Om I Love You

Om I Love You
Extra Part 2


__ADS_3

Sekolah sudah selesai, anak-anak berhamburan keluar kelas. Aisha akan keluar paling akhir, seperti biasanya dia akan menunggu sahabatnya di kantin Sekolah. Sambil menunggu Clara ke toilet, Aisha makan bakso dulu di kantin.


"Hey, Beb," panggil Clara.


"Mau nggak?" tawar Aisha kepada Clara.


"Mau, Mau," senangnya.


"Boleh, pesan satu mangkok boleh, dua mangkok juga sangat boleh, tapi, bayar sendiri!" ujar Aisha.


"Sialan," Clara memberengut kesal.


"He ... He ... He." tawa Aisha.


"Mang, pesan baksonya satu lagi, sama kayak punya Aisha ya?" seru Aisha kepada penjual bakso di kantin.


"Siap, Neng," ucapnya. Beberapa menit kemudian pesanan Clara sudah siap, mereka menikmati baksonya sampai tandas tanpa sisa.


Selesai makan, Aisha memutuskan untuk pulang. Pasalnya, kalau dia pulang terlalu sore sang Mamih akan kembali menceramahinya.


"Beb, gue nebeng ya?" tanya Aisha.


"Boleh, yuk kita langsung pulang!" ajak Clara.


Motor yang mereka tumpangi keluar dari area parkiran sekolah. Tiba-tiba Aisha nampak seorang anak laki-laki sedang di bully oleh Geng Tiger. Geng Tiger adalah sebuah geng yang diciptakan oleh Alex sebagai ketua geng Dan di Sekolah mereka cukup ditakuti.


Geng Tiger sepertinya sedang membully James, anak baru pindahan dari Sekolahan Garuda. Mereka mengejek dan berkata-kata kasar membuat James emosi, terjadilah perkelahian hebat antara mereka. Namun James kalah dalam jumlah membuat dia dipukuli. Aisha yang melihat kejadian tersebut, dia langsung menghampiri mereka.


"Aish, Lo mau kemana?" tanya Clara.


"Tunggu disini sebentar!" serunya.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan?" bentak Aisha berlari sambil menghampiri mereka.


"Eh, ini bukan urusan Lo," jawab salah satu anak.


"Kalau Lo masih membully, gue laporkan ke guru BP, " gertak Aisha. "Pergi, nggak! Gue laporin lo semua ke Guru BP!" sepertinya gertakan Aisha cukup manjur. Mereka agak ketakutan.


"Lo bisa selamat gara-gara cewek ini ya! Urusan kita belum beres," ucap Alex.


"Pergi nggak?" ancam Aisha.


"Oke, Oke, kami pergi!" Alex dan gengnya pergi karena takut dengan gertakan Aisha. Aisha berusaha membantu James berdiri, namun tangan Aisha di tepisnya dengan kasar.


"Gue nggak butuh bantuan, Lo," ucapnya menyebalkan.


"Ck, Apakah ini balasan lo sudah gue bantu?" tanya Aisha.


"Siapa juga yang butuh bantuan Lo?" ucapnya sambil berlalu pergi. Laki-laki itu berlalu pergi dengan sepeda motornya.


"Dasar menyebalkan!" umpatnya.


"Kenapa woi?" tanya Clara melihat Aisha ngomel-ngomel tidak jelas.


"Itu manusia kulkas sudah gue tolongin, tapi, nggak berterima kasih ke gue," jawabnya.


"Namanya saja kulkas, yang jelas dingin dan balok," ujar Clara.


"He ... He .... He." tawa Mereka berdua serempak. "Lo benar juga, Ra."


Clara melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Sampailah mereka di depan gerbang kediaman Xaquille. Aisha turun dari motor Clara dan mengucapkan terima kasih kepada sahabatnya. Setelah motor Clara tidak terlihat dari pandangan mata, Aisha pun masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum?" sapa Aisha.

__ADS_1


"Walaikum salam," jawab Mamihnya. "Kok baru pulang?" tanya Zee.


"Iya, Mih, tadi Aisha pulang bareng Clara, motornya agak ngadat di jalan," jawab Aisha, memang motor Clara tiba-tiba mogok di tengah jalan.


"Iya, Sudah, sekarang ganti baju dan makan siang," suruh Zee.


"Oke, Mih." jawab Aisha sambil berlalu ke kamar.


Satu Bulan Berlalu


Liburan Sekolah akhirnya tiba juga, mereka sekeluarga mengadakan liburan ke Singapura. Selain untuk liburan keluarga, Alan jadikan liburan ini sebagai perjalanan bisnisnya di Singapura. Karena kebetulan juga, dia sedang menjalin kerjasama dengan Perusahaan di Singapura.


Mereka semua sudah mempersiapkan barang-barang yang hendak di bawa ke Singapore. Pesawat mereka sampai di Bandara Changi Airport pukul sembilan pagi. Alan membawa keluarganya ke hotel termewah di Negara Singapura. Alan memilih hotel Raffles sebagai tempat menginap mereka di Singapore.


Hotel paling terkenal di Singapura, yang melambangkan sejarah kolonial pulau dengan sangat baik. Alan memesan satu kamar VIP untuk keluarga. Kamar khusus dengan segala fasilitas di dalamnya. Seperti dua kamar tidur, kamar mandi, ruang bioskop pribadi, ruang makan, dapur dan ruang keluarga. Alan memilih hotel ini, karena letaknya lebih dekat dengan Perusahaan yang akan dia ajak kerjasama di Singapore.


Setelah sampai di hotel, Zee menyuruh putra dan putrinya untuk mandi dan bersih-bersih, sebelum mereka makan siang. Sembari menunggu anak-anaknya mandi, dia merebahkan tubuhnya di kasur yang sangat empuk untuk melepaskan rsa lelah dan letih di kakinya.


"Sayang, Aku bertemu klien dulu di bawah. Kami ada janji di bertemu nanti jam sebelas," ujar suaminya.


"Okey, Pih." jawab Zee.


Selesai Aisha dan Zidan mandi, barulah dirinya mandi. Aisha melihat-lihat suasana hotel yang super mewah itu. Walaupun sering bolak-balik ke Singapura, menginap di hotel Raffles adalah pengalaman baru baginya. Dari kaca jendela, dia bisa melihat pemandangan kota yang sangat indah dan menawan.


"Dek, Lihatlah! Pemandangannya sangat indah?" ujar Aisha kepada Zidan.


"Mana Kak?" tanya Zidan penasaran.


Zidan juga mengagumi keindahan pemandangan di luar sana. Bisa dilihat dari lantai yang paling tinggi, mereka melihat keindahan laut dengan airnya berwarna biru jernih. Di tambah dengan kapal-kapal mewah berlayar, menambah keindahan laut tersebut.


to be continued....

__ADS_1


__ADS_2