
Indonesia
Setelah mengambil koper dan tasnya, Alan berjalan melewati kerumunan orang, Semua orang menatapnya dengan tatapan kagum. Bisik-bisik terdengar mereka mengagumi ketampanan seorang Alan, namun Alan hanya cuek saja, berjalan melewati pintu keluar Bandara.
Alan menghirup udara Indonesia dalam-dalam. Rasa rindunya dengan Indonesia membuat dia ingin cepat-cepat sampai di rumah. Alan mencari sosok yang sangat dirindukannya, biasanya jika rindu dia hanya melihat sosok tersebut lewat ponsel. Karena tidak memungkinkan sosok yang dirindukannya bepergian jauh ke luar negeri, mengingat usianya sudah tidak muda lagi.
"Alan?" panggil seseorang.
"Papa! Mama!" panggil Alan melihat sosok yang sangat dirindukannya.
Dia adalah orang tua Alan, Papa Harun dan Mama Sarah.
Papanya terlihat sudah tua, rambut putihnya sangat terlihat dengan jelas, namun tidak mengurangi ketampanan seorang Harun Xaquille. Dan Mamanya juga nampak terlihat tua, tetapi wajahnya masih tetap awet muda seperti Titiek Puspa, seorang publik figur yang cukup senior.
"Anakku, Alan!" panggil Sarah, memeluk putranya dengan kerinduan mendalam.
"Mama, Sayang! Alan sangat rindu!"
"Bagaimana kabarmu, Ma?" tanya Alan.
"Apakah Mama sehat? Mama terlihat sangat cantik!" puji putranya.
"Alhamdulillah Mama sehat! mama akan lebih sehat lagi, kalau melihat anak laki-laki Mama ini menikah!" jawab Sarah.
"Ish, mama ini! kalau Alan sudah ketemu jodohnya, pasti Alan menikah!" jawabnya santai.
"Harus dong, Sayang! mama ingin sekali menggendong cucu darimu!" ucap Sarah.
"Apakah kamu sudah memiliki calon?" tanya mama.
"Belum, Ma! masih cari yang cocok!" ucap Alan.
"Kamu tuh kalo di tanya calon istri pasti jawabannya seperti itu! mama jadi kesel sama kamu!" Sarah memanyunkan bibirnya.
"Ha...ha...ha!" papa nya tertawa geli.
"Sudah, sudah! Jangan berdebat di tempat umum! malu di lihatin orang!"
"Alan, Mama! Ayo kita pulang!"
"Pak Udin, Tolong bawa barang-barang putraku!"
"Baik ,Tuan!" Pak Udin dan dua bodyguard membantu membawa barang-barang bawaan Alan.
Semua barang sudah di masukkan ke mobil satunya, Alan dan kedua orang tuanya menaiki mobil yang satu lagi. Mobil melaju meninggalkan Bandara, menuju kediaman Xaquille.
Sekitar 45 menit, mereka semua sampai di kediaman Zaquille.Masih dengan menggandeng putra kesayangannya, Sarah dan Alan memasuki kediaman Xaquille.
"Papa di cuekin nih!"
"Alamat gak bisa manja-manjaan sama mama!" ucapnya.
Para pelayan di rumah menyambut kedatangan Tuan mudanya dengan ramah, Para pelayan wanita memuji ketampanan putra majikannya.
Mereka bergosip membicarakan kedatangan tuan mudanya.
"Tampan banget!" ucap palayan.
"Iya, yah!" ujar satunya.
"Perhatian-perhatian!" ucap Sarah dengan suara agak meninggi.
"Ini adalah putraku, baru pulang dari Jerman! Jadi layani putraku dengan baik, agar betah di sini! kalian mengerti?"
__ADS_1
"Mengerti!" jawab mereka semua serempak.
"Alan putraku, mama tahu kau pasti lapar, sekarang ayo kita makan!" ajak mama Sarah, menggandeng putranya ke meja makan.
Di meja makan yang ukurannya sangat besar, sudah tersaji berbagai menu yang sangat menggoda. Semuanya di siapkan oleh Chef khusus ,di rumah itu.
Ada lobster jumbo asam manis , cumi bakar madu , sate ayam makanan kesukaan Alan ,dan berbagai macam menu lainnya.
"Apakah Astrid belum datang?" tanya mamanya kepada papa .
"Sepertinya Astrid dan suaminya sedang dalam perjalanan ,ma!" jawab papa .
"Kita tunggu saja !"
"Kasihan putraku sudah kelaparan!" jawab mama.
"Gak apa-apa, ma! Alan bisa menunggu kok!" Alan menenangkan mamanya.
"Assalamualaikum?" sapa seseorang dari depan.
"Walaikum salam!" jawab mereka serempak.
"Astrid, kenapa baru sampai?" tanya mama.
"Maaf ,ma! Astrid menunggu suami Astrid selesai meeting!"
"Astrid jadi telat deh!"
"Alan ,Apa kabar?" tanya Astrid kepada Alan.
"Alhamdulillah Alan sehat ,Kak!" jawab Alan.
"Kakak dan keluarga bagaimana?"
"Apakah kau bawa oleh-oleh?"
"Tenang saja,Kak! Aku bawa oleh-oleh banyak untuk kalian semua!"
"Ish ,kau ini! adik baru pulang selama bertahun-tahun, yang kau tanyakan malah oleh-oleh!" kesal mama.
"Sudah-sudah, kalian semua duduk! Ayo kita makan bersama ! papa dari tadi sudah lapar ,pengin ngicipin lobster itu tuh!" tunjuk papa .
"Lobsternya ngelihatin papa terus!" ucap papanya lucu.
"Ha...ha...ha!" mereka pun tertawa senang mendengar candaan papanya.
"Papa ini!" cemberut mama.
"Di mana Yuda ,Kak?"
"Apakah gak di ajak?" tanya Alan.
"Kakak udah coba telpon,HP nya gak aktif!"
"Kakak kirim pesan, sepertinya belum di baca!"
"Anak itu kebiasaan, kelayapan gak jelas!"
"Trid, kamu harus lebih memperhatikan Yuda! jangan sampai Yuda salah pergaulan!" nasehat mamanya.
"Iya,Ma! mama tenang saja, Astrid yakin Yuda sedang bersama teman-temannya, teman-temannya baik-baik semua kok, Astrid kenal mereka semua!" jelas Astrid.
"Jika memang kamu kenal, kenapa kamu gak hubungi teman-teman Yuda? suruh Yuda pulang! om nya sudah datang dari Jerman! bilang seperti itu!" bawel mama.
"Iya,Ma! nanti Astrid coba!"
__ADS_1
"Astrid lapar,mau makan dulu!"
"Sekarang Mama ceramahnya di pending dulu ya,Astrid lapar!" ujar Astrid.
"Sudah,Ma! kita semua makan dulu! nanti mama lanjut ngomel-ngomelnya selesai makan!" goda papa membuat semua menahan tawa.
"Ish,papa ini!" mama mengerucutkan bibirnya.
Mereka makan dalam diam, hanya suara sendok dan garpu yang terdengar.
Selesai makan, mama menyuruh putra kesayangannya untuk istirahat.
Mama yakin, Alan pasti sangat lelah setelah menempuh perjalanan selama 16 jam .
Alan masuk ke kamarnya, masih sama seperti dulu .
Tempat tidur yang sama, lemari yang sama, Dan lemari besar, tempat untuk meletakkan album kenangan foto masa kecilnya dulu. Alan mengambil handuk, dan pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
Selesai mandi,ia rebahkan tubuhnya di tempat tidur king Size miliknya. Matanya menerawang jauh ke langit-langit, membayangkan wajah Marsha, kekasih hatinya, pujaan hatinya.
"Kenapa kau lebih memilih karir mu dari pada aku ,Marsha?"
"Sebegitu pentingkah karirmu?"
"Aku sudah berusaha selalu mengerti dirimu , tapi kau tidak pernah mau mengerti aku!"
"Aku akan melupakan mu ,Marsha!"
"Aku tidak akan pernah lagi mengingat mu!"
"Itu keputusan mu sendiri, jangan salahkan aku!" Alan berdialog dengan dirinya sendiri.
Tanpa terasa ia sudah berada dalam alam mimpi.
Tubuhnya terasa lelah dan letih, menempuh perjalanan yang lumayan jauh.
to be continued.....
************************************************
Note .
Terimakasih atas dukungannya , kasih like and Favorit ,kasih bintang rating lima bila perlu.
Dukungan para pembaca , Author nantikan.
Karena obat penyemangat bagi Author sendiri.
Mampir juga ke novel pertama saya , dengan judul"Ketulusan Cinta Dara ".
Udah tamat yah , Readers.
Jadi gak nunggu up lagi , buat membaca yang asyik dan seru .
Saya juga mengungkapkan rasa terimakasih, buat temen-temen yang selalu nge-like saya ,dan terus ngasih saya support.
Nanti feedback ya temen-temen !!✌️✌️
Terus dukung karya-karya Author,se Indonesia.
Dari Sabang sampai Merauke , bangsa Indonesia tanpa berkarya seperti sayur tanpa garam.
The best terus kawan-kawan saya sebagai Author baru maupun lama...👍👍👍
Terimakasih...
__ADS_1