
Rumah Nalendra
Yuda menyuruh istrinya tidur di kasur lantai.
Yuda tidak perduli dengan kehamilan Ratu, hatinya masih terasa sakit dengan tindakan Ratu.
Yuda sangat membenci perempuan yang sekarang sudah sah menjadi istrinya.
Bahkan untuk sekedar menanyakan keadaan bayinya pun,Yuda enggan.
Di malam hari, Ratu merasakan lapar diperutnya.
Seharian ini dia mual-mual, membuat semua makanan yang masuk ke perutnya terpaksa harus dikeluarkan lagi.
Ratu pergi ke dapur untuk mencari makanan, namun ia tidak menemukan makanan atau cemilan.
Yang ia temukan hanyalah buah-buahan di dalam kulkas.
Ratu pun mengambil buah-buahan itu dan memakannya sebagai pengganjal perutnya, barulah ia bisa tidur dengan nyenyak.
Keesokan paginya,Ratu bangun lebih pagi untuk membantu Bi Ijah di dapur.
Walaupun tidak bisa memasa ,ia juga ingin menjadi seorang istri yang berbakti kepada suaminya.
Ratu belajar memasak dari Bi Ijah,ia juga membuatkan kopi untuk suaminya.
Ratu membawa kopi tersebut ke kamar, ia lihat ternyata suaminya baru bangun.
Suaminya menggerakkan seluruh tubuhnya untuk meraih kursi roda di sampingnya.
Ratu hendak membantu, namun tubuhnya di dorong keras oleh Yuda, membuat Ratu hampir terjatuh.
"Minggir,kau ja*******ng !"
"Jangan sekali-kali kau menyentuh ku !" ucapnya ,Yuda menelfon para bodyguardnya untuk membantu dirinya bersih-bersih di kamar mandi.
Ratu hanya terpaku di tempatnya berdiri,ia tidak percaya kalau laki-laki yang sekarang sudah menjadi suaminya bisa bersikap kasar seperti itu.
Hiks.....hiks......hiks
"Apakah ini karma ?" batin Ratu menyesali perbuatannya terhadap saudari tirinya.
"Tidak,Ratu ! kamu harus bahagia, bukankah ini yang kamu perebutkan dengan Zee selama ini ?"
"Sekarang Yuda sudah menjadi milikmu sepenuhnya !" Ratu berdialog dengan dirinya sendiri.
Ratu melihat sekeliling rumah Yuda , sudah tidak ada siapapun di rumah.
Ratu bertanya kepada Bi Ijah keberadaan mertuanya.
Ternyata Papa dan Mama pergi subuh tadi menghadiri acara pembukaan cabang Perusahaan Papa di luar kota.
Huft .....
Ratu bernafas berat....
"Ratu ?" panggil Yuda.
"Iya ,Yud ! Ada apa ?" Ratu menghampiri suaminya.
"Dari pada di rumah ini kamu tidak ada pekerjaan ! buatlah dirimu itu berguna !" ketus Yuda .
"Maksud kamu apa ,Yud ?" tanya Ratu tidak mengerti.
"Bantu Bi Ijah mengerjakan pekerjaan rumah !"
"Cuci semua korden-korden itu hingga bersih !"
__ADS_1
"Apakah kau tidak lihat banyak debu di rumah ini ?" ucap Yuda menatap tajam ke arah Ratu.
"Tapi Yud , di rumah ini ada banyak pelayan ! kenapa harus aku ?" ucap Ratu membuat Yuda muak.
"Cih , dasar wanita tidak tahu diri ! wanita tidak berguna !"
"Kau ini seorang istri ! sudah selayaknya kau menuruti semua perkataan suami !" kesal Yuda.
"Baiklah akan aku kerjakan !" jawab Ratu lirih.
Ratu membantu Bi Ijah membersihkan debu-debu di hiasan guci , keramik dan lain-lain.
Setelah itu Ratu juga melepaskan korden-korden besar itu , untuk dia cuci .
Bi Ijah sudah melarangnya , karena Bi Ijah tahu kalau istri tuan mudanya sedang hamil muda.
"Sudah Non ! biar bibi saja !"
"Ini berat lho ,Non !" larang Bi Ijah.
"Sudah ,gak apa-apa Bi !"
"Biar Ratu yang mengerjakannya !"
Ratu pun mencuci semua korden rumah ini sampai bersih dan wangi.
Kemudian ia jemur di bawah terik matahari, yang panasnya sampai ke ubun-ubun kepala.
Membuat kepala Ratu pusing dan pening , akhirnya dia jatuh tidak sadarkan diri.
Dua bodyguard membantu mengangkat tubuh Ratu masuk ke dalam, tentu saja atas perintah Yuda.
Yuda pun memanggil Dokter kandungan untuk datang ke rumah, memeriksa keadaan istrinya itu.
"Bagaimana keadaan istri ku ,Dok ?" tanya Yuda.
"Istri Anda kelelahan,Pak !" jawab Dokter.
"Di rumah pekerjaanya hanya makan dan tidur saja,Dok ?" bohong Yuda .
"Baiklah, kalau begitu !"
"Saya akan menuliskan resep obat dan vitamin untuk istri Anda !" ucap Dokter.
Setelah memberikan resep kepada Yuda , Dokter pun pergi dengan diantar oleh Bi Ijah.
Yuda menyuruh body guard nya untuk menebus resep itu.
Bagaimanapun juga Yuda tidak mau terjadi apa-apa dengan kandungan Ratu.
Jika terjadi sesuatu dengan Ratu , keluarga besarnya pasti akan menyalahkannya.
Kediaman Aghar
"Pah ,Mama rindu Ratu dan Zee ?"
"Ini kan belum satu Minggu,Ma ! masa sudah rindu dengan mereka !" jawab Papa.
"Entah kenapa Mama kepikiran Ratu terus ?"
"Besok kita menjenguk Zee dan Ratu ya ,Pah ?"
"Iya ,Ma ! besok kita jenguk mereka !"
"Sudah ! Mama jangan banyak pikiran !"
"Mereka semua akan bahagia,Ma !" Papa menenangkan hati Mama.
__ADS_1
"Assalamualaikum ?" salam seseorang.
"Walikumsalam !" jawab Papa dan Mama.
"Zee ,Alan ?" ternyata yang datang Zee dengan suaminya.
Zee dan Alan mencium punggung tangan Papa dan Mamanya.
"Bagaimana kabar Papa dan Mama ?" tanya Alan sambil menyerahkan bingkisan untuk kedua orang tua Zee.
"Alhamdulillah kami baik-baik saja !"
"Apa ini ?" tanya Papa.
"Ini kue kesukaan Papa !" jawab Zee.
"Kalian sudah datang saja menjenguk kami ,Papa dan Mama senang sekali Nak !" jawab Papa.
"Tidak usah membawa apa-apa !" larang Papa.
"Ah ,Papa ! Zee jadi anak kan harus berbakti sama orang tua !"
"Membuat bahagia orang tua , termasuk berbakti juga kan ,Mas ?" tanya Zee kepada suaminya.
"Iya , Sayang !"
"Ha....ha.....ha !" tawa Papa.
"Ternyata Zee kita sudah dewasa,Ma !" senang Papa.
"Iya ,Pa ! semua ini berkat Nak Alan !"
"Zee kecil kita sudah bisa berpikiran dewasa !"
"Ih,Mama bisa saja !" Zee menggelayut manja di lengan Mamanya.
"Hem, kelihatan manjanya lagi !" ledek Papa.
"Biarin ! Zee kangen sama Mama !"
"Entah kenapa yah Ma ? akhir-akhir ini moodnya Zee berubah-ubah !"
"Kadang marah , kadang kesal , kadang juga seneng , kadang juga pengen manja-manjaan terus sama Mas Alan !" jujur Zee , membuat Alan tersipu malu.
"Ha....ha....ha !"
"Itu tandanya anak Mama ini sudah jatuh cinta level tinggi sama suaminya !" ledek Mama.
"Zee emang sudah jatuh cinta level tingkat dewa sama mas Alan !" jawab Zee ,muka Alan jadi merah mendengar ucapan istrinya.
"Ha.....ha.....ha ! Zee......Zee !" tawa semuanya.
Sebelum pulang Mama menyuruh Zee dan suaminya makan di rumah Papa.
Kali ini Mama sendiri yang memasak , Zee yang ingin sekali pintar memasak memilih membantu Mama di dapur.
Banyak hal yang Zee pelajari hari ini dari Mama.
Sedangkan suami dan Papanya sedang asyik menonton acara bola di televisi.
Mereka nampak serius, saat Tim Indonesia bisa memasukkan bola ke gawang lawan, mereka berteriak-teriak senang.
Namun saat Tim Indonesia tidak bisa memasukkan bola ke gawang lawan, mereka teriak-teriak marah.
Memaki-maki telivisi yang sedang ditonton oleh Papa dan suaminya.
Zee dan Mama yang melihat dari kejauhan hanya geleng-geleng kepala saja, melihat tingkah laku suami dan menantunya.
__ADS_1
Setelah makan malam siap , mereka pun menikmati makan malamnya dengan hati gembira.
to be continued.....