
"Kalau Papih gak mau mengantar ke Bogor ! nanti biar Mamih sama Papa Roger yang mengantarkan kak Astrid ke Bogor !" jawab Zee .
Alan mendekat ke arah istrinya , memegang bahu istrinya sambil menatap manik istrinya dengan tajam.
"Walaupun Yuda adalah keponakan Papih , tetapi Papih juga merasakan cemburu yang luar biasa kepada Yuda !"
"Apalagi saat Yuda terus menatap Mamih seperti tadi !"
"Perasaan Papih terluka ,Mih !"
"Papih yakin,Yuda masih memiliki perasaan kepada Mamih !"
"Papih bisa melihat dari caranya memandang Mamih !" tegas suaminya.
"Astaga,Ternyata suamiku sedang cemburu !"
"Tatapannya benar-benar menakutkan !" batin Zee.
"Apakah Mamih masih ada perasaan dengan Yuda ?"tiba-tiba saja pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut suaminya.
"Papih , apa-apaan sih ?"
"Kenapa Papih bisa berfikiran seperti itu ?"
"Apakah belum cukup bukti kalau Mamih tuh sudah move on dari Yuda ?"
"Apakah belum cukup bukti ketulusan cinta Mamih sama Papih ?"
"Papih perlu bukti apa lagi ?"
"Hiks.....hiks.....hiks !" pertanyaan Alan membuat Zee tiba-tiba menangis.
"Bu...bukan begitu maksud Papih !"
"Mamih bunting sama Papih ,Apa itu juga belum cukup membuktikan cinta Mamih sama Papih ?" tangis Zee sambil menunjuk ke arah perutnya yang masih datar.
"Hiks.....hiks......hiks !"
"Papih jahat !" Zee berlari ke arah kamar dan menguncinya.
"Aduh aku salah ngomong !"
"Zee jadi ngambek nih !" batin Alan sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Alan pun mencoba membujuk istrinya, ternyata pintu kamarnya ia kunci.
"Mih ?" panggil Alan.
"Mamih , Sayang !"
"Papih minta maaf ,Papih salah!"
"Buka dong pintunya !"
"Mamih ?"
"Mih ?"
"Mamih ?"
"Papih minta maaf ,Mih !"
Tok.....tok.....tok
Usaha Alan tidak berbuah manis, nyatanya Zee masih dalam mode ngambek.
Sudah berkali-kali Alan mengetuk pintu kamar, namun tetap saja tidak dibuka oleh Zee.
"Biarin aja ! emangnya enak ?"
"Siapa suruh gak percaya sama Mamih ?"
"Sana sampai tangannya bengkak gak bakal Mamih bukain !" Zee berdialog dengan dirinya sendiri.
Tok.....tok......tok
"Mih ?"
"Udah sore nih !"
"Papih mau mandi ! Papih mau ambil baju ganti nih,Mih !"
"Bukain dong pintunya !"
Cekreek....
Pintu terbuka, namun Zee masih dengan mode ngambeknya.
__ADS_1
"Akhirnya ?"
"Mih ?"
"Mamih sudah gak marah ya ?" senang Alan.
"Siapa bilang ?"
"Mamih masih marah ! sekarang Mamih lapar pengen makan cemilan !" Zee menuju dapur, mencari cemilan yang bisa ia makan.
Zee duduk di sofa dengan membawa banyak cemilan sambil menonton televisi.
Alan mendekat ke arah istrinya, mencoba membujuk istrinya.
Namun tetap saja tidak berhasil ,Zee masih mendiamkan suaminya.
"Mih ? jangan marah lagi dong ?"
"Oke deh , kita berdua yang nantinya akan mengantarkan Kak Astrid dan keluarganya ke Bogor !"
"Yes ! Yes !" batin Zee bersorak-sorai.
"Beneran ?"
"Iya ,Mih !" jawab Alan,Zee bisa tersenyum kembali.
Sebenarnya dia bukan senang karena ingin pergi dengan Yuda , melainkan Zee ingin sekali berfoto ria di hamparan bunga yang luas.
Sudah sangat lama Zee tidak pergi ke Bogor.
"Nih , sudah sore ! mandi bareng yuk ?" ajak suaminya tanpa merasa canggung.
Zee pun tidak menolak ajakan suaminya , memang setelah ia berbadan dua , hormon seksualitasnya semakin tinggi.
Terkadang secara tiba-tiba,ia ingin bercinta dengan suaminya.
Bahkan Zee tanpa malu-malu meminta dulu kepada suaminya.
Membuat seorang Alan sangat bahagia, dan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
Alan membopong tubuh istrinya ala bridal style ke kamar mandi.
Tidak menunggu waktu yang lama , mereka sudah dalam keadaan polos.
Mereka melakukan penyatuan di kamar mandi,
hanya suara rintihan dan ******* terdengar.
Zee merasakan lemas di bagian kakinya.
Karena tidak tega , suaminya yang memandikan dan membersihkan tubuh Zee.
Setelah itu membungkusnya dengan handuk ,dan membopong tubuh istrinya ke kamar.
Bak Ratu ,Zee diperlakukan istimewa oleh suaminya.
Suaminya membantu Zee memakaikan baju dalaman hingga baju bagian luar.
"Terima kasih, Sayang !" Alan mengecup kening istrinya dengan sayang.
"Pih, lapar ?" rengek Zee.
"Ehm,karena Mamih memberikan servis yang memuaskan ! papih akan memasak makanan istimewa untuk Mamih !" ucap Alan.
"Papih serius ?" tanya Zee tidak percaya.
"He'em !"
"Ish ,Papih curang ! kenapa baru kali ini ngasih hadiah ?"manyun Zee.
"Dulu-dulu emang gak memuaskan ?"
"Memuaskan sih ! tapi yang ini beda gitu ,Mih !"
"Lebih seret dan lebih legit !" puji suaminya.
"Memang nih Mama Sarah ,mertua gak ada duanya ! berkat sabun rapet wangi dari Mama Sarah , bikin tanduk suami susah buat masuk !"
"Hi....hi.....hi !" batin Zee sambil senyum-senyum sendiri.
"Kenapa Mih ? senyum-senyum sendiri ?" tanya suaminya tiba-tiba.
"Eh,gak kok !"
"Tiba-tiba inget Mama Sarah ! Mamih jadi kangen deh sama Mama !" elak Zee.
Setelah suaminya berganti baju, sekarang ia siap untuk memasak masakan istimewa untuk istrinya.
__ADS_1
"Mau Mamih bantu,Pih ?" tawar Zee.
"Gak usah,Mih !"
"Mamih duduk manis saja !" Alan keluar dari kamar menuju dapur, sedangkan Zee mengekor di belakang suaminya.
"Mamih duduk saja sambil nonton televisi ! kalau sudah matang, nanti Papih panggil !"
"Oke,Pih !"
Alan sudah siap dengan bahan-bahan di dapur.
Hari ini ia ingin membuat spaghetti carbonara untuk istrinya.
Ia rebus mie spaghetti sampai lunak, lalu ia sisihkan.
Baru ia membuat saus carbonaranya, dengan menambahkan susu dan keju.
Dan sebagai bahan pelengkapnya,Alan tambahkan jamur dan smoked beef.
Dengan sentuhan terakhir spaghetti carbonara siap dihidangkan di meja makan.
Tidak lupa Alan membuat jus mangga untuk istrinya, agar janin di dalam kandungan istrinya sehat.
"Sayang ?"
"Nih sudah siap !"
"Ayo kita makan !" ajakan suaminya.
Zee menghampiri suaminya ,dan ia benar-benar dibuat takjub.
"Wah ,Papih hebat banget !"
"Ini semuanya Papih yang buat !"
"He'em !"
"Duduklah !"
"Hari ini kita akan makan malam romantis di rumah !"
"Ih,Papih bisa aja !"
"Ternyata Papih bisa romantis juga !" puji Zee.
"Iya dong ! memang cuma anak muda saja yang bisa romantis !"
"Pria dewasa juga bisa romantis kali !"
"Iya....iya !"
"Mamih percaya kok !" Zee mencicipi masakan suaminya,dan rasanya tidak diragukan lagi.
"Ehm, ini sungguh enak Pih !"
"Sepertinya Papih sangat berbakat memasak !" puji Zee.
"Tentu saja , karena dulu.....!" Alan langsung memotong kalimatnya.
"Jangan sampai Mamih tahu kalau aku belajar dari Marsha !" batin Alan.
"Karena dulu apa Pih ?"
"Apakah teman Papih yang mengajarinya ?"
"Iya ,Mih !"
"Suka tidak ?"
"He'em ! kapan-kapan masakin yang kaya gini lagi ya ,Pih !"
"Iya , Sayang !"
"Buat istri Papih tercinta,apa sih yang gak buat Mamih !"
"Thanks,Pih !"
"I Love You !"
"I Love you too !"
to be continued.........
*****************************************
Note.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya untuk para pembaca, sebelum baca kasih like dan komentarnya.
Kasih Vote juga boleh , apalagi kasih rate bintang lima.....🤣🤣🤣🤣