
Setelah Zee diangkat menjadi asisten dosen ,ia jadi jarang bertemu dengan sahabatnya , Echa.
Ia harus menggantikan Dosen senior untuk mengajar mahasiswa baru di kampusnya.
Tugasnya bukan hanya mengajar mahasiswa , Zee juga mendampingi kegiatan penelitian para mahasiswa .
Membantu Dosen menyusun soal-soal ,dan juga membantu menyusun silabus.
Silabus adalah penjabaran dari sebuah mata kuliah yang berisi sinopsis mata kuliah, kompetensi mata kuliah atau sejenisnya.
Alan melarang Zee untuk memforsir tenaganya , karena mengingat dirinya sedang hamil muda.
Pas jam makan siang ,Zee baru selesai dengan tugasnya.
Suaminya akan menjemput Zee , namun tidak langsung ke rumah melainkan Zee akan menemani suaminya bekerja di kantor.
Karena semenjak Zee hamil ,Alan selalu ingin berdekatan dengan istri dan baby nya.
Zee tidak menolak, jika setiap hari harus menemani suaminya di kantor.
Karena semua kebutuhan Zee juga ada di kantor.
Jika lelah sudah ada kasur di sana ,mau makan tinggal pesan.
Mau cemilan , di dalam kulkas ada berbagai macam cemilan yang aman buat ibu hamil.
Bahkan di kantor ,Alan sudah menyediakan baju ganti istrinya ,satu lemari penuh baju ganti Zee.
"Pih ?" panggil Zee manja sambil senderan di bahu suaminya.
"Iya ,Mih !"
"Besok Mamih cek kandungan !"
"Nanti temani Mamih ya Pih !"
"Iya , Sayang jangan khawatir !"
"Papih akan menemani Mamih !" Alan mengecup kening istrinya dengan sayang.
"Sudah sore ! yuk pulang !" Alan membereskan semua pekerjaannya , kemudian menggandeng tangan istrinya keluar kantor.
Banyak karyawan yang melihat kemesraan bos dengan istrinya.
Alan yang terkenal dengan sifat cuek dan irit berbicara ,membuat semua karyawannya heran , karena baru kali ini para karyawan melihat big bosnya tersenyum lebar seperti itu.
Mobil Alan melaju meninggalkan Perusahaan , disepanjang perjalanan Zee tidak berhenti bercerita mengenai kegiatannya hari ini selama menjadi asisten dosen.
Alan dengan setia mendengarkan istrinya bercerita.
"Pih , Mamih pengen mangga muda !" ucap Zee tiba-tiba, membuat Alan menghentikan mobilnya.
"Mangga muda !"
"Hem, kalau begitu ! Ayo kita mampir ke supermarket untuk membeli mangga muda!" ucap Alan.
"Tapi Pih ! Mamih pengennya yang baru memetik dari pohonnya !" jawab Zee.
"Apa ?"
"Duh Mih , kita beli aja yah !"
"Yang gak repot ,Mih !"
"Ih,Beda Pih !"
"Kalau baru memetik itu masih seger banget Pih !"
"Di cocol sama sambel , pasti enak !"
"Ayo dong,Pih ! cari !"
__ADS_1
"Emang Papih mau anaknya ileran !"
"Ah , itu cuma mitos ,Mih !" Alan tak percaya.
"Eh,Papih gak percaya !"
"Nih ya Pih ! tetangga Mamih anaknya Bu Bandi itu sampai besar ileran !"
"Papih tahu kenapa ?"
"Kenapa emang ?" tanya Alan.
"Saat Bu Bandi hamil , kepengen rujak gak diturutin sama suaminya !"
"Lho kok bisa ?"
"Kan tinggal beli ,Mih ! lagian di Jakarta yang jual rujak kan banyak !"
"Ya ,gak bisa lah Pih ! lha wong Bu Bandi minta rujaknya jam 2 malam !"
"Pak Bandi mau cari kemana coba ?"
"Ha....ha ....ha !"
"Ish , Mamih ini !" Alan tersenyum geli.
"Tapi Papih harus cari kemana dong ?" bingung Alan.
"Eh, rumahnya Pak Ruslan tetangga kita kan ada pohon mangganya ,Pih !"
"Ayo kita kesana ! terus nanti Papih minta ya ,Pih !"
"Ya sudah kalau begitu !"
"Kita lanjutkan perjalanan lagi !"
Mobil sampai juga di depan rumah,Alan memarkirkan mobilnya di depan rumah.
Setelah meminta izin kepada Pak Ruslan dengan alasan istrinya sedang ngidam pengen mangga muda,Pak Ruslan dan Bu Ruslan mengijinkan Alan untuk memetiknya banyak-banyak , untung Pak Ruslan dan Bu Ruslan orang yang sangat baik.
Awalnya Alan akan membayar orang untuk naik ke atas pohon memetik buah mangga , namun istrinya menolak , katanya jabang bayinya ingin Papahnya sendiri yang memetik buah mangga.
Dengan bersusah payah Alan menaiki pohon mangga yang cukup tinggi , hingga ia berdiri di dahan yang paling kokoh ,Alan baru bisa memetik buah mangga muda itu.
Tidak sampai disitu perjuangan suaminya ,Zee mau mangga yang Alan petik harus berwarna hijau muda .
Terpaksa Alan harus memilih-milih mangga yang warnanya hijau muda.
Dan tentu saja itu butuh perjuangan ekstra, berpindah dari dahan yang satu ke dahan yang lain.
Itu membuat pakaian kerja suaminya menjadi kotor dan berantakan.
Namun Alan tidak perduli , karena jika kemauan Zee tidak dituruti ,Zee tidak akan berhenti merengek seperti anak kecil yang kehilangan mainannya.
Selesai memetik buah mangga,Alan dan Zee mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Pak Ruslan dan Bu Ruslan.
Mereka pun berpamitan kepada keduanya, pasangan suami istri yang cukup berumur, namun masih tetap harmonis dan bahagia.
Alan dan Zee langsung pulang ke rumah ,Alan memilih langsung ke kamar mandi untuk mandi dan bersih-bersih.
Sedangkan istrinya sedang menikmati mangga muda yang dicocol dengan sambal gula merah.
Sudah 3 buah mangga yang di makan dan Zee habiskan sendiri.
"Ah, kenyangnya !" ucap Zee sambil mengusap-usap perutnya.
"Mih ,sana mandi dulu !" perintah suaminya.
"Iya ,Pih !"
"Astaga Mih , Mamih makan banyak mangga muda, Apakah tidak sakit perut ?" heran suaminya.
__ADS_1
"Ha....ha....ha !"
"Namanya juga lagi ngidam,Pih !"
"Syukur-syukur ngidamnya makan mangga muda !"
"Coba kalau minta ayam betutu khas Bali !"
"Papih sanggup !" Zee melirik nakal ke arah suaminya.
"Eh,gak Mih !"
"Papih gak sanggup !"Alan tersenyum simpul.
"Aduh ,minta mangga aja repot nya minta ampun ! kalau minta yang lain gimana ?" batin Alan.
Kediaman Papa Roger
Yuda di buat kalang kabut oleh Ratu , pasalnya setelah insiden itu ,Ratu sama sekali tidak mau menemui dirinya.
Yuda dan keluarganya sudah berusaha menemui keluarga Aghar , supaya memberitahu dimana keberadaan Ratu sekarang dan berbicara baik-baik.
Namun Papa Roger menentang keras , Papa bersikeras supaya Yuda dan Ratu bercerai.
"Saya mohon,Pak !"
"Biarkan putra saya ,menemui istrinya !" mohon Aditama.
"Untuk apa ?"
"Untuk menyakitinya lagi ?" ketus Papa.
"Tapi Pak ,Yuda sudah berjanji ! dia tidak akan menyakiti Ratu lagi !" ucap Aditama lagi.
"Iya ,Pah ! Yuda ingin meminta maaf !"
"Yuda salah !"
"Yuda janji ! Yuda akan jadi suami dan ayah yang baik !" ucap Yuda menundukkan kepalanya.
"Saya mohon ,Pak Roger !"
"Ijinkan putraku menemui istrinya !" mohon Astrid.
"Huft ." Papa menghela nafas panjang.
"Biarkan Ratu sendiri dulu !"
"Kalau hatinya sudah agak tenang ,Yuda boleh menemuinya !" ucap Papa.
"Tapi kapan pah ?"
"Apakah Ratu bersikeras ingin bercerai dari Yuda ?"
"Semua keputusan ada di tangan Ratu,Yud !"
"Papa dan Mama sebagai orang tua, hanya bisa mendukung keputusan anak kami !"
"Berikanlah Ratu waktu dan ruang !"
"Biarkan dia menyendiri terlebih dahulu !"
"Kalau Ratu sudah mau ditemui , barulah Papa akan memberi kabar kepadamu !" Yuda bersikeras ingin menemui Ratu , namun Astrid mencoba untuk menenangkannya .
"Baiklah,Pak!"
"Kami permisi dulu ! kalau Ratu menghubungi Bapak dan bersedia menemui kami ! tolong segera beritahu kami !" ucap Astrid.
Kemudian keluarga Nalendra pun pergi dari rumah Ratu dengan tangan kosong.
to be continued....
__ADS_1