Om I Love You

Om I Love You
Episode 30


__ADS_3

Papa dan mama membawa Ratu ke Dokter kandungan.


Ratu melewati berbagai pemeriksaan, hingga akhirnya Ratu dinyatakan positif hamil.


Ratu menangis dan menyesali perbuatannya .


Sedangkan mama tidak henti-hentinya menyalahkan Ratu , bahkan sampai rumah pun mama terus menyalahkan Ratu.


Ratu yang merasa dirinya memang bersalah hanya terdiam mendengar semua kekesalan mama.


Sekarang Ratu hanya bisa mengurung dirinya di kamar


Mama terus menangis di kamar,.papa sedang membujuk mama agar lebih tenang.


"Mah , sudah jangan menangis terus ! kita pikirkan dengan kepala dingin !"


"Nanti sore , kita ajak Zee dan suaminya makan di sini !"


"Kita obrolin baik-baik dengan mereka !"


"Tapi Pah , Mama malu ! sebagai ibu kandung , Mama merasa gagal menjadi orang tua yang baik !"


"Apa yang harus Mama katakan kepada Zee ?"


"Mah ,Papa yakin Zee akan mengerti !"


"Tapi Pa , Mama takut !"


"Hiks....hiks ...hiks ."


"Nanti biarkan Papa yang bicara dengan Zee dan suaminya !" ucap Papa.


Papa mengambil ponselnya , dan menelfon nomer Zee.


Dret...Dret ...Dret


"Assalamualaikum,Pah !"


"Walaikumsalam,Zee !"


"Apakah kamu sedang sibuk ?" tanya papa.


"Gak kok,Pah !"


"Emang ada apa ,Pah ?"


"Papa sehat kan ? Apa papa sakit , sehingga telfon Zee ?" cemas Zee.


"Gak ,Nak ! Alhamdulillah Papa dan Mama sehat !"


"Papa dan Mama ingin kau dan suami mu makan malam bersama di sini !"


"Papa dan Mama kangen kalian !" ucap papa.


"Oh , begitu ! boleh deh Pah !"


"Nanti malam Zee dan mas Alan ke sana ya ,Pah !"


"Oke ,Nak !"


"Bye..bye..!"


Tut...Tut...Tut


Suara sambungan telepon terputus.


"Bagaimana,Pah ?" tanya Mama cemas.


"Nanti malam Zee dan suaminya akan datang ke sini !"


"Sekarang kamu suruh mbok Min untuk masak makanan kesukaan Zee ! pokoknya yang banyak deh !"

__ADS_1


"Iya ,Pah !"


Pukul 19.00


Selesai sholat Maghrib berjamaah , Alan dan istrinya bersiap-siap untuk pergi ke rumah Papa Aghar.


Zee menggunakan dress cantik di atas lutut dengan bahu terbuka ,di padukan dengan heels tinggi warna merah.


Semakin hari Zee pandai berdandan , pikir suaminya.


Alan terus menatap ke arah istrinya , yang semakin hari semakin bertambah cantik dan feminim.


Sekarang kaos dan celana jeans-nya jarang ia pakai.


Di depan suaminya ,Zee selalu memakai rok atau dress dan sedikit berdandan .


"Mih , pakai jaket ?" pinta suaminya di saat Zee masih berdandan di depan cermin.


"Kenapa ,Pih ?" tanya Zee heran.


Dari arah belakang , suaminya memeluk pinggang Zee yang ramping tanpa lemak sedikit pun ,dan menyenderkan dagunya di bahu istrinya.


"Papih tidak rela ,jika ada seseorang yang menatap bahu Mamih !" Alan mencium bahu Zee yang agak terbuka.


"Apakah Mamih harus ganti baju,Pih ?" tanya Zee.


"Ehm, menurut Mamih ?"


"Ya , udah sekarang Mamih ganti ya Pih !"


Hati Alan begitu berbunga-bunga , sekarang istrinya benar-benar menjadi istri seutuhnya.


Zee pun mengganti bajunya dengan dress yang tertutup, namun masih sangat cantik dan elegan.


Selesai berdandan, mereka keluar dari rumah dan menaiki mobil.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, menuju kediaman Aghar.


Mereka keluar dari mobil dan di sambut hangat oleh Papa dan Mama.


"Assalamualaikum,Pa ,Ma ?" Zee dan suaminya mencium punggung tangan Papa dan Mama.


"Walaikumsalam !" jawab Papa dan Mama serempak.


"Bagaimana kabar kalian ? Apakah kalian sehat ?" tanya Papa.


"Alhamdulillah sehat ,Pa ,Ma !" jawab Zee dan suaminya.


"Sayang., kamu semakin cantik saja !" mama memuji kecantikan Zee.


"Ah , Mama bisa saja !" jawab Zee malu-malu.


"Ayo ,masuk !"


"Ayo nak Alan kita masuk !"


"Ini Mah dari Mas Alan !" Zee menyerahkan buah tangan yang di belikan suaminya tadi di jalan buat Papa dan Mama.


"Ah ,kok repot-repot sih ! kamu dan Alan sudah datang ke sini saja Mama merasa senang banget !" ucap Mama.


"Ah , Mama bisa saja !" Zee bergelayut di pundak Mama.


"Hem , keluar manjanya !" ejek Papa.


"Biarin ! habis Zee kangen banget sama Mama !"


"Ha ..ha...ha !" Papa dan Alan tertawa.


"Kamu jangan heran ,Lan ! melihat sikap kekanak-kanakan istri kamu !"


Zee begitu merindukan suasana rumah ini , rumah masa kecilnya dulu.

__ADS_1


Masih tetap sama dan dekorasi yang sama , tidak pernah berubah.


Papa dan Mama langsung mempersilahkan putri dan menantunya menikmati masakan Mbok Min , asisten rumah tangga rumah ini.


Semua makanan kesukaan Zee terhidang di meja makan.


Ada gulai ikan patin , rendang daging, tumis jamur ayam ,cah kangkung , cap cay ,dan segala kerupuk tersedia di meja makan.


Zee dan suaminya makan dengan lahap tanpa bersuara, hanya suara sendok dan garpu yang terdengar.


Setelah makan malam,Zee membantu Mama membereskan meja makan.


Sedangkan Papa berbicara serius dengan Alan mengenai kehamilan Ratu.


Alan begitu terkejut mendengar cerita Papa , dia tidak menyangka Ratu tega melakukan itu kepada Zee.


"Pah , sebaiknya Zee jangan di beritahu dulu!" ucap Alan tiba-tiba.


"Kenapa ?" tanya Papa.


"Jika Zee tahu , Alan yakin Zee akan marah !"


"Bagaimanapun Yuda adalah cinta pertama Zee !"


"Yah , walaupun Zee sudah menikah dengan Alan ! akan tetapi Alan harus memastikan hati Zee sepenuhnya buat Alan !"


"Alan hanya takut , saat Papa menceritakan semuanya kepada Zee , hubungan Mama ,Ratu dan Zee merenggang !"


"Alan akan coba bicarakan semua ini ke Kak Astrid dan kak Tama sebagai orang tua Yuda ."


"Karena yang Alan tahu, sampai sekarang orang tua Yuda masih mencari keberadaan putranya !"


"Jadi Yuda belum di temukan ?" tanya Papa panik.


"Belum ,Pah !"


"Mereka masih terus mencari keberadaan Yuda !" jawab Alan.


"Tolong yah ,Nak ! bantu Papa ! selain kamu ,Papa tidak tahu akan meminta bantuan kepada siapa lagi !"


"Insyaallah ya ,Pah !"


Dari kejauhan Zee melihat Papa dan suaminya nampak berbicara serius,Zee mendekati mereka.


"Papa dan mas Alan sedang membicarakan apa sih ? kelihatannya serius banget !" ucap Zee , mereka langsung terdiam.


"Membicarakan masalah kamu , Sayang !" ucap suaminya.


"Masalah Zee !" Zee nampak tertegun.


"Mas cerita, sekarang kamu sudah menjadi istri mas seutuhnya !" Zee membulatkan matanya sempurna.


"Apa ??? Astaga,apa mas tidak malu berbicara seperti itu kepada Papa ?" kesal Zee.


"Mas ini benar-benar tidak tahu malu !" manyun Zee.


"Ha...ha...ha !"Papa yang mendengar perdebatan antara putri kandungnya dan menantunya hanya tersenyum senang , melihat kemesraan mereka.


Papa yakin mereka akan menjadi keluarga yang bahagia , sakinah, mawadah dan warahmah.


Sepulang dari rumah Papa ,Zee terus manyun.


Pasalnya Zee benar-benar malu ,di hadapan Papa suaminya berbicara seperti itu.


Alan sudah meminta maaf dan membujuknya , namun Zee tetap bermuka masam di hadapan suaminya.


Zee mendiamkan suaminya karena kesal.


Alan sampai bingung harus berbuat apa untuk meluluhkan hati istrinya yang sekeras batu karang.


to be continued.....

__ADS_1


__ADS_2