
Hari ini Alan tidak lari pagi , karena menemani istrinya di rumah mencuci sprei dan selimut yang kotor akibat pertempurannya tadi malam.
"Pih ,perut Mamih lapar !"
"Mamih pengen makan bubur ayam !" ucap Zee.
"Okey ,Papih belikan !" Alan menyambar jaket dan kunci mobilnya.
"Mamih mau ikut ?" ajak suaminya.
"Gak ,Pih ! buat jalan masih sakit !"
"Okey , Mamih tunggu di rumah saja ,biar Papih yang beli !" Alan pun keluar dengan mobilnya untuk membeli bubur ayam pesanan istrinya.
Sekitar 25 menit suaminya sudah kembali dengan membawa dua kantong kresek makanan.
"Kok banyak banget,Pih ?" tanya istrinya.
"Yang ini bubur ayam dan satunya lagi kerak telor !" jawab suaminya.
"Papih kasihan sama penjual kerak telor, belum satupun yang beli ! dan Papih pembeli pertama !"
"Oh , begitu !"
"Bentar ya ,Pih ! Mamih ambil air minum dulu !" Zee ke dapur mengambil dua gelas air minum , untuk dirinya dan untuk suaminya.
"Makasih, Sayang !" jawab suaminya,diangguki istrinya.
Mereka pun memakan makanannya dengan lahap .
"Mih , hari ini kamu libur kuliah dulu !" ucap suaminya.
"Kenapa,Pih ?"
"Emang kamu mau ke kampus dengan jalan seperti bebek ?" goda Alan.
"Ck, itu juga gara-gara Papih ! bikin Mamih jalannya kayak bebek !" kesal Zee .
"Ha...ha...ha !" tawa Alan merasa gemas.
"Oke ,Papih minta maaf !"
"Bagaimana kalau hari ini ikut Papih ke kantor ?"
"Emang boleh,Pih ?"
"Bolehlah !"
"Tapi kalau karyawan Papih ngetawain Mamih gara-gara Mamih jalannya kayak bebek ?"
"Mamih kan istri Papih ,gak mungkin mereka berani ngetawain Mamih !"
"Bagaimana ?"
"Okey , Mamih ikut !"
"Daripada di rumah sendiri !"
Setelah suami istri itu menghabiskan sarapannya , Zee mengemasi piring dan sendok kotor untuk di cuci.
Membuang semua sampah rumah tangga , dan di letakkan di depan gerbang agar petugas sampah mengambilnya.
Setelah itu ia bergegas mengganti bajunya ,dan sedikit memoles wajahnya agar terlihat tambah cantik.
Zee memakai dress lengan panjang bunga-bunga agak tertutup , supaya ruam-ruam merah di leher putihnya tidak terlihat.
Suaminya juga tidak kalah tampan , sudah siap dengan pakaian kantornya.
"Siap ,Mih ?" tanya suaminya.
"Siap ,Pih !" mereka berjalan beriringan , bergandengan tangan dengan mesra.
Meskipun usia pernikahannya hampir satu bulan , namun mereka nampak seperti pengantin baru yang kemarin baru nikah.
__ADS_1
Masih ada sedikit rasa canggung dan masih malu-malu saat berdekatan dan bergandengan tangan.
Alan mempersilahkan istrinya masuk mobil terlebih dahulu, baru dirinya.
Mobil melaju meninggalkan rumah menuju Perusahaan suaminya.
Jarak antara rumah dan Perusahaan tidak terlalu jauh , sekitar 15 menit mereka sampai.
Alan memarkirkan mobilnya,di parkiran khusus CEO.
Mereka melangsungkan kaki memasuki Perusahaan , melewati kantor demi kantor , menjadi pusat perhatian karyawan-karyawannya.
Ada yang senang dan ada yang patah hati , melihat kemesraan suami istri itu.
Mereka tampak sedang bergosip dan mengangumi kecantikan istri bosnya.
Alan menggandeng tangan istrinya memasuki lift khusus,naik ke atas hingga sampai ke sebuah ruangan bertuliskan CEO.
Alan membukakan pintu dan mempersilahkan istrinya masuk terlebih dahulu.
"Ehm, so sweet banget suami ku !" batin Zee.
Alan menyuruh istrinya untuk duduk di sofa.
Kantor suaminya sangat luas , banyak sekali buku-buku tersusun dengan sangat rapi.
Ada foto ukuran besar , foto mendiang kakek suaminya.
Mungkin pendiri Perusahaan Xaquille ,pikir Zee.
Ada ruangan khusus dan pribadi untuk istirahat,di mana ada kasur yang lumayan besar untuk dua orang ,di sudut ruangan ada kulkas lengkap dengan isinya dan terdapat kamar mandi yang luas di dalamnya.
"Duduklah,Mih !"
"Di sana ada kamar,jika Mamih lelah menunggu Papih ! Mamih bisa istirahat di sana !" tunjuk suaminya.
"Gak ,kok Pih !"
"Mamih gak lelah !"
"Iya ,Pih !" diangguki oleh istrinya.
Sembari menunggu suaminya bekerja dengan dokumen dan berkas-berkas di mejanya ,Zee memilih membaca majalah dan sekali-kali melihat ponselnya, berkirim pesan dengan sahabatnya,Echa.
Merasa lelah dan bosan Zee memilih rebahan di ruangan pribadi suaminya ,di mana di sana ada kasur yang sangat rapi dan wangi.
Zee merebahkan tubuhnya, sambil masih berkirim pesan dengan Echa .
Sampai tidak terasa matanya terlalu berat ,ia pun memejamkan matanya sebentar.
Jam menunjukkan makan siang , Alan menghampiri istrinya yang masih tertidur dengan mulut terbuka sedikit.
Alan mencium bibir seksi istrinya , membuat Zee terkejut dan meninju wajah tampan suaminya.
BUGH ...
"Auww !" pekik Alan sambil mengusap-usap pipinya.
Zee mengerjapkan mata , melihat suaminya mengaduh kesakitan.
"Astaga,Pih ! Papih ngagetin Mamih !"
"Aduh sakit ya Pih !"
"Maafin Mamih,Pih !" sesal Zee.
"Aduh ,Muka Papih lama-lama babak belur kena pukul Mamih terus !"
"Iya ,Pih , Maafin Mamih !"sambil meniup-niup bagian yang sakit.
Mata Alan mencuri pandang ke wajah istrinya.
"Cantik !" gumamnya masih bisa terdengar telinga istrinya.
"Apa ??"
__ADS_1
"Mamih cantik !" ucap suaminya membuat Zee malu.
Alan menatap dalam manik istrinya , mata yang sangat indah.
Mencium bibir istrinya dengan lembut dan penuh perasaan, membuat Zee menikmatinya.
"Pih , ini masih di kantor !" Zee mengingatkan suaminya.
"Tidak ada yang berani datang ke sini, Sayang !" jawab suaminya dan melanjutkan ciuman panasnya.
Berlanjut ke sentuhan-sentuhan nakal suaminya , membuat Zee mendesah dan menceracau tidak jelas.
Pemanasan yang di lakukan suaminya membuat gairah Zee bangkit , dan atas permintaan Zee sendiri , mereka melakukan kegiatan panasnya di kantor.
Berkali-kali mereka mengalami pelepasan , hingga tubuh mereka ambruk dengan peluh dan keringat yang membasahi sprei .
"Terima kasih, Sayang ! kamu sangat hebat !" Alan mencium kening istrinya.
"Pih ,Zee laper !"
Alan melihat jam dinding yang terpasang di sana ternyata sudah melewati jam makan siang.
"Oh my God , ternyata sudah lewat jam makan siang !"
"Ayo kita mandi dan bersih-bersih dulu ! setelah itu kita cari makan !" ajak suaminya.
"Baiklah !" Zee pun beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Selesai mandi , Zee langsung mengeringkan rambutnya.
Takutnya kalau karyawan tahu , bahwa mereka habis melakukan enak-enak di kantor bisa gawat dan bisa di jadikan bahan gunjingan.
"Sudah siap ,Mih ?" tanya suaminya.
"Sebentar lagi,Pih !"
"Nih masih agak basah !" jawab Zee.
"Kalau mereka tahu memang kenapa,Mih ?" goda suaminya.
"Malu lah Pih ! memang Papih gak malu !"
"Siang-siang begini minta jatah !" cibir Zee.
"Kenapa harus malu ? toh melakukan dengan istri sendiri ! sudah halal lagi !" jawab Alan santai.
"Heran deh Papih ! sekarang sudah tidak tahu malu !" ejek istrinya.
"Ha...ha...ha !" Alan sudah tidak bisa menahan tawanya.
"Sudah siap ?" tanya Alan.
"Yuk !"
Mereka pun berjalan ke sebuah kantor seseorang , Zee di suruh menunggu di luar.
Suaminya sedang memberikan mandat kepada bawahannya, sepertinya asistennya.
Setelah selesai suaminya keluar dari kantor itu dan menggandeng tangan istrinya keluar dari Perusahaan Xaquille.
"Kita akan kemana,Pih ?" tanya Zee .
"Kita membeli makanan dulu, setelah itu kita pulang !"
"Lho, emang Papih gak balik ke kantor ?" tanya Zee heran.
"Papih masih ingin bermesra-mesraan dengan istri Papih yang cantik !" jawabnya santai, tentu saja membuat mata Zee membulat .
Itu pertanda suaminya minta jatahnya lagi.
Alan hanya tersenyum senang melihat reaksi istrinya.
"Ha....ha...ha ." tawa Alan.
"CK,ck !"
__ADS_1
to be continued....