Om I Love You

Om I Love You
Episode 43


__ADS_3

Hari berganti hari,jam berganti jam,malam berganti pagi, semua berada disiklusnya masing-masing.


Rencana yang sudah disusun matang oleh dua buah keluarga akhirnya hari ini terjadi juga.


Ratu sudah berdandan cantik dengan berbalutkan kebaya warna putih, sedangkan Yuda sudah siap dengan jas warna putih juga.


Perpaduan yang sangat kontras dan sangat indah, mahakarya MUA yang sangat menawan.


Mereka memilih rumah Aghar sebagai tempat acara pernikahan Ratu dan Yuda.


Tidak banyak tamu yang diundang , hanya kerabat dan keluarga saja.


Pak penghulu sudah siap akan menikahkan kedua mempelai,tamu undangan pun sudah bersiap mendengarkan ijab qobul dibacakan.


Keluarga kedua mempelai duduk di barisan paling depan, sedangkan barisan kedua dan seterusnya untuk para undangan tamu yang hadir.


Papa Roger dan Aditama menjadi wali nikah, duduk mengapit kedua mempelai.


Alan duduk di samping Zee sambil menggenggam tangan istrinya, nampak Zee sangat tenang , tidak menampilkan raut wajah kehilangan.


Pak penghulu menjabat tangan Yuda.


"Sudah siap?" tanya Pak Penghulu ,diangguki oleh Yuda.


Pak Penghulu membaca ijab qobul, dengan sekali tarikan nafas Yuda menjawab dengan sangat lancar dan lantang.


SAH !!!!!!!


"Sah !" di jawab serentak oleh semua orang yang berada di ruangan itu.


Akhirnya Ratu sah menjadi istri Yuda, semua yang hadir dan menyaksikan acara ijab qobul ikut bergembira dan bahagia.


Ratu dan Yuda duduk di kursi pelaminan,Yuda yang masih menggunakan kursi roda di bantu Papahnya duduk di samping istrinya.


Semua para tamu undangan memberikan selamat kepada pasangan suami istri itu.


Acara di lanjutkan dengan khotbah yang di bawakan oleh Ustadz Yusuf, teman Papa Aghar.


Semua tamu undangan menikmati serangkaian demi serangkaian acara dengan khidmat.


Sampai di penghujung acara mereka berpamitan pulang kepada kedua mempelai dan keluarga mempelai.


Alan dan istrinya juga ikut berpamitan , sebelumnya mereka memberikan ucapan selamat kepada Yuda dan saudara tirinya.


"Ratu ? Selamat ya , Semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warahmah !" ucap Zee sambil memeluk saudara tirinya.


Hiks....hiks ....hiks


"Terima kasih Zee !"


"Gue minta maaf atas semua kesalahan gue ke lo !" sesal Ratu .


"Gue udah maafin lo kok !"


"Udah jangan nangis !"


"Gue akan selalu berdo'a buat lo , Semoga lo bahagia !" ucap Zee sambil tersenyum, menampilkan deretan gigi putihnya.


"Terima kasih banyak,Zee !"


Zee berpindah ke Yuda , menjabat tangan mantan kekasihnya .


"Selamat ya ,Yuda !"ucap Zee.


"Terima kasih,Zee !" jawab Yuda.


Sekarang giliran suaminya memberikan selamat kepada Ratu dan ponakannya.


"Selamat ya ,Yud !"

__ADS_1


"Om do'a kan ! Kamu bahagia , menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warahmah !"


"Terima kasih,Om !" jawab Yuda singkat.


Setelah Alan dan Zee memberikan selamat kepada kedua mempelai, mereka pun berpamitan kepada Papa dan Mama.


"Kami pamit pulang ,Pa ,Ma ?" ucap Alan dan Zee.


"Kalian gak menginap ?" tanya Mama.


Alan sempat melirik ke arah istrinya, namun istrinya menggeleng ,Alan pun paham maksud istrinya.


"Tidak ,Ma !"


"Besok Alan harus bekerja,dan Zee kuliah ! mungkin lain kali kami akan mampir lagi !" ucap Alan.


Mama masih melihat kekecewaan Zee terhadap keluarganya,Mama paham itu.


Mama Nola pun memeluk Zee dengan sayang.


"Zee ? Mama minta maaf !"


"Semoga kamu tidak membenci Mama dan Ratu !" ucap Mama.


"Zee gak marah sama Mama !"


"Zee cuma kecewa, karena Papa dan Mama gak jujur !"


"Zee kan juga bagian anggota keluarga ini !"


"Iya ,Nak ! kami minta maaf !" sesal Mama.


"Sekarang Papa dan Mama tidak perlu risau , karena sekarang Zee sudah bahagia dengan suami Zee !" Zee merangkul tangan suaminya.


Dari kursi pelaminan Yuda melihat Zee tersenyum sangat bahagia dengan Om nya.


"Sebahagia itukah kamu ,Zee, dengan Om Alan !"


Alan dan Zee pergi meninggalkan pesta yang masih berlangsung, setelah berpamitan dengan Papa Harun dan Mama Sarah.


Mobil mereka meninggalkan kediaman Papa Aghar.


Selama perjalanan Zee hanya diam , biasanya dia selalu cerewet bicara ini dan itu.


"Mamih gak apa-apa ?" tanya Alan.


"Gak apa-apa,Pih ?" jawab Zee dengan tersenyum.


Alan tidak bertanya lagi karena ingin memberikan waktu dan ruang untuk istrinya.


Sampai di rumah ,Zee langsung ke kamar mandi untuk bersih-bersih.


Sedangkan suaminya memeriksa pekerjaan lewat laptopnya.


Sekitar 15 menit Zee di kamar mandi, ia keluar dengan melilitkan handuk di tubuhnya.


Zee mengamati sekelilingnya, tidak ada suaminya di kamar.


"Papih kemana yah ?" setelah memakai baju Zee mencari keberadaan suaminya.


Ternyata Alan sedang duduk di ruang tengah, sibuk dengan pekerjaannya.


Zee pergi ke dapur, membuatkan secangkir kopi untuk suaminya.


"Pih ? Mamih buatin kopi !" panggilnya sambil menyodorkan kopi untuk suaminya.


"Terima kasih,Mih !" ucap suaminya sambil menyeruput kopi buatan istrinya.


"Ehm, Mamih sekarang sudah pintar bikin kopi yah ! pas sesuai selera Papih ! tidak terlalu manis !"

__ADS_1


"Benarkah ?" senang Zee.


"Mamih capek ?"


"Kalau Mamih capek tidur dulu aja ,Mih ! Papih harus menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda !" perintah suaminya.


"Gak ,kok ! Mamih gak capek !"


"Mamih ingin menemani Papih !"sambil berbaring dengan berbantalkan paha suaminya.


"Baiklah kalau begitu , sebentar lagi Papih selesai kok !" setelah mencium kening istrinya,Alan melanjutkan pekerjaannya kembali.


Menunggu suaminya menyelesaikan pekerjaan ,Zee bermain game di ponselnya.


Ternyata menunggu suaminya menyelesaikan pekerjaan, membuat Zee jadi bosan.


Zee pun dengan jahil memainkan hidung suaminya yang mancung, membuat Alan kesusahan menyelesaikan pekerjaannya.


"Mih ?"


"Sebentar lagi nih ,Papih selesai ! jangan ganggu dong !"


"He....he....he !"


"Habisnya Papih serius banget kalau sedang bekerja !" kesal Zee.


"Yah , harus serius dong ,Mih !"


"Kalau gak serius, pekerjaan Papih gak selesai-selesai ! dan uang akan lama cairnya !"


"Kalau lama , uang bulanan untuk istri juga akan lama !" jawab Alan.


"Ish ,Papih bisa saja !" cemberut Zee.


"Jangan cemberut dong , Sayang ! Papih kerja keras kan buat Mamih juga !"


"Iya ,Pih !" Alan pun melanjutkan pekerjaannya kembali.


Zee masih tetap menjahili suaminya,kali ini dia menggelitiki perut sixpack suaminya.


Membuat Alan tertawa kegelian,dan menghentikan kembali pekerjaanya.


"Ha....ha....ha !" tawa Zee.


"Apakah Mamih sedang menggoda Papih ?"


"Kalau iya kenapa ?" jawab Zee sambil mencium bibir suaminya tanpa merasa canggung.


Alan yang mulai tergoda dengan sentuhan-sentuhan nakal istrinya , membuatnya enggan untuk melanjutkan pekerjaannya.


Alan menutup laptop-nya,dan membopong istrinya ke kamar.


"Emang sudah selesai pekerjaanya ?" tanya Zee masih dalam gendongan Alan.


"Belum !"


"Habisnya dari tadi Mamih menggoda terus ! adik kecil Papih jadi terbangun nih !"


"Ha....ha.....ha !" tawa Zee.


Alan meletakkan tubuh istrinya di tempat tidur, menciumi bibir rasa cherry itu, yang sudah menjadi candu baginya.


Zee tidak menolak, entah kenapa hari ini ia lebih agresif.


Hari ini ia menginginkan suaminya , menginginkan belaian suaminya ,dan cumbuan suaminya.


Malam itu pun terjadi olahraga panas suami istri itu.


Saling memberi kepuasan dan kenikmatan, sampai mereka sama-sama ambruk dan lemas.

__ADS_1


Hingga pukul 02.00 dini hari, mereka merasa kelelahan sampai tertidur dalam selimut yang sama masih dalam keadaan polos tanpa busana.


to be continued.......


__ADS_2