
Sepulang dari rumah Papa ,Zee terus manyun.
Pasalnya Zee benar-benar malu ,di hadapan Papa suaminya berbicara seperti itu.
Alan sudah meminta maaf dan membujuknya , namun Zee tetap bermuka masam di hadapan suaminya.
Zee mendiamkan suaminya karena kesal.
Alan sampai bingung harus berbuat apa untuk meluluhkan hati istrinya yang sekeras batu karang.
"Mih,udah dong marahannya !"
"Papih minta maaf,Mih !"
"Jangan marah lagi ya ,Mih !" ucap suaminya.
Melihat suaminya berkali-kali meminta maaf seperti itu ,Zee jadi tidak tega.
"Mamih sudah gak marah kok !"ucap Zee.
"Beneran Mamih sudah gak marah ?"
"Iya ,Pih !"
"Ah syukurlah !" senang Alan memeluk istrinya.
"Yuk tidur,Pih ! sudah malam !"
Alan merebahkan tubuhnya di samping istrinya ,Zee tidur dengan berbantalkan tangan kekar suaminya.
"Mih,sudah tidur?" tanya Alan sambil mencium rambut istrinya yang wangi.
"Hem !"
"Mih ,Papih ingin tahu perasaan Mamih ke Papih ! Apakah Mamih sudah mulai mencintai Papih ?" tanya Alan to the point.
Zee menatap tajam ke arah suaminya , mencari alasan dari pertanyaan suaminya itu.
"Apakah Papih gak merasakannya ?" tanya Zee kesal.
"Mamih sudah menyerahkan mahkota Mamih sama Papih , kalau bukan cinta apa namanya ?"
"Jangan marah lagi dong ,Mih ! Papih cuma ingin tahu perasaan Mamih !"
"Gak , Mamih gak marah ! cuma kesal doang !" Zee mengerucutkan bibirnya.
"Iya,Papih percaya ! Papih seneng banget dengernya,Mih !"
"Maafkan Papih ! Papih harus menyembunyikan kebenarannya dari Mamih ! Papih takut setelah Mamih tahu alasan pernikahan Mamih gagal , Mamih akan meninggalkan Papih dan lebih memilih Yuda !" batin Alan.
"Papih kenapa sih ? ko tumben ngomong kayak gitu !"
"Gak apa-apa ,Mih !"
"Papih sayang banget sama Mamih !" Alan mencium kening istrinya.
"Mamih juga sayang sama Papih !"
"I Love You,Om !" Alan membulatkan matanya dengan sempurna ,Zee yang tahu kalau suaminya tidak suka dengan panggilan itu merasa geli,dan secara spontan mencium bibir suaminya.
"Ternyata kau nakal juga yah !" goda Alan ,sambil menggelitik tubuh Zee, membuat Zee tertawa kegelian.
"Ha...ha...ha ! Ampun Pih geli !"
"Ha...ha...ha ! Ampun !"
Alan menatap intens istrinya, Zee semakin cantik dan dewasa.
Alan mencium bibir istrinya dengan lembut , tidak ada penolakan dari Zee,Zee pun menikmati setiap sentuhan suaminya, tangan suaminya bergerilya menjamah seluruh bagian tubuh Zee.
Dengan sekali tarikan daster minim yang Zee kenakan terlepas dari tubuh mulusnya, sekarang Zee dalam keadaan polos.
Alan menindih tubuh istrinya, memperdalam ciumannya hingga ke leher jenjang istrinya , memberikan banyak tanda merah di sana.
Alan yang sudah terbakar birahi , melepaskan seluruh pakaiannya dan melakukan penyatuan dengan istrinya.
Berkali-kali mereka melakukan pelepasan, keringat dan peluh bercampur menjadi satu.
Hingga mencapai titik puncak, tubuh mereka ambruk.
Alan yang melihat istrinya kelelahan , berinisiatif membopong tubuh istrinya ke kamar mandi untuk di bersihkan.
__ADS_1
Dengan telaten Alan memandikan istrinya,Zee sudah menolak namun Alan yang suka memaksa akhirnya Zee menurut.
"Selesai !" Alan memakaikan jubah mandi ke tubuh istrinya dan membopongnya ke tempat tidur.
"Sayang , pakai piyama saja !" Alan mengambil satu stel piyama untuk istrinya.
Selesai memberikan kenyamanan untuk istrinya, sekarang gilirannya untuk mandi dan bersih-bersih.
Keluar dari kamar mandi ,Alan melihat istrinya sudah tertidur.
Ia memandangi wajah cantik istrinya yang sedang tertidur.
"Semoga benih yang aku tanam akan menjadikan rumah tangga kita langgeng !" Alan mencium puncak kepala istrinya,dan ikut tertidur di sampingnya, memeluk Zee dengan erat.
Keesokan paginya
Seperti biasa pasangan suami istri itu, setelah sholat subuh mengawali kegiatannya dengan lari pagi.
Setelah sarapan dan mandi mereka sudah bersiap-siap untuk melakukan aktivitasnya seperti biasa.
Zee akan ke kampus dan suaminya ke kantor.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju kampus istrinya.
Sampai di kampus, seperti biasa Zee melakukan ritualnya sebagai seorang istri.
Mencium punggung tangan suaminya , sebaliknya Alan akan mencium kening istrinya.
"Nanti siang,Papih jemput yah ?"
"Iya ,Pih !"
"Bye...bye !" Zee keluar dari mobil suaminya.
Setelah mobil suaminya hilang dari pandangan barulah Zee masuk.
Echa sudah duduk manis di kelas, dengan jahil Zee berjalan mengendap-endap .
DORRR...
"Eh,kaget.....kaget !"
"Ha....ha....ha !" tawa Zee pecah.
"Lagi ngapain sih ?" tanya Zee.
"Lagi mikirin kreditan panci ! puas !"
"Ha....ha....ha."
"Idih , kreditan panci Mama lo aja bangga !" goda Zee.
"Ish , dari mana saja lo ? kemarin gak ada kabarnya ?" tanya Echa.
"Ah ,kepo lo ,Ca ?"
"Habis enak-enak sama suami yah !" tebak Echa.
"Tahu aja Ca ! kalau gue lagi enak-enak!"
"Ha....ha....Ha."
"What ? lo serius Zee ?" tanya Echa.
"Jadi bentengnya sudah ambrol ?" tanya Echa penasaran.
"He'em !" jawab Zee tanpa malu-malu.
"Wah , hebat banget lo Zee ! beruntung banget lo Zee !"
"Buang batu kerikil ,eh , dapet berlian !" puji Echa.
"Jelas dong ,Zee gitu loh !" sombong Zee .
Belum lama dosen pembimbing datang untuk mengajar.
Selama 3 jam pelajaran,dosen pembimbing memberikan pelajarannya.
Selesai dengan kelasnya,Zee menemani Echa ke kantin.
"Zee ,lo pesen apa ?" tanya Echa.
__ADS_1
"Gue minum aja deh ,Ca !"
"Okey ." Echa memesan dua jus buah naga untuk dirinya dan Zee.
Dret....Dret....Dret
"Assalamualaikum,Pih !"
"Walaikumsalam ,Mih !"
"Papih sudah di depan kampus,Mih ! cepat ke sini !"
"Okey...Oke ! tunggu Mamih !"
Tut ...Tut....tut
"So sweet !" goda Echa.
"Mamih sama Papih !"
"He...he...he ."
"Ya dong ,biar mesra !"
"Dari pada lo , jomblo melulu !" ledek Zee.
"Alah , dulu aja katanya gak mau sama yang Om-om !"
"Sekarang malah suaminya Om-om!"
"Beda dong ,Ca !"
"Dia bukannya Om-om tapi sudah matang ! ibarat mangga, sedang enak-enaknya !"
"Dan masih orisinil !" puji Zee.
"Ha...ha...ha !"
"Kualat lo , ghibah suami !"
"Eh, jangan dong ! Lo do'a in gue !"
"Udah ah ,suami gue udah nunggu di depan !"
"Gue juga mau pulang !"
"Lo ikut mobil gue aja ,Ca ! jalan kita kan searah !" ajak Zee.
"Emang boleh?"
"Boleh ! tapi Lo pakai kacamata kuda yah , biar mata lo gak lirik-lirik yang bening-bening !"
"Ha...ha...ha ."
"Sialan lo ,Zee !" mereka berjalan ke arah parkiran.
Alan menunggu istrinya di dalam mobil,Zee mendekati mobil suaminya dan meminta izin agar sahabatnya ikut nebeng pulang ke kontrakan.
"Ca ,Ayo Lo mau berdiri di situ saja !"
Echa mendekat ke arah Zee , dan duduk di jok penumpang.
"Om ,Echa ikut nebeng pulang yah !" izin Echa.
"Motor Echa lagi di bengkel ."
"Boleh ! Silahkan !" jawab Alan.
"Alah, biasanya juga main naik aja ! tumben-tumbenan pake ijin !" ledek Zee.
"Itu kalau sama lo ,Zee !"
"Yang ini kan beda , gue sama cowok tampan !"
"Lo jangan macem-macem ya ,Ca !"
"Ha...ha...ha !" tawa Echa.
"Om, Punya adek ga ?"
"Atau punya kakak yang sama-sama ganteng kaya,Om ? Echa mau satu dong ?" gurau Echa ,Zee yang mendengar menatap tajam ke arah Echa.
__ADS_1
Alan hanya geleng-geleng kepala saja, melihat dan mendengar perdebatan cewek-cewek cantik plus absurd ini.
to be continued.....