terang ibunya.


"Yah, Elmar akan berusaha dengan keras! Semoga saja keluarga Aghar mau berbaik hati, menerima Elmar sebagai menantunya," yakinnya lagi.


Elmar menggenggam tangan wanita yang sudah keriput itu dengan sayang. Hanya wanita ini yang ia miliki sekarang, tempatnya berkeluh kesah dan mengadu. Setelah ayahnya meninggal, wanita inilah yang telah berusaha dengan keras untuk membiayai kebutuhan hidup dan sekolahnya. Hingga Elmar menyandang sebagai sarjana pertanian, itu cukup membuat ibunya begitu bangga.


Setelah menemui ibunya, Elmar kembali ke perkebunan. Dia menemui para tengkulak, karena hari ini Elmar mendapatkan tengkulak baru dari luar Pulau. Lumayan banyak orang dari luar Pulau datang ke Bogor, hanya untuk membeli bunga Krisan. Ada yang dari Bali, NTT, Sumatera, Sulawesi bahkan orang mancanegara saja, sengaja datang ke perkebunan milik Elmar. Biasanya orang mancanegara membeli bunga Krisan untuk dibuat teh herbal atau masakan. Karena mereka tahu betul akan manfaat bunga Krisan itu sendiri.


Setelah sibuk seharian, akhirnya Elmar bisa beristirahat sejenak. Tubuhnya terasa lelah dan letih. Karena hari juga sudah sore, semua karyawan yang bekerja keras hari ini mendapatkan bonus tambahan dari Elmar. Mereka sangat bahagia bekerja dengan Elmar, bukan hanya tampan, Elmar tidak pelit memberikan hak dan bonus kepada karyawannya. Mereka sangat betah dan bersyukur, sampai sekarang mereka mendapatkan pekerjaan di tanah kelahiran mereka sendiri.


to be continued.......


***************************************


Note,


Pertama-tama Author ingin mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya bagi Readers, Semoga yang memberikan like, favorit, bintang Lima, dan votenya, diberikan kesehatan dan rezeki yang melimpah ruah oleh Allah, amin.


Author juga mau mempromosikan karya Author yang lain berjudul "Amelia" dan "Ketulusan Cinta Dara".


__ADS_1



__ADS_2