
Ratu mencari keberadaan Yuda di kampus, namun di kampus ia tidak menemukan sosok yang di carinya. Ratu juga menanyakan keberadaan Yuda kepada teman-teman terdekatnya, hasilnya pun nihil.
"Angga, kamu yakin nggak tahu keberadaan Yuda?" tanya Ratu .
"Aku yakin, Ratu, terakhir aku melihat Yuda, pas di Kampus, setelah itu aku tidak bertemu dengan Yuda! Emang ada apa sih?" tanya Angga, "Dari kemarin kamu nanyain Yuda terus!"
"Bukan urusan kamu!" ketus Ratu.
"Yaelah, aku cuma nanya, biasanya Zee yang nyariin Yuda, kenapa sekarang bisa kamu?" heran Angga .
"Ah, bukan urusanmu!" ucap Ratu, "Dah, aku mau pergi!"
"Aku minta alamatnya Yuda dong!"
"Cie .... cie .... sampai segitunya! Jangan bilang kamu juga jatuh cinta sama Yuda ya?"
"Ha .. ha ... ha! Ternyata Zee putus sama Yuda, orang ketiganya kamu?"
"Waw, amazing banget, saudara nikung saudara sendiri!" celoteh Angga.
"Jangan banyak omong, kamu mau ngasih apa Nggak?" kesal Ratu.
"Okey .... Okey, nih alamat rumahnya Yuda!"
"Oke thanks ya !" Ratu berlalu pergi meninggalkan Angga .
"Eh,busyet, main pergi saja dia!"
Ratu melajukan mobilnya menuju alamat yang di berikan Angga, sekitar 35 menit Ratu sampai ke alamat tersebut. Rumah yang cukup mewah, dengan pagar tertutup. Ratu turun dari mobilnya, mengamati sekeliling rumah tersebut. Ada penjaga yang menghampiri Ratu .
"Ada yang bisa saya bantu, Nona?" ramah penjaga.
"Benarkah ini rumah Yuda?" tanya Ratu.
"Benar sekali, Nona siapa yah?"tanya penjaga lagi.
"Saya teman kuliahnya, Apakah Yuda di rumah?"
"Mas Yuda belum pulang, Non!" penjaga nampak berfikir.
"Belum pulang?"
"Ya, sudah satu Minggu lebih mas Yuda gak ada kabar ! Bapak dan Ibunya sampai sekarang masih mencari keberadaan mas Yuda !"
"Apa? Jadi selama ini Yuda belum kembali, lalu kemana dia?" batin Ratu.
"Ehm, ya sudah kalau begitu! Saya langsung pamit saja, terimakasih, Pak!"
"Iya, Non, sama-sama!" jawab security.
Ratu kembali ke rumah dengan tangan kosong,dia tidak mendapatkan info apapun mengenai Yuda. Hatinya begitu cemas dan gelisah, Ratu melangkahkan kakinya dengan lemas. Mama yang melihat itu juga merasa heran, tidak biasanya melihat anak gadisnya tidak bersemangat seperti itu.
"Ratu?" panggil mama.
"Iya, Ma!" Ratu menoleh ke sumber suara.
"Ada apa dengan kamu?" tanya mama cemas.
"Tidak apa-apa, Ma, Memang Ratu kenapa?" Ratu meraba mukanya.
"Kamu kelihatan pucat, Sayang!" jawab mama.
"Masa sih, mungkin karena Ratu kecapean saja, Ma!" jawab Ratu .
"Ya, sudah sana kamu bersih-bersih terus langsung istirahat!" ucap mama.
"Makasih, Ma." Ratu melangkahkan kakinya ke lantai dua ,letak kamarnya.
Pukul 17.00
Mobil Alan terparkir di garasi, ia turun dari mobilnya.
Tok....tok....tok
__ADS_1
"Assalamualaikum?"
"Walaikumsalam!" sahutan dari dalam.
"Om, baru pulang ?" Zee mencium punggung tangan suaminya.
"He'em !" Alan mendudukkan pantatnya di sofa.
"Apakah Mama sudah pulang?"
"Sudah, Om!" Zee pergi ke dapur membuat minuman untuk suaminya.
"Om, nih Zee bikin minuman! minum yah?" pinta Zee.
"Terima kasih, Zee!"
"Kamu udah mulai pinter membuat minuman?" senang Alan.
"Di ajarin mama!" jawab Zee santai, Alan pun menyeruput teh hangat buatan istrinya.
"Hoek... !" suaminya memuntahkan minuman yang di berikan Zee.
"Ada apa, Om?" Zee panik sambil menyerahkan satu kotak tisu.
"Apakah Mama juga mengajari mu memasukkan garam?"
"Apa? garam?"Zee bingung.
"Cobalah!" Alan menyodorkan minumannya untuk Zee cicipi, Zee pun mencicipinya.
"Hoek! Nggak enak, kenapa jadi asin?" Zee menjulurkan lidahnya karena merasa asin.
"Ha ... ha .. ha!" Alan terkekeh.
"Apakah Mama juga mengajarimu memasukkan garam?"
"Tidak, Om!"
"Mama cuma memberitahukan cara membuat teh, tapi tidak memberitahukan mana gula dan mana garam!" Zee menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sudahlah tidak apa-apa! Aku senang kau mulai memberi perhatian kepada ku!" ucap Alan sambil mengacak rambut istrinya, mendengar Alan berkata demikian Zee jadi merasa bersalah.
"Ih, Om ini, rambut Zee jadi berantakan!" kesal Zee.
"Aku akan mandi dulu dan bersiap-siap ke Masjid, Tolong siapkan baju bersih ku, Zee !"
"Baiklah, Om!" selagi suaminya mandi, Zee menyiapkan baju Koko dan sarung untuk suaminya sholat. Inilah yang sangat Zee kagumi dari suaminya, sesibuk apapun suaminya, dia tidak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim.
Alan memakai baju Koko dan sarungnya, terlihat sangat tampan. Zee sampai tidak berkedip memandangi suaminya, sambil melongo.
"Tutuplah mulutmu, bagaimana kalau ada lalat masuk?" goda suaminya.
"Ish, Om ini!"
"Mana ada lalat?" cibir Zee.
"Apakah sekarang kau baru menyadari kalau suami mu ini tampan?" sombong Alan.
"Ish, kepedean banget Om ini!"
"Sudah sana ke Masjid, Zee juga mau sholat di rumah!"
"Baiklah, setelah sholat dandan yang cantik! Aku akan mengajak mu makan malam di luar," bisik Alan tepat di telinga istrinya, membuat Zee merinding dan pipinya memerah seperti tomat. Alan pun pergi ke Masjid untuk menunaikan kewajibannya.
Selesai sholat Maghrib, Zee mengganti bajunya dengan dress selutut warna putih tanpa lengan di padukan heels warna hijau. Zee tampil cantik dengan polesan bedak tipis dan lipstik warna merah serta rambut yang di ikat menjadi satu
Suaminya kembali dari Masjid, melihat Zee berpenampilan menarik dan sangat cantik, Alan sampai menelan ludahnya sendiri.
"Kau sudah siap?" tanya Alan untuk mencairkan kecanggungan nya.
"Siap, Om!"
"Baiklah, Tunggu di bawah!" ucap suaminya, "Aku akan berganti baju dulu!"
__ADS_1
Alan yang sudah mengganti bajunya dengan kemeja lengan panjang dan celana warna putih, sudah siap membawa Zee untuk makan malam. Alan membukakan pintu mobil untuk istrinya, tentu saja dengan senang hati Zee masuk dan mengucapkan terima kasih kepada suaminya itu.
"Terima kasih, Om!" ucap istrinya sangat manis.
"Sama-sama!" Alan menampilkan senyum manisnya.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, menuju Restoran. Tidak menunggu lama, mobil Alan berhenti di sebuah Restoran paling terkenal di Kota Jakarta. Restoran yang sangat besar dan mewah, Zee tampak di buat takjub dengan Restoran mewah itu.
"Om, ini terlalu mewah!" bisik Zee.
"Tidak apa-apa, Sekali-kali buat istri!"
"Anggap saja kita sedang berkencan!" bisik suaminya, membuat wajah Zee merah merona.
"Jadi makan malam kali ini adalah sebuah ajakan kencan?" tanya Zee.
"Anggap saja seperti itu !"
Alan menggandeng tangan istrinya, masuk ke Restaurant.
"Mau pesan apa, Tuan?" tanya pelayan sambil menyodorkan buku menu.
"Mau pesan apa?" tanya Alan kepada istrinya.
"Ehm, Zee mau spaghetti carbonara saja, Om!"
"Dan minumnya ice lemon tea!"
"Baiklah, dua spaghetti, yang satu carbonara dan yang satu lagi bolognese!"
"Dan minumnya, satu Ice lemon tea dan orange jus," ujarnya.
"Baiklah, di tunggu ya, Tuan, Nona!" ucap pelayan.
Tidak menunggu lama hidangan disajikan, mereka menikmati makanannya.
"Cobalah makanan punyaku!" Alan menyuapkan satu sendok spaghetti bolognese ke mulut istrinya, Zee menolak namun Alan terus memaksa membuat Zee menerima suapan pertama dari tangan suaminya.
"Enakkan?"
"Enak, Om!" diangguki oleh Zee.
"Om juga mau coba punya Zee?"
"Boleh!"
"Aaaaaaaaaa!" Zee menyuapi suaminya.
"Enak tidak?"
"Enak!" jawab Alan.
Selesai makan, mereka tidak langsung pulang.
Alan mengajak istrinya berkeliling Kota dan mobil mereka berhenti di sebuah pasar malam.
Mereka berkeliling mengitari pasar malam, ada banyak tontonan di sana.
Mereka juga mencoba menaiki komedi putar dan biang Lala. Terakhir Zee meminta suaminya untuk masuk ke rumah hantu, Zee merengek ingin masuk ke sana, pasalnya dari kecil ia belum pernah ke sana dan sangat penasaran.
Alan pun menurutinya, namun tidak di sangka Zee yang seorang cewek pemberani dan jago beladiri, saat masuk di rumah hantu Zee terus berteriak, menarik-narik baju suaminya karena ketakutan.
Sekali-kali Zee juga menjambak rambut suaminya, karena melihat penampakan nenek lampir dengan muka berdarah, membuatnya takut setengah mati.
Keluar dari rumah hantu, penampilan suaminya sudah acak-acakan, membuat suaminya manyun dan kesal.
"Lain kali, jangan meminta hal-hal seperti tadi?" marah Alan.
"Sudah tahu penakut, tapi masih tetap kekeh saja ingin masuk?" sebel Alan, membuat Zee menunduk malu .
"Maaf, Om!" Zee mengangkat kedua jarinya, membentuk tanda Peace.
__ADS_1
to be continued.....