Om I Love You

Om I Love You
Episode 20


__ADS_3

"Jangan pegang-pegang!" Zee menepis tangan suaminya.


"Om, sengaja kan mencari kesempatan!" bisik Zee takut di dengar pengunjung lain.


"Tidak, niatku memang ingin membantu saja!"


"Apakah kau cemburu?" goda Alan.


"Zee cemburu?"


"Ha .... ha .... ha! mana mungkin Zee cemburu!"


"Ada apa denganku, rasanya aku marah kalau melihat Om di dekati cewek lain!" batin Zee.


"Tuh kan cemburu!" ucap Alan.


"Tanpa menjelaskan, aku sudah tahu! Kamu cemburu! Aalagi suami tampan mu ini di gilai banyak cewek-cewek!"sombong Alan.


"Ih, Om kepedean banget!" ucap Zee sambil berjalan mencari letak sabun dan shampo.


Zee mengambil beberapa sabun, shampo, parfum, hand body, pasta gigi dan juga sabun cuci muka.


Tidak berselang lama, ada seorang pencuri kepergok mencuri di Supermarket. Karena panik sang pencuri mengarahkan benda tajam ke arah pengunjung yang di sanderanya.


Semua pengunjung yang menyaksikan kejadian itu merasa takut dan histeris, mereka tidak ada yang berani menolongnya.


Melihat itu Zee dengan sigap melempar tas selempang kesayangannya ke arah pencuri, membuat pencuri kaget dan menjatuhkan benda tajam tersebut.


Pengunjung yang di sandera berlari karena ketakutan, pencuri mengambil kembali pisaunya hendak mengarahkan kepada Zee, Alan yang melihat itu melemparkan botol kecap ukuran besar ke muka pencuri.


Sang pencuri mengaduh kesakitan, dan memegangi mukanya, dengan sekali tendang dan tinju sang pencuri jatuh tersungkur.


"Kalau mau dapet uang, kerja!"


"Kamu pikir dengan mencuri hidup kamu akan tercukupi!" bentak Zee sambil membuka topeng yang menutupi wajahnya, ternyata seorang bapak paruh baya.


"Maaf, Neng! Bapak terpaksa! Keluarga Bapak butuh makan!" ucap seorang bapak-bapak yang sudah di lumpuhkan Zee .


"Kan bisa cari kerja! Cari duit yang halal! Kok tega banget ngasih duit haram buat anak bini!" ucap Zee.


"Bapak, sudah cari kerja! Tapi gak ada yang mau menerima tenaga orang tua seperti bapak!" ucap bapak, Zee jadi terenyuh mendengar penuturan bapak-bapak itu.


Di Kota Jakarta mencari pekerjaan di kondisi pandemi ini sangatlah susah, Zee tahu itu.


"Maaf semuanya, atas ketidak nyamanan ini!"ucap Alan.


"Biarkan bapak ini kami yang mengurus!" para pengunjung pun kembali berbelanja, dan Alan membawa bapak itu keluar dari Supermarket,


Alan membisikkan sesuatu kepada Zee dan menyerahkan Black Card kepada Zee untuk membayarkan belanjanya tadi.


Zee nampak terbengong melihat Black Card milik suaminya, baru pertama kali ia memegang Black Card selama hidupnya.

__ADS_1


Setelah membayar semua belanjaan miliknya, Zee juga membeli banyak belanjaan seperti kebutuhan pokok dan sembako dan lain-lain.


Alan dan Zee menyerahkan kepada bapak itu, dan Alan mengeluarkan sejumlah uang dari dompetnya, serta memberikan kartu nama dirinya, apabila sang bapak membutuhkan pekerjaan.


Zee yang melihat itu menjadi semakin kagum dengan sifat baik suaminya, hingga tidak menyadari Zee senyam-senyum sendiri .


"Tidak usah memujiku! Aku tahu selain tampan, aku juga baik, tidak perlu memuji!" sombong Alan.


"Kepedean banget sih, Om!"


"Ih, siapa juga yang mau memuji, Om !" Zee berjalan menaiki mobil suaminya.


"Ha .... ha ... ha! Semakin hari kau semakin menggemaskan saja!" rayu Alan.


Mereka pun pulang kembali ke rumah. Alan membawa semua barang belanjaan masuk ke dalam, Zee yang melihat suaminya kerepotan mendekat dan langsung membantunya.


Zee menata sayur, daging, ikan, ayam dan buah-buahan di dalam kulkas. Sedangkan suaminya menata peralatan dan perlengkapan mandi di sebuah lemari kecil. Zee duduk di depan Televisi sambil menselonjorkan kakinya.


"Ternyata capek juga!"


"Biar ku lihat!" Alan mendekat dan duduk di samping istrinya dengan membawa kotak obat.


"Apa?" tanya Zee.


"Lukamu!" Alan menarik tangan Zee agar lebih mendekat. Dengan telaten Alan membersihkan luka Zee dan memberikan Betadine .


"Kau ini wanita atau pria sih?"


"Zee wanita lah! nih lihat Zee punya gunung kembar! bahkan gunung Zee ini seperti gunung Mahameru! BESARRRRR!" jawaban istrinya penuh penekanan membuat Alan terperangah, dia tidak mengira memiliki istri yang begitu bar-bar. Bicaranya asal ceplas-ceplos, tidak pernah di filter, tapi Alan suka! Buktinya sambil mengobati tangan Zee, dia senyam-senyum sendiri.


"Kenapa senyam-senyum sendiri?"


"Jangan bilang kalau Om berpikir yang jorok-jorok yah!" selidik Zee.


"Kenapa memangnya kalau aku berpikir jorok? kamu itu kan istriku!" goda Alan.


"Duh, aku salah ngomong, seharusnya aku gak mancing-mancing!" batin Zee.


"Kamu sudah sholat Isya belum?"


"Sana sholat dulu! Aku akan mengerjakan sedikit pekerjaanku!"


"Baiklah!" Zee langsung lari menuju kamar, karena Zee takut suaminya terpancing, dan dia akan teringat menuntut haknya sebagai seorang suami.


Selesai sholat Zee melipat mukenanya, dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur big Size.


Ia melihat ponselnya, yang sedari kemarin belum sempat ia isi kuota.


"Duh, aku nggak bisa menghubungi siapapun! kuota HP habis, ini sudah malam lagi!" sungut Zee.


"Aku jadi nggak bisa kasih kabar ke papa dan mama!" sungut Zee, Alan yang baru masuk ke kamar, melihat istrinya sedang berdialog sendiri tersenyum geli melihatnya.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Alan.


"Eh, Om! Zee pinjem HP nya dong! Zee mau nelpon papa sama Mama! kuota Zee habis!" terang Zee.


"Tuh pakai saja, sandinya tanggal pernikahan kita!" jawab Alan sambil berlalu ke kamar mandi.


"Okey, Om, terimakasih!" Zee menelfon kedua orang tuanya, menanyakan kabar dan memberitahu keluarganya bahwa sekarang ia sudah pindah ke rumah baru. Zee juga memberitahukan alamat rumahnya yang sekarang.


Seperti biasa , mama akan memberi ceramah mengenai kewajiban istri kepada suami.


Terutama memberikan haknya, dan seorang istri wajib memberikannya. Selesai saling memberi kabar, Zee nampak termenung mengingat nasehat-nasehat mamanya.


"Apa memang harus di lakukan yah?"


"Kalau tidak memberikan suami haknya, maka akan berdosa sebagai istri! Sedangkan pernikahan gue sudah berjalan 4 hari!" Zee berdialog dengan dirinya sendiri.


Selesai sholat, Alan mencari keberadaan istrinya. Ternyata istrinya sedang melamun di balkon kamar, duduk termenung sendiri.


"Kamu sedang apa?" tanya suaminya membuat dirinya kaget .


"Eh, Om, bikin kaget saja!"


"Ada apa?" tanya Alan.


"Tidak apa-apa!"


"Apakah sudah menghubungi papa dan mama? bagaimana kabar mereka?" tanya Alan.


"Mereka semuanya sehat kok!"


"Lalu kenapa kamu melamun?"


"Zee sedang memikirkan apa yang di katakan mama!" ucap Zee.


"Apa?" tanya Alan penasaran.


"Ehm apa yah!"


"Itu???" Zee bingung harus menjawab apa.


"Ini sudah malam, Ayo tidur! Bukankan besok kau kuliah!"


"Baiklah, Om! Zee tidur di mana?"


"Tidur denganku lah, aku tidak akan memakan mu, kau tenang saja!" goda Alan.


"Ish, Om ini!" Zee mengerucutkan bibirnya.


Mereka pun tertidur dikamar yang sama, kasur yang sama dan selimut yang sama.


to be continued.....

__ADS_1


__ADS_2