
Semilir angin pagi ,menerpa dedaunan hijau , membuat tetes demi tetes air embun jatuh membasahi tanah.
Aroma khas air hujan , membasahi tanah bumi.
Mendung menyelimuti , sebuah tanda hari ini bumi Pertiwi akan di siram kembali oleh air hujan.
Dinginnya udara hari ini membuat dua insan manusia yang sedang di mabuk cinta enggan untuk bangun.
Setelah melaksanakan kewajiban sholat subuh ,mereka merebahkan kembali badannya , bergelung di bawah selimut yang hangat.
Zee mengerjapkan matanya , melirik ke arah jam dinding yang terpasang di kamarnya.
Zee merasakan berat di perutnya , ternyata tangan suaminya yang tertidur pulas setelah sholat subuh tadi, lengkap dengan baju Koko dan sarungnya.
Zee mengamati wajah suaminya, diam-diam Zee mengagumi ketampanan suaminya.
Tangan Zee dengan jahil menyentuh hidung mancung suaminya, turun ke bagian bibir ,dan mencium sekilas bibir seksi itu.
"Ternyata diam-diam Mamih mulai nakal ya !" suara suaminya yang ternyata sudah bangun mengagetkan Zee, membuat Zee tergagap dan malu.
"Astaga,Papih ! ngagetin Mamih saja !" kesal Zee , membuat Alan tersenyum senang.
"Mamih mau mandi !" Zee hendak berdiri, namun Alan menarik pinggang ramping itu, membuat Zee jatuh terduduk.
"Ih,Papih ! Mamih mau mandi,Pih !" Alan menidurkan kepalanya di pangkuan istrinya.
"Sebentar lagi !"
"Satu menit saja, biarkan begini !"
"Ada apa ?" Zee membelai rambut suaminya dengan sayang, merasa ada sesuatu yang aneh dengan sikap suaminya hari ini.
"Tidak apa-apa !"
"Ehm, nanti sore Papih mau ke rumah Mama, Apakah Mamih mau ikut ?"
"Boleh !"
"Mamih juga kangen sama Mama Sarah !"
"Nanti kita nginep ya ,Mih!"
"Besok kan weekend, Mamih libur !"
"Okey ,Pih ! Siap !"
"Sekarang Mamih mau mandi !" Zee beranjak dari duduknya, mengambil handuk lalu ke kamar mandi.
Alan menyusul istrinya dari belakang.
"Kita mandi bareng ya ,Mih ?" ajak Alan .
Zee tidak menolak keinginan suaminya untuk mandi bersama, karena Zee yakin menolak pun percuma.
"Huft, Baiklah ! tapi jangan meminta yang aneh-aneh yah !" Zee memperingatkan ,di angguki oleh suaminya dengan senyum licik.
Namun peringatan Zee tidak diindahkan oleh suaminya, tangan nakal suaminya terus saja bergerilya menjamah gunung Mahameru istrinya.
Membuat Zee terus ngomel-ngomel, tentu saja sang suami malah senang dan tambah bersemangat mengerjai tubuh seksi dan mulus Zee.
Membuat terjadilah apa yang seharusnya terjadi antara pasangan suami istri itu.
Hari ini Zee terlambat masuk ke kampus, semuanya gara-gara suaminya.
Sepanjang perjalanan Zee terus ngedumel, mengerucutkan bibirnya,Alan hanya senyum-senyum geli melihat sikap istrinya.
"Udah dong ,Mih ! jangan manyun terus, Mamih jadi jelek tuh mukanya !" Zee membulatkan matanya dengan sempurna.
__ADS_1
"He....he...he !"
"Ck."
"Nanti Papih jemput ya ,Mih ! seperti biasa !" setelah mencium punggung tangan suaminya , Zee keluar dari mobil dan melambaikan tangan.
"Bye....bye...bye ." dengan terburu-buru Zee berlarian agar sampai tepat waktu di kelasnya, satu detik lagi dengan memelintir kumisnya,Pak Ridwan bersiap-siap memberikan ceramah bagi mahasiswa atau mahasiswi yang terlambat di mata kuliahnya.
"Ah, syukurlah ! Untung tidak terlambat !" Zee duduk di samping Echa ,Echa yang melihat sahabatnya kali ini datang terlambat agak heran.
"Apakah setiap malam Om Alan minta jatah ?" bisik Echa.
"Ish ,kau ini !" Zee mencubit paha sahabatnya.
"Auw !" membuat Pak Ridwan menatap ke arah mereka.
"Ada apa ?" teriak Pak Ridwan.
"Itu Pak , ada semut gigit saya !" bohong Echa , membuat Zee terkekeh.
"Makanya jangan usil !" bisik Zee.
Sekitar dua jam Zee dan Echa mengikuti mata kuliah Dosen killer itu.
Selesai mengikuti pelajaran,Zee merasakan lapar di perutnya.
Gara-gara suaminya ,ia sampai tidak sempat sarapan.
Zee dan Echa hendak ke kantin,eh ternyata suaminya sudah menunggu di area parkir, memang jarak area parkir dan kantin tidak terlalu jauh.
"Ca , suami gue udah jemput !"
"Lo mau ikut nebeng gak ?"
"Boleh... boleh ! gue bisa hemat ongkos taksi !"
"He....he...he !" senang Echa.
"Ko cepet banget udah sampai sini !"
"Karena Papih tahu , Mamih laper kan ? tadi pagi Mamih kan belum sarapan !" ucap Alan.
"Wah ,so sweet !"
"Romantisnya !" goda Echa.
"Yuk , kita makan ?"
"Kalau Echa mau ikut , boleh ?" ajak Alan membuat mata Echa berbinar-binar senang, udah nebeng gratis di tambah makan gratis.
"Gue mimpi apa ya semalam ? dapat rejeki nomplok !" ujar Echa di dalam hati.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, menuju Restoran terdekat.
Alan menemukan Restaurant yang besar dan mewah.
Mereka semua turun dari mobil, mencari tempat duduk yang kosong dan nyaman.
Zee memilih tempat duduk dekat jendela, bisa langsung melihat pemandangan ke luar.
"Mau pesan apa ,Pak ?" tanya pelayan sambil menyerahkan buku menu.
"Mih,mau pesan apa ?" tanya Alan.
"Sama kayak Papih aja !" jawab Zee.
" Kalau Echa mau pesan apa ?" sedari tadi Echa mengamati sekelilingnya, merasa takjub karena baru pertama kali datang ke Restoran mewah.
__ADS_1
"Woi,Ca ? lo ko malah bengong sih ? di tanya tuh sama suami gue !"
"Ca ,Echa ? lo kesambet ?" Zee menempelkan punggung tangannya ke kening sahabatnya.
"Ck ."
"Lo pikir gue kesambet setan alas !" cebik Echa.
"Ha...ha...ha ."
"Lah dari tadi lo bengong ! gue pikir kesambet !"
"Enak saja !"
"Gue lagi mengamati Restaurant mewah ini !"
"Zee coba cubit gue ,gue gak sedang bermimpi kan ?" Zee menuruti kemauan Echa mencubit lengan Echa.
"Auw , sakit Zee !" Echa mengaduh kesakitan.
"Kalau sakit tandanya lo gak mimpi !" ujar Zee santai.
"Sialan lo Zee ! nyubitnya sakit banget !"
"Ha..ha...ha !" tawa Zee,Alan benar-benar pusing melihat aksi kocak kedua perempuan di depannya.
"Apakah kalian tidak mau memesan makanan ?"
"Apakah akan terus berdebat saja ?" tanya suaminya.
"Pih , Mamih pesankan menu yang sama dengan Papih !" ucap Zee.
"Kalau Echa , ayam geprek ada gak ? sama semur jengkol !" jawab Echa polos.
"Lo pikir ini Warteg !" jawab Zee.
"Sekalian aja lo pesen petai , pecak terong sekalian sayur asemnya !"
"Ha ...ha...ha !" jawab Zee asal.
"Ish , jahat banget lo !" kesal Echa.
"Echa sama deh sama Om Alan."
Akhirnya Alan memesan tiga bistik daging dengan kentang ,di tambah tiga dessert custard puding ice Cream dan tiga orange jus.
Mereka menikmati makan siangnya dengan lahap.
Tidak ada yang bersuara kecuali suara sendok dan garpu beradu dengan piring.
Selesai makan ,Alan membayar Bill.
Di situ tertulis harga yang sangat fantastik untuk makanan yang Alan pesan, membuat Echa menelan ludahnya sendiri.
"OMG ! harga makanannya setara dengan kontrakan gue selama satu tahun !" batin Echa.
Alan mengeluarkan Kredit Card nya untuk membayar.
"Pih ,pakai ini saja !" tawar Zee menyerahkan Black Card-nya , yang di berikan suaminya.
Echa di buat melongo, melihat Black Card sahabatnya.
"Itu kan Black Card , cuma orang-orang tertentu saja yang memilikinya !" batin Echa.
"Ga usah,Mih ! Mamih simpan saja !"
"Pakai punya Papih saja !" Alan memberikan kredit Card nya kepada pelayan.
__ADS_1
Setelah transaksi pembayaran selesai, mereka memutuskan untuk pulang yang sebelumnya mengantarkan Echa ke kontrakannya terlebih dahulu.
to be continued....