
Di ruang keluarga Yuda melihat Mamanya sedang mengobrol dengan Bi Ijah , pembantu di rumahnya .
Bi Ijah sudah seperti keluarga bagi Astrid, keluh kesahnya ia utarakan ke Bi Ijah.
"Bagaimana saya menyampaikan kepada Yuda , akibat kecelakaan itu ,Yuda mengalami gangguan seksualitas ?"
"Maksud Nyonya ?" Bi Ijah tidak mengerti.
"Iya ,Bi ! sebagai seorang laki-laki ,Yuda mengalami Impoten permanen !" jawab Astrid malu-malu.
"Itu di sebut dengan Disfungsi ereksi ,Bi !"
"Jadi tidak akan ada penerus keluarga Nalendra ,Bi !"
"Siapa yang mau menikah dengan pria Impoten ?"
"Hiks....hiks....hiks !" tangis Astrid.
PRANGGGGGGG....
Suara benda jatuh.......
Astrid dan Bi Ijah menoleh ke sumber suara, betapa terkejutnya Ia , ternyata Yuda duduk di kursi rodanya mendengarkan semua obrolan Astrid.
"Yuda ?" Astrid masih terkejut.
"Apakah itu alasan Mama ? kenapa dari kemarin Yuda tidak diperbolehkan menghubungi Zee ,Mah ?"
"Karena sekarang Yuda adalah laki-laki tidak berguna ,Mah ?"
"Iya ,Mah ?" bentak Yuda.
"Bukan,Nak ! bukan itu maksud Mama !" jawab Astrid tergagap.
"Lalu apa ,Mah ?"teriak Yuda lagi.
"Kenapa Mama menyembunyikan semuanya dari Yuda ?"
"Kenapa Mah ?"
"Mama malu punya anak seperti Yuda ?"
"Anak yang tidak berguna !"
"Hiks....hiks .. ...hiks !" tangis Yuda.
"Bukan ,Nak ! maksud Mama tidak begitu !"
"Hiks ...hiks ...hiks !"
"Mama minta maaf ,Nak !"
"Mama benar-benar minta maaf !" sesal Astrid.
"Mama hanya bingung, bagaimana cara Mama untuk menyampaikan semuanya sama kamu ?"
"Mama minta maaf !"
"Lebih baik Yuda mati !" Yuda mengambil pecahan Vas bunga yang pecah tadi dan hendak menyayat pergelangan tangannya sendiri.
"Tidaaaaak ! Jangan Nak !"
"Jangan lakukan itu !"
"Mama minta maaf ! Mama yang salah !"
"Mamah mohon letakkan pecahan beling itu !" teriak Astrid.
"Buat apa Yuda hidup,Mah ?"
"Yuda sudah tidak berguna lagi !"
"Bahkan jika Zee tahu ,Zee pasti akan ninggalin Yuda !"
__ADS_1
"Hiks.....hiks ...hiks !"
"Tidak ,Nak ! jika Zee memang mencintai kamu ! pasti dia akan menerima kamu apa adanya !"
"Hiks .....hiks ....hiks !"
"Benarkah,Mah ?" tanya Yuda ,diangguki oleh Astrid.
"Iya ,Nak ! sekarang letakkan pecahan beling itu ?" Astrid mencoba menenangkan hati putranya.
Astrid memeluk tubuh putranya dengan sayang, membelai rambut putranya dan mendorong kursi roda putranya agar kembali ke kamar.
Bi Ijah menyerahkan air minum kepada Nyonya,agar di berikan kepada Yuda.
Sekarang Yuda lebih tenang , Astrid mencoba memberi pengertian kepada putranya.
Setelah makan siang dan meminum obatnya, tidak menunggu lama Yuda tertidur karena pengaruh obat yang di minumnya tadi.
After three days
Hari ini pasangan suami istri itu akan melakukan perjalanannya ke Bali.
Dengan pesawat, mereka sudah sampai di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Dengan taksi mereka menuju Alila Villas Uluwatu, Resort termewah yang sangat cantik terletak di tebing batu kapur , menghadap ke Samudera Hindia.
Alan memesan satu kamar khusus untuk pasangan suami istri.
Petugas Villa mengantarkan mereka ke kamar yang di pesan.
Kamar yang cukup luas , dengan kolam renang di dalam.
Di lengkapi dengan satu buah kulkas lengkap dengan isinya ,dan Telivisi besar di kamar.
Dan kamar mandi yang cukup luas juga , dengan segala kelengkapannya.
"Capek ,Mih ?" tanya Alan.
"Bagaimana? Mamih suka kamarnya ?"
"Suka banget,Pih !" Zee merebahkan tubuhnya di kasur big size yang super empuk.
"Kalau begitu Papih mau renang dulu !" baru sampai Villa , Alan langsung melepaskan pakaiannya dan menyisakan celana boxernya.
BLUNG.....
Suaminya sangat mahir berenang, badannya juga sangat bagus.
Terlihat perut rata dan dada bidang milik suaminya.
Zee hanya mengamati suaminya berenang sambil berbaring di kasur.
"Kemarilah ?" ajak Alan.
"Mih ,Ayo berenang ? airnya sangat segar !" ucap suaminya.
Zee mendekat ke arah suaminya , dan hanya bermain air saja.
"Ayo berenang ?" ajak Alan.
"Tidak ah !" tolak Zee , namun karena kejahilan suaminya ,Alan menarik tubuh istrinya hingga terjebur.
Membuat Zee membulatkan matanya dengan sempurna.
Suaminya tertawa terbahak-bahak melihat istrinya basah, tidak berhenti ngomel-ngomel.
"Papih nih benar-benar jahil ! baju Mamih jadi basah !" kesal Zee.
"Ya sudah di lepas saja semuanya !" jawab Alan santai.
"Apa ?" Zee mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Kita kan belum pernah bercinta di kolam renang ? bagaimana kalau kita lakukan di sini ?" bisik Alan , membuat muka istrinya memerah.
"Ish ,Papih ini mesum sekali !" kesal Zee.
"Ha ..ha...ha !" tawa Alan.
Alan memeluk tubuh istrinya dari belakang , menciumi tengkuk istrinya, membuat Zee mendesah kegelian.
"Geli ,Pih !"
"Buka bajunya ,Mih ! sudah basah juga !"bisik Alan di telinga Zee.
Alan membantu istrinya melepaskan semua pakaiannya , hingga tubuh putih mulus istrinya terekspos jelas.
Meskipun Zee sudah sering melakukan, namun ia masih merasa malu jika harus berte**********jang di depan suaminya.
Tidak menunggu lama , Alan memulai aksinya untuk melakukan penyatuan dengan Zee.
Keringat membasahi tubuh mereka, Zee yang merasa lemas di bagian kakinya , tidak mampu untuk menopang tubuhnya ,Alan yang mengetahui itu langsung membopong tubuh istrinya ke kasur, dan melanjutkan aksinya.
Setelah mencapai pelepasannya , tubuh Alan ambruk di samping Zee dan mencium puncak kepala istrinya dengan sayang.
Alan menyelimuti tubuh istrinya agar tidak kedinginan , lalu beranjak ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
Zee bangun dan mengambil tasnya mencari botol kecil berisi pil KB untuk di minum.
Usianya masih terlalu muda untuk memiliki seorang anak , pikirnya.
Zee ingin terus kuliah sampai selesai, hingga impiannya tercapai yaitu ingin menjadi seorang Dosen, seperti mama kandungnya.
CEKREEK....
Alan baru keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk di pinggangnya.
"Mamih mau mandi ?" tanya Alan kepada istrinya.
"Iya ,Pih ! badan Mamih lengket ! semuanya gara-gara Papih !" kesal Zee sambil berlalu ke kamar mandi.
"Ha ..ha...ha !" Alan tersenyum geli melihat istrinya ngomel-ngomel , pasalnya istrinya sangat cantik saat sedang marah.
Alan duduk di tempat tidur , tidak sengaja kakinya menendang botol kecil hingga menggelinding ke bawah meja.
Alan mengambilnya dan membaca tulisannya , di sana tertulis Pil KB.
Alan mengerutkan keningnya , rasa kesal dan dongkol menyelimuti hatinya.
CEKREEK...
Zee keluar dari kamar mandi , dengan berbalut jubah mandi.
"Pih ? Mamih laper ! makan yuk ?" ajak Zee .
Alan menatap tajam mata istrinya,dan menyerahkan botol kecil itu ,Zee nampak terkejut.
"Mamih bisa jelaskan,Pih !" ucap Zee tergagap.
"Kenapa Mamih melakukannya?"
"Apakah Mamih tidak mau mengandung benih Papih ?"
"Apakah di mata Mamih,Papih suami yang buruk ?" cerca Alan tanpa memberikan kesempatan istrinya untuk menjawab.
"Bukan , begitu Pih !"
"Mamih hanya belum siap mempunyai anak !" jawab Zee.
"Tapi Papih ingin segera punya anak ,Mih !"
"Mamih tahu kan ? kalau usia Papih sudah tidak muda lagi !"
"Semua teman-teman Papih , sudah memiliki anak! bahkan lebih dari satu ! sedangkan Papih ,di usia sudah matang seperti ini satu pun belum !" kesal Alan.
"Tapi jika Mamih belum siap ! sudahlah terserah Mamih saja !" Alan pun masuk ke kamar mandi,dan memakai baju.
__ADS_1
Setelah selesai memakai baju,tanpa berpamitan Alan keluari dari kamar pergi entah kemana.
to be continued......