Om I Love You

Om I Love You
Episode 104


__ADS_3

"Sekarang jelaskan! Ada hubungan apa diantara kalian?" tanya papa membuka percakapan.


"Eh, itu, Tuan .....!" gagap Elmar.


"Apanya yang itu?" tegas papa.


"Huft," Elmar menghela nafas berat, saatnya dia jujur kepada Tuan Aghar dan Nyonya Nola, sebagai laki-laki, dia harus berani.


"Tuan! Saya sangat mencintai putri, Tuan! Dari dulu sampai sekarang, saya menyukainya! Perasaan saya tidak pernah berubah kepada putri, Tuan! Sekarang, saya meminta izin kepada Tuan Aghar dan Nyonya Nola! Tolong terima saya sebagai menantu Tuan dan Nyonya!" jujur Elmar. Aghar dan istrinya saling berpandangan, mereka tidak tahu harus menjawab apa.


"Kau sadar dengan apa yang kau bicarakan? Kau pikir dirimu siapa?" tegas papa.


"Pah?" panggil Ratu, dia sangat cemas dan sangat khawatir kalau Elmar ditolak mentah-mentah oleh sang papa, karena Elmar hanyalah anak seorang penjaga Villa.


"Ratu juga mencintai, Elmar," ucapnya. Mama yang mendengar menutup mulutnya tidak percaya, bahwa secepat itu putrinya menyukai seseorang, padahal dirinya baru saja menjadi janda.


"Nak, apa yang kau bicarakan?" tanya Mama tidak percaya.


"Mah, biarkan Ratu jujur dengan perasaannya!" cakap papa.


"Ratu sangat mencintai Elmar! Dia selalu membuat Ratu merasa nyaman! Bahkan dalam keadaan hamil besar seperti ini, dia selalu ada untuk Ratu dan bayi Ratu, Pa, Ma!"


"Jika didekatnya, Ratu sangat bahagia," imbuhnya lagi.


"Tapi, Nak, kamu seorang janda!" ucap Mama


"Apakah seorang janda tidak diperbolehkan mencintai laki-laki lain?"


"Apakah seorang janda akan menyandang statusnya sebagai janda seumur hidupnya?" cecar Ratu kepada papa dan mamanya.


"Hiks ... hiks ... hiks " tangis Ratu.


"Tuan, Nyonya? Saya memang bukan laki-laki yang berada! Saya juga bukan orang kaya! Saya hanya memiliki cinta yang sangat besar kepada putri Tuan dan Nyonya," ucapnya. "Dan saya pastikan, bahwa saya akan membuat putri Tuan dan Nyonya bahagia! Saya akan menjaga Ratu dan bayinya dengan sangat baik," ucapnya.


"Jadi saya mohon, terimalah saya menjadi menantu Tuan dan Nyonya," pinta Elmar.


"Ha .... Ha .... Ha." Tawa papa terbahak-bahak. Membuat semuanya menoleh ke arah papa.


"Saya suka dengan pemuda jujur sepertimu, Elmar!" puji papa membuat semuanya heran.

__ADS_1


"Seperti yang kamu ketahui, bahwa Ratu baru saja bercerai dari suaminya! Kalian tidak bisa seenaknya saja, terlihat berduaan terus! Apa kata orang nanti?" terang papa.


"Tapi, Tuan?" belum selesai Elmar meneruskan kata-katanya, Papa Aghar memotongnya.


"Jika memang kau serius dengan putriku! buktikan kepadaku, bahwa kau layak menjadi menantu sekaligus calon suami untuk Ratu," tantang papa Aghar kepada Elmar.


"Apa? Jadi Tuan menerima saya sebagai menantu?" tanya Elmar.


"Ingat! Kamu akan saya beri waktu sampai Ratu melahirkan! Jika kamu bisa membuktikan kepada saya, kamu layak menjadi calon suami Ratu! Maka dengan hati terbuka saya akan menerima kamu sebagai menantu saya," tegas papa membuat Elmar begitu bahagia. Secara tidak langsung, papa Aghar menerimanya sebagai menantu.


"Jangan bahagia dahulu!" ucap papa lagi, membuat mereka saling berpandangan.


"Sementara ini, Ratu akan kami bawa ke Kota! Rasanya tidak baik jika kalian selalu bersama-sama! Apa kata orang nanti?" tutur papa.


"Tapi Pah?" tanya Ratu agak keberatan dengan keputusan yang papa ambil.


"Ratu! Keputusan papa adalah yang terbaik buat kalian berdua! Memang tidak baik juga, kalau kalian selalu terlihat bersama! Ditambah kalian tinggal dalam satu atap seperti ini! Jadi Mama mohon, turuti apa kata papa!" ucap Mamanya.


"Baiklah, Nyonya! Kami yakin, kami bisa! Walaupun harus berpisah, sampai Ratu melahirkan! Dan saya akan membuktikan kepada Tuan dan Nyonya, bahwa saya layak menjadi menantu di keluarga Tuan dan Nyonya," yakin Elmar, membuat Ratu sangat terharu.


Hari itu juga Ratu harus kembali ke ibukota bersama papa dan mamanya. Sebenarnya Ratu enggan untuk kembali ke Jakarta, namun demi memperjuangkan cintanya kepada Elmar, ia pun mengikuti apa kata papa dan mama. Ratu mengemasi baju-bajunya ke dalam koper. Hatinya sangat sedih, karena sebentar lagi ia akan berpisah dengan kekasihnya. Padahal baru kemarin-kemarin mereka jadian, sekarang mereka justru akan berpisah.


Setelah berpamitan kepada Ibu Hamidah dan Elmar, mereka semuanya pun menaiki mobil. Elmar melambaikan tangannya, Ratu bisa melihat itu dari kaca spion mobil. Mobil dikemudikan oleh Pak Sopir.


"Ini semua demi kebaikanmu! Papa tidak pernah mengingkari janjinya," tutur mama kepada Ratu. Ratu pun menyadari, memang tidak baik jika mereka harus tinggal satu atap tanpa hubungan apapun. Sekarang statusnya adalah seorang janda muda. Kurang baik juga jika mereka harus cepat-cepat menikah, sedangkan dirinya sedang hamil besar. Apa kata orang nanti?


Mobil berhenti di Supermarket, Mama membeli minuman jus untuk Ratu, papa dan pak sopir. Memang Ratu merasakan kering ditenggorokannya. Setelah Mama membeli sesuatu yang dibutuhkannya, mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju ibukota. Tidak terasa, mereka sampai di rumah pada malam hari. Mama membantu Ratu turun dari mobil, dan langsung mengantarkannya ke kamar. Mama juga merasakan kalau putrinya kelelahan.


"Gantilah bajumu, Sayang! Terus langsung tidur," tutur Mama.


"Ma?" panggil Ratu.


"Ada apa, Sayang?"


"Apakah papa akan menyetujui hubungan Ratu dan Elmar?" tanya Ratu kepada Mamanya.


"Papa tidak pernah mengekang hubungan putri-putrinya! Kau seharusnya bisa melihat kasih sayang papa kepadamu, Nak!"


"Papa melakukan semua ini karena dia begitu menyayangimu, Nak! Dia ingin melihat kesungguhan Elmar kepadamu! Bukankah begitu?" tanya Mama.

__ADS_1


"Iya, Ma! Ratu mengerti," ucapanya.


"Sekarang beristirahatlah! Pasti kamu sangat capek! Apakah kamu butuh sesuatu?" tanya Mama.


"Nggak, Ma! Ratu capek banget! Ratu mau langsung istirahat," ujarnya.


"Baiklah," Mama pun keluar dari kamar Ratu.


Ratu mendial nomer Elmar, mencoba untuk menghubunginya, baru beberapa jam tidak bertemu rasanya ia begitu merindukannya. Biasanya kalau jam segini, Elmar akan duduk disampingnya menonton televisi bersama sambil menjahili dirinya. Sekarang hatinya terasa hampa dan sepi. Baru beberapa kali mendial nomer kekasihnya, ternyata Elmar justru membuat panggilan video.


"Hallo, Sayang?" ucapnya.


"Hallo, Sayang," ucap Ratu masih malu-malu.


"Apakah kau sudah sampai di Jakarta?" tanya Elmar lagi.


"Sudah! Kamu lagi ngapain, Sayang?" tanya Ratu.


"Aku sedang memandang wajahmu yang sangat cantik," gombalnya.


"Kamu bisa saja!" ujarnya.


"Apakah kamu merindukanku?" tanya Elmar lagi.


"Tentu saja aku merindukanmu! Baru beberapa jam saja, aku sangat merindukanmu, Sayang," ucap Ratu.


"Bagaimana dengan keadaan anak kita?" tanya Elmar.


"Baik, dia sangat baik dan sehat," ujarnya.


"Alhamdulillah," ucap Elmar.


"Baik-baik, ya, Sayang! Aku akan memperjuangkan mu!" ucapnya.


"Aku percaya, Sayang! Kamu adalah laki-laki yang terbaik yang Allah datangkan buat aku," ujarnya.


"Terima kasih, Sayang ku! Kita sama-sama berjuang untuk cinta kita yah? Semoga saja papa Aghar merestui cinta kita berdua," tuturnya.


"Amin." Setelah cukup lama mengobrol, tidak terasa matanya sangat berat dan mengantuk. Ratu langsung tertidur di ranjang big size-nya, badannya terasa lelah dan letih.

__ADS_1


Disana Elmar juga langsung tertidur, sebelum tidur dia berdoa agar jalannya meraih cita-cita dan cintanya tercapai dan diberi kemudahan oleh Tuhan.


to be continued.....


__ADS_2