Om I Love You

Om I Love You
Episode 59


__ADS_3

Sinar mentari di pagi hari , memberikan kehangatan bagi makhluk penghuni bumi.


Di pagi yang cerah , udaranya sangat bersih dan sejuk.


Ratu mengenakan sweater tebal keluar rumah, merentangkan kedua tangannya, menghirup udara yang masih segar dan bersih, belum terjamah oleh tangan manusia untuk dijadikan gedung-gedung bertingkat dan apartemen-apartemen yang menjulang tinggi.


Sambil mengusap-usap perutnya ,ia berdialog sendiri.


"Sabarlah Sayang ! Mama pasti akan menjagamu dengan baik ! walaupun Papa tidak ada bersama kita !"


"Selamat pagi ?" sapa Elmar membuat Ratu terkejut.


"Pagi Elmar !" ucap Ratu.


"Kau mengagetkanku saja !"


"He....he.....he !" tawa Elmar.


"Maaf !"


Setelah dua hari menginap ,Papa dan Mama memang langsung kembali ke kota Jakarta.


Tidak mungkin Papa meninggalkan Perusahaannya dalam waktu yang lama.


Mereka menitipkan Ratu ke Ibu Hamidah , karena memang kemauan Ratu sendiri ingin tinggal di Villa.


"Bagaimana ? Apakah kamu betah tinggal di sini ?" tanya Elmar.


"Yah, lumayan !"


"Pemandangan di sini sangat indah,aku suka !"


"Kalau kau mau , aku akan mengajak mu ke tempat paling indah di sini !"


"Kau mau ?" ajak Elmar.


Belum sempat menjawab pertanyaan Elmar,Ibu Hamidah datang dengan membawa nampan berisi teh hangat dan cemilan.


"Neng ? pagi-pagi gini paling enak minum teh hangat !"


"Nih Ibu sudah membuatkan Neng Ratu teh hangat dan ubi rebus !" ucap Ibu Hamidah meletakkan nampan tersebut.


"Terima kasih banyak ,Bu !"


"Bu ,saya akan mengajak Ratu berjalan-jalan !"


"Kan sudah lama Ratu tidak melihat kampung kita ini,Bu !"


"Ratu pasti merasa takjub, dengan perubahan kampung ini !" ucap Elmar meminta izin kepada Ibunya.


"Ehm, Baiklah !"


"Silahkan saja kalau si Eneng mau !" ucap Ibu Hamidah sambil melirik ke arah Ratu.


"Iya ,Bu !"


"Saya akan ganti baju dulu !" Ratu pun masuk ke kamarnya untuk berganti baju.


Tidak menunggu lama mereka pun berangkat, mereka berjalan-jalan dengan menggunakan sepeda motor ,Ratu membonceng Elmar.


Sepeda motor melaju meninggalkan Villa ,melaju melewati jalanan yang sudah beraspal.


Sepanjang perjalanan mereka menyapa orang-orang yang hendak pergi ke kebun.


Bukan hanya tampan , ternyata Elmar pemuda yang sangat ramah.


Setiap orang di jalan yang ditemuinya selalu Elmar sapa dengan ramah , mereka pun tidak kalah ramah kepada Elmar.


Sepeda motor yang mereka tumpangi berhenti di sebuah perkebunan bunga yang sangat cantik dan indah.


Ratu dibuat kagum olehnya.


"Wah , bunganya sangat cantik !" ucap Ratu.


"Tentu saja ! ikuti aku ?" ajak Elmar.


"Kita mau kemana,El ?"


"Ikuti saja !" Elmar membawa Ratu ke sebuah tempat dengan banyak sekali bunga Krisan.



"Wah, cantik-cantiknya !"

__ADS_1


"Ini aku suka ,ini aku juga suka ,dan apalagi yang warna merah !"


"Duh benar-benar bunga yang sangat indah !" kagum Ratu.


Elmar yang melihat tingkah Ratu yang begitu lucu jadi tersenyum.


"Kau suka ?" tanya Elmar.


"Ya ,aku sangat suka !"


"Jika aku tunjukkan kepada Zee , pasti dia akan menyusul ke sini !" Ratu terkekeh senang.


"Nak Elmar ! bunganya sudah siap panen ! Apakah kita akan memanennya hari ini juga ?" tanya seorang Bapak paruh baya.


"Kita tunggu pembelinya datang dari kota ,Pak !"


"Sebentar lagi mereka datang !" jawab Elmar.


"Baiklah !" kemudian bapak-bapak itu pergi melanjutkan pekerjaannya kembali.


Beberapa menit kemudian , sebuah mobil pickup datang.


"Ratu , tunggu di sini !" ucap Elmar,di jawab anggukan oleh Ratu.


Elmar mendekati pemilik mobil pickup itu, sepertinya mereka sedang berbicara serius.


Ratu memilih melihat-lihat perkebunan tersebut , hingga ia berhenti pada Ibu-ibu yang sedang sibuk memetik bunga.


"Selamat pagi, Ibu-ibu !" sapa Ratu.


"Pagi,Neng !" jawab mereka serempak,ada empat ibu-ibu di sana yang sedang sibuk memetik bunga Krisan.


"Neng pacarnya Nak Elmar ya ?" tanya salah satu ibu-ibu, membuat Ratu salah tingkah.


"Bu....bukan ,Bu !"jawab Ratu tergagap.


"Kami hanya berteman !"


"Elmar itu teman kecil saya dan saudara saya !"


Memang sejak kecil , mereka bertiga berteman.


Apalagi kalau keluarga Aghar sedang berlibur ke Bogor , mereka sehari-hari bermain bertiga.


"Oh , begitu !"


"Lagian Nak Elmar kan belum punya pacar !"


"Ha....ha....ha ! Ibu bisa saja !" jawab Ratu malu-malu.


"Eh,bener lho Neng !"


"Nak Elmar itu hebat !"


"Sudah ganteng ! ramah ! pembisnis yang sukses lagi !" puji si Ibu.


"Semua perkebunan bunga ini adalah miliknya !"


"Karyawannya juga banyak !"


"Jadi perkebunan ini milik Elmar ,Bu ?" tanya Ratu penasaran.


"Iya ,Neng ! punya siapa lagi ?"


"Ratu ?" panggil Elmar dari arah belakang Ratu.


"Mari,Bu ! Saya tinggal dulu ! Elmar memanggil saya !"Ratu berpamitan kepada ibu-ibu dan menghampiri Elmar.


"El sudah selesai urusannya ?" tanya Ratu.


"Iya !"


"Tadi itu pembeli dari Jakarta !"


"Dia sudah menjadi langganan di sini !"


"Jadi ceritanya, sekarang kamu sudah sukses !"


"Sudah menjadi seorang juragan !"goda Ratu.


"Ah, kata siapa ?" ucap El , sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jujur saja !" goda Ratu lagi.

__ADS_1


"Cuma ingin membantu warga disini !"


"Supaya warga di sini mempunyai pekerjaan dan penghasilan !"


"Kamu kan tahu ! masa pandemi seperti ini cari pekerjaan itu susah ! Apalagi yang tidak memiliki pengalaman kerja serta pendidikan yang tinggi !"


"Semua warga sini yang merantau diJakarta terpaksa pulang akibat pandemi tidak berkesudahan ,dan di sini mereka menjadi pengangguran !"


"Alhamdulillah berkat ilmu yang aku dapatkan dari bangku kuliah , sekarang usaha ku jadi seperti yang kau lihat !"


"Wah ,kamu hebat El !"


"Aku gak nyangka seorang El bisa sesukses ini !"


"Semua ini juga berkat Tuan Roger ! Papa kamu !"


"Tuan Roger setiap bulan mengirimkan uang kepada Ibu untuk biaya perawatan Villa !"


"Ternyata yang Tuan Roger berikan setiap bulan bisa membuatku sekolah sampai perguruan tinggi !"


"Dan Alhamdulillah , setelah aku lulus ! ilmu ku berguna dan bisa membantu orang banyak !"


"Terutama warga sini !"


"Kamu benar-benar hebat,El !" puji Ratu.


"Ayo kita duduk di sana !" El menunjuk tempat duduk.


"Sekarang ceritakan tentang mu ?"


"Bukankah kau ini masih kuliah ?"


"Apakah kau sedang liburan ?" tanya Elmar penasaran.


"Tidak !"


"Aku tidak sedang liburan !"


"Aku sedang menghindari seseorang !"


"Siapa ?" tanya El penasaran.


"Suamiku !"


"Apa ?"


"Jadi kau sudah menikah ?" Elmar terkejut dan juga kecewa.


"Iya ,El ! Aku sudah menikah !" ucap Ratu sambil menunduk.


"Oh , begitu ! lalu kenapa suamimu tidak ikut ?" tanya El lagi.


"Dia sedang sibuk !" jawab Ratu sekenanya.


"Eh, sudah siang !"


"Ayok kita pulang ! pasti Ibu cemas !" ajak Elmar.


Di sepanjang perjalanan Elmar terdiam, biasanya Elmar banyak bicara.


Tapi kali ini Elmar agak berbeda dan biasanya.


"Apakah aku punya salah ?" batin Ratu.


"Assalamualaikum ?"


"Walaikumsalam !" jawab Ibu Hamidah.


"Duh ,Neng !"


"Kemana saja ?"


"Mau mandi dulu atau mau sarapan ?" tanya Ibu Hamidah.


"Eh,Ratu sebaiknya mandi dulu deh ,Bu !"


"Gerah !" Ratu langsung menyambar handuk menuju kamar mandi untuk bersih-bersih.


Sedangkan Elmar kembali ke rumahnya sendiri , juga untuk mandi dan bersih-bersih.


Selesai mandi ,Elmar duduk di kursi depan sambil melamun.


"Ternyata kau sudah dimiliki seseorang !"

__ADS_1


"Harusnya dari dulu aku memberanikan diri untuk menyatakan cinta !" Elmar berdialog dengan dirinya sendiri.


to be continued......


__ADS_2