Om I Love You

Om I Love You
Episode 78


__ADS_3

Malam ini, Alan terpaksa tidur di sofa depan. Elmar sudah menyuruhnya tidur di kamar tamu saja, namun Alan menolaknya. Karena Alan ingin agar istrinya tahu, bahwa dirinya rela tidur di luar hanya demi istrinya. Sudah berkali-kali dia mengetuk pintu kamar istrinya, namun Zee tetap tidak mau membukanya.


Tok ... Tok .... Tok


"Sayang, buka dong pintunya?" ucap Alan, "Nyamuknya banyak, Sayang!" rengek Alan, namun Zee masih kekeh dengan pendiriannya.


"Huft," Alan menghela nafasnya panjang.


"Dia sangat keras kepala," ujarnya. Alan pun kembali tidur di sofa.


Satu jam berlalu, Zee merasa tidak tega membiarkan suaminya tidur di sofa. Zee pun keluar untuk melihat keadaan suaminya, namun di sofa ruang tamu, dia tidak menemukan keberadaan suaminya. Zee pun mencari di dapur dan di kamar mandi, dia tidak menemukannya. Dia pun mengecek ke setiap kamar, ternyata suaminya tidur pulas di salah satu kamar yang lain.


"Ck, katanya rela digigit nyamuk demi Mamih," sungut Zee. Zee pun merasa tidak tega, melihat suaminya tidur meringkuk karena menahan udara yang dingin. Zee pun menyelimuti tubuh suaminya dengan selimut miliknya.


Keesokan paginya, Zee berjalan-jalan dengan Ratu mengelilingi perkampungan. Dengan berjalan-jalan membuat suasana hatinya menjadi lebih baik. Matahari sudah mulai naik, sinarnya juga sudah mulai terik. Mereka memutuskan untuk kembali ke Villa.


Sampai di Villa, mereka melihat ada sebuah mobil yang terparkir di depan Villa. Mereka sempat bingung, namun sang empunya mobil mengetahui kedatangan Zee, langsung keluar dan memeluknya. Alan mengekor di belakang Marsha.


"Zee?" panggilnya.


"Tante." bingung Zee, Ratu yang mengetahui permasalahan diantara mereka, memilih untuk langsung masuk.


"Apa yang Tante lakukan disini?" ketus Zee.


"Zee, kamu marah sama Tante?" tanyanya, "Alan sudah menceritakan semuanya," tuturnya.


"Tante ingin menjelaskan semuanya, supaya kamu dan suami kamu, tidak bertengkar lagi!" ujarnya.


"Mau menjelaskan apa lagi?" tanya Zee masih ketus.


"Tante tahu, kalau Tante salah! Suami kamu tidak bersalah, Zee! Tante yang bersalah, Tante meminta maaf," ucapnya.


"Padahal Alan sudah mengatakan bahwa hubungan kami hanyalah masa lalu, tapi Tante masih saja ingin memaksakan kehendak Tante, maafkan kesalahan Tante," jelasnya.


"Sore ini, Tante akan pulang ke Jerman! Dan ini adalah saatnya Tante menyerahkan ini kepadamu!" Ucap Marsha sambil menyerahkan sebuah Black Card dan beberapa aset milik mendiang Mamanya Zee.


"Ini adalah milik mendiang Mama kamu! Perusahaan di Jerman berkembang sangat pesat, dan kamu berhak juga menikmati hasilnya!" ucap Marsha.


"Jika kamu bersedia, mampirlah ke Jerman! Tante akan sangat bahagia," ucapnya lagi.

__ADS_1


"Maafkan suami kamu, dia tidak bersalah, Tante yang bersalah! Tante akan selalu berdo'a untuk kebahagiaan kamu!" jelas Marsha bersungguh-sungguh. Marsha memeluk Zee untuk terakhir kalinya, dan beribu-ribu kali meminta maaf, Zee pun memaafkannya. Bagaimanapun Marsha adalah satu-satunya keluarga yang tersisa dari Almarhum mamanya. Dengan derai air mata, Zee mengantarkan Marsha sampai didepan Villa. Marsha pergi dengan beberapa bodyguard dan asisitennya. Setelah mobil mereka tidak terlihat dari pandangan mata, Alan pun mengajak istrinya untuk masuk ke dalam. Alan yang melihat istrinya masih bersedih, dia langsung memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang. Dan memberikan rayuan-rayuan maut untuk meluluhkan hati istrinya yang sekeras batu.


"Sudah, Mih, Jangan menangis lagi!" ucapnya, sambil membawa tubuh istrinya ke pelukannya.


"Hiks ... hiks ... hiks."


"Kapan-kapan kita ke Jerman!" ujar suaminya.


"Beneran, Pih!"


"He'em," jawab suaminya.


Mereka pun ikut bergabung bersama Elmar dan Ratu yang sedang asyik mengobrol.


"Wuih, akhirnya , pasangan ini kembali bersatu, itu berarti besok kalian pulang kan?" tanya Elmar membuat Zee membelalakkan matanya.


"Tuh, Pih, dari kemarin dia selalu menggodaku! Dia juga membuatku kesal, dia bilang Mamih gendut! Dia juga bilang Mamih rakus!" ucap Zee mengadu kepada suaminya, tentu saja Alan membulatkan matanya.


"Elmar, jika kau macam-macam dengan istriku dan mengatainya gendut! Maka kerjasama kita akan dibatalkan!" tegasnya.


"Astaga, Om, tega sekali!" kata Elmar, langsung menciutkan nyalinya.


"Ish, pasangan yang aneh!" cibir Elmar, membuat Ratu tersenyum geli.


"Tuh kan, Pih! Dia mengumpatku!" rengek Zee.


"Elmar, berhentilah mengumpatnya! Bukan hanya menolak untuk bekerjasama, aku juga akan membuatmu bangkrut!" ancamnya.


"Ya, Ampun, Om kejam sekali!" sungutnya.


"Ha ... Ha .... Ha." Ratu tidak bisa menahan tawanya, Elmar hanya memberengut kesal kepada sahabatnya itu.


"Sayang, Ayo, kita ke kamar! Papih sudah rindu banget sama Mamih!" ucapnya, membuat pipi Zee merona merah.


"Ish, Papih, malu tahu? Kan ada Ratu sama Elmar!"


"Kenapa harus malu? Abaikan saja mereka, anggap mereka tidak terlihat!" ucap Alan sambil menggendong istrinya berlalu ke kamar mereka.


"Ish, dasar pasangan tidak tahu malu! Apa mereka tidak memikirkan nasibku yang masih jomblo? Sekarang mataku ternoda, gara-gara melihat adegan tidak senonoh mereka!" cibirnya, membuat Ratu terkekeh geli.

__ADS_1


"Makanya, kau harus mencari pasangan!" ucap Ratu.


"Aku sudah menemukan pasanganku, sayangnya dia masih dalam proses bercerai!" ujar Elmar, membuat Ratu tersindir.


"Maksud kamu?"


"Yah, kamu tahu maksudku, bahwa aku sangat menyukaimu sejak dulu!" jujur Elmar.


"Tapi, Elmar, aku wanita yang tidak sempurna! Dan aku sedang hamil anak orang lain!" ucapnya.


"Aku akan tetap menyukaimu, walaupun kau sedang mengandung anak orang lain! Dan aku akan mencintai anak ini sama besarnya seperti aku mencintaimu!" jujurnya lagi, membuat hati Ratu berdetak sangat cepat.


" Perasaan apa ini? Aku baru pertama kalinya memiliki perasaan seperti ini," batinnya.


"Kau jangan bercanda, masih banyak wanita yang cantik dan masih gadis menantimu!" ucap Ratu.


"Iya, memang sangat banyak, tapi tidak sekuat kau! Aku memang bukanlah anak orang kaya, akan tetapi aku memiliki cinta yang sangat kaya untukmu!" gombal Elmar.


"Ish, kau sedang berusaha merayuku?" selidik Ratu.


"Apakah jika aku merayumu, hatimu akan menjadi milikku, maka setiap hari akan aku lakukan!"


"Ish, dasar gombal!" sungut Ratu.


"Sudah, ah, hentikan omong kosong mu!" ucap Ratu sambil berlalu ke kamarnya.


Elmar sangat bahagia, pasalnya dia bisa mengutarakan isi hatinya kepada sang pujaan hati. Sudah lama ia memendam rasa ini. Namun Ratu bukanlah wanita yang mudah untuk ditaklukkan, sifatnya sama kerasnya dengan Zee, namun Ratu memiliki sisi feminim sebagai seorang perempuan.


to be continued..........


*********************************************


Note.


Hei teman-teman Readers, terima kasih atas dukungannya. Sampai sejauh ini masih setia membaca coretan demi coretan yang amburadul, masih perlu banyak belajar. Namun karena do'a dan dukungan dari para teman-teman yang membuat saya selalu bersemangat...💪💪


Semoga untuk karya-karya selanjutnya bisa lebih bagus dan baik lagi. Dukung terus karyaku, dan silahkan yang mau ngasih Like, Favorit, komentar dan juga Votenya, Silahkan.


Terima kasih banyak....🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2