Om I Love You

Om I Love You
Episode 76


__ADS_3

Seharian ini Zee menangis seperti anak kecil yang tidak dibelikan mainan, merajuk dan menghentak-hentakkan kakinya di lantai. Ratu yang melihatnya sampai tidak tega, dan berusaha untuk menenangkan saudara tirinya. Sedangkan Elmar tidak berhenti menggoda sahabatnya itu.


"Sudahlah lah, Zee, kau cengeng sekali! Mana Zee yang kuat dan pemberani?" ledek Elmar. "Mungkin saja apa yang kau lihat itu salah," ucap Elmar.


"Salah matamu! Jelas-jelas aku melihat dengan kepala mataku sendiri, suamiku berpelukkan dengan tanteku sendiri, mereka terlihat sangat mesra," ucapnya panjang lebar.


"Hiks .. Hiks .. Hiks." tangis Zee lagi makin keras.


"Astaga, Apakah kau tidak capek seharian ini menangis terus?" canda Elmar. "Aku yang mendengarkanmu saja juga capek, Zee!" ujarnya.


Bugh...


Ratu melemparkan bantal ke arah Elmar, sambil memberengut sebal.


"Kau ini, sudah tahu dia sedang bersedih, malah berkata seperti itu!" kesal Ratu.


"Hi .. hi .. hi."


"Maaf," ucapnya.


"Tapi apa yang aku katakan benar, lihatlah matanya bengkak seperti biji durian." tunjuk Elmar.


"Ck, Kau ini," desis Ratu.


"Sudah, Zee, jangan menangis lagi, nanti cantikmu hilang!" bujuk Ratu.


"Lihat, kasihan baby-nya!" ucap Ratu, "Sekarang kamu makan ya? Dari semalam kamu belum makan," bujuk Ratu lagi.


Memang setelah kejadian itu, Zee langsung menaiki taksi dan meninggalkan pesta. Namun Zee tidak pulang ke rumah, dia bingung harus kemana. Kemudian dia menyuruh sopir taksi untuk mengantarnya ke agen travel, Zee memilih travel jurusan Bogor, Kebetulan ada travel yang akan berangkat sekitar jam 12 malam, Zee pun ikut ke travel tersebut. Tepat jam 4 pagi, dirinya sampai di villa. Zee mengetuk pintu Villa sangat keras membuat penghuninya terbangun, termasuk Elmar dan ibunya, yang letak pondoknya tidak jauh dari Villa. Zee menangis setibanya di Villa, sampai matahari terbit.

__ADS_1


Ratu menyodorkan sarapan untuk saudara tirinya, awalnya Zee menolak untuk makan, namun setelah dinasehati Ratu masalah baby-nya, Zee pun bersedia untuk makan.


Satu piring tandas tanpa sisa, bahkan Zee tanpa malu meminta tambahan nasi dan lauk. Membuat Elmar heran tidak percaya, dia pun memegang kening sahabatnya.


"Tidak panas!" ucap Elmar, membuat Ratu menahan tawanya.


"Kamu pikir aku kerasukan setan?" marah Zee.


"Jika kamu nggak kerasukan setan, kenapa makanmu seperti orang kerasukan?" kelakar Elmar, membuat Ratu dan Bibi Hamidah tidak bisa menahan tawanya.


"Biarkan saja, aku kan sedang berbadan dua, jadi nafsu makan ku jadi bertambah," ketusnya.


"Ratu juga sedang berbadan dua, tapi makannya biasa saja," selorohnya.


"Jadi kau ingin mengatai ku rakus, begitu," kesal Zee, kembali menangis.


"Aku tidak merasa mengataimu, kau sendiri yang bilang," gerutu Elmar, membuat Ratu bingung harus membela yang mana.


"Aku hanya mengatakan bahwa sekarang Zee yang kukenal semakin gembul," ejek Elmar.


"Apa?" Zee membulatkan matanya dengan sempurna.


"Kau mengataiku gendut?" marah Zee, "Tadi rakus, sekarang kau mengataiku gendut! Awas kau ya, jika suamiku kesini, akan aku adukan kepadanya!" sengit Zee memberengut kesal.


"Astaga, aku salah lagi!" batin Elmar, sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Apakah ibu hamil sangat sensitif?" batinnya lagi.


"Elmar! Sudah siang, sana kamu mandi!" ucap ibunya.

__ADS_1


"Bukannya hari ini kau akan ke kebun?" tanya ibunya.


"Iya, Bu," jawabnya, Elmar pun berlalu pergi, untuk menghindari singa betina yang sedang mengamuk.


"Sudah, Zee! Kamu jangan terlalu emosi, kasihan baby-nya!" larang Ratu, supaya Zee tidak emosi lagi.


"Sekarang mandi dan istirahatlah! Kamu tidak membawa baju ganti kan? Kamu bisa memakai bajuku," ucap Ratu.


"Baiklah," jawab Zee menurut. Setelah mandi dan bersih-bersih, wajahnya kembali segar dan berseri.


Zee merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Dia mengingat-ingat kejadian di pesta itu, tidak terasa air matanya mengalir. Dia mencoba membuka Instagram milik tantenya, mungkin saja dia mendapatkan informasi mengenai hubungan mereka. Karena jika dia membuka Instagram milik suaminya, dia yakin semua informasi ataupun foto mengenai masa lalu suaminya pasti sudah dihapus. Zee mengklik Instagram milik tantenya, semua foto yang ada di sana adalah foto tantenya sebagai model terkenal, banyak foto-foto yang disimpan di sana. Zee belum menemukan informasi apapun. Sampai Zee mengingat-ingat tahun suaminya berada di Jerman, dan Zee pun kembali mencari sesuatu di sosmed milik Marsha. Di sana ada sebuah file yang bertuliskan sebuah angka, Zee mencoba untuk meng-kliknya. Betapa terkejutnya dia melihat foto kemesraan suaminya dengan tantenya. Ternyata Tante Marsha adalah mantan kekasih suaminya. Banyak sekali foto-foto yang disimpan Tante Marsha di akun sosmed nya.


Zee menangis, hatinya merasa sakit. Dalam benaknya, dia bertanya-tanya kenapa saat pertama kali bertemu, mereka berpura-pura tidak saling mengenal. Bahkan mereka saling tidak bertegur sapa, Zee kembali menangis.


Berkali-kali juga ponselnya bergetar, ternyata panggilan dari suaminya. Banyak pula pesan yang masuk, dan itu juga pesan dari suaminya.


Zee kelelahan menangis hingga tanpa terasa matanya mulai mengantuk, dia pun tertidur sangat pulas.


Elmar sudah selesai bernegosiasi dengan para pembeli, karena harga pupuk dan bibit bunganya naik. Jadi dia juga menaikkan harga sekali panennya, mereka pun setuju tanpa menawar lagi. Selesai dari perkebunan, dia duduk sebentar di salah satu pondok, khusus untuk beristirahat karyawan-karyawannya.


Kemudian dia teringat dengan sahabatnya di rumah, dia juga tidak tega melihat Zee terus-menerus menangis. Jalan satu-satunya, Zee dan suaminya harus secepatnya menyelesaikan permasalahannya. Elmar juga merasa keberatan, jika Zee terus-menerus tinggal di Villa. Bisa-bisa setiap hari, Zee akan menggangu dirinya mendekati Ratu. Elmar pun memutuskan untuk memberitahukan keberadaan Zee ke suaminya. Elmar mengirimkan pesan kepada Om Alan.


Alan yang sedang rebahan malas di tempat tidur, mendengar ada pesan masuk, dia langsung membaca pesan tersebut. Karena ia pikir itu pesan dari istrinya, ternyata dari Elmar. Ia agak malas untuk membuka isi pesan, namun rasa keingintahuannya besar, ia pun membuka pesan dari Elmar.


Betapa terkejutnya Alan, ternyata pesan dari Elmar membuat dirinya sangat bahagia dan bersemangat lagi.


"Ah, Elmar, jasamu pasti akan aku ingat!" ucapnya, sambil bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap-siap. Alan menyiapkan koper kecil untuk membawa baju ganti istrinya dan untuk dirinya. Ia yakin butuh waktu dan perjuangan untuk membujuk istrinya yang sedang marah, ia butuh beberapa hari untuk tinggal di villa. Alan juga membawa peralatan makeup istrinya, Zee pasti tidak membawanya. Dia juga menyiapkan susu, obat dan vitamin juga untuk istrinya. Kepergian istrinya memang tidak direncanakan, makanya Alan membutuhkan itu semua. Alan yang sangat perhatian kepada istrinya, dia tidak mau terjadi sesuatu kepada istrinya.


to be continued.....

__ADS_1


__ADS_2