Om I Love You

Om I Love You
Episode 60


__ADS_3

Sedangkan Elmar kembali ke rumahnya sendiri , juga untuk mandi dan bersih-bersih.


Selesai mandi ,Elmar duduk di kursi depan sambil melamun.


"Ternyata kau sudah dimiliki seseorang !"


"Harusnya dari dulu aku memberanikan diri untuk menyatakan cinta !" Elmar berdialog dengan dirinya sendiri.


Semenjak Ratu menjadi bagian keluarga Zee ,Ratu sering diajak ke Bogor , sekedar untuk liburan keluarga.


Ratu memang selalu jutek kepada siapa saja , terutama Zee , saudara tirinya.


Namun tidak mengurangi rasa suka Elmar kepada Ratu.


Hingga saat kelulusan SMA , mereka dipertemukan kembali,itupun hanya pada saat acara liburan keluarga.


Setelah Ratu dan Zee sibuk dengan kuliahnya , lama keluarga Aghar tidak mengunjungi Villa.


Di tambah hubungan Zee dan Ratu yang merenggang membuat keduanya enggan liburan bersama.


"Elmar ?" panggil Ibu mengagetkan lamunan Elmar.


"Ah, Ibu mengangetkan Elmar saja !"


"Siang-siang ko ngelamun !"


"Kasihan tuh Neng Ratu ! gak punya teman buat ngobrol !"


"Sekarang sana temenin tuh si Neng !"


"Bu ?"


"Elmar mau nanya !"


"Apa bener Ratu sudah menikah ?" Elmar menatap tajam manik ibunya meminta sebuah jawaban yang pasti.


"Iya , yang ibu dengar dari Bapak dan ibunya Neng Ratu ! emang Ratu sudah menikah !" jawab Ibu membuat El semakin kecewa.


"Tapi ....?"


"Tapi apa Bu ?"


"Katanya setelah melahirkan mereka akan bercerai !" jawab Ibu Hamidah.


"Kok bisa Bu ?"


"Ya, kata Bapak dan Ibu si Neng , mereka memang harus berpisah ! sudah tidak ada kecocokan lagi !"


"Apakah ada pihak ketiga ,Bu ?"


"Apakah suami Ratu selingkuh,Bu ?"


"Hush ! jangan asal ngomong !"


"Yang jelas ,Neng Ratu datang kesini karena dia ingin menenangkan hatinya ! begitu !"


"Oh !"


"Ehm,ya sudah Bu ! Saya akan menemani Ratu dulu !"


Rumah Elmar yang memang letaknya tidak terlalu jauh dari Villa, hingga tinggal melangkahkan kakinya selama lima menit saja sudah sampai di Villa.


"Hayo lagi ngelamunin siapa ?" suara Elmar yang tiba-tiba , membuat Ratu kaget.


"Elmar ! bisa tidak kalau datang pake salam !"


"Jantungku benar-benar bisa copot kalau kamu seperti itu !" kesal Ratu.


"Iya , Maaf !"


"Lagi ngelamunin siapa sih ?" kepo Elmar.


"Suami ?"


"Sok tahu !" cemberut Ratu.


"Jika kangen, suruh saja kesini !" ucapan El membuat hati Ratu tercubit.


"Aku akan bercerai dengannya,El !" sedih Ratu.


"Kenapa ?"


"Huft !" Ratu membuang nafasnya kasar.

__ADS_1


"Aku sudah membulatkan tekad ku , untuk berpisah dengannya !"


Ratu mengerti pasti Elmar bingung ,Ratu pun menceritakan awalnya sampai akhir ia memutuskan bercerai.


Terkecuali masalah suaminya cacat dan seorang impoten,Ratu tidak menceritakannya.


Karena bagaimanapun itu aib rumah tangganya , yang harus ia simpan dengan rapat.


Hanya dirinya, suami serta keluarga besarnya yang tahu.


"Duh, kenapa gue harus cerita sama Elmar ya ?" batin Ratu , menyesalinya.


"Jadi karena itu kamu ingin berpisah dengan suami kamu !"


"He'em !" di jawab anggukan kepala oleh Ratu.


Elmar sedikitnya tahu bahwa Ratu akan berpisah dari suaminya.


"Sudah., jangan bersedih ! Ayo ikut aku ke suatu tempat !" ajak Elmar.


"Kemana ?"


"Ikuti saja !" Ratu menuruti ajakan Elmar.


Elmar mengajak Ratu berkeliling desa, memperkenalkannya kepada warga di sana.


Ratu disambut hangat oleh warga di sana.


Ratu juga diajak Elmar berkeliling, mengelilingi perkebunan bunga di desa itu.


Melihat hamparan bunga bak permadani, membuat sedikit melupakan masalahnya.


Ratu berlarian menghampiri hamparan bunga tersebut, sekali-kali ia berselfie ria .


Mengunggah fotonya di sosmed miliknya.


Zee yang baru selesai mengajar mahasiswa baru menggantikan dosennya, melihat notifikasi masuk langsung membukanya , ternyata foto Ratu sedang berselfie di tengah hamparan bunga-bunga yang bermekaran, sungguh sangat cantik dan indah.


"Ish ,gue juga mau !"


"Ah , harusnya gue ikut Ratu ke Bogor !"


"Duh , indahnya !"


Dret.....Dret......Dret


Notifikasi pesan masuk dari suaminya, memberitahu bahwa Alan sudah menunggu di depan pintu masuk kampus.


Zee bergegas ke sana ,dan betul saja suaminya sudah menunggu.


"Pih ?" panggil Zee.


"Maaf ya ,Pih ! menunggu ! Mamih baru selesai mengajar mahasiswa baru !" jawab Zee ngos-ngosan.


"Mamih, jangan terlalu capek !"


"Ingat kandungan,Mih !" ujar suaminya.


"Papih tenang saja !"


"Sepertinya anak Mamih ini sangat kuat seperti Maminya !" sombong Zee.


"Yang penting bukan jago pukul saja !"


"Papih gak setuju !"


"Lho kenapa ?"


"Yang penting kan berkelahi demi membela kebenaran !"


"Iya ,Mih !"


"Terserah Mamih saja deh !" berdebat dengan istrinya,Alan tidak akan pernah menang, lebih baik ia diam saja.


Alan pun menjalankan mobilnya ,melaju menuju rumah.


"Pih , kita ke Bogor yuk ?" ajak Zee.


"Buat apa ?"


"Menjenguk Ratu !"


"Tapi Papih lagi sibuk banget di Kantor,Mih !"

__ADS_1


"Papih lagi banyak kerjaan !"


"Yah,Pih ! padahal Mamih pengen foto-foto seperti Ratu ! foto di hamparan bunga !" manyun Zee.


"Kapan-kapan saja ya , Sayang !" jawab Alan sambil mengusap-usap puncak kepala istrinya.


Tidak terasa mobil sampai didepan rumah , namun ada sebuah mobil yang terparkir di depan rumah pasangan suami istri itu.


Alan dan istrinya keluar dari mobil, ternyata Kak Astrid dan suami juga Yuda yang sedang duduk di kursi rodanya, sudah menunggu kedatangan mereka dari tadi.


"Kak Astrid ?" panggil Alan.


"Alan ?"


"Zee ?" panggil Astrid.


"Ada apa ini ? tumben kakak ke sini ?" heran Alan.


"Ada yang ingin kami obrolkan dengan kalian berdua !" jawab Astrid.


"Benar ,Lan !" tambah kakak iparnya.


"Baiklah, silahkan masuk !" Alan mempersilahkan mereka semua masuk.


"Silahkan duduk !"


"Sayang , buatkan minuman untuk tamu kita !" Alan sengaja bersikap mesra kepada istrinya di depan tamu, karena sedari tadi arah pandangan Yuda tidak berhenti menatap ke arah Zee itu membuat hati Alan sedikit cemburu,eh,bukan sedikit tapi banyak ...🤭🤭🤭.


"Iya ,Mas !" Zee ke dapur ,dan membuatkan minuman untuk tamunya.


Minuman siap ,dan Zee menyuguhkan teh hangat untuk keluarga suaminya dan cemilan sebagai teman minum teh.


"Silahkan Kak, minumannya !"


"Terima kasih,Zee !"


"Sebenarnya tidak perlu repot-repot menyediakan ini semua !"


"Ah, Kakak ! Zee tidak repot kok !"


"Terima kasih,Zee !"Ucap Kak Aditama.


"Sama-sama !" jawab Zee.


"Duduklah ,Zee ! ada hal yang ingin Kakak bicarakan padamu dan pada Alan !"


"Sebenarnya kedatangan kakak kemari , Kakak mau minta tolong sama kamu !"


"Minta tolong apa ,Kak ?"


"Kakak mau minta tolong ! Tolong Antarkan kami ke tempat Ratu !" mohon Astrid.


"Tapi Kak ......?" Zee belum sempat menyelesaikan kalimatnya ,Alan sudah memotongnya.


"Maaf kak Astrid !"


"Bukannya kami tidak mau membantu , akan tetapi kami tidak memiliki wewenang apapun untuk mengurusi urusan Ratu dan Yuda !"


"Tapi Lan , Apakah kamu tidak merasa kasihan kepada ponakan mu ?"


"Yuda sangat menyesal dengan perbuatannya !"


"Dia ingin memperbaiki semuanya !"


"Makanya, izinkan Yuda untuk bertemu Ratu !"


"Benar,Om !"


"Saya menyesal !"


"Saya ingin memperbaiki semuanya !" sesal Yuda.


"Nanti saya akan coba diskusikan dengan Papa mertua saya !"


"Karena, jujur saya tidak memiliki wewenang apapun dengan masalah Ratu dan Yuda ! Apalagi Zee !"


"Kami sebenarnya tidak ingin terlibat ! tetapi karena Kakak yang memaksa ! Baiklah ,saya akan coba bicarakan dengan Papa mertua !"


"Akan tetapi , semuanya kembali ke Ratu !"


"Baiklah,Lan ! terima kasih banyak !" ucap Astrid dan Aditama serempak.


Setelah berbincang-bincang sebentar mereka pun memutuskan pulang.

__ADS_1


to be continued.......


__ADS_2