Om I Love You

Om I Love You
Episode 12


__ADS_3

Ke esokan pagi


Keluarga Aghar sudah bersiap-siap, meninggalkan rumah. Mobil sudah siap membawa para penumpangnya. Ratu sudah menaiki jok paling depan, bersama Pak Misno, sopir papa.


"Zee, kamu baik-baik di rumah! Jangan nakal ya ?" nasehat papa.


"Ish, papa ini! papa pikir Zee anak kecil!" manyun Zee.


"Hati-hati ya, Pa, Ma! jangan lupa oleh-olehnya!"


"Tuh kan! katanya sudah besar, mama sama papanya pergi saja meminta oleh-oleh!" goda mama .


"Ha...ha...ha! dasar anak manja!" ejek papa.


"Biarin!" Zee mengerucutkan bibirnya.


"Ayo, Pah! nanti kita kesiangan!"


"Baik-baik di rumah!"


"Assalamualaikum!"


"Walaikum salam! hati-hati!"


Papa dan mama pun menaiki mobil, mobil melaju meninggalkan kediaman Aghar. Zee melambaikan tangannya, sampai mobil papa tak terlihat lagi. Rumah terasa sepi, hanya para pelayan yang berada di rumah. Hari ini juga ia tidak ada jadwal kuliah. Zee melangkahkan kaki ke kamarnya, ia rebahkan tubuhnya di atas kasur big size-nya. Zee pandangi langit-langit kamarnya, hatinya terasa kosong dan hampa. Hubungan yang hampir setahun ia jalani bersama Yuda, akhirnya kandas di tengah jalan.


Sedih ?


Tentu saja ia sedih, tapi Zee bukanlah seorang pemain sinetron yang pintar bermain drama. Zee bisa menangis dan juga bersedih.


Sejurus dia mengingat hubungannya dulu bersama Yuda, banyak sekali kenangan manis bersamanya. Sekarang justru dia merasa sangat kecewa, karena orang yang benar-benar Zee sayangi sudah sejauh itu mengkhianatinya.


"Ck, dia pikir aku bodoh! Dia pikir aku tidak tahu itu tanda apa? Aku benar-benar kecewa dengan mu, Yud!" Zee berdialog dengan dirinya sendiri.


Zee menangis seharian, mengingat kenangan-kenangan indahnya bersama sang mantan kekasih. Zee menyimpan semua barang-barang yang diberikan Yuda dalam kotak, dan membakar foto-foto dirinya sedang bergandengan mesra dengan sang mantan kekasih. Seharian menangis membuatnya lelah, matanya terasa berat, dia pun menutup matanya sejenak untuk sedikit melupakan kesedihannya.


Club Malam ( 21.00 )


Di sudut ruangan Yuda menghabiskan beberapa minuman, mengumpat dengan sumpah serapah yang tidak jelas. Listy mencoba untuk menenangkannya namun tidak berhasil, sehingga Yuda diusir oleh security dari klub karena membuat kekacauan


Dengan berjalan sempoyongan, Yuda keluar dari klub itu. Yuda mengendarai mobilnya meninggalkan klub menuju rumah seseorang.


Sekitar 20 menit Yuda sampai di rumah itu, ternyata itu adalah rumah Zee. Penjaga yang menjaga rumah Zee tahu kalau itu adalah mobil Yuda, kekasih nona mudanya, tentu saja langsung diberikan izin masuk ke dalam. Mobil Yuda diparkir di depan kediaman Aghar.


Yuda keluar dari mobilnya dalam keadaan mabuk.


Tok ... tok.....tok


Tok.... tok.....tok

__ADS_1


Rumah yang memang tidak di kunci, dengan mudah Yuda masuk ke dalam. Yuda mengamati setiap ruangan, sepi tidak ada orang ataupun pelayan. Ya, memang jam menunjukkan jam sepuluh malam. Yuda tahu persis dimana kamar Zee, dia menuju kamar tersebut.


Menarik gagang pintu, dan alhasil dengan mudah Yuda masuk ke kamar Zee, pintunya memang lupa Zee kunci.


Dengan sempoyongan Yuda mendekati tempat tidur Zee. Di lihatnya Zee sedang tertidur, dengan selimut yang tebal. Yuda menyibakkan selimut yang menutupi tubuh Zee. Yuda menelan salivanya, melihat pujaan hatinya hanya menggunakan tank top dan celana pendek di atas lutut saat tidur. Memperlihatkan paha putih dan mulus kekasihnya ( eh ,lupa mantan kekasih ) 😆😆😆.


Gundukan gunung kembarnya juga terekspos dengan jelas, tanpa bra yang menutupi.


Memang Zee kalau tidur, dia akan melepas pelindungnya ( seperti kura-kura ninja saja 🤣🤣).


Yuda membelai sayang pipi Zee, mencium bibir yang ranum itu. Sentuhan-sentuhan Yuda membuat sang empunya mengerjapkan mata, sontak Zee sangat terkejut.


Dia akan berteriak namun mulutnya sudah di bekap dan tubuhnya di tindih. Zee yang masih belum sepenuhnya sadar, karena baru bangun tidur, dia tidak bisa berkutik ataupun melawan.


Dengan kasar Yuda menciumi setiap tubuh Zee, memberikan tanda kepemilikan di leher jenjangnya.


"Lepaskan ba*********ngan!" teriak Zee.


"Bagaimana kamu bisa masuk?"


"Breng******k!"


"Ha....ha....ha! Kan sudah ku bilang! Kau akan menyesal!" ucap Yuda.


"Lepasin aku, Yud!"


"Kamu mau ngapain?"


"Baji*********n!" ucapnya, dengan tenaga ekstra Zee berusaha melepaskan diri.


Namun karena Zee seorang wanita, di mana tenaganya tidak sekuat pria, dia pun pasrah karena kehabisan tenaga. Yuda mengunci pergerakan Zee, sampai tangan nakal Yuda berhasil melepaskan tank top, kain penutup gunung Mahamerunya. Yuda menjilati benda kenyal itu, membuat Zee menahan *******, rasa yang belum pernah dia rasakan. Saat Yuda akan melakukan perbuatan laknat itu.


BRAKK


"Apa yang kalian lakukan?" suara bariton papanya.


"Ya Alloh, Zee! Apa yang kalian lakukan ?" mama terkejut.


"Papa! Mama !" kedua manusia itu nampak terkejut dan ketakutan.


Yuda berdiri dari posisinya menindih Zee, Zee yang nampak ketakutan mengambil selimut untuk menutupi gunung kembarnya yang polos.


Papa Zee kalap, ia memukul Yuda tanpa ampun .


Membuat semua para pelayan terbangun, Ratu yang mengekor di belakang Mama jadi kepo ingin tahu ada keributan apa, mendekat ke kamar saudari tirinya.


"Sudah, Pah!"


"Sudah!" mama mendorong tubuh papa Zee yang masih terus memukuli wajah tampan Yuda, Yuda hanya diam dan pasrah.

__ADS_1


Zee juga terancam amukan papanya, papanya menatap tajam ke arahnya.


PLAKKK


"Ah!" Zee memegangi pipinya, Ratu sangat senang melihat Zee di tampar papa Roger, hatinya terasa berbunga-bunga.


"Dasar anak kurang ajar! anak tidak tahu diri! Anak tidak tahu balas budi!"


"Kenapa kau tidak ikut saja dengan ibu mu di akhirat?" marah papa.


"Aku membesarkanmu, bukan untuk berbuat Zina di rumahku! tapi apa yang telah kau lakukan!"


"Kau mencoreng nama baik Aghar!" bentak papa.


Hiks.... Hiks..... Hiks


"Maafkan, Zee, Pah!"


"Zee gak bersalah!"


"Tiba-tiba dia masuk ke kamar Zee, dan dia akan mele*****hkan Zee, Pah!"


"Hiks... Hiks.... Hiks!" Zee menangis sambil memegangi pipinya yang terasa perih, karena baru kali ini papanya bermain tangan kepada Zee.


"Kau ini! Bagaimana bisa dia akan mel****hkan mu! dia itu pacarmu!"


"Kau jangan berbohong!" hardik papa menatap tajam ke arah Yuda.


"Apa benar begitu Yuda? Katakan!" bentak papa kepada Yuda.


"Iya, Om! Saya yang memaksa Zee, karena saya sangat mencintai Zee!" tutur Yuda dengan menundukkan kepala.


BUGH.... BUGH.... BUGH


"Ke*****rat kau!"


Kembali papa Zee menghajar wajah dan perut Yuda hingga babak belur.


"Sudah, Pah! Sudah!"


"Kita obrolkan baik-baik! Jangan pakai kekerasan!" ucap mama menengahi.


Seketika nafas papa ngos-ngosan, dan mulai tenang.


"Kita obrolin baik-baik, Pah! Zee pakai pakaian mu!" suruh mama.


"Papa dan mama tunggu kamu di ruang tamu!" perintah mama.


Mama keluar dengan menggandeng tangan papa dan menyuruhnya duduk di ruang tamu.

__ADS_1


Mama juga menyuruh Yuda duduk, dan memperintahkan para pelayan kembali ke kamarnya masing-masing termasuk Ratu juga di suruhnya istirahat.


to be continued.....


__ADS_2